Tiga Tahun yang Lalu di Bulan April

image
Source : http://pin.it/19wu4_Z

Tiga tahun yang lalu, di bulan April, aku diharuskan memilih. Padahal aku tahu, bahwa aku paling tidak suka disuruh untuk memilih, apalagi jika resiko yang dibawanya besar. Aku tidak suka. Namun pada saat itu,

pilihan yang aku ambil nantinya, akan menentukan hidupku kedepannya seperti apa. Dan… Resikonya, ditanggung sepenuhnya sendiri olehku. Aku memang harus memilih pada saat itu, dan aku tidak bisa menghindarinya.

Tiga tahun kemudian -saat ini- di bulan April pula, adikku harus memutuskan pilihan hidupnya. Sama seperti aku pada tiga tahun yang lalu, adikku juga merasa ragu dan takut juga bimbang (walaupun sesaat) akan pilihan yang akan diambilnya.

Kami berdua sudah memilih.

Ada banyak kecemasan dan ketakutan yang menyertai aku dan adikku saat hendak memilih. Ada banyak pertanyaan yang tidak memiliki jawaban, berputar-putar dalam pikiranku saat itu. Apakah aku sudah memilih yang benar? Apakah ini yang terbaik untukku? Bagaimana jika aku salah memilih? Bagaimana jika yang kupilih adalah yang terburuk? Mungkin adikku juga akan mengajukan pertanyaan yang sama. Dia merasakan apa yang kurasakan tiga tahun yang lalu di bulan April.

Bertanya kepada siapapun, aku takkan mendapatkan jawabannya. Mereka sama tidak tahunya denganku. Sedangkan Tuhan, merahasiakannya kepadaku. Aku… Pada saat itu memercayakannya saja kepada Tuhan. Aku ingin memercayai bahwa Tuhan tahu apa yang terbaik untuk setiap orang. Termasuk mengenai pilihan yang telah aku ambil.

Dan nyatanya, sekarang aku berada di sini.

Aku ada di sini. Tepat pada pilihan yang sudah aku ambil tiga tahun yang lalu, di bulan April, di mana aku-di-tiga-tahun-yang-lalu sama sekali tidak bisa membayangkan akhir dari pilihan yang aku ambil. Tapi, inilah realitanya; aku berada di sini. Dan memang, Tuhan selalu tahu yang terbaik.

Aku khawatir… Apakah adikku akan baik-baik saja?

Ia tumbuh dibawah bayang-bayangku, dan aku sungguh-sungguh berdoa dan berharap bahwa pilihan yang ia ambil saat ini adalah yang terbaik. Dia pasti akan mendapatkan yang terbaik. Pasti. Kenapa aku bisa seyakin itu? Karena, aku percaya bahwa Tuhan selalu tahu yang terbaik. Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk adikku. Dan hanya itu yang kubutuhkan.

Di bulan April, baik tiga tahun yang lalu, maupun saat ini, aku dan adikku sama-sama menghadapi salah satu ujian besar; tantangan; kewajiban yang harus dilalui. Mau tidak mau, kami harus melaluinya. Dan aku berhasil. Aku harap adikku juga akan berhasil.

April selalu membawa kenangan; ujian, kegembiraan, kebahagiaan, dan harapan. April selalu diisi oleh hal-hal itu.

Kuharap, April di tahun ini juga membawa banyak kegembiraan, dan harapan, juga cerita yang menyenangkan untuk semua orang; untuk aku dan adikku. []

*Selamat menempuh Ujian Nasional SMA untuk Adikku Dika, mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran di setiap usaha yang kamu upayakan…. Doa dari Bapak, dan Ibu juga teteh, selalu menyertai Dika :)*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s