Ah, aku lupa. Kita berdua hanyalah dua orang yang sama-sama bergolongan darah B. Kenapa aku bisa lupa tentang hal itu ya? Seharusnya ini menjelaskan sikapmu padaku belakangan ini.

Belakangan ini, kamu selalu mengabaikan pesan dariku. Bukan. Kau tidak mengabaikan pesan dariku, kau hanya membutuhkan waktu yang lama untuk membalas pesan yang ku kirim. Ketika aku mengirimkan pesan pada pukul enam pagi, aku mendapatkan balasan darimu pada pukul dua belas siang. Katamu, “Maaf aku begadang kemarin malam.

Aku bisa apa kalau sudah begitu?

Aku membalas lagi pesan darimu dengan segera : “Seharusnya kamu jangan begadang mulu. Jelek tau.” Dan sesuatu yang hanya ku ucapkan dalam hati, tapi tidak ku tuliskan dalam pesan : … supaya kamu bisa membalas pesan dari ku dengan segera. Lalu, aku kirimkan pesan itu dan mendapatkan balasan darimu pada pukul tiga sore. Rasanya aku menjadi begitu terbiasa dengan semua ini. Bahkan, aku tidak akan merasa kaget jika kamu membalas pesan ku sepuluh jam kemudian.

Aku jadi teringat satu bulan yang lalu, di mana waktu yang kamu butuhkan untuk membalas pesan dariku tidak selama ini. Kalau tidak salah… Kamu hanya membutuhkan waktu sekitar…. Dua menit? Dua menit untuk membalas pesan ku dan membuat hatiku berdebar ketika menerima pesan darimu. Dan sekarang, keadaan sudah berubah. Lucu sekali ketika mengingat diriku saat itu.

Aku berpikir, apa sih yang dilakukan para laki-laki di tengah malam? Apa yang mereka lakukan sampai-sampai harus begadang seperti itu. Ketika aku menanyakan hal itu kepada adikku, dia menjawab, “Bisa jadi mereka main game, Aru. Atau hangout bareng temen-temen. Ngomong-ngomong, dia lagi liburan, atau diem di rumah?

Aku menjawab, “Kayaknya di rumah deh…

Aku yakin dia main game semaleman.

Cowok dan game-nya… Hahaha. Sangat tipikal sekali. Aku tidak tahu harus berkata apa saat mendengar hal itu. Bahkan, ketika aku menanyakan tentang hal ini kepada kamu -untuk membuktikan dugaan adikku- melalui pesan, ternyata kamu mengiyakannya. Dengan murah hatinya, kamu juga menyebutkan game apa yang biasa dimainkan sampai-sampai harus begadang, “Bisa DOTA 2, Pro Evolution Soccer, banyak sih. Tapi aku lagi main Call of Duty Modern Warfare 2.”

Seperti aku tahu saja serial game Call of Duty. Ck.

Jadi, aku mengambil kesimpulan aneh dalam pikiranku. Sainganku bukan perempuan cantik berambut panjang, bertubuh langsing dengan tinggi semampai yang kuku-kukunya di manikur dan diberi kuteks berwarna warni, melainkan game. Tepatnya,  game Call of Duty Modern Warfare 2 (Wow, aku bisa menyebutkan nama game ini secara lengkap!) Aku tidak tahu harus merasa bahagia atau miris mendapat kesimpulan semacam ini.

Pada saat itulah, aku mengingat sesuatu; fakta kecil mengenai dirimu. Sesuatu yang kita bicarakan dua bulan yang lalu, saat kita mencoba menebak golongan darah dilihat dari kepribadian masing-masing. Waktu itu, aku berhasil menebak golongan darah milikmu dalam satu kali tebakan. Kamu memiliki golongan darah B, dan dalam pikiran ku itu menjelaskan sikapmu yang “suka-suka” saat membalas pesan dariku ketika kamu tengah sibuk bermain game. Kenapa aku bisa melupakan hal sepenting ini, ya?

Sebenarnya, ingin sekali aku marah kepada kamu. Aku ingin sekali mengomel, dan merasa kesal karena aku sedikit diabaikan. Sejujurnya, aku juga merasa kesepian (tapi aku tidak akan mengatakan hal itu kepadanya) Aku ingin sekali berkata kepada kamu, “Tolong… Bisakah kamu tidak terlalu sering begadang? Mungkin kamu tidak akan mendengarkan aku, tapi setidaknya bisakah kamu melakukannya demi aku? Aku merasa sedikit kehilangan kamu akhir-akhir ini… Kalau tidak bisa, bisakah kamu membalas pesanku dengan segera? Karena aku selalu menunggu pesan dari kamu…” Aku tidak akan melarang kamu main game, karena aku tahu perasaan itu. Rasanya seperti ada orang asing yang ikut campur terhadap hal-hal yang kamu sukai; seperti pengganggu. Maka dari itu, aku tidak akan pernah melarang kamu untuk bermain game Call of Duty yang kamu sukai itu. Yang aku inginkan adalah kamu menyisihkan waktu untuk membalas pesan dariku seperti dulu… Karena aku merasa……………

Kesepian.

Setidaknya itulah yang ingin aku katakan kepadanya, jika memang aku punya hak untuk mengatakan hal itu. Hahaha. Ha. Aku hanya bisa tertawa miris. Memangnya aku punya hak apa terhadap kamu? Aku dan kamu… Pacaran saja tidak.

Aku dan kamu hanyalah dua orang yang sama-sama bergolongan darah B, lalu berkenalan, dan merasa nyaman satu sama lain. Tidak lebih. Hanya itu.

Tidak perlu berharap terlalu banyak, karena jika tidak sesuai dengan harapan, jatuhnya akan terasa lebih sakit. Aku tidak mau merasakan hal itu lagi.

Aku mengirimkan pesan balasan untuk pesan yang kamu kirimkan hari ini kepadaku. Ku tekan tombol ‘kirim’. Setelah itu, aku menatap nama lengkap kamu yang tertera di layar….

Dan hatiku berdebar sedikit lebih kencang -masih sama seperti dulu.

Menunggu pesan balasan dari kamu.

***

Pukul 08:00 pm

Aku tengah melihat website 9GAG malam ini, karena aku sedang merasa bosan. Sudah hampir setengah jam aku terus-terusan melihat banyak postingan di 9GAG, dan aku sudah beberapa kali tertawa begitu keras sampai air mata ku menetes. (All hail, 9GAG!!)

Sampai pada aku melihat postingan yang berisi kata kata ini di 9GAG :

Dear girls,
If a guys pauses his video game
to text you back
-marry him!

Tepat pada saat aku selesai membaca postingan itu, handphoneku berbunyi. Notifikasi pesan masuk. Dari kamu.

“Iya, aku tau jalan padjadjaran di bandung. Kenapa gitu, Aru? Ini lagi main DOTA. Lagi di warnet deket rumah, wkwkwkwk :v”

Sekali lagi, aku membaca pesan darinya. Kemudian aku beralih membaca postingan yang ku baca di 9GAG. Mataku bahkan berkedip-kedip untuk memastikan bahwa yang aku lihat adalah benar.

It means….. I should marry him, right? Hahahaha.

“Nanti aja deh :) Main dulu aja dota-nya sana, wkwkwkwk”

Bolehkah aku berharap lebih, bahwa aku adalah seorang perempuan beruntung -yang mendapatkan pesan dari seorang “kamu” yang mempause gamenya untuk membalas pesan dariku? Yah, itu artinya ada “sesuatu” di antara kami, bukan? ;) []


Wripur @twitter by uruuchan : Gamer

p.s : Tiw, cerita dari kamu menginspirasiku untuk membuat cerita ini ;) Thank you ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s