PROLOGUE

Akhirnya berkesempatan untuk menonton karya lain dari Studio Ghibli. Siapa sih, yang tidak kenal dengan Studio Ghibli? Siapapun yang pernah menonton Spirited Away, atau Tonari no Totoro pasti tahu dengan studio kenamaan ini ^^ Dari beberapa film produksi Studio Ghibli yang pernah aku tonton, yang paling berkesan untukku adalah film Spirited Away, dan sekarang aku tak sabar untuk menonton karya lain dari Studio Ghibli yaitu Kaguya Hime no Monogatari atau The Tale of Princess Kaguya.

Detail Film

Sinopsis :

Deep in the countryside, a man named Okina works as a bamboo cutter in a forest, chopping away at the hollow plants day after day. One day, he discovers a small baby inside a glowing shoot. He immediately takes her home, convinced that she is a princess sent to Earth as a divine blessing from heaven. Okina and his wife Ouna take it upon themselves to raise the infant as their own, watching over her as she quickly grows into an energetic young girl. Given the name Kaguya, she fits right in with the village she has come to call home, going on adventures with the other children and enjoying what youth has to offer.

But when Okina finds a large fortune of gold and treasure in the forest, Kaguya’s life is completely changed. Believing this to be yet another gift from heaven, he takes it upon himself to turn his daughter into a real princess using the wealth he has just obtained, relocating the family to a mansion in the capital. As she leaves her friends behind to enter into an unwanted life of royalty, Kaguya’s origins and purpose slowly come to light.

(Sumber : https://myanimelist.net/anime/16664/Kaguya-hime_no_Monogatari?q=kaguya%20hime%20)

Alasan Nonton Film Ini

Sebenernya nama Kaguya sudah tidak asing lagi. Tapi tetap saja, nama Kaguya-nya itu lho yang bikin penasaran! Buat kamu yang mengikuti serial Naruto saat menjelang episode-episode terakhir, pasti sudah tahu dengan nama Kaguya. Dan, dalam beberapa hal, nama Kaguya ini cukup sering ditemui dalam beberapa judul anime.

Hanya saja, aku tidak tahu kalau Kaguya ini berasal dari salah satu cerita rakyat di Jepang. Wow! Aku baru tahu setelah menonton film ini.

Well, alasanku menonton film ini karena melihat official posternya yang sangat cantik. Aku suka. Dan karena itulah, aku jadi penasaran. Seperti apakah cerita dari seorang anak gadis yang tengah menengadahkan kepalanya kepada kelopak bunga sakura sambil tersenyum. (Daaan, tambahan terakhir, film ini dari Studio Ghibli, tentu saja aku jadi penasaran!)

10552912665_d89ffab14f_o
Ini dia official poster yang aku maksudkan :) Cantik, kan? – Credit to Studio Ghibli

Review

[WARNING : SPOILER]

“Oh! Ternyata agak mirip cerita timun mas yang pernah aku baca saat SD!”

Begitulah kesan pertamaku setelah menonton beberapa menit awal film ini. Dalam film ini, diceritakan seorang kakek menemukan bayi dalam rebung di hutan (Rebung itu anak bambu bukan, sih?) Dia menganggap anak itu merupakan berkat dari langit. Bukan main senangnya si Kakek menemukan bayi itu. Kelak, bayi itu di namakan Kaguya-hime (Putri Kaguya)

Masa kecil Kaguya dibesarkan di pedesaan yang asri. Hijaunya pegunungan, jernihnya air sungai yang mengalir, tumbuh-tumbuhan yang bisa di makan. Kaguya juga berteman dengan anak-anak desa. Kaguya juga sering bernyanyi bersama mereka. Pokoknya masa kecil Kaguya itu menyenangkan! Dia tumbuh menjadi anak yang ceria, aktif, ingin tahu banyak hal, dan lain-lain. Tumbuhnya juga cepat. Maksudku, dia cepet banget dari bayi yang masih merangkak lalu bisa jalan. Dia memang ajaib.

Melihat scene yang satu itu; tempat di mana Kaguya menghabiskan masa kecilnya, mau ga mau bikin aku sedikit iri. Aku selalu ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang dibesarkan di daerah pedesaan yang seperti itu; dikelilingi pegunungan, hutan, pepohonan yang rindang, suara sungai, banyak rumput hijau. Aku sudah bisa membayangkan bahwa aku akan banyaaaaaak sekali melakukan petualangan dan berkhayal. Pastinya menyenangkan! Kurasa Studio Ghibli berhasil menunjukan perasaan itu padaku melalui film ini :)

Lalu, kemudian si Kakek tua menemukan emas dibalik batang bambu yang ia potong. Itu terjadi setelah Kaguya bisa dikatakan tumbuh cukup besar. Dan, setelah itu, kehidupan Kaguya berubah drastis. Dari sana, aku sudah punya firasat jelek :( Seorang manusia yang menemukan emas begitu berlimpah, pasti hidupnya akan banyak berubah. Entah itu akan menuju pada hidup yang lebih baik, atau malah lebih buruk. Pokoknya, saat si Kakek menemukan emas, aku tahu sesuatu yang buruk akan terjadi. Aku memikirkan berbagai kemungkinan, seperti : Si Kakek menjadi serakah, Si Kakek hidup kaya, Si Kakek meninggalkan pedesaan, dan lain sebagainya.

Well, ternyata dugaanku tidak terlalu meleset. Si Kakek menganggap bahwa emas itu adalah pemberian dari langit untuk Kaguya, agar Kaguya diperlakukan sebagaimana harusnya; menjadi seorang putri. Si Kakek menganggap bahwa Kaguya harus diperlakukan sebagai seorang putri dengan adanya emas-emas itu, maka pada saat itu juga Si Kakek dan Istrinya membawa Kaguya ke kota untuk menjadi seorang putri.

Tentu saja, seorang Kaguya yang hidup dengan bebas di pedesaan tidak cocok dengan kehidupan menjadi seorang putri yang serba dibatasi. Melihat kesedihan Kaguya, aku jadi ikutan sedih juga. Dan Si Kakek yang sama sekali ga peka dengan perasaannya Kaguya bikin aku jengkel. Asli jengkel banget. Yang dia pikirkan cuma, “Syukurlah! Syukurlah! Ini berkah dari langit!” dan lain sebagainya. Kakek sama sekali tidak mencoba untuk memikirkan perasaan Kaguya, padahal tujuan Kakek juga ingin membuat Kaguya bahagia. Si Kakek menyuruh Kaguya duduk diam mengikuti perayaan, mengikuti tata cara menjadi seorang putri, tidak memperbolehkannya bertemu dengan siapapun… Bagaimana perasaannya Kaguya yang merasa terkurung seperti itu, astaga, rasanya pasti kesepian.

Mungkin perasaan sedih Kaguya akhirnya mencapai titik maksimal dalam hidupnya, sampai-sampai ia memohon kepada Bulan agar membawa ia pergi dari istana itu. Kejadian itu dipicu karena seorang pangeran yang secara tiba-tiba memeluk Kaguya dari belakang (pangeran-siapapun-itu-namanya ngeselin banget asli, masa peluk tiba-tiba kayak gitu, kan nyeremin :( huhuhu). Pada akhirnya, Kaguya sadar bahwa waktunya di bumi ini hanya sebentar lagi, karena Bulan menjawab permintaannya. Kaguya sendiri tidak ingin pergi begitu cepat dari Bumi, tapi Kaguya sadar bahwa semuanya sudah terlambat…

Momen-momen terakhir dalam film ini, aku merasa diharkosin banget sama Studio Ghibli. Well, soalnya saat momen-momen terakhir, Kaguya terbang menjelajahi langit bersama Sutemaru-nii chan. Aku sukaaaaaaaaa sekali momen itu; mengingatkan aku pada momen Sen dan Haku di film Spirited Away buatan Studio Ghibli juga. Hanya saja, di situ aku juga sadar, Sutemaru sudah menjadi pria beristri dan mempunyai anak, dan kukira Studio Ghibli ngga akan membuat ceritanya menjadi Sutemaru yang pergi kabur meninggalkan istri dan anaknya untuk “berlari” bersama Kaguya. Rasanya, dilihat dari sisi mana pun, itu sama sekali tidak baik. Hehehe.

Hanya saja, pada saat momen itu, aku berharap kalau Kaguya punya akhir yang bahagia bersama Sutemaru. Kalau saja si Kakek tidak membawanya pergi dari desa sesaat setelah ia menemukan emas itu, mungkin saja Kaguya bisa hidup bahagia bersama Sutemaru. Sejak perjumpaan pertama Kaguya dan Sutemaru, entah kenapa aku bisa merasakan ‘sesuatu’ di antara mereka, dan aku berharap mereka bisa berakhir bersama dengan bahagia. Yah… Harapan cuma tinggal harapan :’)

Yang Aku Dapatkan

Sedikit banyak aku mulai memahami bahwa anak yang baru lahir itu seperti sebuah kanvas yang kosong. Bagaimana kanvas itu akan diisi, orangtua punya peranan dalam hal itu. Apakah kanvas itu akan diisi oleh banyak kebahagiaan… Ataukah diisi dengan kesedihan.

Kaguya memang punya pilihan pada saat itu, tapi dia tidak bisa begitu saja mengabaikan si Kakek dan istrinya yang sudah membesarkannya dengan baik. Bagaimanapun, mereka adalah kedua orang tua Kaguya. Hanya saja, aku benar-benar menyayangkan sikap si Kakek yang senang mengambil keputusan sendiri tanpa menanyakan bagaimana perasaan Kaguya. Itu membuatku sedih. Untuk seseorang yang sudah cukup lama hidup bersama, seharusnya si Kakek bisa lebih peka terhadap perasaan rindu Kaguya pada pedesaan, dan seharusnya juga si Kakek melihat bahwa Kaguya “merasa lebih hidup” saat ia berada di pedesaan tempat ia tumbuh, bukannya di dalam istana yang penuh dengan aturan dan tiada teman yang menemaninya.

Aku tidak mau menjadi orang tua yang seperti itu. Kuharap, beberapa tahun yang akan datang, aku akan menjadi orang tua yang baik untuk anak-anakku. Aku tidak akan memaksakan apa yang menurutku baik kepada anak-anakku. Aku ingin kebahagiaan mereka menjadi kebahagiaanku juga :)

EPILOGUE

Kaguya-hime no Monogatari adalah sebuah cerita yang pantas ditonton oleh siapapun, baik remaja maupun orang dewasa. Kisahnya ringan dengan grafis yang menurutku unik dan menenangkan. Pesan yang ingin disampaikan oleh film ini, mungkin akan berbeda-beda setelah ditonton bagi tiap penonton. Apapun itu pesannya, film ini menarik untuk ditonton kala senggang bersama keluarga :)

Semoga kalian menikmati film ini sama seperti aku menikmatinya :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s