Tag: surga

Dua Ribu Lima Belas dalam Kedipan Mata

fireworks

Aku ingin membocorkan rahasia-rahasia ku pada postingan terakhir di tahun 2015 ini. Sesuatu yang tidak pernah aku ungkapkan kepada siapapun sebelumnya. :)

Tapi ngomong-ngomong, waktu berlalu dengan begitu cepatnya. Tiba-tiba saja, sudah ada di penghujung bulan Desember. Padahal rasanya baru kemarin bulan Januari tiba. Di bulan Januari itu, aku baru saja menikmati liburan dari semester tiga ku yang sangat hectic. Hahahaha. (Ternyata aku masih mengingatnya dengan baik) Lalu kemudian, tibalah semester empat yang sangat berkesan untukku, juga semester lima yang… Apa ya? Hehehehe.

Dua minggu yang lalu, aku berhasil melalui ujian akhir semester lima dengan (cukup) baik, walaupun di hari terakhirnya aku begitu kepayahan dan sangat kelelahan. LOL. Tapi rasanya aku lumayan merasa senang mengerjakan UAS di semester lima ini. Mudah-mudahan, hasilnya bagus. Aamiin. ^^

Di penghujung bulan Desember ini, aku merasa senang sekali. Tepat pada tanggal 30 Desember kemarin, aku AKHIRNYA berkesempatan datang ke TEMPAT FAVORITKU!!! XD Hahahahaha. Siapapun yang cukup mengenalku dengan baik, pasti sudah bisa menduga tempat favoritku. Hehehehe. Yaaaaaaaa!!! TEPAT SEKALI! Itu adalah TOKO BUKU :D Aku akhirnya bisa pergi ke GRAMEDIA MERDEKA lagiiiiii!!! Dan aku pergi bersama temanku -kesayangan- yaitu Sari Putri Rachmawati (Mbaput / Sarput). Yaampun, aku tidak bisa mengungkapkan dengan lebih baik perasaan terima kasihku untuk Mbaput yang sudah mau menemaniku pergi ke Gramedia tersayang :”) Dan, syukurlah, karena aku masih menyimpan uang jatah buku-ku untuk ke Gramedia lagi di tabungan, jadi aku bisa berangkat ke sana bareng Mbaput! Kemarin adalah hari yang sangat menyenangkan bersama Mbaput di Gramedia, karena aku berkenalan dengan Teh Mega (temannya Mbaput) dan aku membeli delapan buah buku :) *HEAVEN IN HERE*

***

Ku pikir, aku menutup tahun ini dengan hal-hal baik. Terutama dua hari terakhir dan hari ini.

Hari ini, aku selesai membaca sebuah buku yang SANGAT BAGUS. Aku tidak tahu harus menjelaskannya seperti apa, dan sebagus apa, tapi buku yang aku baca ini…. Menyentuh hatiku. :”) Dan aku pikir, buku yang bagus ini, sudah menutup tahun 2015 milikku dengan begitu berkesan. Aku merasa……… Terharu :’)

Buku itu seperti memberikan tamparan untukku, tentang menjadi “orang dewasa”, dan mempertanyakan kembali makna “orang dewasa” :’) Memangnya, menurut kalian “orang dewasa” itu seperti apa? ^^

Dan juga…….. Tentang cinta.

Ah… Rubah yang ada di dalam buku itu sudah mengajari ku sedikit tentang cinta. Manisnya cinta… Ya Tuhan, tiap kali aku mengingat kata-kata si rubah itu, rasanya hatiku meleleh saja :’)

“… jinakkan aku.”

Itu adalah kata-kata yang paling berkesan untukku setelah membaca buku tersebut. :”)

Benar-benar sebuah buku yang bagus untuk menutup tahun 2015 milikku, sehingga aku tidak jadi berpikir bahwa tahun 2015 milikku tidak seburuk yang aku pikirkan.

Mau tahu buku apa yang kumaksud itu? ^^

Le Petit Prince yang ditulis oleh Antoine De Saint-Exupery, yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (cetakan ketiga, Desember 2015)

KALIAN. WAJIB. MEMBACANYA.

***

Apa yang belum tercapai di tahun 2015 ini?

Novel.

Ya. Aku bercita-cita untuk bisa menerbitkan sebuah novel yang ditulis oleh ku suatu hari nanti. Cita-cita ini sudah kutuliskan sejak tahun 2013 yang lalu (blog ini menjadi saksinya) Tapi, nyatanya cita-cita ini belum tercapai juga :”) Ide sudah ada, tinggal digarap saja. Mungkin, apakah aku tidak bersungguh-sungguh terhadap cita-citaku ini? Menjadi penulis? :(

Ku harap, aku tidak menunda-nunda waktu lagi. :(

Ku harap, dan aku ingin, tahun 2016 ini…. Cita-cita ku tercapai. Aku harus membuktikan kepada diriku sendiri bahwa aku memang bisa menulis novel milikku sendiri! Dan semoga menjadi langkah awal untuk menjadi seorang penulis yang menginspirasi banyak orang.

Tapi…. Yah sejauh ini, aku hanya menuliskan cerita-ceritaku di blog ini. Aku hanya membiarkan mereka (orang-orang yang ku kenal) untuk membaca cerita-cerita yang aku tulis sendiri itu :’D Kebanyakan menjadi silent reader sih :’) Wkwkwkwkwk.

Aku harap, aku bersungguh-sungguh untuk kali ini saja :”) Untuk sebuah novel yang aku tulis sendiri dan semua orang membacanya :’)

***

Seusai solat Isya berjamaah hari ini bersama dengan Ayah, Ibu, dan Ata, aku berkata :

“Allhamdulillah ya… Kita semua melalui tahun 2015 ini bersama-sama. Masih ada Nenek juga… Kita semua masih diberikan kesehatan untuk menjalani tahun 2015 ini, sehingga bisa berkumpul bersama-sama untuk menanti tahun baru berikutnya.”

Dan kami semua memejamkan mata; meresapi tahun 2015 ini dalam kilasan memori yang bermain dalam pikiran masing-masing.

***

Selamat Tahun Baru 2016 & Selamat Ulang Tahun untuk Adikku (Ata)!

Mudah-mudahan, kita semua diberikan kesehatan, rezeki yang barokah, umur panjang yang barokah oleh Tuhan. Dan semoga, kita bisa menjalani setiap detik yang kita lewati di tahun 2016 dengan penuh kebahagiaan, cinta, kasih sayang, welas-asih, dan rasa ikhlas. Terima kasih untuk segalanya di tahun 2015 ini, Tuhan. Terima kasih….. :’)

Terima kasih untuk segala yang terjadi di tahun 2015 ini, Tuhan… Untuk segalanya yang baik dan yang buruk di tahun 2015. Mudah-mudahan, hal-hal baik dan menyenangkan senantiasa menyertai kami di tahun 2016 nanti. Aamiin.

Aamiin.

***

Terima kasih Tuhan, untuk satu tahun lainnya yang sudah aku lalui atas izin dari-Mu.

Aku masih hidup.

:)


Sumber gambar : weheartit

Advertisements

Beberapa Kerlap-Kerlip Yang Ada Di Dunia Fana Ini | Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati

Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati
Juni – Juli 2014

MINGGU KEDUA

Tanggal 13 Juli 2014, Minggu

Jatos adalah sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Jatinangor. Mungkin, karena letaknya yang strategis, banyak orang yang datang ke tempat ini untuk sekedar berlibur, bermain, dan menghabiskan waktu. Tempatnya lumayan modern, dan cukup luas. Di Jatos sendiri ada cukup banyak toko handphone, dan barang elektronik, tempat makan yang modern (seperti KFC, Pizza Hut, Richeese, Steak, dan sebagainya), bioskop, toko buku, super market, dan tentunya banyak toko pakaian, tas, dan sepatu. Sepertinya apa yang aku cari, bisa ditemukan di Jatos. Cukup lengkap.

Karena letaknya yang (bisa dibilang) cukup dekat dari rumahku, hanya menghabiskan waktu sekitar setengah jam (kalau tidak macet) dengan sekali menggunakan angkot. Jatos menjadi salah satu tempat favorit yang rutin aku kunjungi, kalau tidak sendirian, pastinya bersama dengan ibuku, dan ayahku, serta adikku.

Hampir setiap minggu aku pergi kesana. Terkadang tujuan utamaku adalah untuk pergi ke toko buku, mengecek adakah buku baru disana yang sudah dipajang. Kalau tidak ada, berarti aku pulang, dan terlebih dahulu membeli camilan untuk aku bawa pulang kerumah. Kalau tidak seminggu sekali, mungkin sekitar dua minggu sekali, tapi bisa aku pastikan bahwa setiap bulan, aku pasti akan berkunjung ke Jatos itu.

Seperti hari ini, aku, ibuku, dan ayahku (adikku tidak ikut, dia lebih memilih diam dirumah, didepan komputer untuk bermain dota, atau menggambar salah satu karakter dalam salah satu anime) pergi ke Jatos. sepertinya ini dalam rangka mencari baju lebaran.

Hanya sekedar informasi sepintas saja, padahal ini masih minggu kedua, tapi Jatos sudah lumayan sesak oleh orang-orang yang mulai membeli baju, dan sepatu. Sekali lagi, padahal ini masih minggu kedua dari bulan Ramadhan. Aku sudah bisa membayangkan bagaimana sesaknya Jatos di minggu-minggu terakhir bulan Ramadhan. Fufufufu. Saat itu, aku akan lebih memilih berdiam diri dirumah daripada harus berdesak-desakan.

Dan aku mendapatkan baju lebaranku. Manis sekali modelnya. Aku sedikit kesulitan untuk mendeskripsikan model bajuku itu. Tapi aku akan berusaha! Oke, warnanya hijau tua (aku sedang suka-sukanya pada warna hijau) dengan model baju gamis yang panjang, hanya saja yang ini tidak berlengan. Rencananya, aku akan menggunakan kaos panjang berwarna senada lagi sebagai dalamannya. Terdapat kerah di bagian lehernya, dan beberapa buah kancing sampai di bagian dada. Disamping kirinya ada saku. Dan bagian bawahnya polos. Sederhana sekali kan? Tapi aku suka dengan modelnya yang justru sederhana itu. sepertinya aku sedang suka dengan model baju gamis. Entah kenapa.

Soal baju lebaran… Muncul sebuah pertanyaan saat aku hendak berangkat ke Jatos. Kenapa baju lebaran menjadi sebuah keharusan saat bulan Ramadhan? Kenapa lebaran selalu identik dengan baju baru? Disaat aku pikir, mungkin diluar sana masih banyak orang yang bahkan tidak punya baju sama sekali. Hanya punya beberapa potong baju. Sedangkan aku dan yang lain, punya banyak baju untuk dipakai, tapi masih merasa tidak ada baju yang cocok untuk dipakai saat lebaran sehingga harus membeli yang baru? Ketika aku memikirkan hal itu, rasanya sangat miris sekali. Apa aku dan yang lain kurang bersyukur, atau bahkan lupa untuk bersyukur?

Sebenarnya beberapa tahun yang lalu, aku sudah memikirkan hal ini. Bahkan aku sudah menyampaikan kepada ibuku, kalau aku tidak perlu baju baru untuk lebaran. Baju lebaran tahun lalu saja masih bagus, dan masih sangat layak dipakai untuk lebaran tahun ini. Yang penting, saat lebaran tampil bersih, dan rapih. Hanya itu. Tapi ibuku berkata, “Teh, meaw (panggilan untuk ibuku dari aku dan adikku) dan bapak lagi punya rezeki. Ngga apa atuh beli baju yang bagus, cuma setahun sekali aja kan?”

Aku pikir… Ah, keluargaku memang sangat beruntung. Kami selalu berkecukupan, tidak pernah kekurangan. Pada saat-saat tertentu, (seperti bulan Ramadhan ini) rezeki selalu ada untuk keluargaku. Bahkan ibuku bisa mentraktir nenekku beberapa potong baju dan tas. Aku mendapatkan baju baru untuk lebaran, adikku mendapatkannya juga, ayahku mendapatkan baju koko, dan ibuku bisa membeli sebuah rok panjang dari bahan jeans yang cantik. Aku sangat terharu akan semua ini. Terima kasih ya Allah… Tapi jangan biarkan kami semua lupa akan diri-Mu, dan karunia-Mu ini. Ingatkan kami untuk senantiasa bersyukur kepada-Mu ya Allah…

Aku berharap bahwa semua orang didunia ini, yang berkecukupan, yang tidak, yang lebih lebih lebih berkecukupan juga, bisa merasakan kebahagiaan yang sama. Kebahagiaan dalam bentuk lain. Karena bahagia itu bukan datang dari baju baru saja, bukan? Kuharap mereka semua mendapatkan ‘kebahagiaan’ itu. Aaamiin.

Dan untuk saudara-saudaraku di Palestina. Aku tahu, rasanya aku tidak layak mendapatkan kebahagiaan ini. Sementara aku sedang menulis jurnal ini, dan merasa bahagia karena aku masih punya rezeki untuk membeli baju baru, mereka semua sedang berjuang dalam gempuran bom-bom, dan tembakan dari tentara Israel. Aku merasa tidak layak untuk bahagia saat ini. Ada sesuatu yang sulit untuk diungkapkan dalam kata-kata; aku ingin merasa bahagia karena memang ada banyak hal yang membuatku bahagia hari ini, tapi aku juga tidak lupa untuk berdoa akan keselamatan saudara-saudaraku di palestina. Aku berdoa kepada Allah untuk melindungi mereka semua, dalam lindungan-Nya, keselamatan-Nya, Rahmat-Nya. Allah selalu bersama mereka semua yang meyakini keberadaan-Nya. Aku akan selalu berdoa untuk mereka semua… (Duh, sepertinya aku hendak menangis)

Ya Tuhan, semoga kami semua tidak terlena oleh kerlap kerlip dunia yang fana ini. Dunia tempat kami singgah untuk sementara. Ingatkan kami bahwa Dunia yang kekal sebenarnya tengah menanti kami, antara Surga dan Neraka. Ingatkan kami akan diri-Mu ya Allah… Ingatkan kami agar senantiasa bersyukur, dan berdzikir kepadaMu ya Allah… Aamiin ya Allah ya Rabbal alamin…

n.b : selalu ada rezeki untuk membeli buku baru. Terima kasih ya Allah, hari ini dua buah buku baru datang ke perpustakaan milikku. Sebenarnya, kalau bisa dibilang, uang itu dari Ayahku. Hehe. Terima kasih karena sudah mengizinkan aku mendapatkan buku baru hari ini ya Allah… []

***

END OF SECOND WEEK