Saat aku duduk bersandar dengan nyaman di dalam kamar ku, dengan sebuah buku berada di atas pangkuan, tiba-tiba sebuah pemikiran melintas di dalam benakku.

“Mungkin, yang ku butuhkan adalah pengampunan.”

Tapi pengampunan dari siapa? Atas apa?

Untuk itu, aku paling tahu jawabannya. Hanya saja, aku tidak mau mengucapkannya -bahkan di dalam hati. Karena kalau seperti itu, seakan-akan aku ‘menyatakan’ hal itu keras-keras; mengakuinya. Dan aku tidak mau. Aku takut. Dan aku terlalu malu.

Tapi tetap saja, aku membutuhkan pengampunan itu. Dari seseorang. Bukan seseorang yang ku kenal, bukan seseorang dari dalam hidupku, melainkan seseorang yang benar-benar tidak mengetahui ‘aku’.

Kenapa aku membutuhkan pengampunan itu?

Agar aku bisa mendapatkan sedikit kedamaian di dalam hati ini. Hanya sebuah pernyataan untuk membebaskan ku dari rasa bersalah yang sudah mengendap bertahun-tahun di dalam hati.

Bahwa aku tidak melakukan sesuatu yang buruk. Yang kulakukan bukan perbuatan yang buruk. Bukan. Bukan.

Aku ingin dimaafkan. []

Advertisements