Meramal Bulan Ramadhan di Rancaekek

Sangat mudah untuk meramal kedatangan bulan Ramadhan di Rancaekek. Yang kamu butuhkan hanyalah kejelian dan kepekaan untuk melihat situasi. Dan, voila! Kamu akan mengetahui begitu saja, bahwa sebentar lagi bulan Ramadhan akan tiba.

Ada beberapa tanda-tanda yang muncul di Rancaekek menjelang bulan Ramadhan. Dan tanda-tanda itulah yang menjadi petunjuk bahwa bulan Ramadhan sudah dekat :) Seakan-akan mengingatkan kita bahwa sebentar lagi bulan yang dirindu-rindukan dan dinanti-nantikan oleh umat Islam akan datang menghampiri kita.

Aku merasa lucu saja. Lucu dalam artian yang menyenangkan. Karena tanda-tanda ini selalu muncul dan selalu aku temukan menjelang bulan Ramadhan di Rancaekek. Entah hanya aku saja yang menyadari pertanda ini, atau yang lain juga menyadarinya? Hanya saja, pertanda ini terlalu jelas untuk diabaikan.

Setidaknya ada dua pertanda yang menandakan bahwa bulan Ramadhan sebentar lagi datang di Rancaekek :

Kembang api. Tahu ngga? Menjelang Ramadhan, sepanjang jalan Dangdeur menuju arah Kaum akan bermunculan pedagang-pedagang petasan, kembang api dan sejenisnya di pinggir jalan. Ini menjadi pemandangan musiman bagiku :) Cuma ada pada saat menjelang bulan Ramadhan, saat bulan Ramadhan, dan mungkin juga menjelang pergantian tahun baru. Dan pada tahun ini, aku menemukan hal yang sama. Rasanya sama seperti tahun yang lalu, tapi dengan perasaan yang berbeda. Tentunya diriku yang merasakannya juga sudah berbeda.

Aku tidak mengerti kenapa pedagang-pedagang ini menjual petasan di bulan Ramadhan. Di Rancaekek, petasan dibeli oleh anak-anak kecil dan remaja, kemudian menyalakannya di halaman mesjid saat shalat taraweh hendak dilaksanakan. Dan bunyi ketika petasan itu dinyalakan menggangguku dan juga jamaah lain. Tapi diantara kami, tidak ada yang menegur tingkah anak-anak itu. Jadi dari tahun-ke-tahun, bunyi petasan ini selalu mengiringi solat taraweh kami di mesjid. Lama kelamaan, aku menjadi terbiasa. Rasanya seperti memang seharusnya bunyi petasan itu menjadi bagian dari proses solat taraweh yang kami lakukan di mesjid :”)

Tapi, aku juga tidak bisa menyalahkan para pedagang petasan itu. Tidak berhak seseorang melarang mereka untuk berjualan petasan. Mereka juga mencari rezeki. Mungkin, yang sama-sama kita butuhkan adalah kesadaran diri. Perasaan untuk menghargai orang lain yang sama-sama mempunyai hak seperti hak yang kita punya untuk diri sendiri.

Jadi, kalau kamu mulai melihat pedagang petasan mulai bermunculan di jalan Dangdeur, itu artinya sebentar lagi bulan puasa alias bulan Ramadhan akan datang :)

Mini market penuh. Penuh di sini, bukan penuh oleh pengunjung. Tapi penuh karena item-item Ramadhan. Minuman khas bulan Ramadhan, yaitu Marjan? Hihihihi. Buatku, entah kenapa Marjan ini selalu identik dengan bulan Ramadhan. Kalau Marjan mulai dijajakan di minimarket sekitaran Rancaekek, itu artinya bulan Ramadhan sebentar lagi akan tiba! Rasanya senang saja sih, bisa menemukan kembali Marjan :”) Dan minimarket mendadak dipenuhi oleh minuman ini hihihi. Benar-benar sungguhan, bahwa bulan Ramadhan sudah di depan mata.

Bukan cuma Marjan saja, tapi minimarket juga mulai menyetok kue kering dalam kaleng, kurma, minuman tjampolay, dan masih banyak lagi. Rasanya menyenangkan bisa melihat dan menemukan kembali barang-barang itu!! Aneh saja, perasaan yang ditimbulkan di dalam diriku karena melihat Marjan, kurma, dan kue-kue kering dalam kaleng di minimarket. Sekali lagi, seakan-akan menegaskan kembali kedatangan bulan Ramadhan.

11218625_852409728214799_5788923893274313210_n
Source : memecenter.com

Dan dua pertanda itulah yang memberitahuku bahwa bulan Ramadhan sebentar lagi tiba! Bahkan dalam hitungan hari, sebentar lagi aku akan melaksanakan shalat tarawih pertamaku :’) (Aamiin) Perasaan nostalgia membanjiriku! Aku kangen sekali dengan suasana Ramadhan :’)

Aku sudah bisa membayangkan suasana Ramadhan di Rancaekek. Jalanan Dangdeur pasti akan macet sekali menjelang magrib. Toko-toko baju di pinggir jalan akan penuh oleh orang-orang yang ngabuburit. Tukang Es Campur Agunsa di Dangdeur pasti akan kewalahan melayani pelanggan-pelanggannya. Wah, sudah terbayang deh! ^^

Aku berharap, seluruh keluargaku diberikan umur, kesehatan, dan rezeki untuk melalui bulan Ramadhan tahun ini, sehingga mereka masih bisa memanjatkan puji dan syukur kepada Allah atas segala karunia yang tiada henti diberikan oleh-Nya.

Kuharap kami semua berhasil menjalani bulan Ramadhan tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya. Aamiin :))

Marhaban ya Ramadhan…
Marhaban ya Ramadhan…
Marhaban ya Ramadhan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s