Tag: meaw

Beberapa Kerlap-Kerlip Yang Ada Di Dunia Fana Ini | Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati

Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati
Juni – Juli 2014

MINGGU KEDUA

Tanggal 13 Juli 2014, Minggu

Jatos adalah sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Jatinangor. Mungkin, karena letaknya yang strategis, banyak orang yang datang ke tempat ini untuk sekedar berlibur, bermain, dan menghabiskan waktu. Tempatnya lumayan modern, dan cukup luas. Di Jatos sendiri ada cukup banyak toko handphone, dan barang elektronik, tempat makan yang modern (seperti KFC, Pizza Hut, Richeese, Steak, dan sebagainya), bioskop, toko buku, super market, dan tentunya banyak toko pakaian, tas, dan sepatu. Sepertinya apa yang aku cari, bisa ditemukan di Jatos. Cukup lengkap.

Karena letaknya yang (bisa dibilang) cukup dekat dari rumahku, hanya menghabiskan waktu sekitar setengah jam (kalau tidak macet) dengan sekali menggunakan angkot. Jatos menjadi salah satu tempat favorit yang rutin aku kunjungi, kalau tidak sendirian, pastinya bersama dengan ibuku, dan ayahku, serta adikku.

Hampir setiap minggu aku pergi kesana. Terkadang tujuan utamaku adalah untuk pergi ke toko buku, mengecek adakah buku baru disana yang sudah dipajang. Kalau tidak ada, berarti aku pulang, dan terlebih dahulu membeli camilan untuk aku bawa pulang kerumah. Kalau tidak seminggu sekali, mungkin sekitar dua minggu sekali, tapi bisa aku pastikan bahwa setiap bulan, aku pasti akan berkunjung ke Jatos itu.

Seperti hari ini, aku, ibuku, dan ayahku (adikku tidak ikut, dia lebih memilih diam dirumah, didepan komputer untuk bermain dota, atau menggambar salah satu karakter dalam salah satu anime) pergi ke Jatos. sepertinya ini dalam rangka mencari baju lebaran.

Hanya sekedar informasi sepintas saja, padahal ini masih minggu kedua, tapi Jatos sudah lumayan sesak oleh orang-orang yang mulai membeli baju, dan sepatu. Sekali lagi, padahal ini masih minggu kedua dari bulan Ramadhan. Aku sudah bisa membayangkan bagaimana sesaknya Jatos di minggu-minggu terakhir bulan Ramadhan. Fufufufu. Saat itu, aku akan lebih memilih berdiam diri dirumah daripada harus berdesak-desakan.

Dan aku mendapatkan baju lebaranku. Manis sekali modelnya. Aku sedikit kesulitan untuk mendeskripsikan model bajuku itu. Tapi aku akan berusaha! Oke, warnanya hijau tua (aku sedang suka-sukanya pada warna hijau) dengan model baju gamis yang panjang, hanya saja yang ini tidak berlengan. Rencananya, aku akan menggunakan kaos panjang berwarna senada lagi sebagai dalamannya. Terdapat kerah di bagian lehernya, dan beberapa buah kancing sampai di bagian dada. Disamping kirinya ada saku. Dan bagian bawahnya polos. Sederhana sekali kan? Tapi aku suka dengan modelnya yang justru sederhana itu. sepertinya aku sedang suka dengan model baju gamis. Entah kenapa.

Soal baju lebaran… Muncul sebuah pertanyaan saat aku hendak berangkat ke Jatos. Kenapa baju lebaran menjadi sebuah keharusan saat bulan Ramadhan? Kenapa lebaran selalu identik dengan baju baru? Disaat aku pikir, mungkin diluar sana masih banyak orang yang bahkan tidak punya baju sama sekali. Hanya punya beberapa potong baju. Sedangkan aku dan yang lain, punya banyak baju untuk dipakai, tapi masih merasa tidak ada baju yang cocok untuk dipakai saat lebaran sehingga harus membeli yang baru? Ketika aku memikirkan hal itu, rasanya sangat miris sekali. Apa aku dan yang lain kurang bersyukur, atau bahkan lupa untuk bersyukur?

Sebenarnya beberapa tahun yang lalu, aku sudah memikirkan hal ini. Bahkan aku sudah menyampaikan kepada ibuku, kalau aku tidak perlu baju baru untuk lebaran. Baju lebaran tahun lalu saja masih bagus, dan masih sangat layak dipakai untuk lebaran tahun ini. Yang penting, saat lebaran tampil bersih, dan rapih. Hanya itu. Tapi ibuku berkata, “Teh, meaw (panggilan untuk ibuku dari aku dan adikku) dan bapak lagi punya rezeki. Ngga apa atuh beli baju yang bagus, cuma setahun sekali aja kan?”

Aku pikir… Ah, keluargaku memang sangat beruntung. Kami selalu berkecukupan, tidak pernah kekurangan. Pada saat-saat tertentu, (seperti bulan Ramadhan ini) rezeki selalu ada untuk keluargaku. Bahkan ibuku bisa mentraktir nenekku beberapa potong baju dan tas. Aku mendapatkan baju baru untuk lebaran, adikku mendapatkannya juga, ayahku mendapatkan baju koko, dan ibuku bisa membeli sebuah rok panjang dari bahan jeans yang cantik. Aku sangat terharu akan semua ini. Terima kasih ya Allah… Tapi jangan biarkan kami semua lupa akan diri-Mu, dan karunia-Mu ini. Ingatkan kami untuk senantiasa bersyukur kepada-Mu ya Allah…

Aku berharap bahwa semua orang didunia ini, yang berkecukupan, yang tidak, yang lebih lebih lebih berkecukupan juga, bisa merasakan kebahagiaan yang sama. Kebahagiaan dalam bentuk lain. Karena bahagia itu bukan datang dari baju baru saja, bukan? Kuharap mereka semua mendapatkan ‘kebahagiaan’ itu. Aaamiin.

Dan untuk saudara-saudaraku di Palestina. Aku tahu, rasanya aku tidak layak mendapatkan kebahagiaan ini. Sementara aku sedang menulis jurnal ini, dan merasa bahagia karena aku masih punya rezeki untuk membeli baju baru, mereka semua sedang berjuang dalam gempuran bom-bom, dan tembakan dari tentara Israel. Aku merasa tidak layak untuk bahagia saat ini. Ada sesuatu yang sulit untuk diungkapkan dalam kata-kata; aku ingin merasa bahagia karena memang ada banyak hal yang membuatku bahagia hari ini, tapi aku juga tidak lupa untuk berdoa akan keselamatan saudara-saudaraku di palestina. Aku berdoa kepada Allah untuk melindungi mereka semua, dalam lindungan-Nya, keselamatan-Nya, Rahmat-Nya. Allah selalu bersama mereka semua yang meyakini keberadaan-Nya. Aku akan selalu berdoa untuk mereka semua… (Duh, sepertinya aku hendak menangis)

Ya Tuhan, semoga kami semua tidak terlena oleh kerlap kerlip dunia yang fana ini. Dunia tempat kami singgah untuk sementara. Ingatkan kami bahwa Dunia yang kekal sebenarnya tengah menanti kami, antara Surga dan Neraka. Ingatkan kami akan diri-Mu ya Allah… Ingatkan kami agar senantiasa bersyukur, dan berdzikir kepadaMu ya Allah… Aamiin ya Allah ya Rabbal alamin…

n.b : selalu ada rezeki untuk membeli buku baru. Terima kasih ya Allah, hari ini dua buah buku baru datang ke perpustakaan milikku. Sebenarnya, kalau bisa dibilang, uang itu dari Ayahku. Hehe. Terima kasih karena sudah mengizinkan aku mendapatkan buku baru hari ini ya Allah… []

***

END OF SECOND WEEK

Advertisements

Untuk Meaw dan Appa

ma, ini teteh..
pa, ini teteh..

maafkan teteh yang seperti ini. teteh juga sebenarnya tidak bermaksud untuk membuat meaw dan appa kecewa. tidak.
tapi teteh benar2 tidak mampu untuk menghadapi semua ini..

teteh capek.
teteh sebenernya ingin lari dari hidup ini.
dan teteh merasa bahwa hidup ini kadang terlalu keras, dan teteh merasa tidak bs menghadapi semua itu..

tapi teteh tidak bisa lari.
teteh memikirkan meaw dan appa. satu satunya hal yg menjadi alasan mengapa teteh masih memaksa diri teteh untuk bertahan, karena keberadaan meaw dan appa juga..

apapun yang terjadi hari ini, teteh minta maaf setulus hati, karena teteh tidak seperti yang meaw dan appa pikirkan..
meaw dan appa kini sudah mengetahui bagian dari diri teteh yang lain.. itulah teteh..

meaw, appa..
betapa teteh merasakan bahwa meaw dan appa sangat peduli kepada teteh.
semua nasihat, dan ucapan yang teteh dengar hari ini, semakin membuat teteh bersalah kepada meaw dan appa.. maafkan teteh.. maafkan teteh…

meaw, dan appa..
terima kasih atas semua nasihatnya.
teteh sungguh sangat beruntung bisa mempunyai ibu dan ayah seperti meaw dan appa..
entah apa jadinya bila teteh tidak mendapatkan meaw dan appa.
meaw dan appa adalah anugrah terbesar yang pernah datang kepada hidup teteh..

lain kali, jika ada sesuatu hal yang membuat teteh jatuh kembali..
ijinkan teteh berpegangan kepada meaw dan appa untuk bangkit lagi..
ijinkan teteh meminjam kekuatan meaw dan appa untuk menghadapi ketakutan ketakutan teteh..
tolong jaga teteh.
teteh sangat membutuhkan meaw dan appa..

meaw dan appa,
untuk saat ini teteh hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak dari dalam hati teteh,
atas penerimaan terhadap diri teteh yang seperti ini. ya inilah teteh…

tapi, ini akan menjadi yang terakhir kalinya!
teteh akan belajar tentang sesuatu yang bernama ikhlas!
teteh akan membuat meaw dan appa percaya sepenuhnya lagi terhadap diri teteh.
tolong percaya pada teteh!

meaw, appa..
teteh sayang banget sama meaw dan appa..
tetep kasih teteh semangat ya,
kali ini teteh akan belajar dari awal lagi. teteh akan belajar dari awal lagi..

meaw, appa..
please stay forever beside me.

lihat apa yang bisa teteh lakukan..

– – –

dari : seseorang yang mulai belajar mengatasi rasa takutnya.