Foto ini diambil pada tanggal 2 April, ketika aku sedang menaiki bus damri menuju Jatinangor sepulang dari Gramedia. Hanya melihat foto ini saja, berbagai kenangan muncul dalam pikiran. Khususnya tentang Bapak, dan teman yang menemaniku duduk di dalam bus ini. Teman yang satu ini… Aku bersyukur dia tidak banyak bicara. Aku bersyukur dia tidak banyak bertanya. Kami bicara sekedarnya saja; hal-hal yang penting untuk diucapkan. Lalu, kami menikmati keheningan yang tidak memekakkan. Keheningan yang rasanya begitu nyaman. Karena segala sesuatu itu butuh ‘jeda’, dia memberikannya kepadaku. Dan itu cukup bagiku. []

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s