TENTANG “CAHAYA”

Tahun 1996, mungkin adalah tahun yang paling membahagiakan bagi kedua orang tuaku. Pasalnya, setelah penantian selama dua tahun, mereka akhirnya di karuniai seorang bayi perempuan. Bayi itu lahir di hari Selasa, tepatnya tanggal 02 April di Bandung.

Setelah bayi itu lahir, kedua orang tuaku memutuskan untuk menamai bayi itu dengan nama yang menurutku indaaaa~h sekali. Sekarang nama bayi itu adalah “ NUR RACHMINAWATI”, dan kalian semua harus tahu, bahwa bayi itu adalah AKU. Diriku sendiri.

Aku lahir dari pasangan suami istri yang bernama Dik dik Suherman dan Wiwi Farida. Mereka adalah orang tua yang sangat baik sekali. Aku tak pernah merasa kekurangan kasih sayang dari mereka. Mereka selalu berusaha mencurahkan segenap perhatian dan kasih sayangnya padaku. Rasanya, jiwa dan raga ini diisi selalu oleh perasaan cinta kedua orangtuaku. Maka dari itu, aku sangat menyayangi ayah dan ibuku, tanpa mereka, mungkin takkan pernah ada untuk selamanya sesosok aku yang bernama “Nur Rachminawati” ini. Ayah dan ibuku adalah bagian berharga dan terpenting dalam hidupku, maka sebelum terlambat, disisa hidup yang Tuhan berikan padaku, aku berusaha membahagiakan mereka berdua. Aku ingin membalas semua kebaikan yang telah mereka berikan padaku hingga detik ini, merekalah yang membentuk aku, hingga aku ada seperti ini. Aku sangat mencintai mereka berdua, dan jika boleh berharap, sejujurnya aku tidak ingin kehilangan mereka berdua untuk selamannya.

Di tahun 2001, ketika aku berusia 5 tahun, ayah dan ibuku memasukkan ku ke sekolah pertamaku, di TK Aisyiah II. Aku ingin saat itu menjadi mandiri, pasalnya ketika aku pergi ke TK Aisyiah II, aku tidak diantar jemput oleh kedua orangtuaku. Ketika teman teman seusiaku saat itu membutuhkan kedua orang tua mereka, aku diantar jemput oleh tukang becak kepercayaan ayahku. Aku masih mengingat namanya, bahkan aku masih bertemu dengan tukang becak itu hingga saat ini. Namanya “Mang Oman”

Ketika usiaku menginjak 6 tahun, aku lulus dari TK, dengan membawa predikat “Anak Pandai”, kemudian aky melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar di SDN 1 Rancaekek, selama 6 tahun. Kebetulan SD ku saat itu, dekat dengan rumah nenekku, bisa di bilang bersebrangan.

Masa masa di SD saat itu penuh dengan kebahagiaan yang nyata dalam hidupku, rasanya aku menikmati semua yang terjadi saat itu, mulai dari persahabatan, cinta, di musuhi, di jauhi teman teman, semuanya aku alami saat aku berada di SD. Selama aku duduk di bangku SD selama 6 tahun, aku berturut turut menduduki rangking pertama sejak kelas 3 hingga kelas 6. Bagiku, ketika mengingat hal itu, rasanya itu adalah sebuah pencapaian yang amat mennggembirakan dan membanggakan dari sesosok aku ini.

Selain pencapaian rangking itu, aku masih mengingat momen monumental yang masih segar dalam ingatanku saat ini, hingga detik ini. Rasanya aku tak bisa melupakan hal itu begitu saja. Peristiwa itu adalah prestasi yang sangat aku banggakan! Sebuah pencapaian daari seorang “Nur”.

Apakah kalian penasaran ingin mengetahui hal itu? Momen yang menomental itu adalah, aku pernah mengikuti lomba synopsis hingga tingkat kabupaten ketika aku masih di bangku SD. Buatku, itu sangat monumental sekali, bahkan rasanya tidak percaya seorang ‘aku’ bisa melakukan dan mencapai hal itu. Tapi ini lah kenyataan, bukti bahwa aku pernah melakukannya! Pencapaian yang sudah aku capai. Waktu itu aku menyesal, tak terima keadaan ketika aku tak lolos untuk masuk ke tingkat provinsi. “padahal tinggal satu langkah lagi ke tingkat provinsi!”. Tapi akhirnya aku menerima kenyataan dengan ikhlas, bahwa kemampuanku hanya sampai di sana.

6 tahun semenjak aku duduk di bangku SD, waktu mengalir dengan begitu cepat, sangat tidak terasa. Tahu tahu, aku dan teman teman lulus dari SD. Allhamdulillah..

Tahun 2008, aku resmi menjadi siswi sebuah SMP swasta. Ibuku mempercayai SMP AL – Masoem sebagai sekolahku, ibu percaya bahwa SMP AL – Masoem bisa mencetak generasi “cageur bageur pinter”. Dan aku percaya juga, bahwa pilihan ibu adalah yang terbaik untukku. Walaupun pada saat itu, nilai NEM ku memenuhi untuk masuk ke SMP negeri. Tapi aku tetap percaya pada pilihan ibuku. Lalu itu memang menjadi kenyataan. Ibu memang tepat memilih SMP AL Masoem sebagai lanjutan dari jenjang sebelumnya, karena di sekolah itu, telah membentuk pribadi aku yang seperti ‘ini’. Aku senang pernah bersekolah di SMP AL Masoem. 3 tahun duduk di bangku SMP, rata rata aku pernah masuk 3 besar rangking di kelas. Baru saat aku menginjak kelas 8, alllhamdulillah aku berhasil meraih dan mempertahankan rangking pertama hingga aku lulus dari SMP di tahun 2011 ini. Aku lulus dari SMP AL Masoem dengan membawa predikat ‘pinter’, sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab yang besar buatku.

Oh ya aku lupa, saat di SMP, aku menemukan seseorang yang menurutku adalah seseorang yang sangat berharga untukku. Karena seseorang itu membantuku menemukan ‘jalan hidup’ku yang sebenarnya. Yang sebelumnya aku tidak tahu sama sekali. Seseorang yang membantuku bisa membaca al quran, dan semuanya.  Maka dari itu, masa SMP adalah masa yang penuh dengan ‘perubahan’ untuk diriku sendiri.

Kembali ke masaku, tahun 2011, aku naik ke jenjang yang lebih tinggi lagi, aku memulai sebuah lembaran yang baru dalam hidupku. Dari SMP, aku melanjutkan ke SMA. Dan aku memilih SMA AL Masoem, tempat yang akan aku jalani selama 3 tahun kedepan sampai tahun 2014 mendatang. Memang, SMP dan SMA AL Masoem ini berada dalam satu naungan yaitu “Yayasan Pendidikan Al Masoem” yang letaknya di Sumedang. Jika kalian mampir ke Sumedang, pastikan kalian mampir ke sekolahku ya!

Dan sekarang aku duduk di kelas sepuluh. Aku mengikuti sebuah program di sekolahku, dimana aku akan menempuh masa SMA hanya dua tahun saja, bukan lagi tiga tahun. Insya allah aku akan lulus di tahun 2013. Doakan aku ya teman teman.

Hobiku! ( aku lupa memberitahukannya paada kalian semua). Singkatnya, aku suka membaca, menulis, dan mendengarkan. Aku suka membaca semua jenis buku, namun yang sangat ku sukai adalah novel dan komik. Aku sangat menyukai novel juga komik, jika aku memiliki sedikit uang, aku tak pernah berpikir dua kali untuk membeli novel ataupun komik. Dua benda itu adalah benda koleksiku di rumah (aku bahkan memiliki perpustakaanku pribadi di rumah)

Menulis. Ya, kegiatan ini adalah hobiku juga. Kadang kadang jika suasana hatiku sedang baik, aku membuat cerpen, kadang juga aku aktif menulis di blog ini. ^^ Blog pribadiku. Pokoknya semua  hal tentang menulis aku menyukainya. Menulis adalah rutinitas harianku, karena tiap harinya aku menyempatkan diri menulis di buku harian pribadku. Menulis adalah kegiatan yang paling menyenangkan!

Dan aku merasa, mendengarkan sudah menjadi hobiku juga. Aku suka sekali mendengarkan, karena melalui ‘mendengarkan’ aku bisa mendapatkan banyak informasi, melalui ‘mendengarkan’ juga, aku bisa memahami perasaan seseorang atau apapun yang dialami oleh seseorang. Mendengarkan adalah salah satu dari sekian banyak nikmat dari Tuhan yang harus kita syukuri. Bagiku, mendengarkan adalah kegiatan yang paling penting dan sangat berharga untukku sendiri. Kalau menurut kalian bagaimana?

Ya, inilah secuil kisah dari seseorang yang bernama “Nur Rachminawati”. Menurut kalian, sangat panjang sekali ya kisah ini? Menurutku, tidak begitu, ini masih sebagian kecil dari hidupku, masih banyak yang terlewatkan, dan masih banyak juga yang disembunyikan. Ya ini hanyalah sebagian kecil kisahku yang dapat aku ceritakan pada kalian semua.

Terakhir tentang motto hidupku. Motto hidupku adalah :

“Berusaha menjalani hari dengan perasaan bahagia.
Mulailah sesuatu dengan perasaan bahagia.”

Karena, ketika kita bahagia dengan sesuatu yang yang akan atau sedang kita jalani, insya allah semuanya akan terasa lebih mudah dan akhirnya kita akan menikmati sesuatu yang kita jalani itu. Karena dengan bahagia, semuanya akan terasa lebih mudah, apalagi dengan adanya Allah disisi kita.

Aku merasa bahagia sekali menuliskan sebagian kisah kecilku disini. Kuharap, kisah kecil ku ini, dapat menginspirasi kalian semua yang membacakannya dimanapun kalian  berada. Amien.

Salam sayang, Nur Rachminawati.

Bandung, 01 November 2011, 23:09

11 thoughts on “TENTANG “CAHAYA”

    1. semua orang bisa bahagia kok ray..

      karena kebahagiaan adalah hak semua orang.

      dan juga, kebahagiaan itu bisa datang dalam berbagai bentuk.. ^^
      semangat!

    1. dua lagu itu teh?
      yang satu ‘lost heart tour’ sama ‘dia’ ?

      kamu email saja ke aku? gimana? hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s