Tag: novel

#UruuchanBaca The Face Thief by Eli Gottlieb [Oktober 2015 #4]

Akhirnya aku kembali lagi kepada jalan yang benar. Hahahaha. Bukan. Lebih tepatnya, akhirnya aku kembali lagi pada niatan awalku untuk membaca “buku-buku gelap” (setelah sebelumnya ter-distract oleh buku Forgiven secara sukarela) Tanpa pikir panjang, aku memilih buku “The Face Thief” dari Eli Gottlieb. Kalau diterjemahkan, bukankah akan menjadi “Pencuri Wajah”? Menarik sekali :)

Aku jadi tidak sabar untuk mengetahui maksud dari kata “Pencuri Wajah” itu seperti apa. Dan ini adalah buku bergenre thriller-psikologis kedua yang kubaca setelah The Girl On The Train di bulan Oktober 2015 ini.

***

nuii4u-novel the face thiefJudul : The Face Thief
Penulis : Eli Gottlieb
Penerjemah : Sri Noor Verawati
Penerbit : Alvabet
Tahun 2012
300 hlm.
— beli di pameran buku JABAR di Landmark Braga
— koleksi novel pribadi ke-468

Dari sinopsis yang aku baca dari bagian belakang buku ini, sepertinya The Face Thief menjanjikan “sebuah thriller-psikologis yang menguncang-guncang” dan aku terbujuk kata-kata itu :”) Lagipula, aku memang sedang mencari buku-buku dengan genre seperti itu, makanya ketika menemukan buku ini secara tidak sengaja di pameran buku, aku langsung ingin membacanya.

#1 Kenapa uruuchan beli buku ini? (more…)

Advertisements

Dua Ribu Lima Belas dalam Kedipan Mata

fireworks

Aku ingin membocorkan rahasia-rahasia ku pada postingan terakhir di tahun 2015 ini. Sesuatu yang tidak pernah aku ungkapkan kepada siapapun sebelumnya. :)

Tapi ngomong-ngomong, waktu berlalu dengan begitu cepatnya. Tiba-tiba saja, sudah ada di penghujung bulan Desember. Padahal rasanya baru kemarin bulan Januari tiba. Di bulan Januari itu, aku baru saja menikmati liburan dari semester tiga ku yang sangat hectic. Hahahaha. (Ternyata aku masih mengingatnya dengan baik) Lalu kemudian, tibalah semester empat yang sangat berkesan untukku, juga semester lima yang… Apa ya? Hehehehe.

Dua minggu yang lalu, aku berhasil melalui ujian akhir semester lima dengan (cukup) baik, walaupun di hari terakhirnya aku begitu kepayahan dan sangat kelelahan. LOL. Tapi rasanya aku lumayan merasa senang mengerjakan UAS di semester lima ini. Mudah-mudahan, hasilnya bagus. Aamiin. ^^

Di penghujung bulan Desember ini, aku merasa senang sekali. Tepat pada tanggal 30 Desember kemarin, aku AKHIRNYA berkesempatan datang ke TEMPAT FAVORITKU!!! XD Hahahahaha. Siapapun yang cukup mengenalku dengan baik, pasti sudah bisa menduga tempat favoritku. Hehehehe. Yaaaaaaaa!!! TEPAT SEKALI! Itu adalah TOKO BUKU :D Aku akhirnya bisa pergi ke GRAMEDIA MERDEKA lagiiiiii!!! Dan aku pergi bersama temanku -kesayangan- yaitu Sari Putri Rachmawati (Mbaput / Sarput). Yaampun, aku tidak bisa mengungkapkan dengan lebih baik perasaan terima kasihku untuk Mbaput yang sudah mau menemaniku pergi ke Gramedia tersayang :”) Dan, syukurlah, karena aku masih menyimpan uang jatah buku-ku untuk ke Gramedia lagi di tabungan, jadi aku bisa berangkat ke sana bareng Mbaput! Kemarin adalah hari yang sangat menyenangkan bersama Mbaput di Gramedia, karena aku berkenalan dengan Teh Mega (temannya Mbaput) dan aku membeli delapan buah buku :) *HEAVEN IN HERE*

***

Ku pikir, aku menutup tahun ini dengan hal-hal baik. Terutama dua hari terakhir dan hari ini.

Hari ini, aku selesai membaca sebuah buku yang SANGAT BAGUS. Aku tidak tahu harus menjelaskannya seperti apa, dan sebagus apa, tapi buku yang aku baca ini…. Menyentuh hatiku. :”) Dan aku pikir, buku yang bagus ini, sudah menutup tahun 2015 milikku dengan begitu berkesan. Aku merasa……… Terharu :’)

Buku itu seperti memberikan tamparan untukku, tentang menjadi “orang dewasa”, dan mempertanyakan kembali makna “orang dewasa” :’) Memangnya, menurut kalian “orang dewasa” itu seperti apa? ^^

Dan juga…….. Tentang cinta.

Ah… Rubah yang ada di dalam buku itu sudah mengajari ku sedikit tentang cinta. Manisnya cinta… Ya Tuhan, tiap kali aku mengingat kata-kata si rubah itu, rasanya hatiku meleleh saja :’)

“… jinakkan aku.”

Itu adalah kata-kata yang paling berkesan untukku setelah membaca buku tersebut. :”)

Benar-benar sebuah buku yang bagus untuk menutup tahun 2015 milikku, sehingga aku tidak jadi berpikir bahwa tahun 2015 milikku tidak seburuk yang aku pikirkan.

Mau tahu buku apa yang kumaksud itu? ^^

Le Petit Prince yang ditulis oleh Antoine De Saint-Exupery, yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (cetakan ketiga, Desember 2015)

KALIAN. WAJIB. MEMBACANYA.

***

Apa yang belum tercapai di tahun 2015 ini?

Novel.

Ya. Aku bercita-cita untuk bisa menerbitkan sebuah novel yang ditulis oleh ku suatu hari nanti. Cita-cita ini sudah kutuliskan sejak tahun 2013 yang lalu (blog ini menjadi saksinya) Tapi, nyatanya cita-cita ini belum tercapai juga :”) Ide sudah ada, tinggal digarap saja. Mungkin, apakah aku tidak bersungguh-sungguh terhadap cita-citaku ini? Menjadi penulis? :(

Ku harap, aku tidak menunda-nunda waktu lagi. :(

Ku harap, dan aku ingin, tahun 2016 ini…. Cita-cita ku tercapai. Aku harus membuktikan kepada diriku sendiri bahwa aku memang bisa menulis novel milikku sendiri! Dan semoga menjadi langkah awal untuk menjadi seorang penulis yang menginspirasi banyak orang.

Tapi…. Yah sejauh ini, aku hanya menuliskan cerita-ceritaku di blog ini. Aku hanya membiarkan mereka (orang-orang yang ku kenal) untuk membaca cerita-cerita yang aku tulis sendiri itu :’D Kebanyakan menjadi silent reader sih :’) Wkwkwkwkwk.

Aku harap, aku bersungguh-sungguh untuk kali ini saja :”) Untuk sebuah novel yang aku tulis sendiri dan semua orang membacanya :’)

***

Seusai solat Isya berjamaah hari ini bersama dengan Ayah, Ibu, dan Ata, aku berkata :

“Allhamdulillah ya… Kita semua melalui tahun 2015 ini bersama-sama. Masih ada Nenek juga… Kita semua masih diberikan kesehatan untuk menjalani tahun 2015 ini, sehingga bisa berkumpul bersama-sama untuk menanti tahun baru berikutnya.”

Dan kami semua memejamkan mata; meresapi tahun 2015 ini dalam kilasan memori yang bermain dalam pikiran masing-masing.

***

Selamat Tahun Baru 2016 & Selamat Ulang Tahun untuk Adikku (Ata)!

Mudah-mudahan, kita semua diberikan kesehatan, rezeki yang barokah, umur panjang yang barokah oleh Tuhan. Dan semoga, kita bisa menjalani setiap detik yang kita lewati di tahun 2016 dengan penuh kebahagiaan, cinta, kasih sayang, welas-asih, dan rasa ikhlas. Terima kasih untuk segalanya di tahun 2015 ini, Tuhan. Terima kasih….. :’)

Terima kasih untuk segala yang terjadi di tahun 2015 ini, Tuhan… Untuk segalanya yang baik dan yang buruk di tahun 2015. Mudah-mudahan, hal-hal baik dan menyenangkan senantiasa menyertai kami di tahun 2016 nanti. Aamiin.

Aamiin.

***

Terima kasih Tuhan, untuk satu tahun lainnya yang sudah aku lalui atas izin dari-Mu.

Aku masih hidup.

:)


Sumber gambar : weheartit

#UruuchanBaca 17 Years of Love Song by Orizuka [Mei 2015 #2]

Selamat siang!
Setelah menamatkan novel grafisnya Jo Joo Hee, aku segera menyambar novel lainnya yang sudah melambai-lambai minta dibaca oleh ku. Sudah dari dulu aku pengen baca novel ini -sejak zaman SMA- tapi pas mau pesen online, ternyata bukunya sudah tidak dicetak lagi. Eh sekarang bukunya sudah dicetak ulang lagi, dan aku sangat bahagia :D

***

nuii4u-17yearsOfLoveSong
[photo credit to @uruuchan | DO NOT EDIT]
Judul : 17 Years Of Love Song 
Penulis : Orizuka
Penerbit: Puspa Populer
Tahun 2015
268 hlm.
–beli di Gramedia Merdeka, Bandung
–koleksi novel pribadi ke-413

Oke. Rasanya aku terobsesi dengan semua buku yang sudah ditulis oleh kak Orizuka. Dan rasanya aku ingin memiliki semuanya! Bahkan walaupun bukunya sudah aku baca (tapi aku ngga punya) tetep saja rasanya aku ingin memiliki bukunya sendiri :3 Hahahahaha. Pada bulan April kemarin, aku sudah menyelesaikan novel kak orizuka yang berjudul Me & My Price Charming (yang btw adalah novel pertamanya kak orizuka) Kalau kalian penasaran mengenai kesanku tentang buku itu, kalian bisa baca di sini.

(more…)

#UruuchanBaca Shatter Me [April 2015 #10]

Akhirnya kesampaian juga baca Shatter Me *senang senang senang*

Dulu pernah ada seseorang yang bertanya kepadaku, “Kamu punya buku-nya Shatter Me, gak? Udah baca belum?” Kubilang saja kalau aku tahu buku itu (ya, aku sudah tahu buku ini sebelum aku membacanya) tapi aku belum baca. Saat itu, aku sudah penasaran, memangnya seperti apa cerita yang dibawakan oleh buku Shatter Me?Hmmm…. Dan, tinggal menunggu waktu yang tepat, akhirnya aku bisa membaca buku ini, dan menikmati kisah Juliette dan Adam <3

(more…)

#UruuchanBaca To All The Boys I’ve Loved Before [April 2015 #9]

Buku kesembilan yang sudah kubaca saat bulan April 2015 kemarin adalah… To All The Boys I’ve Loved Before.

uruuchanbaca-TATBILB

Akhirnya!!! Ya Tuhan!! Aku berkesempatan untuk membaca salah satu buku yang benar-benar sudah menarik perhatianku sejak dulu sebelum buku ini diterjemahkan kemudian diterbitkan di Indonesia. Waaaaa!!! Aku merasa sangat bahagia!

Sebenarnya, aku sudah geregetan untuk membacanya setelah aku menerima buku ini dari pengenbuku.net, asli aku sudah ngga sabar buat bacanya. Tapi, entah kenapa aku merasa ‘lebar’ (bahasa sunda, artinya sayang) buat ngebacanya. Entah kenapa pengen di awet-awet :( Tadinya aku berniat untuk menyisihkan buku ini, untuk dibaca saat bulan Ramadhan tiba… Tapi, AKU SUDAH TIDAK SABAR LAGI! Makanya, setelah aku menyelesaikan buku Love With A Witch, aku memutuskan untuk membaca buku ini, aku sudah tidak tahan, dan tidak sabar! >.< Buku ini sudah membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama :’)

(more…)

#UruuchanBaca Love With A Witch [April 2015 #8]

[ditulis 26 April 2015]

Setelah menyelesaikan buku yang sangat menakjubkan (baca : The 100-year-old man who climbed out of the window and disappeared, review-nya bisa dibaca di sini) aku memutuskan untuk membaca Love With A Witch, karena sepertinya saat aku baca the 100 year old man, rasanya buku ini sudah melambai-lambaikan tangannya (jika buku memang punya tangan) kepadaku. Dan ya, seperti itulah aku memutuskan untuk membaca buku ini :)

AKu pikir, dalam sebulan ini aku sudah membaca buku korea terjemahan lainnya, judulnya Moon In The Spring (Review bisa dilihat disini) dan jeda beberapa buku, kemudian aku membaca lagi buku korea terjemahan. Yang menarik adalah buku itu ditulis oleh pengarang yang sama dan di terbitkan oleh penerbit yang sama ^^

***

Judul : Love With A Witch
Penulis : Hyun Go Wun
Penerjemah : Ratna Sitta Hapsari
Penerbit : Haru
Tahun 2015 (Maret)
320 hlm.
— buku beli sendiri di toko buku tisera di Jatos (Jatinangor Town Square)
— koleksi novel pribadi ke-434

Senang rasanya mendengar Haru mau menerbitkan novel lainnya dari Hyun Go Wun ^^ Kalian harus tahu, kalau aku akan membeli karya apapun dari Hyun Go Wun. Kenapa? Karena Hyun Go Wun adalah salah satu dari penulis korea favoritku.

Novel Love With A Witch ini menjadi novel keempat dari Hyun Go Wun yang sudah aku baca. Sebelumnya (secara berurutan dari yang paling lama sampai yang paling terbaru aku baca) 4 Ways to Get Wife, Always With Me, dan Moon In The Spring :)

#1 Kenapa Uruuchan beli novel ini?

Jawaban otomatis : Karena ini Hyun Go Wun :)

Jawaban selanjutnya : Karena aku mendapatkan semacam motivasi untuk membelinya setelah membaca review dari blog-nya kak stefanie sugia.

Jujur-jujuran nih ya… Walaupun ini dari penulis korea favoritku, Hyun Go Wun, tapi untuk novelnya yang satu ini, aku merasa ‘belum tertarik untuk memilikinya sesegera mungkin’ Kenapa? Karena kover bukunya cenderung kurang menarik buatku:( Makanya aku pikir, aku bisa menunda-nunda untuk memiliki buku ini. Mungkin seperti menunggu saat yang tepat. Begitulah.

Tapi, kemudian… Seperti biasanya, aku selalu stalking blog bukunya kak stefanie (cek yuk ke www.thebookielooker.com) untuk melihat ada review buku terbaru dari kak stefanie atau tidak. Dan pada saat itu, aku menemukan review tentang buku ini! Tentu saja segera kuliat, karena aku ingin tahu pendapat kak stefanie mengenai buku ini.

Ternyata ratingnya bagus! Dan pendapat kak stefanie juga bagus mengenai buku ini. Tahu apa yang kurasakan? Tiba-tiba saat itu juga, setelah selesai membaca review itu, aku merasa harus segera mendapatkan, memiliki, mempunyai buku ini :D (pasang hashtag #GueMahGituOrangnya hahahahahahaha) Serius.

Dan disaat kantongku sedang kering (uangnya ludes di pesta buku diskon 2015 di bale pabukon unpad) si buku yang dimaksud muncul dihadapanku, di tempat langgananku beli buku, TISERA di Jatinangor Town Square. Dan aku merasa sangat dilema saat itu juga :'( Sedih… Sedang krismon, tapi keinginan ingin mempunyai buku itu juga tidak bisa diabaikan begitu saja. Huhuhuhuhuhu. Tapi, pasti kalian sudah menduga apa yang terjadi selanjutnya. Hahahahaha. Walaupun itu menggunakan uang jajanku selama seminggu, aku rela puasa di kampus demi bisa memiliki novel Love With A Witch ini. Seriusan.

Dan setelah selesai membaca novel-nya jonas jonasson, aku segera memilih ini untuk kubaca selanjutnya. Karena sudah terlanjur penasaran :”)

*thanks kak stef. untuk review-review mengenai buku yang selalu menyenangkan untuk aku baca :”) Always*

#2 Kesan Uruuchan untuk novel ini?

Butuh waktu agak lama agar aku bisa menyukai dan mencintai karakter-karakter yang ada di dalam novel Love With A Witch ini, entah kenapa. Tidak ada karakter yang benar-benar berkesan buatku dari novel ini, malahan (anehnya lagi) aku malah menyukai karakter Ian dan Eun Yoo >.< Aku juga tidak mengerti.

Dan kupikir, cerita yang dibawakan oleh Hyun Go Wun kali ini sama seperti sebelumnya yang ada di Moon In The Spring; ada sedikit unsur fantasi di dalamnya. Serius. Aku terlanjur sudah membayangkan tentang hal itu. Hahahahahaha. Seperti judulnya juga, kan? Love With A Witch. Penyihir. Wah… Ini sepertinya berbau magis dan fantasi. Tapi ternyata tidak seperti yang kubayangkan. “Penyihir” di sini maksudnya adalah persepsi karakter cowok utama dalam cerita ini kepada tokoh utama ceweknya. Dan sama sekali tidak ada unsur magis atau fantasi (seperti yang kuharapkan tadinya)

Dan… Terlebih lagi, sepertinya otakku memang rada lemot atau gimana gitu ya. Aku kebingungan dengan hubungan kekeluargaan yang ada antara beberapa karakter-karakter yang ada di dalam novel ini. Tapi, aku pernah membaca buku yang di dalamnya berisi lebih banyak silsilah keluarganya, dan aku tidak mengalami kesulitan sama sekali (mungkin karena di dalam buku itu di cantumkan gambar silsilah keluarganya, jadi memudahkan aku untuk mengerti siapa-nya-siapa)

Misalkan Jin Hyeok, Jin Myeong, sama Jin Seok. Aku tidak mengerti ada apa dengan hubungan kekeluargaan diantara mereka. Siapa yang jadi kakak, siapa yang jadi adik dan sebagainya. Bahkan sampai aku menyelesaikan novel ini pun, aku masih tidak mengerti. Yang kutangkap hanyalah bahwa mereka terikat hubungan kekeluargaan.

Tapi, sejauh ini… Aku menikmati kisah yang dibawakan oleh Hyun Go Wun melalui dua karakter utama kita; Jun Hwi (kupikir ini nama karakter perempuannya) dan Soo An. Hyun Go Wun bisa membuat hal-hal yang kelihatan remeh pun, menjadi sesuatu yang romantis (kupikir) Makanya aku menyukai karya-karyanya, karena kisah-kisah nya yang romantis tapi ngga ‘ecek-ecek’ :) Terutama novel 4 Ways To Get Wife. AAAAA. Dulu pas aku baca, rasanya aku merona sekali ketika membacanya,

Kupikir plotnya sudah selesai… Ternyata kita digiring untuk mencari seseorang, dalang dibaling semua tindak tanduk semua ini. Dan pelakunya adalah *piiip* Ya Tuhan, aku tidak menyangka dia bisa berbuat seperti itu :( Maksudku, dia adalah orang yang bisa dipercaya oleh *piip* bahkan aku mempercayainya!! Tapi… Dia bisa dengan mudahnya berkhianat seperti itu. Manusia memang sulit ditebak ya… Dan, justru itulah yang menjadikan manusia itu menarik.

Sejauh ini… Yang paling kunikmati dari novel ini adalah… Tentunya interaksi antara Jun Hwi dengan Soo An :) Soo An menurutku adalah karakter yang menarik, mencirikan seorang perempuan yang ‘kuat’ (dalam artian lain, hahahahahaha) Dan, yang paling kukagumi darinya adalah, dia tidak segan untuk mengungkapkan apa yang dia pikirkan :) Itulah yang paling aku kagumi dari Soo An, dan aku ingin seperti itu :) Walaupun, seperti yang sudah aku ungkapkan sebelumnya, butuh waktu agak lama agar aku bisa menyukai pasangan ini, karena pada bab-bab awal dan beberapa bab kemudian, aku merasa belum ‘terhubung’dengan pasangan ini. Apa kalian pernah merasakan perasaan yang seperti itu? Entahlah, semoga bukan aku saja, heheheh.

Tapi….. BENERAAAAN!!! Aku suka sama Ian! >.< Dialah yang mendapatkan lebih banyak perhatianku di dalam novel ini, sayangnya dia bukan tokoh utama di sini, jadi dia tidak terlalu banyak muncul :( Aku suka pada saat Hyun Go Wun menggambarkan Ian seperti ini : “Laki-laki itu melempar jaketnya dan menarik kursi. Penampilannya agak berantakan karena ia tampak sibuk sekali, tapi ia tetap terlihat tampan. Penampilan Ian selalu menarik perhatian orang-orang yang ada di dekatnya. Mereka pasti akan menoleh, walau mungkin hanya satu kali.” -h.173

Deskripsi itu mengingatkanku kepada seseorang yang sering kali kulihat di kampus. Dia seniorku dari prodi yang berbeda denganku. Aku selalu merasa bahwa seniorku itu ‘menarik’, seperti ada sesuatu dari senior itu yang membuatku selalu menoleh kepadanya. Ada ‘sesuatu’ di dalam diri senior itu dan aku tidak tahu apakah itu tepatnya. Pokoknya, dia menarik! :) Dan kebetulan, deskripsi tentang Ian ini mengingatkanku kepada senior itu :)

Well, supaya kalian mendapatkan gambaran mengenai kisah mengenai Jun Hwi dan Soo An ini, aku menuliskan sinopsisnya (yang kuambil dari bagian belakang bukunya) :

“Kau tidak percaya penyihir?
Sayang sekali.

Jangan terlalu serius dalam segala hal dan cobalah untuk bermimpi, sesekali.
Siapa tahu saja, suatu hari nanti seorang penyihir akan membuat keinginanmu jadi nyata hanya dengan mengayunkan tongkat sihirya.

Jun Hwi bertemu dengan seorang perempuan yang menyelamatkan keponakannya -Eun Yoo- dari kecelakaan.

Mata perempuan itu…
Seperti mata kucing yang bersinar.
Bagian putihnya terlihat transparan karena sangat putih.
Tatapan mata yang tajam itu membuatnya tidak berbeda dengan tatap mata penyihir yang sering muncul di buku bergambar milik Eun Yoo.

Tidak salah lagi. Perempuan itu adalah penyihir.
Kalau ia bukan penyihir, tidak mungkin Jun Hwi bisa begitu mudah menitipkan keponakan kesayangannya pada perempuan yang baru dikenalnya.
Padahal anak itu sedang diincar-incar orang jahat.
Belum lagi, kenapa Jun Hwi jadi ingin mencium penyihir itu?

Sihir apa yang perempuan itu rapalkan pada Jun Hwi?”

Bagaimana jika ceritanya diubah, bahwa Soo An memang penyihir beneran, yang terdampar di bumi gara-gara sesuatu, kemudian dia menolong seorang anak kecil, dan bertemu dengan seorang laki-laki tampan, kemudian jatuh cinta? Hahahahaha. Aku kebanyakan berkhayal. Tapi, kalau ceritanya memang seperti itu, sepertinya aku akan (lebih) menyukai cerita tersebut.

#3 Jadi, uruuchan suka sama novel ini?

Ya. Aku lumayan suka dengan buku ini, karena adanya Ian dan Eun Yoo. Hehehehehehehehe :D Tidak apa, kan? Tidak ada yang mengharuskan kita untuk menyukai tokoh utama? Aku suka Ian dan Eun Yoo :)

Hanya tambahan saja, novel ini menyimpan sebuah kisah pribadi untukku. Pada hari yang sama dimana aku membeli novel ini, aku bersama teman-temanku menghabiskan waktu yang menyenangkan di kos-an salah satu teman sekelasku. Namanya Zizi. Dan pada saat itu, aku sedang berpuasa (puasa membayar hutang hehehehe) Aku ingat, setelah adzan magrib, aku dan teman-teman makan di warung nasi padang. Rasanya menyenangkan bisa berada bersama teman-teman pada sore hari, rasanya berbeda pada saat pagi atau siang hari :) Pulangnya, aku mampir terlebih dahulu ke toko buku tisera, untuk membeli novel ini :D

Dan ngomong-ngomong, kertas yang dipakai dalam novel ini lebih tebal, ya? Kok aku merasa lebih tebal dibandingkan kertas-kertas yang dipakai di novel Haru yang lainnya. Tentu saja aku lebih suka jenis kertas yang ini; yang digunakan dalam novel Love With A Witch ini :)

#4 Last! Tuliskan apapun di sini!

Terima kasih penerbit haru, sudah menerbitkan karya lainnya dari Hyun Go Wun :D Mudah-mudahan, jika Hyun Go Wun mengeluarkan karya lainnya, penerbit Haru mau menerbitkannya lagi :)

Salam hangat,
@uruuchan

next review : To All The Boys I’ve Loved Before by Jenny Han [Coming Soon]