Tag: opini

#UruuchanBaca Fangirl by Rainbow Rowell [April 2015 #11]

AKHIRNYAAAA!

Akhirnya aku berkesempatan untuk membaca salah satu buku nya Rainbow Rowell, percayalah karena itu membuatku sangat bahagia. Sudah dari dulu, aku menginginkan untuk bisa membaca karyanya Rainbow Rowell. Dan pada bulan April 2015 ini, kesempatan itu datang menghampiriku.

(more…)

Advertisements

#UruuchanBaca Shatter Me [April 2015 #10]

Akhirnya kesampaian juga baca Shatter Me *senang senang senang*

Dulu pernah ada seseorang yang bertanya kepadaku, “Kamu punya buku-nya Shatter Me, gak? Udah baca belum?” Kubilang saja kalau aku tahu buku itu (ya, aku sudah tahu buku ini sebelum aku membacanya) tapi aku belum baca. Saat itu, aku sudah penasaran, memangnya seperti apa cerita yang dibawakan oleh buku Shatter Me?Hmmm…. Dan, tinggal menunggu waktu yang tepat, akhirnya aku bisa membaca buku ini, dan menikmati kisah Juliette dan Adam <3

(more…)

#UruuchanBaca To All The Boys I’ve Loved Before [April 2015 #9]

Buku kesembilan yang sudah kubaca saat bulan April 2015 kemarin adalah… To All The Boys I’ve Loved Before.

uruuchanbaca-TATBILB

Akhirnya!!! Ya Tuhan!! Aku berkesempatan untuk membaca salah satu buku yang benar-benar sudah menarik perhatianku sejak dulu sebelum buku ini diterjemahkan kemudian diterbitkan di Indonesia. Waaaaa!!! Aku merasa sangat bahagia!

Sebenarnya, aku sudah geregetan untuk membacanya setelah aku menerima buku ini dari pengenbuku.net, asli aku sudah ngga sabar buat bacanya. Tapi, entah kenapa aku merasa ‘lebar’ (bahasa sunda, artinya sayang) buat ngebacanya. Entah kenapa pengen di awet-awet :( Tadinya aku berniat untuk menyisihkan buku ini, untuk dibaca saat bulan Ramadhan tiba… Tapi, AKU SUDAH TIDAK SABAR LAGI! Makanya, setelah aku menyelesaikan buku Love With A Witch, aku memutuskan untuk membaca buku ini, aku sudah tidak tahan, dan tidak sabar! >.< Buku ini sudah membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama :’)

(more…)

#UruuchanBaca Love With A Witch [April 2015 #8]

[ditulis 26 April 2015]

Setelah menyelesaikan buku yang sangat menakjubkan (baca : The 100-year-old man who climbed out of the window and disappeared, review-nya bisa dibaca di sini) aku memutuskan untuk membaca Love With A Witch, karena sepertinya saat aku baca the 100 year old man, rasanya buku ini sudah melambai-lambaikan tangannya (jika buku memang punya tangan) kepadaku. Dan ya, seperti itulah aku memutuskan untuk membaca buku ini :)

AKu pikir, dalam sebulan ini aku sudah membaca buku korea terjemahan lainnya, judulnya Moon In The Spring (Review bisa dilihat disini) dan jeda beberapa buku, kemudian aku membaca lagi buku korea terjemahan. Yang menarik adalah buku itu ditulis oleh pengarang yang sama dan di terbitkan oleh penerbit yang sama ^^

***

Judul : Love With A Witch
Penulis : Hyun Go Wun
Penerjemah : Ratna Sitta Hapsari
Penerbit : Haru
Tahun 2015 (Maret)
320 hlm.
— buku beli sendiri di toko buku tisera di Jatos (Jatinangor Town Square)
— koleksi novel pribadi ke-434

Senang rasanya mendengar Haru mau menerbitkan novel lainnya dari Hyun Go Wun ^^ Kalian harus tahu, kalau aku akan membeli karya apapun dari Hyun Go Wun. Kenapa? Karena Hyun Go Wun adalah salah satu dari penulis korea favoritku.

Novel Love With A Witch ini menjadi novel keempat dari Hyun Go Wun yang sudah aku baca. Sebelumnya (secara berurutan dari yang paling lama sampai yang paling terbaru aku baca) 4 Ways to Get Wife, Always With Me, dan Moon In The Spring :)

#1 Kenapa Uruuchan beli novel ini?

Jawaban otomatis : Karena ini Hyun Go Wun :)

Jawaban selanjutnya : Karena aku mendapatkan semacam motivasi untuk membelinya setelah membaca review dari blog-nya kak stefanie sugia.

Jujur-jujuran nih ya… Walaupun ini dari penulis korea favoritku, Hyun Go Wun, tapi untuk novelnya yang satu ini, aku merasa ‘belum tertarik untuk memilikinya sesegera mungkin’ Kenapa? Karena kover bukunya cenderung kurang menarik buatku:( Makanya aku pikir, aku bisa menunda-nunda untuk memiliki buku ini. Mungkin seperti menunggu saat yang tepat. Begitulah.

Tapi, kemudian… Seperti biasanya, aku selalu stalking blog bukunya kak stefanie (cek yuk ke www.thebookielooker.com) untuk melihat ada review buku terbaru dari kak stefanie atau tidak. Dan pada saat itu, aku menemukan review tentang buku ini! Tentu saja segera kuliat, karena aku ingin tahu pendapat kak stefanie mengenai buku ini.

Ternyata ratingnya bagus! Dan pendapat kak stefanie juga bagus mengenai buku ini. Tahu apa yang kurasakan? Tiba-tiba saat itu juga, setelah selesai membaca review itu, aku merasa harus segera mendapatkan, memiliki, mempunyai buku ini :D (pasang hashtag #GueMahGituOrangnya hahahahahahaha) Serius.

Dan disaat kantongku sedang kering (uangnya ludes di pesta buku diskon 2015 di bale pabukon unpad) si buku yang dimaksud muncul dihadapanku, di tempat langgananku beli buku, TISERA di Jatinangor Town Square. Dan aku merasa sangat dilema saat itu juga :'( Sedih… Sedang krismon, tapi keinginan ingin mempunyai buku itu juga tidak bisa diabaikan begitu saja. Huhuhuhuhuhu. Tapi, pasti kalian sudah menduga apa yang terjadi selanjutnya. Hahahahaha. Walaupun itu menggunakan uang jajanku selama seminggu, aku rela puasa di kampus demi bisa memiliki novel Love With A Witch ini. Seriusan.

Dan setelah selesai membaca novel-nya jonas jonasson, aku segera memilih ini untuk kubaca selanjutnya. Karena sudah terlanjur penasaran :”)

*thanks kak stef. untuk review-review mengenai buku yang selalu menyenangkan untuk aku baca :”) Always*

#2 Kesan Uruuchan untuk novel ini?

Butuh waktu agak lama agar aku bisa menyukai dan mencintai karakter-karakter yang ada di dalam novel Love With A Witch ini, entah kenapa. Tidak ada karakter yang benar-benar berkesan buatku dari novel ini, malahan (anehnya lagi) aku malah menyukai karakter Ian dan Eun Yoo >.< Aku juga tidak mengerti.

Dan kupikir, cerita yang dibawakan oleh Hyun Go Wun kali ini sama seperti sebelumnya yang ada di Moon In The Spring; ada sedikit unsur fantasi di dalamnya. Serius. Aku terlanjur sudah membayangkan tentang hal itu. Hahahahahaha. Seperti judulnya juga, kan? Love With A Witch. Penyihir. Wah… Ini sepertinya berbau magis dan fantasi. Tapi ternyata tidak seperti yang kubayangkan. “Penyihir” di sini maksudnya adalah persepsi karakter cowok utama dalam cerita ini kepada tokoh utama ceweknya. Dan sama sekali tidak ada unsur magis atau fantasi (seperti yang kuharapkan tadinya)

Dan… Terlebih lagi, sepertinya otakku memang rada lemot atau gimana gitu ya. Aku kebingungan dengan hubungan kekeluargaan yang ada antara beberapa karakter-karakter yang ada di dalam novel ini. Tapi, aku pernah membaca buku yang di dalamnya berisi lebih banyak silsilah keluarganya, dan aku tidak mengalami kesulitan sama sekali (mungkin karena di dalam buku itu di cantumkan gambar silsilah keluarganya, jadi memudahkan aku untuk mengerti siapa-nya-siapa)

Misalkan Jin Hyeok, Jin Myeong, sama Jin Seok. Aku tidak mengerti ada apa dengan hubungan kekeluargaan diantara mereka. Siapa yang jadi kakak, siapa yang jadi adik dan sebagainya. Bahkan sampai aku menyelesaikan novel ini pun, aku masih tidak mengerti. Yang kutangkap hanyalah bahwa mereka terikat hubungan kekeluargaan.

Tapi, sejauh ini… Aku menikmati kisah yang dibawakan oleh Hyun Go Wun melalui dua karakter utama kita; Jun Hwi (kupikir ini nama karakter perempuannya) dan Soo An. Hyun Go Wun bisa membuat hal-hal yang kelihatan remeh pun, menjadi sesuatu yang romantis (kupikir) Makanya aku menyukai karya-karyanya, karena kisah-kisah nya yang romantis tapi ngga ‘ecek-ecek’ :) Terutama novel 4 Ways To Get Wife. AAAAA. Dulu pas aku baca, rasanya aku merona sekali ketika membacanya,

Kupikir plotnya sudah selesai… Ternyata kita digiring untuk mencari seseorang, dalang dibaling semua tindak tanduk semua ini. Dan pelakunya adalah *piiip* Ya Tuhan, aku tidak menyangka dia bisa berbuat seperti itu :( Maksudku, dia adalah orang yang bisa dipercaya oleh *piip* bahkan aku mempercayainya!! Tapi… Dia bisa dengan mudahnya berkhianat seperti itu. Manusia memang sulit ditebak ya… Dan, justru itulah yang menjadikan manusia itu menarik.

Sejauh ini… Yang paling kunikmati dari novel ini adalah… Tentunya interaksi antara Jun Hwi dengan Soo An :) Soo An menurutku adalah karakter yang menarik, mencirikan seorang perempuan yang ‘kuat’ (dalam artian lain, hahahahahaha) Dan, yang paling kukagumi darinya adalah, dia tidak segan untuk mengungkapkan apa yang dia pikirkan :) Itulah yang paling aku kagumi dari Soo An, dan aku ingin seperti itu :) Walaupun, seperti yang sudah aku ungkapkan sebelumnya, butuh waktu agak lama agar aku bisa menyukai pasangan ini, karena pada bab-bab awal dan beberapa bab kemudian, aku merasa belum ‘terhubung’dengan pasangan ini. Apa kalian pernah merasakan perasaan yang seperti itu? Entahlah, semoga bukan aku saja, heheheh.

Tapi….. BENERAAAAN!!! Aku suka sama Ian! >.< Dialah yang mendapatkan lebih banyak perhatianku di dalam novel ini, sayangnya dia bukan tokoh utama di sini, jadi dia tidak terlalu banyak muncul :( Aku suka pada saat Hyun Go Wun menggambarkan Ian seperti ini : “Laki-laki itu melempar jaketnya dan menarik kursi. Penampilannya agak berantakan karena ia tampak sibuk sekali, tapi ia tetap terlihat tampan. Penampilan Ian selalu menarik perhatian orang-orang yang ada di dekatnya. Mereka pasti akan menoleh, walau mungkin hanya satu kali.” -h.173

Deskripsi itu mengingatkanku kepada seseorang yang sering kali kulihat di kampus. Dia seniorku dari prodi yang berbeda denganku. Aku selalu merasa bahwa seniorku itu ‘menarik’, seperti ada sesuatu dari senior itu yang membuatku selalu menoleh kepadanya. Ada ‘sesuatu’ di dalam diri senior itu dan aku tidak tahu apakah itu tepatnya. Pokoknya, dia menarik! :) Dan kebetulan, deskripsi tentang Ian ini mengingatkanku kepada senior itu :)

Well, supaya kalian mendapatkan gambaran mengenai kisah mengenai Jun Hwi dan Soo An ini, aku menuliskan sinopsisnya (yang kuambil dari bagian belakang bukunya) :

“Kau tidak percaya penyihir?
Sayang sekali.

Jangan terlalu serius dalam segala hal dan cobalah untuk bermimpi, sesekali.
Siapa tahu saja, suatu hari nanti seorang penyihir akan membuat keinginanmu jadi nyata hanya dengan mengayunkan tongkat sihirya.

Jun Hwi bertemu dengan seorang perempuan yang menyelamatkan keponakannya -Eun Yoo- dari kecelakaan.

Mata perempuan itu…
Seperti mata kucing yang bersinar.
Bagian putihnya terlihat transparan karena sangat putih.
Tatapan mata yang tajam itu membuatnya tidak berbeda dengan tatap mata penyihir yang sering muncul di buku bergambar milik Eun Yoo.

Tidak salah lagi. Perempuan itu adalah penyihir.
Kalau ia bukan penyihir, tidak mungkin Jun Hwi bisa begitu mudah menitipkan keponakan kesayangannya pada perempuan yang baru dikenalnya.
Padahal anak itu sedang diincar-incar orang jahat.
Belum lagi, kenapa Jun Hwi jadi ingin mencium penyihir itu?

Sihir apa yang perempuan itu rapalkan pada Jun Hwi?”

Bagaimana jika ceritanya diubah, bahwa Soo An memang penyihir beneran, yang terdampar di bumi gara-gara sesuatu, kemudian dia menolong seorang anak kecil, dan bertemu dengan seorang laki-laki tampan, kemudian jatuh cinta? Hahahahaha. Aku kebanyakan berkhayal. Tapi, kalau ceritanya memang seperti itu, sepertinya aku akan (lebih) menyukai cerita tersebut.

#3 Jadi, uruuchan suka sama novel ini?

Ya. Aku lumayan suka dengan buku ini, karena adanya Ian dan Eun Yoo. Hehehehehehehehe :D Tidak apa, kan? Tidak ada yang mengharuskan kita untuk menyukai tokoh utama? Aku suka Ian dan Eun Yoo :)

Hanya tambahan saja, novel ini menyimpan sebuah kisah pribadi untukku. Pada hari yang sama dimana aku membeli novel ini, aku bersama teman-temanku menghabiskan waktu yang menyenangkan di kos-an salah satu teman sekelasku. Namanya Zizi. Dan pada saat itu, aku sedang berpuasa (puasa membayar hutang hehehehe) Aku ingat, setelah adzan magrib, aku dan teman-teman makan di warung nasi padang. Rasanya menyenangkan bisa berada bersama teman-teman pada sore hari, rasanya berbeda pada saat pagi atau siang hari :) Pulangnya, aku mampir terlebih dahulu ke toko buku tisera, untuk membeli novel ini :D

Dan ngomong-ngomong, kertas yang dipakai dalam novel ini lebih tebal, ya? Kok aku merasa lebih tebal dibandingkan kertas-kertas yang dipakai di novel Haru yang lainnya. Tentu saja aku lebih suka jenis kertas yang ini; yang digunakan dalam novel Love With A Witch ini :)

#4 Last! Tuliskan apapun di sini!

Terima kasih penerbit haru, sudah menerbitkan karya lainnya dari Hyun Go Wun :D Mudah-mudahan, jika Hyun Go Wun mengeluarkan karya lainnya, penerbit Haru mau menerbitkannya lagi :)

Salam hangat,
@uruuchan

next review : To All The Boys I’ve Loved Before by Jenny Han [Coming Soon]

#UruuchanBaca The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window And Disappeared [April 2015 #7]

[ditulis 19 April 2015]

Kupikir, aku ngga akan pernah bisa menamatkan buku ini, karena dari beberapa review mengenai buku ini, katanya buku ini pada bagian awal-awalnya agak membosankan. Tapi, nyatanya tidak demikian buatku. AKU BAHAGIA BISA MEMBACA BUKU INI dan menyelesaikannya :D Serius! Aku begitu senang pada akhirnya berkesempatan membaca buku ini, dan membuatku begitu… Ah, apa yang harus kukatakan? Buku ini menakjubkan! :D Pada saat aku menutup buku ini, aku merasa puas lahir batin. Sekali lagi, buku ini begitu menakjubkan!

Pada hari itu, saat aku sudah menyelesaikan buku ini, rasanya aku ingin segera bercerita kepada kalian :”) Tapi, aku juga masih harus menulis review buku lainnya. Jadilah buku ini berada dalam review-list, hingga pada akhirnya datang kesempatan pada hari ini untuk menuliskannya.

Aku sudah tidak sabar menceritakannya kepada kalian semua :D

***

Judul : The 100-Year-Old Man Who Climbed Out Of The Window and Disappeared
Penulis : Jonas Jonasson
Penerjemah : Marcalais Fransisca
Penerbit : Bentang
Tahun 2014
hlm.
— beli di pengenbuku.net
— koleksi novel pribadi ke-440

Apa yang harus aku tuliskan untuk memulai tulisan ini?

Menurutku, semua yang ada pada buku ini begitu menakjubkan. Bahkan, aku mengalami gejala book-hangover, hahahaha. Serius. Buku ini membuatku merasa… bahagia! Dengan semua kebetulan-kebetulan yang terjadi, yang ketika dipikirkan rasanya tidak mungkin terjadi, tapi nyatanya memang terjadi! Dengan semua karakter-karakternya yang khas, dan kuat, kurasa mereka sulit dilupakan. Mereka masih hidup sampai saat ini di dalam pikiranku. Dan aku begitu senang bisa mengenal mereka semua yang ada di dalam buku ini.

Kau akan diajak berpetualang, diajak bernostalgia, diajak mendengarkan sebuah cerita… Kau seperti didongengkan oleh seseorang, sebuah dongeng yang menyenangkan, dan menghibur, dan menakjubkan. Hingga sampai pada akhirnya kau akan bertanya-tanya, ‘hah, kok udah selesai lagi?’ dan kau menuntut untuk cerita lainnya. Seperti itulah yang kurasakan. Tapi, kalian harus membaca postingan ini sampai selesai, karena kalian sudah terlanjur membaca perasaanku ini >.<

#1 Kenapa uruuchan beli novel ini?

Kalian boleh percaya tidak percaya, tapi memang itulah kenyataannya.

Apakah semua ini hanya sebentuk imaji, atau bayangan masa depan, apalah itu namanya. Atau mungkin sugesti? Aku tidak tahu.

Aku kadang-kadang iseng stalking blog buku seseorang, mencari tahu tentang pendapat seseorang mengenai buku yang sedang mereka baca, atau tentang buku yang sedang kubaca, atau buku yang sudah kubaca (dan ternyata itu menyenangkan!) Dan, aku punya blog buku favorit yang rutin aku kunjungi. Alamatnya di www.thebookielooker.com :D Aku suka banget mampir kesana, dan kebanyakan berakhir menjadi silent reader, tapi serius, aku suka hasil review-nya kak stefanie sugia selaku author di sana :) Tampilan blognya juga manis, pokoknya aku suka banget mampir kesana! (Ngomong-ngomong, blog itu pakai bahasa indonesia, jadi kalian tidak perlu khawatir! Hehehehe. Meskipun beberapa postingan menggunakan bahasa inggris)

Dan, rasa-rasanya aku seperti pernah membaca review tentang buku ini di thebookielooker, dan rasanya reviewnya begitu berkesan sekali padaku. Dan begitu melekat dalam ingatan. Perasaan itu mengakibatkan aku sangat-sangat-sangat menyukai buku ini, dan ingin membacanya. Sayangnya bukunya masih berbahasa inggris, dan aku bukan pembaca buku berbahasa inggris :’) (sedihnya, bahasa inggrisku tidak memadai. hiks) Kalian tahu? Buku itu, adalah buku yang kumaksudkan di sini; the 100-years-old man who climbed out of the window and disappeared. Ingatan tentang buku itu tersimpan dengan baik di dalam kotak ingatanku, dan terlupakan oleh banyaknya hal-hal yang ingin kuingat.

Kupikir, selamanya aku tidak akan pernah bisa membaca buku itu. Soalnya aku ngga yakin kalau buku itu akan diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia. Aku merasa kemungkinannya kecil. Tapi aku tidak pernah berharap. Mungkin… Mungkin, suatu hari nanti, akan ada penerbit dari Indonesia yang menerbitkan buku itu. Semoga saja :)

Lalu pada suatu hari, dimana aku (seperti biasanya) pergi ke Jatos (Jatinangor Town Square) untuk mengecek toko buku TISERA; siapa tahu ada buku baru yang bertengger di salah satu raknya, mungkin aku bisa membelinya pada saat itu juga. Hari itu jatuh pada tanggal 13 Maret 2015, dan aku melihat sebuah buku dengan warna oranye agak mencolok yang berhasil menarik perhatianku. Dan kalian tahu, buku apakah itu? Buku itu berjudul : THE GIRL WHO SAVED THE KING OF SWEDEN dari Jonas Jonasson.

Rasanya aku tahu siapa Jonas Jonasson…
Rasanya aku pernah membacanya di suatu tempat…
Rasanya aku tahu…

Dan kemudian, aku teringat sesuatu! Kali ini aku benar! Jonas Jonasson adalah penulis buku ITU; THE 100-YEARS-OLD MAN WHO CLIMBED OUT OF THE WINDOW AND DISAPPEARED. Buku yang selalu terbayang-bayang di dalam benakku setelah membaca review dari kak stefanie sugia :D IYA BUKU YANG ITU!

Oke… Tahan napas… Tahan napas… Jangan memekik kegirangan… Tahan… Tahan… AAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!

Dan ketika kulihat di bagian atas cover buku itu terdapat tulisan “Jonas Jonasson : Penulis Buku ‘The 100-year-old man who climbed out the window and disappeared'” Ini semakin memperjelas semuanya! Dan aku begitu senaaaaaaaaang sekali, bisa menemukan “salah satu” buku nya jonas jonasson yang ITU di toko buku ini. Mungkin, orang yang melihatku di toko buku saat itu, pastilah bertanya-tanya kenapa wajahku begitu sumringah sekali :D

Walaupun bukan buku-nya yang “the 100-year-old man” yang itu, yang penting aku harus punya buku ini; THE GIRL WHO SAVED THE KING OF SWEDEN. Kenapa? Karena ini dari Jonas Jonasson gitu! >.< Dan pada hari itulah aku membeli buku Jonas Jonasson yang pertama bagiku.

Serius. Bukannya The 100-years-old man yang kudapatkan terlebih dahulu, melainkan buku ini. Tidak apa, sekarang aku jadi punya dua buah buku-nya Jonas Jonasson :)

Lalu… Kemudian pada akhir bulan maret, kebetulan (entah aku sedang tumben-tumbennya) iseng stalking beberapa toko buku online, salah satunya adalah pengenbuku.net, dan kalian tahu? Sebuah kejutan menungguku di sana!! Kalian pasti tahu jawabannya ;) Hahahahahahahahahaha. Rasanya aku ingin menjerit karena begitu bahagia; aku masih belum bisa melupakan perasaan itu… Perasaan karena menemukan sebuah buku yang dari dulu sangat ingin kamu baca :D

Ya!! Di pengenbuku inilah aku menemukan buku ini; The 100-years-old man. Kalian pasti bisa membayangkan bagaimana reaksiku saat menemukan buku ini. Aku. Sangat. Bahagia. Serius. :D Aku memekik kegirangan, dan benar-benar tidak percaya bahwa akhirnya aku bisa bertemu dengan buku ini! Buku yang tidak bisa lepas dari ingatanku beberapa waktu yang lalu. Kupikir, bentang baru menerbitkan THE GIRL WHO SAVED THE KING OF SWEDEN saja. Tapi ternyata, buku yang sangat-sangat-sangat ingin aku baca ini, sudah diterbitkan dari dulu!!! :D

Dan tidak butuh waktu lama untuk membuatku membeli buku ini secara online di pengenbuku.net :) Sebenarnya aku tipikal orang yang tidak biasa membeli buku secara online, tapi khusus untuk buku yang satu ini, aku tidak sabar! Aku tidak bisa menanti-nanti kedatangan buku ini di toko buku, jadi aku memutuskan untuk membelinya secara online.

Dan… Seperti yang sudah kalian tahu, aku akhirnya kesampaian juga membaca buku ini :’) Ya Tuhan, aku membaca buku ini, dan aku merasa sangat senang sekali! Dan aku akan segera menceritakannya kepada kalian, tentang betapa ‘menyenangkan’ nya membaca buku yang ditulis oleh Jonas Jonasson ini :)

Tapi ngomong-ngomong… Ini yang paling aneh…

Ketika aku main lagi ke thebookielooker, ternyata buku The 100-Year-Old Man ini tidak ada dalam review list nya kak stefanie. Seriusan.
Jadi sebenarnya buku apa yang kulihat di blog thebookielooker?
Dan, kenapa bayangan mengenai buku “The 100-year-old man” datang ke dalam pikiranku, sementara aku sebelumnya merasa tidak pernah membaca atau melihat atau mendengar tentang buku itu?

Ini benar-benar aneh…

#2 Kesan uruuchan terhadap buku ini?

Hanya satu kata yang kusiapkan sejak awal setelah aku menyelesaikan buku ini.

Satu kata untuk mewakili kesanku terhadap buku ini :D

Dan, kata itu adalah……….. MERIAH!!!!!!

Hahahahahahaha. Meriah, menurutku adalah sebuah kata yang tepat untuk buku ini. Buku ini seperti sebuah parade cerita yang menyenangkan untuk diikuti, dan aku mengikutinya dengan senang hati :)

Kenapa meriah? Karena di dalam buku ini, ada begitu banyak tokoh yang terlibat tapi saling berhubungan satu sama lain. Rasanya aneh, namun begitulah kenyataannya. Seperti yang memang terjadi di dalam hidup ini. Kita mungkin merasa hidup sebagai diri kita ‘sendiri’ di bumi ini dan memandang kehidupan kita sebagai sebuah ‘keutuhan’ yang tidak bersentuhan dengan hal-hal lainnya, duh aku kesulitan menjelaskan hal ini. Tapi, jika kita mau merenung sejenak, sebenarnya kita semua saling berhubungan satu sama lain, dan terikat dalam sebuah benang yang tak kasat mata :’) Makanya dalam Islam, mungkin kita pernah mendengar suatu kalimat yang berbunyi bahwa “kita semua adalah saudara” dan memang itulah kenyataannya. Dan membaca buku ini semakin membuatku meyakini tentang hal itu.

Tadi aku bilang meriah, karena ada banyak tokoh kan? Ya. Ada banyak sekali tokoh yang terlibat dalam cerita ini. Tapi, aku tidak terlalu kesulitan untuk mengenal mereka satu persatu. Kenapa? Karena masing-masing tokoh begitu ‘kuat’ atau bisa kubilang penokohannya begitu ‘kuat’ sehingga tidak terlalu sulit juga untuk bisa mengenali mereka dan memahami mereka dengan lebih dekat.

Tokoh utamanya bernama Alan Karlsson, seorang laki-laki tua yang hampir berusia 100 tahun. Dia memanjat keluar dari jendela rumahnya, dan keluar (lebih tepatnya kabur dari pesta ulang tahunnya sendiri) kemudian melakukan sebuah perjalanan yang… aneh, tapi menyenangkan. Dan disini, kita seakan-akan seperti merasa sedang bersama dengannya melakukan perjalanan itu. Kita mengikuti petualangannya, dan melihatnya bertemu dengan orang-orang lain yang tidak dikenalnya, yang kemudian pada akhirnya ikut melakukan perjalanan juga bersama dengan dirinya. Menyenangkan sekali!

Tapi, dalam melakukan perjalanan juga, kita diajak untuk melihat kilas balik masa lalu Alan Karlsson yang… Apa yang harus aku katakan? Masa lalu-nya adalah sebuah kisah yang sangat-sangat-sangat unik dan MENARIK juga ANEH untuk diceritakan. Serius. Aku senang membaca (re : mendengarkan) kilas balik masa lalu Alan; saat dia masih kecil hingga sampai dia yang menjadi laki-laki tua yang akan berusia 100 tahun. Pengalaman hidupnya luar biasa, spektakuler, menakjubkan, aneh-bin-ajaib, bukan sesuatu yang biasa-biasa saja. Aku merasa takjub sendiri melihat masa lalu Alan, membuatku merasa ‘benarkah ini terjadi kepada seorang Alan? seorang Alan yang sekarang hampir berusia 100 tahun? Alan yang ITU?’ Rasanya seperti percaya-tidak percaya. Pasalnya di masa lalu inilah… Alan bertemu dengan banyak “orang-orang penting” Serius. Aku tidak berbohong! Dan inilah yang membuat kisah Alan menjadi sangat-sangat menarik untuk diikuti. [FYI, masa lalunya Alan adalah seorang perakit dinamit. Menarik, kan? Serius deh… Apa yang bisa dilakukan oleh seorang perakit dinamit yang pada saat itu senang meletus Perang Dunia? Kalian mengerti maksudku, kan? Itulah menariknya masa lalu Alan!! Kalian harus membacanya sendiri!]

Kepribadian Alan sendiri… Ah, aku harus bilang apa lagi? Dia begitu santai, percaya diri, membiarkan semuanya mengalir seperti apa adanya, dan tidak suka segala hal yang berbau politik. Tapi yang paling penting, dia begitu santai! Hahahahaha. Aku sangat mengagumi hal itu dari dirinya. Serius. Dan ini menjadikan Alan sebagai tokoh yang susah ditebak perilakunya, dan begitu melekat dalam ingatan, dengan segala tingkah lakunya yang… antimainstream :’) Dari semua karakter yang ada, aku paling suka Alan ^^

Bukan hanya Alan saja karakter yang memeriahkan parade kisah aneh-tapi-keren ini, kawan-kawan seperjalanan Alan pun berhasil menjadi tokoh favoritku :D Ada Julius (Si Pencuri), Ada Benny (Si Yang-Bisa- Semuanya, calon dokter, calon dokter hewan, calon insinyur, calon botanis, calon guru bahasa, calon pelatih olahraga, calon ahli sejarah, calon ahli sastra, dan calon beberapa hal lainnya) ada Si Jelita (Wanita pemilik Gajah yang senang mengumpat) dan Bosse (Saudaranya Benny, yang pintar memasak) Kalian lihat? Penokohan karakter-karakter yang ada di dalam novel ini begitu kuat, sehingga masing-masing mempunyai ciri khasnya :) Menjadikan masing-masing dari mereka begitu lekat dalam ingatan.

Ah… Mungkin sejauh ini, aku hanya menceritakan tentang kesanku betapa-menakjubkannya-buku-ini-dan-oh-kalian-harus-banget-membacanya, sehingga kalian tidak tahu gambaran kisahnya dalam buku ini persisnya seperti apa (maafkan aku) Aku akan menuliskan kembali sinopsis buku ini untuk kalian :

“Alan Karlsson hanya punya waktu satu jam sebelum pesta ulang tahunnya yang keseratus dimulai. Wali Kota akan hadir. Pers akan meliput. Seluruh penghuni Rumah Lansia juga ikut merayakannya. Namun ternyata, justru yang berulang tahunlah yang tidak berniat datang ke pesta itu.

Melompat lewat jendela kamarnya, Allan memutuskan untuk kabur. Dimulailah sebuah perjalanan luar biasa yang penuh dengan kegilaan. Siapa sangka, petualangannya itu menjadi pintu yang akan mengungkap kehidupan Allan yang sebelumnya. Sebuah kehidupan di mana -tanpa terduga- Allan memainkan peran kunci di balik berbagai peristiwa penting pada abad kedua puluh. Membantu menciptakan bom atom, berteman dengan Presiden Amerika dan tiran Rusia, bahkan membuat pemimpin komunis Tiongkok berutang budi padanya! Siapa, sih, Allan sebenarnya?”

Kuharap dengan kesan-kesan yang sudah aku tuliskan di atas, dan (sedikit) gambaran cerita mengenai buku ini, cukup untuk membuat kalian MAU membaca buku menakjubkan ini :)

Ada banyak peristiwa yang terjadi dalam buku ini yang membuatku terkesan, cerita-cerita yang membuatku merasa sangat ‘waw… Ini… Ini… Waw…’ Hahahahaha. Salah satunya adalah kisah Yuri Borisovich Popov pada akhir hayatnya yang berakhir dengan syahdu. Kisah Benny yang menjadi calon dari segala sesuatu juga menjadi kisah favoritku, tapi yang paling favorit tentu saja kisah tentang Allan (apalagi saat Alan memutuskan untuk menikah dengan *piiip* kalian harus melihatnya sendiri) *big love*

Kupikir, mungkin orang yang paham tentang sejarah perang dunia, akan sangat menikmati buku ini, karena mereka paham seluk beluknya, dan tokoh-tokoh yang terkait. Dan mungkin mereka akan lebih menikmati humor-humor disini :’) Karena buku ini ‘memelesetkan’ semuanya, sepertinya (?) Entahlah, aku tidak begitu tahu tentang sejarah perang dunia, hehehe. Jadi, aku menikmati beberapa humor dalam bukunya, tapi tidak seluruhnya, karena aku tidak paham. Hehehehe. Sepertinya aku ingin mengetahui sejarah ASLINYA, agar aku bisa menikmati lagi kemeriahan buku ini dengan humor-humornya.

Hanya berusaha untuk mempengaruhi kalian (lagi) agar bisa membaca buku ini (khususnya pembaca Indonesia) Setelah membaca hal ini, aku yakin tingkat penasaran kalian terhadap buku ini akan lebih meningkat dibandingkan sebelumnya ;) Aku yakin! Pastinya kalian ingin segera membaca buku ini setelah aku berkata “Allan akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Indonesia” Nah… Sekarang aku sudah mengatakannya :)

Masih memikirkan untuk membaca buku ini? :)

#3 Jadi, uruuchan suka buku ini?

YA.

YA. AKU SUKA BANGET BUKU INI. BANGET.

Aku tidak tahu kenapa kalian masih ragu untuk membaca buku ini. Membaca buku ini begitu menyenangkan! Aku serasa diajak melihat salah satu kehidupan seorang manusia, yang berkaitan dengan sejumlah manusia lainnya di muka bumi ini. Melihat masa lalu mereka, sehingga menjadikan mereka yang ‘sekarang’ :) Petualangan yang dilakukan oleh Allan benar-benar menyenangkan, penuh dengan kebetulan-kebetulan yang aneh, tapi nyatanya memang itulah yang terjadi. Memang begitulah cara kerja hidup :)

Benar-benar sebuah buku yang menyenangkan untuk dibaca, menurutku. Aku bahkan tidak menyangka bahwa aku sedang membaca buku, rasanya seperti memang benar-benar nyata; rasanya memang seperti aku di sana dan melihat sendiri bagaimana itu terjadi :)

AAAAAAAAH……….. Aku benar-benar ingin kalian membaca buku ini. Serius.

#4 Last! Tuliskan apapun yang kamu suka di sini!

Kalimat pembuka untuk novel ini begitu berkesan dalam benakku, dan kalimat itu yang mendasari setiap tingkah laku Allan :) Aku jadi ingin menuliskannya disini, membagikannya kepada kalian. Coba resapi setiap kata yang ada, kalian pasti akan tersenyum setelah membacanya, setelah kalian paham betul dengan maksudnya :

“Segala sesuatu berjalan seperti apa adanya, dan apapun yang akan terjadi, pasti terjadi.”

Dan satu kutipan dari wawancara dengan Jonas Jonasson yang ada di dalam bukunya :

“Tetapi, menurut saya banyak orang yang harus benar-benar mempertimbangkan kemungkinan memanjat keluar jendela mereka. Perspektif saya adalah kita hidup sekali saja, saya tidak yakin, tetapi itu yang saya percayai. Saya rasa kalau Anda pernah bertanya kepada diri sendiri, “Haruskah saya…”, jawabannya adalah “Ya!”. Kalau tidak, bagaimana Anda tahu bahwa jawabannya adalah tidak?” – Jonas Jonasson

Dan kisah Allan Karlsson dalam “The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared” berakhir dengan manis (dan SANGAT PLOT TWIST bagi pembaca Indonesia. Ya. Percayalah) dan ditutup dengan wawancara bersama Jonas Jonasson yang sangat berkesan (buatku) :)

Salam hangat (dan bahagia),
@uruuchan

N.B 1 : Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada Jonas Jonasson karena sudah menulis sebuah buku yang begitu menyenangkan untuk dibaca (terlepas dari bagaimana pandangan Jonas Jonasson terhadap Indonesia, rasanya [masih] sedih) Terima kasih banyak, Sir. Sungguh.
Dan aku mengucapkan terima kasiiiiiiiiiih banyak kepada penerjemah dan Penerbit Bentang Pustaka, karena sudah mau menerbitkan buku ini dalam bahasa Indonesia, sehingga aku bisa membaca buku ini :’) Sungguh, apa yang harus aku katakan kepada kalian semua :’) Terima kasih banyak… Terima kasih :”) Terima kasih dari hati yang paling dalam. Peluk peluk peluuuuuk~

N.B 2 : Apakah orang luar negeri memandang Indonesia sebagai sebuah Negara yang seperti ‘itu’? (Kalian yang membaca buku ini, pasti paham maksudku, kan?) Benarkah seperti itu? :’)

next review : Love With A Witch by Hyun Go Wun [Coming Soon]

#UruuchanBaca Anna Dressed In Blood [April 2015 #6]

[ditulis pada 19-04-15]

Selamat pagi! Dan selamat merasakan curahan kasih sayang dari-Nya ^^ Hari ini aku diberkahi kehidupan (lagi) dan untuk yang kesekian kalinya oleh Tuhan. Mari kita bersyukur akan hal itu :) Hari ini, aku berkesempatan untuk mengulas salah satu buku yang sudah aku baca, yaitu novel terjemahan yang berjudul “Anna Dresses in Blood” dari Kendare Blake. Dari judulnya saja sudah terlihat bahwa novel ini berkesan ‘menyeramkan’ dan memang itulah kenyataannya.

Asal kalian tahu saja, aku bukan penggemar novel-novel horror. Dan aku merasa heran kenapa aku berani membaca novel ini. Seperti bukan aku saja, rasanya. Tapi aku berhasil menyelesaikan novel ini, aku merasa bangga bisa membacanya :”)

(more…)

#UruuchanBaca Me & My Prince Charming [April 2015 #5]

[ditulis 15/04/15]

Halo selamat sore! Aku menulis postingan ini pada sore hari setelah hujan turun :) Aku menyempatkan diri menulis untuk postingan ini setelah aku pulang dari kampus, rasanya agak melelahkan, tapi tidak apa-apa ^^ Mudah-mudahan lelah ini menjadi sesuatu yang barokah ya ^^

Setelah menyelesaikan novel Priceless Moment-nya Prisca Primasari, seperti biasa aku kebingungan untuk memilih novel mana yang hendak aku baca selanjutnya. Terlalu banyak tumpukan TBR (To be Read) milikku, hehehe.

Tapi sepertinya, aku cenderung (masih) ingin membaca yang agak ‘ringan’ dan tipis ^^ Maka dari itu, aku memutuskan untuk membaca Me & My Prince Charming-nya Orizuka #kyaaaa~

So, let’s check this out! ^^

(more…)

#UruuchanBaca Priceless Moment [April 2015 #4]

[ditulis 10/04/2015]

Halo, halo!
Kita bertemu lagi :) Mudah-mudahan, kalian semua yang sedang membaca postingan ini dalam keadaan sehat tidak kekurangan apapun. Dan kudoakan juga, mudah-mudahan kalian selalu memiliki buku untuk kalian baca :)

Phew. Setelah menyelesaikan kitchen 1, aku agak kebingungan untuk menentukan buku mana yang akan aku baca selanjutnya (tumpukkan buku yang belum kubaca masih menumpuk, dan aku masih tidak segan untuk menambahnya dengan buku-buku baru lainnya yang kubeli. Kuharap kalian mengerti obsesiku terhadap buku :”) hehe) Kupikir, aku butuh sesuatu yang ringan dan mudah kubaca (padahal sejauh ini, yang kubaca adalah jenis tulisan yang ‘ringan’ semua hihi) tapi begitulah.

Pada akhirnya aku memilih untuk membaca novel-nya kak Prisca Primasari :D

***

Judul : Priceless Moment
Penulis : Prisca Primasari
Penerbit : GagasMedia
Tahun 2014
296 hlm.
— buku beli sendiri di “Pesta Buku Diskon 2015” di Bale Pabukon Unpad
— koleksi novel pribadi ke-421

image

(more…)