[Cerita Pendek] Ekspektasi

Sorot matanya pada saat itu penuh dengan perasaan kecewa yang sama sekali tidak ia berusaha sembunyikan dariku, seakan-akan dengan sorot itu juga ia berusaha membuatku paham tentang apa yang tengah ia rasakan, “Lihat apa yang sudah kamu perbuat terhadap diriku.” Tentu saja aku paham. Itulah ketakutan terbesarku selama beberapa tahun terakhir, jadi bagaimana bisa aku … Continue reading [Cerita Pendek] Ekspektasi

Advertisements

Dua Ribu Lima Belas dalam Kedipan Mata

Aku ingin membocorkan rahasia-rahasia ku pada postingan terakhir di tahun 2015 ini. Sesuatu yang tidak pernah aku ungkapkan kepada siapapun sebelumnya. :) Tapi ngomong-ngomong, waktu berlalu dengan begitu cepatnya. Tiba-tiba saja, sudah ada di penghujung bulan Desember. Padahal rasanya baru kemarin bulan Januari tiba. Di bulan Januari itu, aku baru saja menikmati liburan dari semester … Continue reading Dua Ribu Lima Belas dalam Kedipan Mata

[Cerita Pendek] Kopi Untuk Sebuah Senyuman

Aku selalu mencoba untuk membayangkan jalanan yang dilalui Bapak setiap harinya. Setiap hari, Bapak selalu pergi bekerja. Normalnya Senin sampai Jumat, tapi terkadang pada hari-hari libur Bapak mendapat panggilan dari Atasan untuk datang ke kantor. Dan, tentu saja Bapak tidak bisa menolak hal itu. Terkadang, Bapak bisa seperti orang yang sangat berdedikasi terhadap pekerjaannya, tapi … Continue reading [Cerita Pendek] Kopi Untuk Sebuah Senyuman

GV#5 “Aku Ingin Meluapkan Perasaan Ini”

Ya. Aku mengaguminya. Kepada laki-laki itu, orang yang paling bekerja keras dibandingkan teman-temannya sendiri. Senyumannya yang membawa keceriaan, tidak pernah ragu untuk membaur dengan sekelilingnya. Dia bersinar. Auranya menyenangkan. Rasa percaya diri yang dimiliki olehnya, dan tidak dimiliki olehku. Selalu tertawa untuk menyenangkan orang lain; untuk membuat orang lain bahagia. Tingkahnya terkadang kekanakan, tapi aku melihatnya sebagai salah satu … Continue reading GV#5 “Aku Ingin Meluapkan Perasaan Ini”

Empat Tahun di Antara Aku dan Kamu

Saat itu yang kupikirkan hanyalah bagaimana caranya agar perasaan ini tersampaikan kepadamu. Entah bagaimana caranya. Harus. Keinginanku untuk bertemu lagi denganmu, setelah empat tahun kita tidak bertemu, dan menyelesaikan apa yang belum selesai di antara kita. Aku mengesampingkan apa yang aku rasa; Malu. Takut. Gugup. Kali ini semua itu tidak penting, itu tidak akan menghalangiku … Continue reading Empat Tahun di Antara Aku dan Kamu

Apa Satu Hal Yang Ingin Kamu Wujudkan Sebelum Meninggalkan Dunia Ini? | Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati

Jurnal Bulan Ramadhan Nur RachminawatiJuni - Juli 2014MINGGU KETIGATanggal 18 Juli 2014, JumatApa yang harus aku tuliskan ya? Sesaat aku merasa bingung. Apa ini yang dinamanya 'kebuntuan insprirasi'?Dan sekarang aku berpikir mengenai cita-citaku. Aku yakin setiap orang setidaknya punya satu hal yang ingin mereka lakukan sebelum mereka meninggalkan dunia ini, satu hal yang ingin terkabulkan … Continue reading Apa Satu Hal Yang Ingin Kamu Wujudkan Sebelum Meninggalkan Dunia Ini? | Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati

Ketakutan dan Kenyataan

Sekarang aku merasa ketakutan. Aku takut bahwa suatu hari nanti, ketakutan yang aku rasakan menjadi sebuah kenyataan. Entah mengapa, aku tidak mau hal itu terjadi. Tapi aku juga bertanya tanya, jika hal yang aku takutkan menjadi kenyataan, apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku bersembunyi? Haruskah aku menghindar seperti yang biasa aku lakukan? Atau haruskah … Continue reading Ketakutan dan Kenyataan

#UruuTalk : Target dan Pencapaian.

Setiap orang pasti punya sesuatu untuk dicapai ataupun diwujudkan. Aku yakin. Dan, mungkin beberapa diantara mereka membuat semacam rencana atau target untuk mewujudkan sesuatu itu; untuk mencapai yang mereka inginkan itu. Dan aku salah satu dari orang itu. Aku adalah tipikal orang yang suka merencanakan sesuatu dg detail ketika hendak mencapai sesuatu, menginginkan sesuatu. Itu … Continue reading #UruuTalk : Target dan Pencapaian.