Setengah mati dirinya menginginkan untuk merasa hidup. Ingin hidup. Ingin hidup. Ingin hidup. Ingin hidup. Ingin hidup. Namun, dirinya tak mau merasakan sakit. Menakutkan. Menakutkan. Menakutkan. Menyakitkan.

Tapi, bukankah rasa sakit adalah bagian dari hidup?

Dengan rasa sakit itu, kamu merasa hidup.

Kamu hidup.
Kamu merasa takut. Kamu merasa sedih. Kamu merasa sakit.
Dengan semua perasaan itu, kamu hidup.

Kamu hanya perlu keberanian untuk merangkulnya.

HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP

Nanti kehilangan maknanya; sekedar huruf h, i, d, u, p.

Jika tidak mau merasakan sakit, lebih baik kamu […]
Itu sama artinya dengan tidak merasakan apapun; sakit juga.

Setengah mati dirinya menginginkan untuk hidup. Hidup. Hidup. Hidup. Hidup. Memangnya seperti apa hidup yang benar itu?
Bahkan, setiap perasaan yang menggelayuti hatinya adalah bukti bahwa ia hidup.

Hidup adalah ini.

Hidup adalah perasaan di dalam aku.

Hidup adalah aku.

Hidup adalah aku.

Advertisements

One thought on “Hidup Adalah Ini

  1. Kalo kata om-om botak yg dadakan jadi motivator: “Kita bukan hidup sekali. Kita hidup berkali-kali, tapi mati sekali.” Yoi, kita bisa hidup berkali-kali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s