TISERA di Depan Gerlam (Gerbang Lama)

Aku hanya merasa bahwa aku ingin melihat buku-buku itu lebih dekat. Aku ingin menyentuh buku-buku itu. Aku merasakan keinginan kuat untuk melihat dari dekat dan menyentuh mereka secara langsung.

Sebenarnya sudah sejak lama aku melihat stand TISERA di dekat gerlam (gerbang lama) UNPAD. Aku bertanya-tanya, sampai kapan stand itu akan ada di sana? Dan… Rasanya selama ini aku selalu berjalan melewatinya begitu saja. Aku sampai terkaget-kaget sendiri; seorang AKU melewati begitu saja tumpukan buku-buku dengan tulisan “Buku Murah Mulai Dari 5000” itu. Astaga…. Aku ini kenapa? Rasanya seperti bukan diriku yang ku kenal selama ini. Biasanya, aku takkan pernah melewatkan buku-buku murah seperti itu. Aku sangat yakin.

Entahlah… Mungkin pada saat itu, aku belum punya cukup uang untuk menghampiri stand TISERA di gerlam UNPAD itu. Jadi, aku sama sekali tidak berani mendekatinya. Aku sangat takut akan menemukan banyak buku-buku bagus, sedangkan “kantongku” tidak bisa memenuhi keinginanku akan buku-buku itu dengan segera. Aku takut aku kalap. :’) Dan aku takut merasa kecewa saat menemukan beberapa buku bagus, tapi aku sedang tidak punya cukup uang untuk membelinya. Perasaan kecewa itu sangat menyakitkan… :’)

Lalu…

Tepatnya, pada tanggal 13 Oktober 2015, aku memberanikan diri untuk menghampiri stand TISERA di gerlam UNPAD itu… Apakah waktu itu aku sudah cukup yakin dengan keadaan “kantong” ku sendiri, sehingga aku berani mendekati tumpukan buku-buku itu? Aku tidak tahu. Aku hanya merasa bahwa aku ingin melihat buku-buku itu lebih dekat. Aku ingin menyentuh buku-buku itu. Aku merasakan keinginan kuat untuk melihat dari dekat dan menyentuh mereka secara langsung.

Oh Tuhan…

Banyak buku-buku di sana. Banyak sekali buku-buku dengan harga yang sangat murah di sana, di stand TISERA di dekat gerlam itu. Aku bahkan menahan napas sejenak ketika melihat buku-buku yang ditumpuk di sana. Ah… Melihat buku-buku itu, entah kenapa selalu berhasil membuatku bahagia dan tersenyum.

Aku melihat-lihat… Aku melihat lebih dekat lagi buku-buku yang ada di sana satu per satu. Menelisiknya lebih dalam. Rasanya menyenangkan. Selalu menyenangkan untukku. Aku juga menyentuh beberapa buku yang menarik di mataku… Walaupun tanganku menjadi kotor karena debu, tapi itu tidak apa. Sama sekali bukan masalah besar. Asalkan aku bisa menyentuh buku-buku secara langsung; merasakan permukaan halus buku itu dengan tanganku sendiri. Tak apa. Lalu aku menyimpan buku itu dengan hati-hati ke tempatnya semula. Dan aku melanjutkannya kepada buku yang lain…

Waktu benar-benar berjalan dengan begitu cepat. Aku bahkan tidak merasakan waktu berlalu saat bersama buku-buku itu di depan mataku. Aku betah di sana. Aku betah menjelajahi buku-buku itu walaupun cuacanya panas menyengat.

Kebanyakan buku-buku di stand TISERA di dekat gerlam UNPAD itu berasal dari buku-buku yang didistribusikan oleh Mizan, seperti : Noura Books, Plot Point, Mizan Fantasi, Bunyan, Bentang Pustaka, dan lain-lain. Tapi aku juga menemukan beberapa buah buku dari penerbit Gramedia.

Dan harganya… Ya Tuhan…

Kalau aku punya uang 10 juta, aku ingin membeli semua buku-buku itu. Seriusan. Jika perempuan seusiaku ingin menghabiskan 10 juta mereka untuk membeli baju baru, atau sepatu baru, kosmetik baru (mungkin?), gadget terbaru, dan yang lain sebagainya, aku ingin menghabiskan 10 juta milikku untuk membeli buku-buku murah ini, dan merancang sebuah perpustakaan impian milikku yang akan aku buka untuk umum.

Buku-buku di stand TISERA di dekat gerlam UNPAD itu sedang obral. Aku banyak sekali menemukan buku-buku dengan harga 20000. atau 25000. bahkan 15000. Di mataku, harga buku-buku itu sangat terjangkau sekali. Sangat murah.

Aku hanya tidak mengerti. Kenapa orang-orang tidak tertarik terhadap buku-buku itu sebagaimana yang kurasakan? Kenapa orang-orang tidak tertarik terhadap tumpukan buku-buku itu yang… Yang… Yang berisi “dunia” di dalamnya? Yang menjanjikan sebuah dunia baru bagi mereka yang membuka setiap halaman dari buku-buku itu? Yang menjanjikan pengetahuan baru untuk mereka? Padahal buku-buku itu sudah dihargai sebegitu murahnya… Dan… Masih saja…. Ah… Aku merasa kecewa.

Aku merasa sayang sekali terhadap buku-buku yang ditumpuk dihadapanku saat itu. Sepertinya mereka merasa tidak sabar untuk segera dimiliki oleh seseorang dan membagikan “pengetahuan” yang mereka miliki terhadap orang tersebut. Kenapa orang-orang tidak mengerti akan hal ini?

Kenapa teman-teman sebaya ku tidak mau menghabiskan sedikit uang mereka untuk sebuah buku yang berisi “dunia” di dalamnya? Aku tidak mengerti. Dan aku belum menemukan jawaban untuk hal ini.  

Pada akhirnya, aku menemukan beberapa buah buku yang ingin aku miliki; yang ingin aku bawa ke rumahku. Aku akan memberikan “rumah baru” untuk buku-buku ini.

nuii4u-20151013
photo credit to @uruuchan | DO NOT EDIT

Untuk saat itu, cukup tiga buah buku saja. Hanya tiga buah. Sebenarnya aku sudah menandai sekitar 10 buku lainnya dan kuingat itu baik-baik di dalam pikiranku -kalau-kalau nanti aku akan mampir lagi ke stand TISERA di dekat gerlam UNPAD.

Berat rasanya meninggalkan stand TISERA itu… Dengan tumpukan buku-buku murah di dalamnya; yang beberapanya ingin kumiliki saat itu juga. Rasanya tak rela aku meninggalkan buku-buku itu di sana… Ingin kubeli saat itu juga. Tapi kuingatkan lagi diri ini bahwa hari ini cukup tiga buah buku saja.

Dan aku tidak sabar…

Aku sangat tidak sabar untuk mengetahui apa yang dibawakan oleh buku-buku tersebut kepadaku. Cerita-cerita seperti apa yang akan mereka berikan kepadaku. Informasi atau Pengetahuan seperti apa yang ingin mereka bagikan kepadaku. Aku sungguh tidak sabar.

Nah, setelah membaca ceritaku, tidakkah kalian tergerak hatinya untuk membeli sebuah buku untuk diri kalian sendiri kemudian membacanya? Karena seperti yang dikatakan oleh Stephen King :

“Books are the perfect entertainment: no commercials, no batteries, hours of enjoyment for each dollar spent. What I wonder is why everybody doesn’t carry a book around for those inevitable dead spots in life.”

Walaupun kamu tidak membacanya saat itu juga… Kau tidak akan kehilangan apapun. Dan merasa rugi, juga tidak. Kau sudah membeli sebuah “Informasi” atau “Pengetahuan”. Percayalah!

Buku itu akan menunggu mu dengan sabar. Tak peduli berapa lama itu, sampai kamu datang menghampiri buku itu, mengambilnya, dan membacanya halaman per halaman. Membiarkan kamu menyerap segala yang ada di dalamnya.

Tidakkah buku itu seperti teman terbaik yang bisa kamu miliki? :) []

Salam hangat,
@uruuchan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s