Tag: yang

Mereka Yang Menghilang

Mereka yang dulu pernah ada,
mengisi hari-hariku dengan senyum, canda dan tawa.

Mereka yang biasa kau panggil ‘sahabat’

Tapi sekarang mereka tidak ada.

Kupanggil, mereka tidak menoleh.
Atau, mungkin karena aku tidak punya cukup keberanian meski hanya untuk menyebut nama mereka masing-masing?

Atau,

Aku-kah yang memalingkan wajahku dari mereka? []

Untuk Ur, An, Mu; dulu kita pernah bersahabat.

Advertisements

Apa Satu Hal Yang Ingin Kamu Wujudkan Sebelum Meninggalkan Dunia Ini? | Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati

Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati
Juni – Juli 2014

MINGGU KETIGA

Tanggal 18 Juli 2014, Jumat

Apa yang harus aku tuliskan ya? Sesaat aku merasa bingung. Apa ini yang dinamanya ‘kebuntuan insprirasi’?

Dan sekarang aku berpikir mengenai cita-citaku. Aku yakin setiap orang setidaknya punya satu hal yang ingin mereka lakukan sebelum mereka meninggalkan dunia ini, satu hal yang ingin terkabulkan bagaimana pun caranya. Dan, sepertinya bisa dibilang bahwa apa yang ingin aku lakukan itu adalah cita-citaku sendiri; mimpiku di dunia ini. Setiap orang berbeda-beda, tapi aku yakin bahwa setiap orang pasti memiliki hal itu, diakui atau tidak. (Karena mungkin saja ada beberapa orang yang menyangkal mati-matian bahwa mereka tidak punya sesuatu yang seperti itu)

Satu hal yang ingin aku lakukan sebelum aku meninggalkan dunia ini adalah… menuliskan sebuah buku yang ditulis oleh diriku sendiri, kemudian menerbitkannya.

Aku bercita-cita, aku bermimpi untuk menjadi seorang penulis buku pada suatu hari nanti. Aku ingin meninggalkan buku ku di dunia ini, sebuah bukti bahwa aku pernah ‘ada’ di dunia ini. Dengan begitu mereka yang membaca bukuku akan tahu bahwa seorang ‘aku’ pernah ‘ada’ di dunia ini.

Mati, meninggalkan dunia ini tanpa seorangpun yang mengingat siapa diri kita, tanpa ada siapapun yang tahu bahwa kita pernah ada di dunia ini, rasanya menyedihkan sekali.

Maka dari itu, aku ingin menuliskan buku, sebagai bukti kehadiranku di dunia. Sebenarnya buku apapun tidak jadi masalah. Buku bisa berarti diary, atau buku tulis suatu pelajaran, atau apapun. Tapi belakangan ini, aku memikirkan sebuah buku cerita; novel, seperti itu. Aku ingin membuat sebuah novel, yang dibaca oleh semua orang, dan ketika mereka membacanya, mereka mendapatkan sesuatu yang ‘berharga’. Aku ingin menulis buku yang seperti itu.

Sejauh ini, aku lebih senang menulis diary. Itu sudah aku lakukan sejak aku duduk di bangku SD, dan sejauh ini, sampai aku menjadi mahasiswi pun, aku masih menulis diary. Kalau aku tidak menulis di diary, biasanya aku menuliskannya di notebook. Menulis diary, bagi diriku adalah sebuah terapi emosi. Lewat menulis, aku berharap aku bisa lebih memahami diriku sendiri. Selain itu, menulis juga membuatku merasa bisa mengeluarkan segala emosi yang tidak kukeluarkan; emosi yang tertahan. Seperti itulah arti menulis bagiku, lebih tepatnya menulis diary, hehehe.

Dan ketika memikirkan buku ku dipajang di rak buku di sebuah toko buku; sebuah buku dengan nama ku tertulis disana, merupakan suatu kebanggaan yang tidak bisa kubayangkan. Tidak terkira. Tidak terlukiskan.

Satu hal yang kurang untuk mewujudkan mimpi-ku itu adalah… Kurangnya rasa percaya diri dalam diriku. Itu menjadi kelemahan yang dengan mudahnya menyerang semangatku. Hal itu perlahan-lahan membuatku tidak begitu tertarik lagi untuk mewujudkannya. Dan hal itu menurutku sangat sangat sangat berbahaya. Aku berpikir, bagaimana caranya agar aku bisa menumbuhkan rasa percaya diri itu.

Lalu, ketika aku mulai hendak menulis, aku tidak tahu apa harus aku tuliskan. Aku tidak tahu harus mulai dari mana untuk memulai semua ini. Dan aku masih kebingungan sampai saat ini. Aku berpikir tentang ide yang ingin aku tuliskan, lalu aku berpikir apakah semua orang akan suka jika aku menuliskan seperti ini? Yah begitulah.

Aku berharap, sebelum aku meninggalkan dunia ini, aku bisa mewujudkan keinginannku itu; mimpi dan cita-citaku. Semoga Allah memberiku keridhoan-Nya untuk mewujudkan keinginanku… Aamiin.

Aku benar-benar ingin menjadi seorang penulis. []

Ramadhan Tahun Ini (Terasa) Berbeda | Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati

Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati
Juni – Juli 2014

MINGGU KETIGA

Tanggal 16 Juli 2014, Rabu

ARGH! Rasanya  semakin hari, aku semakin banyak menghabiskan waktu dengan sesuatu yang tidak berguna, dan menjadikan aku sebagai orang yang merugi. Sebenarnya, kalau dibilang sesuatu yang tidak berguna pun tidak tepat ya, karena apa yang aku lakukan sebenarnya bermanfaat, tergantung darimana aku melihatnya. Tapi tetap saja, aku merasa menjadi orang yang merugi.

Sebenarnya, hari itu aku terlalu banyak tidur. Nah, kan? Apa yang tadi aku bilang. Tidur dalam bulan Ramadhan sebenarnya adalah sesuatu yang berpahala juga. Lagipula, tidur mengistirahatkan badan yang lelah. Seperti itulah. Tapi… Aku tidur terlalu berlebihan!! Apalagi jika aku tidur setelah sahur. Sungguh tidak bagus! Itu tidak bagus untuk perutku, itu akan berdampak pada membuncitnya perutku. Tidaaak!!!

Lalu, aku akan terbangun pada pukul 9 pagi, atau kalau aku masih beruntung, mungkin aku akan bangun pada pukul 8. Yang menyebalkan adalah ketika aku bangun pada pukul 10. Itu sangat sangat menyebalkan. Kemudian, aku mulai menyesali banyak hal. Bangun siang itu tidak baik untuk mood-ku sendiri.

Dulu, saat aku masih SD, SMP, dan mungkin SMA? Atau sampai SMP saja? Aku lupa lagi. Tapi memang, dulu setelah sahur, aku pergi ke mesjid, tentu saja untuk mengikuti kuliah subuh. Dulu, aku rajin pergi ke mesjid setelah sahur, yah itu, untuk mengisi tugas agenda bulan ramadhan dari sekolah, mendengarkan ceramah, dan menuliskannya di agenda tersebut. Maka dari itu, setelah sahur, aku jarang sekali tidur. Bisa dibilang, aku mengisi waktu dengan sesuatu yang kurasa baik.

Coba bandingkan dengan yang sekarang. Setelah sahur, kalau tidak langsung tidur setelah shalat subuh (karena mengantuk), pasti berdiam diri didepan notebook untuk menonton anime, atau asik bermain dengan handphone. Bagian darimananya disana yang bagus dan bermanfaat? Aku berpikir bahwa bulan Ramadhan yang kulalui saat aku masih kecil jauh lebih baik dan berkualitas dibandingkan dengan Ramadhan yang aku jalani tahun ini. Dan kalau dipikirkan, itu membuatku sedih.

Dan mengenai handphone, sepertinya zaman memang sudah bergeser. Dulu saat aku masih duduk di bangku SD dan SMP, jarang aku lihat anak-anak memegang handphone. Saat aku hendak taraweh ke mesjid, aku melihat anak-anak yang sebagiannya taraweh, dan sebagiannya lagi bermain. Bermain apa saja, seperti kejar-kejaran, petak umpet, dan lain-lain. Itu mereka lakukan di mesjid. Ya kalau tidak bermain, mereka jajan. Mesjid selalu ramai oleh pedagang jajanan kecil saat taraweh.

Tapi, zaman sudah berubah. Anak kecil zaman sekarang sudah kelewat sangat canggih. Mereka pegang handphone, bahkan beberapa diantaranya sudah berjenis android. Dan yah, di mesjid tahun ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya menurut pengamatanku. Itu mesjid dekat dengan rumahku ya…

Aku pribadi merasa bahwa ada banyak hal yang berubah dari bulan Ramadhan tahun ini. Tapi memang pada hakikatnya tidak ada yang sama bukan? Perubahan selalu ada, dan terjadi. Hmm… Bagaimana menjelaskannya ya? Pokoknya, bulan Ramadhan tahun ini begitu berbeda dengan bulan Ramadhan yang aku jalani dan aku amati pada tahun-tahun sebelumnya. Bukan hanya pada diriku saja yang berubah, tapi sekitarku juga berubah dan berbeda. Apakah yang menjadikannya berbeda? Aku tidak terlalu bisa menjabarkannya dengan baik. Mungkinkah bahwa  setiap orang termasuk aku mulai kehilangan ‘esensi’ dari Ramadhan itu sendiri tahun ini? Aku tidak tahu.

Tapi, secara pribadi, pada aku yang menjalani bulan Ramadhan tahun ini di usiaku yang menginjak 18 tahun, rasanya terasa ada yang kurang. Entah kenapa, dan apa, tapi aku merasa (lagi-lagi) belum bisa menggunakan waktu yang ada dengan maksimal untuk sebanyak-banyaknya mengumpulkan pahala dibulan Ramadhan ini. Aku belum bisa mempererat ikatan dengan Allah, dan itu membuatku merasa sedih. Ya, aku benar- benar merasa rugi kali ini.

Dan tiba-tiba sekarang sudah hampir menginjak minggu keempat saja. Padahal rasanya baru kemarin aku menjalani bulan Ramadhan di hari pertamaku berpuasa. Aku masih ingat dengan apa yang aku tulis di hari pertama bulan Ramadhan itu; tentang aku yang membaca buku the alexandria link dari steve berry.

Lalu tentang target membaca al quran setiap harinya, dengan sangat berat hati harus aku pending dulu. Kenapa? Karena aku berhalangan. Padahal aku sedang semangat-semangatnya saat itu. Ini seperti semacam ujian buatku.

Apakah hari-hari selanjutnya, masih bisa kumanfaatkan sebaik mungkin? []

 

Ternyata Aku Bisa Tertawa Seperti Itu Juga Ya… | Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati

Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati
Juni – Juli 2014

MINGGU KETIGA

Tanggal 14 Juli 2014, Senin

Apa yang harus aku tulis untuk hari itu? Mungkin hari itu adalah hari yang paling buruk dari semua hari yang aku jalani selama bulan Ramadhan ini. Aku tidak percaya diri untuk menuliskan semua yang aku lakukan saat hari itu.

Sebenarnya, mungkin bisa dikatakan bahwa yang aku lakukan hari itu tidak sepenuhnya buruk. Aku mengalami hal yang menyenangkan, juga aku mengalami sesuatu yang saat itu aku pikir menyenangkan, tapi nyatanya itu adalah sesuatu yang buruk dan tidak menyenangkan.

Seperti biasa, sesuatu yang menyenangkan bagiku adalah menonton anime. Hari itu aku menonton Haikyuu episode 14 dan barakamon episode 2. Dan seperti biasanya lagi, aku tertawa ngakak. Bahkan adikku sampai terganggu dengan suara tawaku yag terbahak-bahak. Aku benar-benar tidak bisa menahan tawaku sendiri ketika menonton anime dua itu, haikyuu dan barakamon. Hebat sekali dua anime itu, bisa berhasil membuatku tertawa.

Dan, kupikir-pikir lagi, aku adalah orang yang tidak mudah tertawa. Kenyataannya memang begitu. Aku adalah orang yang serius, sulit diajak bercanda. Kadang kalau aku bertemu dengan orang yang sedang mengajak bercanda kepadaku, aku sulit harus menanggapi seperti apa candaannya kalau memang candaannya tidak lucu. Ah seperti itulah. Tapi, ketika memang ada sesuatu yang lucu, aku tidak segan-segan untuk tertawa, tertawa sebanyak-banyaknya. Sayangnya, itu adalah kejadian yang sebenarnya mungkin langka dalam hidupku.

Apakah hidupku sebegitu suramnya sehingga sulit sekali mencari sesuatu yang bisa membuatku tertawa? Hahahaha. Dan syukurlah, itu tidak terjadi. Menurutku hidupku tidak terlalu suram, karena aku masih menemukan hal-hal di sekitarku yang bisa membuatku tertawa. Salah satunya adalah keluargaku sendiri. Bisa dibilang, setiap anggota keluargaku selalu bisa membuatku tertawa, mulai dari Ayah, lalu Ibu, dan adikku sendiri. Aku bersyukur masih memiliki mereka semua sampai saat ini.

Dan selain keluargaku, aku juga mengenal anime. Hehehe. Beberapa anime itulah yang sanggup membuatku tertawa terbahak-bahak. Dan beberapa anime juga membuatku menangis tersedu-sedan. Menakjubkan sekali, hanya karena suatu anime, bisa membuatku tertawa, dan sedih. Dan kupikir, aku beruntung karena sudah mengenal anime, hidupku diisi lagi oleh tawa. Syukurlah, aku berterima kasih kepada siapapun (yang aku lupa lagi) yang telah mengenalkanku kepada anime.

Dan seperti itulah hari itu berjalan.

Lalu, seperti yang aku tulis tadi, bahwa aku menjalani sesuatu yang kupikir itu menyenangkan, namun ternyata itu buruk dan tidak menyenangkan. Bisa dibilang itu merugikanku, dan aku bodoh karena aku menjalaninya dengan senang hati, dan semangat.

Dan sekarang aku menyesal karena aku begitu bodoh untuk menghabiskan waktu Ramadhan yang berharga dengan melakukan hal itu. Aku benar-benar menyesal. Tapi, apa yang bisa aku lakukan? Semua itu sudah berlalu. Tidak bisa diulang. Menyesalpun tidak akan mengubah apapun.

Tapi tetap saja aku merasa menyesal. []

Tengen Toppa Gurren Lagann, Semangat yang Tak Pernah Berhenti Menyala.

[ditulis 08 Februari 2013]

dan bertambah lagi list anime yang berhasil aku tonton.

dan anime ini (lagi lagi) punya story yang sangat bagus dan menegangkan. berhasil membuat perasaan penonton bercampur aduk.

anime itu bernama : TENGEN TOPPA GURREN LAGANN

well, walaupun aku cukup menyayangkan adanya adegan fan-service yang cukup berlebihan dari salah satu karakter utama perempuannya. tidak terlalu menghibur juga sih, tapi menurutku itu sangat mengganggu -.-

padahal (sejauh itu) ceritanya sudah bagus, namun di ganggu oleh adegan fan-service, sangat disayangkan sekali. aku bisa menggolongkan anime ini ke genre ecchi karena hal itu. hehehehe. yah, setiap orang punya perspektifnya masing2 :)

dimana letak bagusnya anime yang singkatnya berjudul Gurren Lagann?

apa yah? susah untuk menjelaskannya. namun aku suka karena anime ini menunjukkan sisi manusia yang sangat menarik. anime ini melewati batas-batas kemungkinan yang menurut kita mustahil, tapi ternyata itu tidak mustahil sama sekali.

manusia itu benar2 makhluk yang sangat menarik!

dan anime ini menunjukkan sifat manusia yang penuh semangat, dan tidak pernah menyerah meskipun berada dalam ‘keputusasaan yang mutlak’

karakter2 dalam anime ini ‘seenaknya’ saja. selalu mengambil resiko, berisik, dan lain2. namun, mereka punya ciri khas-nya tersendiri.

karena mereka punya maksud dan tujuan yang jelas, mimpi yang ingin di capai, keinginan, maka mereka berjuang sekuat tenaga untuk mewujudkannya.

tujuan mereka adalah untuk bisa hidup di permukaan bumi, dimana latar anime itu (pada awalnya) manusia yang hidup (dan hanya hidup juga terkurung) di bawah tanah. karena suatu alasan, mereka sangat tidak diperbolehkan hidup diatas permukaan bumi.

namun, yang paling aku sukai adalah penggambaran karakter manusia disini. entahlah, mungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan aku menyukai alasan yang aku buat itu. karena akhir2 ini, aku memang menyukai sifat dan karakter manusia yang di angkat dalam sebuah anime.

bagaimana suatu ras asing benar2 tidak mengerti dengan sifat manusia yang tidak mudah menyerah, selalu berjuang sekuat tenaga walau mereka tahu itu mustahil, dan lain2. anime ini benar2 memperlihatkan sisi manusia yang seperti itu.

satu lagi.

dalam anime ini, bertaburan banyak quotes yang bagus. beberapa bagus juga untuk di renungkan dalam dunia ‘realitas’ ini.

– – –

sebelum di lanjutkan, sekarang aku akan menuliskan kesan2 ku tentang anime ini tapi mengandung banyak (dan sangat sangat banyak) spoiler. hati2 ya…. *sudah di peringatkan lho*

[WARNING! CONTAINS SPOILERS]

jujur, awal2 anime aku merasa bosan. maksudku ‘cuma gitu-gitu aja’

simon yang penakut dan lemah, terus di beri dorongan oleh ‘aniki’nya yang bernama kamina, terus menjadi kuat lagi, well… (masih) mudah ditebak. lalu kamina yang banyak ‘berceloteh’ tentang banyak hal… itu sedikit membosankan. aslina.

tapi cerita berubah menjadi ‘lebih menarik’ setelah kematian kamina. *itu pendapatku okeee.. hihihi*

jujur lho! aku benar2 berkata jujur bahwa gurren lagann mendapatkan perhatianku lebih banyak setelah kematian kamina. aku tertarik dengan bagaimana cara simon mengatasi rasa depresinya atas kematian kamina, bagaimana cara simon bangkit dari rasa sedihnya, bagaimana dia memimpin tim gurren lagann nantinya, apakah simon bisa berjuang tanpa aniki-nya yang selama ini selalu bersama di sisinya, dan kemana cerita ini akan bergulir setelah kematian salah satu tokoh utamanya ini?

aku juga tidak menyangka kamina akan mati. aku lumayan sedih juga sih :(

dan kehadiran karakter nia dalam anime ini benar2 menyenangkan! dan bisa dikatakan, nia juga lah yang menyembuhkan rasa sedih simon atas kematian kamina. nia juga lah yang menyadarkan bahwa simon harus menjadi dirinya sendiri, bukan orang lain, dan juga bukan kamina.

AAAAAHHH!!! saat kemunculan pertama nia dalam gurren lagann, entah kenapa aku langsung mengharapkan nia untuk menjadi pasangannya simon *dan itu terjadi >.<* aku benar2 senang sekali.

i really love that couple, nia and simon!!

namun… anime ini berakhir dengan bad end. setidaknya itulah yang aku simpulkan dalam perspektif-ku.

walaupun ending itu membawa kebahagiaan bagi umat manusia dalam gurren lagann, tapi ending itu tidak membawa kebahagiaan untukku. ending itu membawa sebuah LUBANG BESAR dalam hatiku :'(((((((

TIDAAAAAAAAAAAAAAAAKKK!!!!
*ternyata sampai saat ini, aku masih belum menerima kenyataan atas bad ending nya gurren lagann*

and that’s………. *are u ready?*

.

.

.

kematian nia.

yupp. nia mati, untuk kesejahteraan, keselamatan, kebahagiaan, umat manusia dalam dunia anime tengen roppa gurren lagann.

dan simon, dengan hati yang sangat lapang, merelakan kematian (atau lebih tepatnya ‘menghilangnya’) sosok nia dalam hidupnya.

aaaaaaaaaaa!!!! sedih banget. aku tidak relaaaa!!

padahal aku sangat menantikan sebuah kehidupan bahagia untuk simon dan nia di akhir cerita.

tapi… saat mereka melangsungkan pernikahan.. lalu mereka berbagi sebuah ciuman yang manis, nia-pun akhirnya menghilang.

NYESEK BANGET KAN? :<<<<<

itu sudah nikah lho!! SUDAH NIKAH!! dan mereka di pisahkan begitu saja! DAMN!!!! >.< aku masih greget dengan ending ini! huhuhuhu

Gambar
tapi mau bagaimana lagi deh..

bad end yang sangat tidak menyenangkan, namun itulah yang membuat anime gurren lagann ini begitu membekas di hati ku (dan hati banyak orang, mungkin)

buatku, gurren lagann memang pantas masuk top anime di myanimelist. dan itu dibuktikan dengan masuknya anime gurren lagann ini di peringkat 20 besar top anime :)

– – –

yupp tidak ada salahnya untuk menonton anime ini, namun bersiap siaplah dengan scene2 fanservicenya. bagi yang belum terbiasa, hati2 ya.. wkwkwkwk *bukan berarti aku juga sudah terbiasa ya.. wkwkwkwk*

“memangnya kamu pikir siapa aku?” ;;)

@uruuchan

#UruuTalk : Kegiatan yang Bisa dilakukan Saat Liburan

berbicara tentang kegiatan yang bisa dilakukan saat liburan, sebenarnya ada banyak -________-

namun, kerap kali aku menemukan seseorang mengeluh dalam account twitter mereka, seperti :

“Bete”
“Ngga ada kerjaan”
dsb…..

yaampun -____________-

kalau mereka mau membuka mata mereka sedikit saja, sebenarnya ada banyak yang bisa kita lakukan untuk mengisi liburan yang kita miliki. mereka mungkin cuma cari cari alasan saja, dan kemungkinan besar mereka merasa malas untuk melakukannya :<

sayang lho kalau misalnya liburan tidak kita manfaatkan dengan baik dan benar. bisa sia sia. ada baiknya kita mengisi liburan dengan kegiatan yang bermanfaat, yang membuat hati dan pikiran kita tetap sehat ^O^

setiap orang mungkin akan berbeda untuk bisa mengisi waktu luang mereka saat liburan. macam macam juga sih, tergantung orangnya. mungkin kita bisa mulai dengan mendaftar hal hal yang kita sukai terlebih dahulu :) tidak ada salahnya kan, kita membuat list tentang apa yang kita sukai, dan apa yang ingin kita lakukan.

tapi, ada ada aja, orang berkelit dengan seribu satu macam alasan T^T

misalnya, “kalau mau melakukan ini, kan harus pake uang, lah uang jajan aja ngga dikasih pas liburan. gimana jadinya?”

think again. kalau misalnya liburan kita ingin berenang dipantai tapi kita ngga punya uang? meningan jangan dipaksain. liburan itu ngga selalu identik dengan ‘pergi keluar rumah lalu bersenang senang’, itu yang aku pikirkan.

lalu, misalnya, “liburan aku pengen beli banyak baju, shopping sebanyak mungkin.”

hmmm.. itu namanya pemborosan. menurutku itu tidak akan menyehatkan hati kita. lagipula, liburan semacam itu mengeluarkan uang yang tidak sedikit, tidak murah. liburan itu ngga selalu berkaitan dengan ‘mengeluarkan uang yang cukup banyak’. ada banyak kok liburan yang tidak mengeluarkan uang sama sekali, dan kita bisa mendapatkan kebahagiaan disana :)

pada akhirnya, mungkin kita lah yang terlalu banyak membuat alasan sehingga kita tidak menikmati liburan kita sendiri. mungkin seperti itulah yang aku pikirkan saat ini, kita yang membatasi kebahagiaan kita sendiri.

hmmm… kalau boleh aku bercerita dan berbagi, selama 2 bulan ini aku menjalani liburan di dalam rumah :) dan sebagiannya lagi berpergian keluar rumah. tapi hampir 90% aku berada didalam rumahku sendiri sih :)

memangnya apa sih yang aku lakukan dirumah, sampai betah gitu? hehehe

intinya, aku melakukan kegiatan yang aku suka ^^
awalnya aku membuat daftar ‘hal hal yang ingin aku lakukan saat liburan’, dan ternyata hanya ada 3 hal yang ingin aku lakukan!

membaca, menulis, dan menonton. hanya 3 hal, dan itu mengisi hari hari liburanku :)

#Membaca.
Yapp, membaca membuat hati dan pikiranku sehat (itu yang aku rasakan sendiri) Kebanyakan, aku membaca novel. Sekalian juga memperluas perbendaharaan kata yang aku miliki, juga pengetahuan. kadang melalui membaca novel, kita bisa mengetahui sesuatu yang tidak kita ketahui sebelumnya.

seperti apa ya kalau aku gambarkan… menyenangkan sekali saat membaca buku. seperti ditemani oleh sebuah kisah. didalam otak kita, kita menggambarkan sesuatu yang terjadi dalam novel. membayangkannya.

seperti bahwa aku tidak sendirian. aku selalu ditemani :)

kalau alasan kalian untuk tidak membaca, misalnya tidak punya uang. kalian salah besar!

ada banyak e-book gratis yang bisa didownload oleh kalian di internet. kalian hanya perlu menjauhkan diri kalian dari rasa malas.

lalu, sekali kali datanglah ke book fair, atau pameran buku. biasanya disana terdapat buku buku menarik dengan diskon yang cukup besar juga. kalian bisa membeli buku disana dengan harga murah.

mau mengelak lagi? :)

#menulis
aku senang menulis. baik menulis di blog, atau menulis untuk diary, atau juga menulis untuk membuat sebuah cerita pendek dan juga novel :)

menulis itu menyenangkan. bahasa hati. apa yang tidak bisa diungkapkan, diucapkan, dituangkan dalam kata kata.

kalian bisa mengisi waktu luang kalian dengan menulis. cobalah ^^
tapi setiap orang berbeda beda bukan? intinya lakukan apa yang kalian bisa, dan kalian suka ^^

sisa liburan ku yang hanya tinggal 1 bulan lagi -mungkin- akan kugunakan untuk menulis sebuah novel. ya, aku punya project menulis sebuah novel tahun ini. doakan ya, semoga lancar ^^

dan tunggu debut ku sebagai seorang penulis XD (aku tidak percaya aku bisa mengatakan hal ini >_< Tapi bermimpi itu gratis kan? :D tidak ada salahnya bermimpi dan mewujudkannya dengan kekuatan kita)

#menonton
dan inilah kegiatan yang 75% mengisi hari hariku saat liburan :D
lebih spesifiknya lagi, aku menonton ANIME. A-Ni-Me.

itu sangat menyenangkan buatku. karena anime bukan buat anak kecil saja (believe me) kalau kalian ngga tau apa itu anime, aku kasih contohnya aja ya, kalian pasti kenal anime yang aku sebutkan ini : naruto, samurai x, fairy tail, bleach, one piece, fullmetal alchemist, ao no exorcist, dsb. Nah itulah anime :) dan jangan salah lho, anime itu beda dengan kartun ^^

untuk permulaan, aku saranin buat nonton anime fairy tail deh :)
itu anime lumayan banyak episodenya (tapi ngga bisa dibandingin sama jumlah animenya one piece dan naruto) itu anime yang terhebat yang pernah aku tonton :) jujur deh, aku sangat mengagumi karakter karakter yang ada didalamnya.

kalau kalian ingin mendownloadnya, bisa kok ^^ diinternet banyak lho yang sudah diterjemahin ke sub indo. tinggal googling aja.

jumlah episodenya cukup buat mengisi liburan kalian. asli deh ^^
aku bener bener merekomendasikan kalian menonton anime FAIRY TAIL :)

apa yah yang aku rasakan saat menonton anime? aku merasa lebih hidup (?) ngga, mungkin aku merasa lebih bahagia, dan lebih tenang, dan lebih waras. tapi aku juga bukan otaku sih (buat ngga tau otaku, googling sendiri yaa~)

oheehe, buat yang udah nonton fairy tail, aku mengundang kalian untuk mengobrol tentang anime itu di twitter milikku (@uruuchan) atau juga di facebook milikku. aku dengan senang hati berbagi kesanku ketika menonton anime FAIRY TAIL ini :)

dan itulah kegiatan yang aku lakukan selama liburan :)
dan satu hal yang kalian perlu tahu, itu GRATIS lho. ngga mengeluarkan uang. yah, mungkin mengeluarkan dalam artian lain juga sih -_-”

jadi seharusnya kalian ngga ada alasan lagi buat mengeluh di twitter atau di facebook hehehe

so, apa rencana kalian untuk mengisi liburan?
semoga kalian bisa bersenang senang dengan apapun kegiatan kalian; selama itu adalah kegiatan yang positif dan bermanfaat.

:) — @uruuchan

Belum Melakukan Apa Apa

Coba, kalian semua rasakan..

Bagaimana rasanya,
Jika kalian hendak melakukan sesuatu, semua orang disekeliling kalian sudah men-judge kalian, bahwa kalian tak pantas melakukan hal itu?

Bagaimana rasanya, jika kalian ingin sekali pergi ke suatu tempat, tetapi orang disekitar kalian men-judge kalian bahwa kalian tidak akan berhasil dg tempat itu?

Padahal..
Kalian belum melakukan apa apa. Sama sekali.

Bagaimana perasaan kalian?

Sakit? Perih? Terluka? Biasa saja?

Kita belum melakukan apa apa untuk sesuatu yang kita inginkan itu. Orang lain tahu apa tentang kita?
Tapi kenapa pandangan orang lain terkadang sangat berpengaruh terhadap kita? Kenapa? Apakah itu artinya kita hidup dibawah pendapat orang lain?

Padahal, aku sangat ingin membuktikan bahwa aku bisa pergi ketempat itu! Aku ingin melakukan sesuatu yang kusukai, dan membuktikan bahwa aku bisa sukses dg hal itu. Tapi kenapa ucapan mereka begitu melukai semangatku? Mengecilkan hasratku?

Bahkan, sebelum aku memulai sesuatu itu, orang lain sudah memandang sebelah mata.

Harusnya mereka mendukung apapun yang kita lakukan kan? Membesarkan hati kita?
Memberikan semangat untuk kita? Iya kan?

Aku ingin membuktikan kepada mereka..
Aku ingin mereka tidak memandang sebelah mata terhadap apapun yang aku lakukan..
Tapi kenapa tak satupun aku memperoleh dukungan, bahkan dari orang terdekatku?
Apa aku salah dengan apa yang ingin aku lakukan?

Kenapa aku tak menemukan seseorang yang bisa mendukungku?

Saat ini aku membutuhkan semangat dari orang orang yang mendukungku..

Aku terlanjur jatuh,
Aku terlanjur sakit hati..

Bisakah aku membangun kepercayaan diriku lagi setelah ini? Bisakah?

Aku.. Harus.
Karena, aku sudah bertekad ingin seperti batu karang.

Seharusnya, aku tidak memperdulikan ucapan mereka!

Aku harus teguh pada pendirianku, dan melakukan apa yang aku suka!

Ya Allah, tolong beri aku sedikit kekuatan dan ketegaran untuk menghadapi semua ini.. Tolong ya Allah..

Semoga Engkau memberikan aku yang terbaik, dan menunjukan kepadaku jalan menuju itu. Amiien…

– – –

Lets make a decision!

Kerumitan Dari Perasaan Milikku Sendiri.

Kadang masalah yang sebenarnya tak butuh untuk di khawatirkan, berbalik menjadi suatu masalah yang sangat wajib untuk dipikirkan.

aku membuat perasaanku sendiri menjadi rumit.
serumit benang kusut.
dan terkadang terlalu sulit untuk menguraikannya.

masalah yang timbul, sebenarnya adalah efek masalah dari perasaanku sendiri..
ketidakmampuanku untuk mengontrol perasaanku, ketidaktahuanku untuk mengerti tentang perasaanku sendiri..
perasaanku menjadi sumber masalah untuk diriku sendiri.

ternyata aku begitu rumit.
baru kusadari hal itu.
serumit apa? aku juga tidak tahu..
kenapa aku tidak simple saja ya?
aku tidak tau.
kerumitan yang ada pada diriku sudah menjadi karakter yang melekat pada diriku. aku tak bisa menggolongkan, apakah kerumitan itu adalah hal yang baik atau sebaliknya..

perasaanku ini sungguh merepotkan. aku baru menyadarinya. kenapa aku merumitkan sesuatu tentang apa yang aku rasakan sendiri?
rasanya aneh, tapi inilah kenyataan yang harus kuhadapi.

masalah yang harus kuhadapi adalah perasaanku sendiri..
aku harus bisa mengatasi perasaanku sendiri. kerumitan dari perasaanku, aku sendiri yang harus menguraikannya..
karena aku yang paling mengerti tentang apa yang aku rasakan sendiri, bukan orang lain.

kuharap perasaanku tidak menimbulkan masalah lain..
kuharap perasaanku adalah sesuatu yang membawa efek baik untukku.

saatnya untuk pembersihan jiwa…
perasaanku harus dimurnikan. disucikan.