Aku ingin mencoba jujur terhadap diri sendiri. Aku tidak akan membohongi diri sendiri lagi. Aku akan mengusahakannya. Sudah saatnya aku… aku… melepaskan belenggu ini. Selama ini, kunci dari belenggu ini ada di tanganku, namun aku menolak untuk melihatnya. Aku memilih untuk menderita karena belenggu yang ada di leherku. Aku yang memilihnya. Aku yang memilihnya!!! Kali ini… Kali ini… aku memilih untuk melepaskannya. Aku yang akan melepaskan belenggu itu.

Aku merindukan kebahagiaan.

Nyatanya, aku merindukan sedikit kebebasan dalam hidupku.

Aku akan belajar untuk jujur. Tidak apa-apa mengatakan bahwa… aku takut. Jika aku merasa cemas, aku juga akan mencoba untuk mengatakannya. Mungkin tidak mudah untuk melakukannya, tapi mengatakan aku tidak baik-baik saja juga akan membantuku dibandingkan berbohong mengatakan aku baik-baik saja. Mengatakan aku butuh sendiri juga lebih baik, dibandingkan menipu diri sendiri di tengah keramaian yang menyesakkan. Sesekali mengumpat juga boleh, karena terkadang hidup selalu penuh dengan kejutan. Menemukan kebahagiaan pada hal-hal remeh seperti sandal yang dipakai terbalik, jaket warna belel pilihan sendiri, lagu yang tidak banyak disukai orang-orang, gelang model kuno, surabi hangat yang disantap bersama di pagi hari, dan menyantap makanan enak bukanlah sesuatu yang memalukan untuk diakui. Nyatanya, aku menemukan kebahagiaan pada hal-hal itu. Berusaha menutupinya, hanya akan melukai diriku sendiri. Memiliki jerawat yang datangnya musiman, sebenarnya itu menyebalkan dan aku tidak baik-baik saja; tapi rasanya cukup menyenangkan karena aku bisa belajar memberikan sugesti kepada diriku sendiri. Cinta pertamaku tidak berjalan dengan baik karena kebodohan yang aku lakukan saat aku masih naif dulu; aku melepaskan seseorang yang sangat berharga bagiku, dan aku menyesalinya sampai saat ini. Aku ingin kembali ke masa itu, dan memperbaiki semuanya. Tapi waktu tidak bisa diulang kembali, sekeras apapun kamu meminta. Walapun menyakitkan, tapi kurasa akhir-akhir ini aku mensyukuri apa yang sudah terjadi; aku akan belajar mengenang perasaan akan cinta pertamaku dengan penuh rasa syukur. Kemarin, Ibuku mengatakan bahwa aku gendutan, dan itu menyebalkan. Pipiku bertambah chubby, katanya. Aku sempat takut berat badanku naik, tapi makanan enak selalu membuatku bahagia dan enakan. Aku sangat suka minuman Teh Kotak walaupun aku tahu itu minuman manis yang tidak menyehatkan (aku agak terobsesi dengan minuman yang satu itu), dan Ibuku mengkhawatirkan aku yang terlalu sering meminumnya. Ada beberapa barang rahasia yang aku sembunyikan di dalam kamarku, dan kedua orang tuaku juga adikku tidak mengetahuinya. Astaga! Jangan berpikir yang aneh-aneh dulu! Itu barang yang biasa saja; sisa-sisa dari masa kanak-kanakku dulu dan aku masih menyembunyikannya dengan baik sampai saat ini. Aku senang menyimpan banyak hal; mungkin ini aneh, tapi aku masih menyimpan dengan baik nilai-nilai ulanganku saat aku masih SD, potongan dari lantai tehel yang dulu dipakai di rumahku sebelum rumahku direnovasi, batu warna hitam yang aku ambil di suatu rumah yang tidak aku kenal di suatu komplek dekat rumah nenekku karena bentuknya bagus dan warnanya mengkilat, surat-surat yang aku tulis untuk teman sebangku ku saat aku masih SD dan SMP, surat pertengkaran dengan sahabatku waktu SMP, struk belanja, nomor peserta saat aku ikut lomba sinopsis tingkat SD, stiker, diary, hadiah yang diberikan teman-teman SD waktu hari ulang tahunku, kertas binder hasil tukar menukar dengan teman-teman waktu SD, dan masih banyak lagi. Dan masih banyak lagi. Masih banyak!!!

Apakah itu menjelaskan sedikit tentang diriku?

Aku kerap kali menyimpan segalanya di dalam diriku sendiri. Rasanya lega sekali bisa menuangkannya sebagian seperti ini. Sangat lega!

Mulai saat ini… kurasa aku akan mencoba menyebarkan kepingan-kepingan diriku pada dunia ini, dan membiarkan mereka tahu sedikit tentang aku. Aku akan mencoba jujur terhadap diriku lebih sering lagi, karena aku menyayangi diriku. Aku ingin mencoba peduli terhadap apa yang aku rasakan, sehingga aku bisa mengerti dan memahami orang lain lebih baik lagi.

Aku akan mencobanya!

Dan, berusaha!

Advertisements