[Cerita Pendek] Kapas Merah

Harus berapa lama lagi aku melakukan hal ini? Bertumpuk-tumpuk kapas di depan mataku, keseluruhan warna putihnya hampir tertutup warna merah segar, tidak lagi membuatku panik. Demi Tuhan, sudah bertahun-tahun lamanya aku melakukan hal ini. Sementara itu, darah masih mengalir. Aku ambil kapas kesekian (aku sudah tidak ingat lagi, mungkin keempat? Keenam?) dan melihat pantulan wajahkuContinue reading “[Cerita Pendek] Kapas Merah”

Mengakhiri Perasaanku dan Belajar Melepas Kepergianmu.

ketika aku melihat mereka berdua, rasanya sakiiit sekali. hatiku bagai di tusuk beribu ribu jarum, dan mataku memanas seketika. padahal, yang sedang berbahagia itu adalah sahabatku sendiri. sahabatku sudah menemukan seseorang untuk hidupnya.sahabatku sudah menemukan perempuan yang dia sukai. mengapa aku sulit untuk berbahagia atas kebahagiaannya? apakah mungkin karena dia mendapatkan seseorang yang bukan aku?Continue reading “Mengakhiri Perasaanku dan Belajar Melepas Kepergianmu.”

Jangan Berubah!

kau tak perlu sedingin itu terhadapku, kau tahu? apa salahku sebenarnya? kau membuatku merasa dirimulah yang sudah berubah!ya! kau sudah berubah!kau tidak bisa ku kenali. kau bukan sosok yang selama ini aku kenal. apa karena perpisahan kita, kau jadi seperti ini? aku sama sekali tidak menginginkan hal ini, kau tahu? kau tidak perlu sedingin ituContinue reading “Jangan Berubah!”