#UruuchanBaca 17 Years of Love Song by Orizuka [Mei 2015 #2]

Selamat siang!
Setelah menamatkan novel grafisnya Jo Joo Hee, aku segera menyambar novel lainnya yang sudah melambai-lambai minta dibaca oleh ku. Sudah dari dulu aku pengen baca novel ini -sejak zaman SMA- tapi pas mau pesen online, ternyata bukunya sudah tidak dicetak lagi. Eh sekarang bukunya sudah dicetak ulang lagi, dan aku sangat bahagia :D

***

nuii4u-17yearsOfLoveSong
[photo credit to @uruuchan | DO NOT EDIT]
Judul : 17 Years Of Love Song 
Penulis : Orizuka
Penerbit: Puspa Populer
Tahun 2015
268 hlm.
–beli di Gramedia Merdeka, Bandung
–koleksi novel pribadi ke-413

Oke. Rasanya aku terobsesi dengan semua buku yang sudah ditulis oleh kak Orizuka. Dan rasanya aku ingin memiliki semuanya! Bahkan walaupun bukunya sudah aku baca (tapi aku ngga punya) tetep saja rasanya aku ingin memiliki bukunya sendiri :3 Hahahahaha. Pada bulan April kemarin, aku sudah menyelesaikan novel kak orizuka yang berjudul Me & My Price Charming (yang btw adalah novel pertamanya kak orizuka) Kalau kalian penasaran mengenai kesanku tentang buku itu, kalian bisa baca di sini.

#1 Kenapa uruuchan beli buku ini?

Sepertinya kalian sudah bisa menebak jawaban yang akan aku berikan. Hahahahaha. Jawaban otomatisnya adalah : tentu saja ini karena buku ini ditulis oleh kak ORIZUKA. Aku ingin memiliki semua bukunya, dan membaca semua bukunya :3 Aku (selalu) suka dengan gaya penulisan dari kak Orizuka!

Sejauh ini sih, aku sudah membaca hampir semua bukunya kak orizuka kecuali serinya high school paradise, dan fight for love. Dan aku harap, aku punya kesempatan di lain waktu untuk membaca dan memiliki buku-buku lainnya dari orizuka.

#2 Kesan uruuchan terhadap buku ini?

Terlihat dari judulnya, buku ini punya kesan melakonlis, dan entah kenapa aku punya feeling bahwa buku ini sepertinya akan sad ending. Soalnya, aku juga pernah mendengar kabar-kabar dari beberapa orang yang sudah membaca buku ini, katanya buku ini sad ending. Dan aku sudah menyiapkan hati sejak awal untuk membaca buku ini :’)

Dan memang benar saja, sejak awal aku membaca buku ini, di bagian awal bab novel ini saja sudah membawa kesan yang menyedihkan dan seakan-akan si tokoh utamanya sudah kehilangan sesuatu. Hmmm…..

Ceritanya berpusat pada Leo yang pindah rumah mengikuti Ibunya ke sebuah kampung. Ibunya Leo habis bercerai dengan Ayah Leo. Leo yang notabene seorang anak kota merasa tidak nyaman karena harus pindah ke kampung kecil seperti itu, tapi ternyata dia tidak akan berpikiran lagi bahwa kampung itu membosankan. Karena kehadiran seseorang, telah mengubah segalanya. Tepatnya kehadiran seorang perempuan yang memakai kursi roda yang dia temui di halaman belakang SMA di kampung itulah, yang mengubah hari-harinya di kampung tersebut. Nama perempuan itu adalah Nana.

Awal-awalnya terasa agak membosankan, dan aku tidak tahu cerita ini akan berakhir seperti apa. Sempat-sempatnya, aku jeda dulu membaca buku ini, dan membaca buku lainnya. Tapi, aku mulai menikmati kembali membaca kisah antara Nana dan Leo ini setelah mereka main ke pantai, kemudian mereka dilarang bertemu lagi oleh kedua orang tua mereka. Kupikir disana aku merasa penasaran, kira-kira setelah itu akan bagaimana?

Aku hampir merasa bahwa endingnya akan baik-baik saja, karena kelihatannya seperti itu. Tapi aku tidak menyangka bahwa akhirnya akan seperti itu… Yah, sepertinya jemari ini sudah sangat gatal ingin memberitahukan bahwa ternyata *piip* *piip* begitulaah. Tapi, kalian harus membacanya sendiri supaya tidak penasaran. Tapi begitulah hidup, bukan? Karena tidak semua berakhir happy ending, karena happy ending menurut setiap orang itu berbeda-beda :”) Dan itu mungkin berlaku untuk Nana dan Leo.

Karakter favoritku disini adalah (tentu saja) adalah LEO!!!!! *mulai lebay lagi* *maafkan* Karena, dia imut, menurutku. Dia pakai ‘saya’ gitu kalau sedang mengobrol dengan orang-orang, mengingatkanku kepada seseorang yang aku sukai dulu saat masih di SMA :”) Dia juga kalau sedang chattingan denganku, selalu pakai ‘saya’ dan aku pakai ‘aku’ jadinya lucuuu >.< (kenapa jadi curhat gini ya?) Begitulah. Terus, menurutku Leo itu santai, jahil, dan manis dengan caranya sendiri. Aah… Kalau seperti ini, jadinya aku jadi jatuh cinta pada semua karakter cowok dalam buku-bukunya kak Orizuka :’)

*Tapi tidak ada yang membuatku benar-benar jatuh cinta seperti kepada Rayya dalam Call Me Miss J* *Aku benar-benar suka pada Rayya :(((((*

Jadi, aku cukup menikmati waktuku membaca buku ini. Kenapa ya? Karena mungkin jauh di dalam hati ini, aku suka membaca kisah-kisah cinta yang terjadi di luar sana, bagaimana cinta bisa mempengaruhi dua orang, bagaimana cinta bisa mengubah hidup seseorang. Aku ingin mengetahui itu… Maka dari itu, aku tidak bisa berhenti membaca buku-buku yang bergenre seperti itu :) Walaupun beberapa diantaranya (kata teman-temanku) kisahnya sangat mirip FTV yang ditayangkan, bagiku itu bukan masalah. Yang penting aku bisa merasakan seperti apa rasanya jatuh cinta melalui karakter-karakter yang ada di dalam buku :D Aku lebih suka membaca daripada menontonnya :3

Terlepas dari endingnya, dan kenapa pula ceritanya harus dibiarkan berakhir seperti itu (rasanya terlalu tiba-tiba, karena sejauh ini, semuanya terasa baik-baik saja) menurutku sepertinya itu termasuk happy ending juga! Happy ending untuk Leo, dan happy ending untuk Nana :D Aku senang bisa membaca buku ini, buku yang sejak dulu ingin aku baca tapi ngga kesampaian sampai beberapa bulan yang lalu :”)

#3 Jadi, uruuchan suka baca buku ini?

Suka! Suka karena aku bisa bertemu Leo sebenarnya, sih… Ehehehehe *abaikan* Tapi seriusan, aku suka Leo. Dan aku suka dengan dia yang ingin Nana bahagia :”) Selain itu, aku juga senang bisa membaca buku-buku orizuka yang lain, yang jadul gitu hihihi ^^ Lumayan untuk mengisi waktu luang, membaca kisah Nana dan Leo membuatku merasa terhibur dan melankolis di waktu yang sama.

#4 Last! Tuliskan apapun disini!

Aku jadi ingat, ada beberapa kutipan yang berkesan setelah aku selesai membaca buku ini :

“Nana, apa kamu ingat saat itu? Saat aku mengatakan kita ada di dunia yang sama? Itu juga berlaku untuk sejauh apapun jarak memisahkan kita.

Selama kita bernapas di udara yang sama. berpijak pada tanah yang sama, dan ada di bawah langit yang sama, seberapa pun jauh jarak yang memisahkan, kita tetap ada di dunia yang sama.

Nana, tidakkah kamu berpikir seperti itu?” -hlm. 109

“Aku memang pernah berpikir untuk pergi, tapi aku tidak pernah berpikir kalau kita tak akan bertemu lagi.

Tapi Nana, beberapa orang mengatakan, kalau kita memiliki keinginan kuat yang benar-benar tulus dari hati, seluruh alam semesta akan membantumu mendapatkannya.

Nana, apa kamu juga pernah berpikir begitu?” -hlm. 141

Salam hangat
@uruuchan -yang masih teringat Leo sampai saat ini-

p.s : terima kasih kak orizuka, sudah menuliskan lagi satu kisah yang… yang… yang begitulah :”) Aku akan selalu menantikan buku selanjutnya dari kak orizuka! Pasti!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s