Light & Life

When 'The Light' walking in Life

Pada Suatu Masa — 15/06/2016

Pada Suatu Masa

Dulu… Aku pernah punya seseorang untuk aku sayangi.
Aku memanggilnya Gagak.
Dulu… Aku pernah merasakan rasanya jatuh cinta pada seseorang.
Rasanya sangat menyenangkan.
Gagak yang membuatku merasakan itu.
Tapi, sekarang sudah berbeda.
Aku kehilangan perasaan itu.
Aku dan Gagak sudah tidak bersama lagi.
Aku dan Gagak berpisah dengan cara yang paling buruk.
Kupikir itu sebabnya,
aku kesulitan untuk menyayangi orang lain lagi;
untuk benar-benar membuka hatiku pada seseorang.
Aku tidak suka perasaan kosong ketika aku, atau mereka pergi.
Rasanya menyakitkan.
Pada akhirnya, aku dan Gagak saling menyakiti.
Dan melupakan semua kenangan baik yang pernah dilalui.
Dan, aku menyesal.


Reference : https://nuii4u.wordpress.com/category/ketika-hidup/ketika-kamu-jatuh-cinta/

Kebencian Dalam Cinta. — 23/09/2011

Kebencian Dalam Cinta.

aku pernah mengalami jatuh cinta.

ini kisah cintaku.

– – –

dulunya kita adalah sahabat, kita berteman. kita bercerita.

hampir setiap hari aku tertawa karena dirimu.

kehadiranmu dalam hidupku memberikan aku warna lain dalam hidupku.

menyenangkan bisa mengenal dirimu.

kau mendekati aku, kau berusaha menarik perhatianku.

semua itu terasa menyenangkan untukku.

mungkin tanpa aku sadari,

akhirnya aku jatuh cinta padamu.

namun aku terlalu terlambat untuk menyadarinya.

seharusnya aku mulai sadar, bahwa sejak awal aku sudah menyukaimu.

semuanya sudah terlambat! terlambat!

– – –

saat itu aku bersama temanku, dan bertemu denganmu. aku merasakan ada yang berbeda dalam dirimu, itu kusadari begitu terlambat. temanku menyapamu, kamu tersenyum. aku hanya diam saja memandang wajahmu. tapi kamu tidak sama sekali melihat wajahku. kamu tidak melihatku! padahal aku ada di depan matamu! jarum pertama telah kau tusukkan dalam hati ini.

temanku berkata, ‘mau kemana?’

kamu menjawab ‘ke lapangan’

kamu terlihat sedang mencari cari seseorang, aku juga terlambat untuk menyadari hal itu. temanku terlebih dahulu menyadari arti gerak gerikmu  itu. dia menyadarinya, karena itu pula aku menyadarinya juga.

‘kamu nungguin ‘dia’ ya?’ temanku bertanya

hatiku terasa mati mendengar kata ‘dia’. aku menyadari semua hal yang tak kusadari sebelumnya. bahwa ‘dia’, menunjukan seseorang nya kamu. kamu yang memiliki ‘dia’

‘yaaah, kamu sudah punya pacar jadi sombong ya’ tambah temanku.

satu kalimat itu saja sudah membuat aku tersadar! dan ribuan jarum telah kau tusukkan padaku tanpa kau sadari. kau benar benar aktor yang hebat!

kau berperan seolah olah kau menyukaiku, dan kau mendekatiku.

lalu? pada akhirnya, kau mendapatkan yang lain.

aku menyesal!! aku menyesal setengah mati karena sudah memberikan kamu harapan!

aku menyesal karena sudah pernah menyukai kamu!

penyesalan ku adalah mengenal mu!

kau tahu? kau buta! kau tidak melihat ada seorang perempuan yang menunggu dirimu?

kau orang terkejam, yang telah melukai hatiku.

mengapa aku sempat terjatuh pada orang seperti kamu?

aku menyesal sudah mengenalimu jika akhirnya begini.

aku sudah mempercayaimu! aku sudah memberikan separuh hatiku untukmu, tapi apakah kamu tidak menyadarinya sama sekali? apa kamu tidak melihatnya? kamu tidak merasakannya?

sakit ini benar benar sakit, begitu kejamnya kau.

kaupun begitu cepat melupakan aku.

baguslah jika kamu melupakanku.

karena mulai sekarang, AKU JUGA AKAN MELUPAKANMU!

aku tak butuh seseorang yang berwajah dua.

biarlah luka dalam hati ini membekas, aku hanya akan menunggu hingga seseorang membawakan obat untuk hatiku.

– – –

setelah kamu memiliki ‘dia’, kamu melupakanku.

melupakan ku dengan cepat.

kita tidak pernah mengobrol lagi, tertawa lagi.

itu baik, aku mulai menikmati keadaan seperti ini.

tetapi sebagai gantinya, aku MEMBENCIMU setengah mati!!

aku tidak lagi berteman denganmu, karena berada didekatmu membuatku teringat akan pengkhianatanmu!

aku tak butuh seseorang yang seperti itu.

aku tidak butuh KAU.

semua perasaan ini ku akhiri dengan KEBENCIAN.

tak ada lagi rasa untuk dirimu. tidak ada.

kebencianku merupakan takdir untukmu!

takdirku, MEMBENCIMU!

Sebuah senyuman, sebuah tatapan. — 31/03/2011

Sebuah senyuman, sebuah tatapan.

Kadang,
kadang kita bertatap mata, tanpa diketahui oleh semuanya.
Kita pun tersenyum setelah itu.
Hmm, begitu manisnya saat itu.
Lalu, kitapun bertatap mata lagi, dan tersenyum lagi.. Terulang lagi kenangan manis itu..
Di saat kau tak memperhatikanku, aku memperhatikanmu, dimana kau berada, aku ingin tahu.. Selalu kucari.. Benar benar aneh bagiku. Apakah kamu selalu memperhatikanku juga?
Di kelas, aku melihat wajahmu yg sdang tidur tepat ke arahku, dan aku melihat tampangmu yg sdang tidur, begitu lucu, begitu manis.. Tentunya kamu takan menyadari perasaan ini bukan? Kamu takkan pernah tahu perasaan ini.. Kita saling tersenyum satu sama lain. Dan menatap satu sama lain.
Aku selalu ingin bertatapan denganmu, walaupun aku tahu itu TIDAK BOLEH, tapi tetap saja aku MENGINGINKANNYA. Tapi aku tahu, dan aku tak peduli.
Bahkan, ketika kamu memanggil namaku, aku segera mengenali bahwa itu suaramu! Membuatku segera menoleh padamu.
Andaikan kita tak begini, aku pasti bs menikmati saat saat kita bersama walau sebentar..
Aku ingin kamu menyebut namaku tiap hari, walaupun tiap hari kamu selalu MEMANGGIL NAMANYA! Andaikan kamu dapat menyadari perasaan ini, bagiku tak apa! Aku menghargainya..
Tapi aku tahu, semua ini takkan terjadi, kamu takkan tau apa yg kurasa.. Dan mustahil kita kan ‘lebih dekat’.. Takkan bisa kita menyadari perasaan kita satu sama lain.. Takkan pernah bisa! Tapi aku takkan melupakan sedikit kenangan yang kujalani bersamamu,
saat kita saling menatap dalam dalam satu sama lain, saat kita hanya bisa saling tersenyum, dan saat kita mengobrol walau sebentar.. Semuanya takkan pernah kulupakan!
Kenangan itu begitu manis, lembut..
Aku tak mungkin melupakan itu, kau tahu?

Ahh, andaikan kau juga memiliki perasaan yang sama denganku.. Tentunya, aku menjadi orang paling bahagia sedunia!

*semoga, suatu saat kita dapat bertatap mata lagi, dg sebuah senyuman ‘rahasia’. .hikachan.

Satu pengorbanan atas kerinduan. — 20/03/2011

Satu pengorbanan atas kerinduan.

Tuhan, betapa semua ini menyiksa batinku.
Kenapa harus ada ujian seperti ini? Adakah seseorang yang merasakan hal yg sma dg aku?
Tuhan, biarkan semua orang tahu. Bahwa aku sangat merindukan dia. Waktu dan tempat yg memisahkan aku dan dia sementara ini membuatku sedikit khawatir.
Aku tak terbiasa jika jauh darinya, aku biasa mendengar dia mengucap sapaan pagi padaku, dan menyebut namaku dg ceria.. Aku merasa kehilangan itu, padhal itu hanya sementara saja kan? Tuhan, apa yang harus aku lakukan dg perasaan ini? Aku bingung. Apakah dia merasakan hal yg sama denganku? Bahwa dia juga sama merindukan aku? Aku merindukan dia ya allah.. :-(
Harus kulabuhkan pada siapa lg perasaan ini? Aku hanya bisa bercerita padaMu ya allah..
Malam selalu menyiksaku dg kerinduan tiada akhir ini, aku hanya menatap kosong tak punya tujuan, yang kupikirkan hanya satu, bagaimana supaya aku dapat melabuhkan kerinduan ini pada dirinya. Malam yang kurasa memang kejam. Selalu membuat batin merana dan tersiksa. Tapi aku tak peduli, perih ini dalam batin karena kerinduan kubiarkan terus, karena ini bukti bahwa aku sangat menyayangi dirinya..
Biarlah malam terus menyayat batinku dg kerinduan sendirian tanpa seorang yang menemani. Aku bisa bertahan, sampai dia tahu bahwa aku disini selalu merindukan dirinya, selalu merindukan dia, sampai kapanpun.. Aku mau menahan sakit karena kerinduan ini demi dirinya seorang, demi gagakku!

.selamat menempuh ujian sekolah nunuii.

Dia yang membingungkan. —

Dia yang membingungkan.

Terus terang,
aku kurang mengerti perasaan dia.. Dia seperti seseorang yang sangat misterius, dg perasaan yang dia miliki.
Entahlah, tapi aku sangat ingin tahu perasaan yang dia miliki. Sungguh2 membuatku penasaran.
Kalian tahu? Dia seperti menyayangi 3 orang sekaligus, terkadang dia terlihat masih menyukai sahabatku, lalu kadang2 dia terlihat menyukai temannya sahabatku, dan yang terakhir, dia terlihat sangaat perhatian pada.. Diriku! Itu terlihat di mataku bahwa dia juga pernah menyukai aku. Dan itu sangat menyiksa batinku.
Aku sangat tersiksa! Tapi dirinya tak pernah memberitahu perasaan dia yang sebenarnya.. Aku tak bisa memaksa dia untuk memberitahu perasaan dia padaku, karena aku bukan siapa2 dia. Kenapa aku pernah menyukai dia ya?

Lebih baik aku membenci dia!
Aku tahu ini lebih baik daripada aku terus mempertanyakan perasaan miliknya yang sangat misterius, aku tak peduli lagi pada dia!

I hate you!
-curahan hati temanku, hika. Be patient sist! You will be okay!

Perasaan bahagia. — 09/03/2011

Perasaan bahagia.

:D
haha, aku bahagia sekali hari ini. Sangat bahagia!
Aku berhasil jujur terhadap perasaan milikku sendiri! :D
berbohong memang tak ada gunanya *saya sudah mengalami sendiri! Dan jujur adalah hal terbaik yang dapat di lakukan! *reality!

Aku menyukaimu gagak!! :-D
sungguh2 menyukaimu.
Aku pikir, kamu berubah, ternyata aku yang berubah..
Gagak, aku ingin selalu bersamamu!
Hari ini takkan pernah aku lupakan, apa yang terjadi antara kamu dan aku, ketika kita saling membuka diri terhadap perasaan kita satu sama lain.. Benar2 satu hal yg pantas di syukuri, kamu bs mengerti aku! :-) aku menyukaimu!
Ya allah, aku menyukai salah satu makhlukmu yang ku panggil gagak. :-) boleh yah? Aku menyukai dia?
Tetapi, :-(, apa dia merasakan seperti yang aku rasa sekarang? Aku gatau..
Yang jelas, hari ini dg ijin Allah, aku menjadi orang yg paling bahagia di bumi ini..
Walaupun, merasakan cinta, kadang harus melalui kesakitan dan penderitaan, tapi aku tetap ingin merasakan cinta! Karena didalamnya, lbh banyak perasaan bahagia di banding duka lara! Dan aku menerimanya! Andaikan gagak tau perasaanku malam ini.. Aku pastilah sangat senang!
Semoga, pengakuan kejujuran ini, menjadi awal yang baik bagi aku dan gagak! Amien.

*beberapajamyanglalu.
Gagak, menyayangimu! :-D

Kesalahanku akan perasaanmu. — 06/03/2011

Kesalahanku akan perasaanmu.

Maafkan aku..
Aku benar2 tak memiliki niat untuk menyakiti hatimu dg kata2ku.. Aku tak tahu, kata2ku akan membuatmu tak mempercayaiku..
Apa sesulit itu untuk mempercayai aku?
Apa aku tak pantas untuk kamu percayai?
Terlalu sulit kah?

Kini, engkau memutuskan menyendiri dariku.
Apa aku akan kehilangan dirimu?
Apa aku melepaskan dirimu saat kamu memutuskan pergi?
Kumohon, maafkan aku! Aku memang menyesal meragukan hatimu, kini kamu meragukan aku. Aku benar2 menyesal.
Aku memang tak pernah mensyukuri apa yang kupunya.
Tapi, aku menyadari satu hal,
bahwa kehadiranmu adalah sebuah anugerah, dan aku harusnya aku mensyukuri itu. Tapi aku terlalu ego untuk mengakuinya. Aku salah!
Berapa kali aku meragukan hatimu! Hatiku selalu goyah, tapi kamu tak pernah menyadari itu. Aku menyayangimu, dan tak ingin kehilangan kamu.
Tapi keraguan yang hanya datang sesaat ini menghancurkan perasaanku padamu. Kehilangan kamu, walau sementara, sungguh menyakitkan.
Kenapa aku harus mengalami ini akan cintaku sendiri?
Andaikan dalam cinta tak ada dusta, semuanya takkan terjadi seperti ini.

Apa yang harus aku lakukan, agar membuatmu kembali percaya akan perasaanku? Tahukah kamu, aku selalu menderita jika aku sendirian tanpa dirimu!
Aku, ingin kamu mempercayaiku lagi! Bahwa, satu2nya lelaki yang benar2 kucintai adalah dirimu. Burung hitam dalam kegelapan. Aku benar2 menyukai dan menyayangi kamu, kumohon maafkan aku! Maafkan aku..

Aku, masih pantaskah aku menyimpan hati ini untukmu?

Teruntuk : burung hitam dalam kegelapan.

Cinta tak berbalas. — 27/02/2011

Cinta tak berbalas.

Pagi yang cerah, ku membuka kenyataan yang telah tertutupi oleh pekatnya cinta yang membutakan..

Aku merasa tersadar bahwa aku adalah salah satu dari banyak orang yang telah terjebak cinta palsu dari dirimu. Aku pikir kamu baik! Kau tahu, aku mulai mempercayaimu, aku mulai peduli padamu! Di saat kamu hendak menangkap ku, kamu berpaling lagi padanya. Padanya! Betapa sakitnya hati ini. Aku juga bodoh karena aku mempercayaimu. Harusnya dari awal aku tak usah mengenalmu saja! Pertemuan pertama kita membawaku seperti ini. Pertemuan pertama, sudah kuletakkan perasaanku padamu. Tapi aku tak menyangka jadinya akan seperti ini, akan sesulit ini!
Aku tak mengerti dengan perasaanmu. Terkadang aku merasa kamu menyukaiku, tapi tak lama kemudian, kamu berpaling lagi pada perempuan lain! Aku tak bisa mengerti! Perasaanmu hanyalah sebuah teka teki bagi hatiku. Hatimu sebenarnya untuk siapa? Dia atau aku? Tolong jangan siksa hatiku untuk pertanyaan seperti itu. Ku ingin kamu mengerti bahwa aku ingin mendapat perhatian lebih darimu.. Apa kamu tak bisa merasakan perasaanku ini? Kau adalah penjahat.

Mungkin akan tiba saatnya semua ini kan terungkap. Dimana kau akan mengakui pemilik hatimu, dan aku akan mengungkapkan hatiku ini.

Setidaknya, perasaan ini akan tetap ku sembunyikan untuk menjaga perasaan orang orang yang menyayangi dirimu. Sampai saatnya tiba, mungkin aku bisa bersabar..

Aku berharap ini bukan sebuah perasaan terlarang antara aku pada dirinya.

Tapi detik ini kuputuskan, aku takan pernah mengenali mu lagi. Aku ingin membencimu!! Kau hanya membuatku berharap akan perasaan yang kutahu takan pernah kau beri untukku! Semuanya sia sia. Menyukai dirimu hanyalah sesuatu yang tak berguna! Aku menyesal sempat mengharap hatimu padaku. Sangat menyesal! Aku merasa di khianati, kau tahu? Aku takkan pernah jatuh dalam perangkap cintamu yang menyakitkan itu. Semuanya percuma! Aku benci menyukaimu, karena sudah ku tahu, perasaan ini takkan berbalas sampai kapanpun.. Takkan pernah kau lihat, karena perasaanku selalu ku sembunyikan didepan hatimu. Semuanya terbuang sia sia.

Aku tahu, cinta ku takkan berbalas padamu.
Mengharapkan cintamu, hanyalah impian kosong untuk mimpi cintaku.

-Hika’s feeling.

@hika, sabar temanku tersayang. Semuanya akan baik2 saja.