Tag: jangan

Aku Sendirian, Tapi Aku Merasa Sangat Bebas!! | Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati

Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati
Juni – Juli 2014

MINGGU KETIGA

Tanggal 15 Juli 2014, Selasa

Ohya, sepertinya aku belum menuliskan hal ini, tapi mulai minggu ini, adikku mulai pergi ke sekolah lagi. Dia hanya bersekolah selama seminggu di bulan Ramadhan. Sekarang dia sudah menjadi siswa SMA kelas XI. Keren! Tidak terasa dia sudah kelas sebelas lagi. Padahal baru kemarin dia menjadi siswa SMA kelas sepuluh yang baru masuk. Setahun itu berjalan dengan cepat ya..

Pernah aku juga mengalami momen seperti ini, dimana waktu (terasa) berjalan dengan cepat. Tapi, rasanya aku sering sekali mengatakan tentang waktu yang cepat berlalu, iya tidak?

Waktu itu masih bulan Januari 2014, baru saja semua orang merayakan tahun baru. Lalu, kemudian masuk ke bulan februari, maret, april, mei, juni, dan juli. Dan sekarang bahkan hendak memasuki bulan Agustus!! Rasanya masih kemarin-kemarin, aku mengingat perayaan tahun baru di televisi, dan sekarang sudah akan bulan Agustus saja.

Waktu benar-benar misterius ya… Kalau disuruh untuk mendeskripsikan apa itu waktu kepada masing-masing orang, aku yakin jawaban mereka pasti berbeda-beda. Dan jika aku harus mendeskripsikan waktu, rasanya aku tidak sanggup. Hmmm… Sepertinya bukan ke-tidak sanggupnya sih, rasanya terlalu sulit saja untuk diungkapkan oleh kata-kata.

Ohya, rasanya sendirian dirumah itu… Rasanya sangat sepi sekali. Aku sendirian dirumah; Ayah dan Ibu pergi bekerja, sedangkan adikku sekolah. Aku sendirian dirumah. Belum lagi, aku sedikit parno terhadap beberapa hal, dan banyak hal yang aku khawatirkan saat aku sedang sendirian dirumah. Aku terlalu banyak mengkhawatirkan segala sesuatu. Rasanya menyebalkan, tapi tanpa perasaan itu, sepertinya aku seperti kehilangan sesuatu yang penting.

Namun, ada satu hal yang menyenangkan ketika dirumah sendirian. Yaitu, aku bebas melakukan apapun! Yeah! Tidak akan ada yang merasa terganggu dengan apa yang aku lakukan. Hahaha. Bahkan, jika aku tertawa keras sekalipun, adikku tidak akan mengomel lagi. Hehe. Ohya, apalagi aku sedang ‘halangan’ saat itu, sehingga aku bisa makan sepuas hatiku. Hehehehehe. Dan jadilah hari itu sebagai hari khusus untukku! Rasanya menyenangkan.

Satu hal yang bisa aku lakukan adalah, aku bisa meminjam komputernya adikku. Well, sebenarnya itu adalah komputer bersama, untuk dipakai bersama. Hanya saja, komputer itu disimpan di kamarnya adikku, sehingga penggunaannya dimonopoli oleh adikku sendiri, seakan-akan komputer itu miliknya saja. Oh, aku sudah menyebutkan monopoli kan? Ya. Sangat menyebalkan sekali bahwa adikku memonopoli komputer itu, ketika aku membutuhkan komputer itu, dia dengan judesnya berkata ‘nanti saja’. Apa-apaan itu coba? Sangat menyebalkan sekali. Intinya, aku tidak bisa menggunakan komputer itu dengan bebas, apalagi saat adikku sedang bermain dengan komputer itu. Aku harus menunggu ketika adikku sudah tidur kalau mau meminjam komputer itu. Sedih ya? Iya.

Dan, sudah kubilangkan, jika sendirian dirumah, aku bebas melakukan apapun? Salah satunya adalah meminjam komputer adikku; setidaknya sampai dia pulang kerumah dari sekolah. Tapi dia pulang pada sore hari, sekitar pukul 4 atau 5-an. Jadi aku lumayan punya waktu yang cukup banyak, kan? Hahahaha.

Saat itu, dengan komputer adikku, aku hanya ingin melihat koleksi anime yang adikku miliki. Beberapa anime itu sudah ada di dalam hdd-ex yang aku miliki, hanya saja aku ingin mengecek, siapa tahu adikku sudah mendownload anime baru. Jika anime itu bagus, aku bisa menontonnya juga. Dan koleksi animenya lumayan banyak juga. Lalu, dia juga mengikuti beberapa anime summer yang aku ikuti juga. Salah satunya adalah Gekkan Shoujo Nozaki-Kun, Sword Art Online II, Aldnoah Zero, Akame ga Kill, dan masih ada yang lainnya juga.

Kemudian, pencarian itu berakhir pada aku yang menonton ulang beberapa anime. Anime itu adalah Noragami dan Shingeki no Kyojin. Dua anime itu adalah anime favorit yang aku tonton pada masa tayangnya. Anime musim apa ya? Aku lupa lagi. Saat itu terbesit perasaan kangen ingin menonton lagi anime itu, walaupun hanya sepintas saja.

Selain itu, sepertinya didasari juga pada motif pribadiku, hahaha. Sebenarnya aku sangat penasaran dengan karakter suara yuki kaji. Dia adalah seiyuu dari karakter Yukine (Noragami) dan Eren Jaeger (Shingeki no Kyojin), maka dari itu pada akhirnya aku re-watch lagi kedua anime itu, noragami dan shingeki no kyojin.

dan aku pikir, yuki kaji punya suara yang khas. Suaranya mudah di kenali, dan… aah! membuatku (sedikit) meleleh mendengar suaranya. hehehe []

 

Advertisements

Belum Melakukan Apa Apa

Coba, kalian semua rasakan..

Bagaimana rasanya,
Jika kalian hendak melakukan sesuatu, semua orang disekeliling kalian sudah men-judge kalian, bahwa kalian tak pantas melakukan hal itu?

Bagaimana rasanya, jika kalian ingin sekali pergi ke suatu tempat, tetapi orang disekitar kalian men-judge kalian bahwa kalian tidak akan berhasil dg tempat itu?

Padahal..
Kalian belum melakukan apa apa. Sama sekali.

Bagaimana perasaan kalian?

Sakit? Perih? Terluka? Biasa saja?

Kita belum melakukan apa apa untuk sesuatu yang kita inginkan itu. Orang lain tahu apa tentang kita?
Tapi kenapa pandangan orang lain terkadang sangat berpengaruh terhadap kita? Kenapa? Apakah itu artinya kita hidup dibawah pendapat orang lain?

Padahal, aku sangat ingin membuktikan bahwa aku bisa pergi ketempat itu! Aku ingin melakukan sesuatu yang kusukai, dan membuktikan bahwa aku bisa sukses dg hal itu. Tapi kenapa ucapan mereka begitu melukai semangatku? Mengecilkan hasratku?

Bahkan, sebelum aku memulai sesuatu itu, orang lain sudah memandang sebelah mata.

Harusnya mereka mendukung apapun yang kita lakukan kan? Membesarkan hati kita?
Memberikan semangat untuk kita? Iya kan?

Aku ingin membuktikan kepada mereka..
Aku ingin mereka tidak memandang sebelah mata terhadap apapun yang aku lakukan..
Tapi kenapa tak satupun aku memperoleh dukungan, bahkan dari orang terdekatku?
Apa aku salah dengan apa yang ingin aku lakukan?

Kenapa aku tak menemukan seseorang yang bisa mendukungku?

Saat ini aku membutuhkan semangat dari orang orang yang mendukungku..

Aku terlanjur jatuh,
Aku terlanjur sakit hati..

Bisakah aku membangun kepercayaan diriku lagi setelah ini? Bisakah?

Aku.. Harus.
Karena, aku sudah bertekad ingin seperti batu karang.

Seharusnya, aku tidak memperdulikan ucapan mereka!

Aku harus teguh pada pendirianku, dan melakukan apa yang aku suka!

Ya Allah, tolong beri aku sedikit kekuatan dan ketegaran untuk menghadapi semua ini.. Tolong ya Allah..

Semoga Engkau memberikan aku yang terbaik, dan menunjukan kepadaku jalan menuju itu. Amiien…

– – –

Lets make a decision!

Jangan Berubah!

kau tak perlu sedingin itu terhadapku, kau tahu?

apa salahku sebenarnya?

kau membuatku merasa dirimulah yang sudah berubah!
ya! kau sudah berubah!
kau tidak bisa ku kenali.

kau bukan sosok yang selama ini aku kenal.

apa karena perpisahan kita, kau jadi seperti ini?

aku sama sekali tidak menginginkan hal ini, kau tahu?

kau tidak perlu sedingin itu terhadapku, kau tidak perlu menjutekkan aku seperti itu.
aku masih peduli padamu, kau harus tahu itu!

apa kau membenciku?
apa kau berpikir, aku ini ‘gadis yang menyebalkan’ ?

aku tak ingin, semua kenangan baik yang ada dalam masa lalu kita hancur hanya karena kamu membenciku.

aku mengakhirinya dengan baik baik, bukan?

lantas, kenapa kamu harus sedingin itu padaku?

padahal, dulu kamu tidak seperti itu. aku mengenalmu dengan sangat baik, dan aku tahu sekarang kamu berubah terhadapku.
apa semua itu karena aku?

kumohon..
jangan perlakukan aku seperti itu.
aku benci hal itu.
aku masih ingin berteman baik denganmu, kau tahu?
aku masih ingin menjalin hubungan pertemanan yang baik denganmu.

jangan kau perlakukan aku seperti itu, kamu tidak usah bersikap dingin seperti itu. benar benar sangat kontras sekali di mataku kalau kau bersikap dingin terhadapku, membuatku menilai dirimu bahwa kamu telah berubah.

apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa kembali seperti dulu, setelah kita mengakhiri ikatan ini?

aku tak suka kamu yang seperti itu..

aku sangat sedih merasakan dirimu yang bersikap dingin terhadapku..

apa salahku?

tak bisakah kamu kembali seperti dulu?

jika aku memiliki kesalahan terhadapmu, bilang saja! jangan kau sembunyikan sendiri..

jangan kamu berubah.. kumohon.. jangan kamu bersikap dingin terhadapku.. jangan kamu cuek kan aku..

jangan membuatku khawatir, kau tahu?

kumohon, jangan membuatku merasa sedih.

jangan bersikap dingin kepadaku, tolong..

– – –

From : Gula