PROLOGUE

Kenapa ya, ngga dari dulu aku nonton film ini? Aku bahkan sempat melihat adaptasi manga-nya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia di toko buku langgananku. Sekarang aku menyesal, kenapa ngga dari dulu aku nonton film ini… Setelah menonton film ini, aku merasa perasaanku campur aduk. Susah untuk dijelaskan.

Detail Film

Sinopsis :

Hana, a hard-working college student, falls in love with a mysterious man who attends one of her classes though he is not an actual student. As it turns out, he is not truly human either. On a full moon night, he transforms, revealing that he is the last werewolf alive. Despite this, Hana’s love remains strong, and the two ultimately decide to start a family.

Hana gives birth to two healthy children—Ame, born during rainfall, and Yuki, born during snowfall—both possessing the ability to turn into wolves, a trait inherited from their father. All too soon, however, the sudden death of her lover devastates Hana’s life, leaving her to raise a peculiar family completely on her own. The stress of raising her wild-natured children in a densely populated city, all while keeping their identity a secret, culminates in a decision to move to the countryside, where she hopes Ame and Yuki can live a life free from the judgments of society. Wolf Children is the heartwarming story about the challenges of being a single mother in an unforgiving modern world.

(Sumber : https://myanimelist.net/anime/12355/Ookami_Kodomo_no_Ame_to_Yuki)

Alasan Nonton Film Ini

Sebenernya film ini udah rajin banget nangkring top 50-nya myanimelist. Waktu itu, aku masih inget, sering ngecekin anime Fullmetal Alchemist Brotherhood di myanimelist ada di rangking ke berapa. Itu salah satu anime favoritku lho, jadi jangan aneh kalo aku sering banget ngecekin hehehe. Dan, yap. Aku lihat film ini di sana.

Terus, beberapa teman dan senior di kampus juga udah pada nonton film ini. Cuma, waktu itu aku belum begitu tertarik untuk nonton. Maksudnya, ngga bener-bener sampai pengen banget nonton (sekarang aku nyesel kenapa aku ngga nonton film ini secepatnya)

ookami-kodomo-no-ame-to-yuki-bd720pccd66414-mkv_snapshot_00-06-29_2016-10-05_16-21-05
Salah satu scene favoritku :)

Daaan, ratingnya di myanimelist menurutku cukup bagus! (Aku ngga tahu ukuran sebuah film di myanimelist di sebut bagus atau ngganya berapa) Tapi terakhir kali aku melihat ratingnya adalah 8.84 dan berada di posisi ke 21 (tanggal 05/10/2016) Kayaknya, kalo udah skor di atas 8, berarti udah cukup bagus kan?

Nah, entah kenapa hari ini aku kepengen aja nonton film ini. (Tidak ada alasan pun, tidak apa-apa kan? Kkkkk) Mungkin karena aku membutuhkan asupan film yang bagus dan bermakna ^^ Dan ya, aku mendapatkannya dari film ini :)

Review

[WARNING : SPOILER]

1447311897451
Credit to Studio Madhouse

Sebenernya sebelum aku menonton film ini, aku sudah punya beberapa bayangan apa yang akan terjadi ke depannya. Mungkin saja, warga akan tahu bahwa Ame dan Yuki adalah manusia serigala. Lalu Hana, Ame, dan Yuki akan di usir sehingga mereka harus tinggal di pegunungan. (Oh astaga, salahkan imajinasiku)

Lalu… Aku juga ngga menyangka bahwa suaminya Hana, si manusia serigala, akan berakhir seperti itu. Maksudku, aku tahu dia bakal menghilang, karena di official poster yang aku lihat di myanimelist, si suaminya Hana udah ngga ada. CUMA! Cuma… Aku ngga nyangka bahwa dia berakhir seperti itu. Astaga /pedih sekali/ Dari dalam hati, aku udah ngomel-ngomel, “Awas aja ya, kalo misalnya dia kabur ninggalin Hana.” Kayak gitu. Tapi ternyata… Tapi ternyata… Oh astaga.

Dan si AME! Si bungsu! Si anak laki-laki!

Dia yang meninggalkan kesan paling ngga enak untukku. Entahlah, aku ngga rela dia harus meninggalkan Ibunya seperti itu. Kenapa kenapa kenapa kenapa KENAPA! Bagian itu bikin nyesek. Aku masih ngga rela Ame pergi seperti itu, untuk menjadi penjaga gunung? Aku sampai-sampai bilang, “Ame geblek banget si kamu.”

Cuma… (lagi-lagi cuma)

Aku juga paham. Paham kenapa dia melakukan hal itu. Paham kenapa memilih jalan itu. Dan sebagai seorang Ibu, Hana tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ame sudah sangat yakin dengan jalan hidupnya; menjadi serigala yang menjaga wilayah “sensei” nya di pegunungan. Ame sudah sangat yakin ingin menjadi serigala.

Sebenernya, aku juga paham kenapa Ame menyelamatkan Ibunya (Hana) yang berusaha mencari dirinya di hutan saat hujan lebat. Bukannya mengembalikannya ke rumah, tapi Ame malah menyelamatkan Ibunya ke pinggir jalan. Mungkin… Mungkin, jika pada saat itu Ame pulang kembali ke rumah, dia akan merasa ragu dengan pilihan yang dia ambil. Dia ngga akan sanggup melepas rumahnya dan Ibunya dan segala barang-barang yang menyimpan kenangan miliknya di sana. Makanya dia memilih menyelamatkan Ibunya –mengeluarkannya dari hutan, dan meletakannya di pinggir jalan- supaya ada seseorang yang melihatnya. Pada saat Ibunya memanggil Ame supaya jangan pergi, Ame juga sempat merasakan sekelebat rasa ragu, tapi pada akhirnya dia berpaling dan sudah menetapkan bahwa ia akan pergi dari sisi Ibunya. Itu… Itu… Walaupun aku tidak bisa menerimanya, entah kenapa aku bisa memahaminya.

Ohya, pada saat kepindahan Hanna-Yuki-Ame ke pedesaan, entah kenapa adegan itu mengingatkan aku pada film Tonari no Totoro. Suasanya pedesaannya itu lho… Dan halaman rumah Hana. Itu benar-benar mengingatkanku pada film itu. Aku suka sekali suasananya. Dan aku paling suka dengan keakraban dan kehangatan orang-orang desa di sana ^^ Walaupun pada awalnya, orang-orang desa menggosipkan Hana, pada akhirnya mereka malah berbuat baik pada Hana dan memperlakukan Hana dengan baik. Hana tidak perlu berbicara apapun untuk menjelaskan siapa dirinya kepada mereka. Pada akhirnya, yang membuktikan adalah sikap Hana sendiri yang tidak mudah menyerah, dan selalu ingin belajar ^^ Itu keren sekali, menurutku.

Secara keseluruhan, ceritanya mengalir dengan baik. Rasanya tidak ada hal yang aneh. Semua-nya terasa pas. Dari mulai pertemuan Hana dengan si manusia serigala yang karismatik (dia harus meninggal karena tuntutan cerita, aku tahu, tapi aku berharap di dimensi lain Hana berkumpul dengan lengkap bersama keluarga kecilnya itu) kemudian mempunyai dua anak, dan suami Hana meninggal, lalu Hana yang pindah ke pedesaan. Di pedesaan, Hana membangun kembali hidupnya perlahan-lahan, kemudian Yuki yang mulai masuk sekolah diikuti Ame. Dan disanalah konflik-nya dimulai. Yuki yang ingin hidup sebagai manusia, dan Ame yang ingin hidup sebagai serigala. Cerita-nya di akhiri dengan pas; ngga dibuat-buat (walaupun aku sendiri masih agak ngga puas :( I WANT MORE)

Yang Aku Dapatkan

Detail film, check.

Review, check.

Sejujurnya, sepertinya ini pertama kalinya aku menulis sebuah review untuk film. Entah kenapa, aku ingin menuliskan “yang aku dapatkan” ketika menonton suatu film. Aku berpendapat bahwa setiap kita menonton film, diri kita akan berubah dari diri yang sebelumnya. Dalam beberapa cara yang tidak aku pahami, film yang ditonton itu akan memberikan suatu pengaruh ke dalam diri; entah itu pengaruh baik, ataupun buruk. Intinya, yang ingin aku sampaikan : kita adalah sesosok yang berbeda dari diri kita yang sebelumnya setelah menonton suatu film, karena satu atau dua hal dalam film itu mengubah diri kita :)

Setidaknya, melalui film ini aku mendapatkan sebuah pesan bermakna.

Pencerahan.

Suatu perasaan.

Ketika usai menonton film ini, aku merasa agak sesak. Juga pedih. Terutama karena kepergian Ame dari Ibunya. Aku merasa tidak rela melihat Ame pergi. Aku mau-ga-mau jadi bertanya pada diriku sendiri : seandainya aku ada di posisi Hana, apakah aku bisa merelakan dan melepas kepergian Ame? Bisakah aku?

Tapi… Pada saat itu juga aku paham. Ketika menjadi seorang Ibu, suatu hari nanti seorang Ibu akan bertemu dengan satu titik di mana ia melepaskan kepergian anaknya yang sudah menjadi dewasa. Entah itu untuk mencari kerja, atau pada pilihan hidup yang ia yakini, atau juga karena menikah. Seorang Ibu akan bertemu dengan hal itu, dan ia akan menghadapinya. Mungkin rasanya berat. Susah. Ia akan selalu merasa bahwa ia belum melakukan apa-apa untuk anaknya. Juga akan ada banyak perasaan khawatir untuk anaknya. Tapi, yang bisa seorang Ibu lakukan adalah mempercayainya. Mempercayai keputusan anaknya. Melepaskannya.

Kurasa bagian terberat menjadi seorang Ibu adalah membesarkan anak dan kemudian melihat anak itu pergi meninggalkannya menuju kehidupan yang ia pilih. Aku tidak tahu apakah ini benar atau tidak, karena aku belum pernah menjadi seorang Ibu. Lebih tepatnya mungkin calon Ibu ya… Aamiin.

Sosok Hana yang ada di film ini juga menjadi sosok yang menginspirasiku. Aku ingin menjadi seperti Hana; hatinya bersih, pekerja keras, tidak pernah mengeluh, menyayangi anak-anaknya walaupun anak-anaknya seorang manusia serigala. Aku ingin menjadi seperti Hana. Aku ingin menjadi seorang Ibu seperti Hana.

Yuki juga. Walaupun bagiku Yuki tidak terlalu berkesan dalam film ini, tapi aku sungguh-sungguh kagum pada keberaniannya untuk mengakui rahasianya pada teman sekelasnya; bahwa ia seorang manusia serigala. Mengakui suatu rahasia yang sangat-sangat-sangat berkaitan dengan inti diri sendiri, tentu sangat menakutkan. Apalagi mengakui bahwa Yuki adalah seorang manusia serigala pada seseorang yang berharga… Itu butuh keberanian yang besar, mengingat resikonya seperti penolakan, diacuhkan, dan lain sebagainya. Aku mengagumi keberanian Yuki. Mungkin, aku tidak akan pernah punya keberanian seperti yang dimiliki oleh Yuki untuk mengungkapkan rahasia terdalam milikku sendiri.

Aku bersyukur karena sudah menonton Ookami Kodomo no Ame to Yuki, karena film ini membantuku menyadari perasaan-perasaan itu ^^

EPILOGUE

Film ini sangat aku rekomendasikan untuk para remaja yang sudah matang. Kukira ada beberapa adegan yang butuh bimbingan dari orang tua jika teman-teman yang masih belum cukup umur ingin menonton film ini ^^

Satu kisah hangat dari sebuah keluarga manusia serigala yang membuatku menyadari betapa pentingnya dan berharganya peran seorang Ibu dalam hidup seorang anak.

Kalian harus menonton sendiri film ini ^^

Semoga kalian menikmati film ini sama seperti aku :) []

4 thoughts on “Resensi Film “Ookami Kodomo no Ame to Yuki” (The Wolf Children)

    1. Kalo saya malahan belum pernah baca komiknya. Baru lihat penampakannya di toko buku :’) Iya asli pas bagian Ame pergi, itu rasanya ada yang hancur gitu lho di dalam hati teh :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s