Terima Kasih 20151009

Untuk : Bapak, Ibu, Riska, Anne, Tukang Angkot, Dika, Pak Enden.

Terima kasih Tuhan, karena hari ini aku masih masih hidup. Hadiah terindah! Dia mengizinkan aku hidup hari ini. Dia masih menghendaki aku berjalan di bumi milik-Nya. Sekalipun aku masih belum menemukan alasannya, mungkin dalam “perjalanan” ini, aku akan menemukannya. Tapi, aku pasti akan menemukannya!

Terima kasih untuk Bapak, dan Ibu. Mereka masih ‘ada’, dan sehat, dan tersenyum, dan tertawa, dan pergi berangkat ke kantor. Hidup. Terima kasih karena sampai detik ini, mereka masih bekerja keras untuk aku dan adikku. Terima kasih karena masih ada, di sini -di sampingku. (Rasanya aku ingin memeluk mereka saat ini juga)

Terima kasih untuk Ibu, yang sudah menyiapkan sarapan ayam goreng dan sayur sop untuk aku dan adikku hari ini (walaupun sayur sopnya tidak aku makan…) Maaf mah, teteh lagi kepengen banget makan ayam gorengnya hehehehe)

Terima kasih untuk Riska, karena hari ini dia sudah lumayan sembuh dari sakitnya. Syukurlah. Allhamdulillah… Cepat sembuh Riska :”) Cepat kembali beraktivitas seperti Riska yang aku kenal… :”)

Terima kasih Anne, untuk tumpangannya sampai ke depan Bungamas. Itu sangat berarti buat aku. Makasih banyak, neu! :)

Terima kasih untuk Tukang Angkot yang membawaku pulang dengan selamat hari ini sampai di depan jalan Rancakihiang. Aku sangat menghargai tukang angkot yang selalu membawaku sampai ke depan jalan di rumahku. Dan aku sangat membenci tukang angkot yang menurunkan penumpangnya bahkan sebelum sampai di akhir tujuan. Sangat benci. Tapi, tukang angkot kudapatkan hari ini sepertinya lumayan bertanggung jawab. Terima kasih mang angkot!

Terima kasih Dika -adikku-, sudah membelikan pesananku yang aku kirim lewat sms. Aku meminta Dika untuk membelikan aku minuman teh dalam kemasan kesukaanku. Uangnya belum kuganti, sepertinya besok akan aku bayar. Hehehe. Makasih banyak ya, Ka!

Terima kasih pak Enden, karena sudah mau direpotkan dengan masalah tv kabel dirumah yang hari ini agak ‘ngadat’. Beliau bekerja dengan sangat baik, dan ramah sekali membalas sms ku yang berisi ‘curhatan’ kendala-kendala yang di alami tv kabel di rumahku. Terima kasih sudah ‘memperbaiki’ tv kabel di rumah, Pak!

Sekali lagi…
Terima kasih Tuhan, karena sudah mengizinkan aku hidup hari ini, sehingga aku bisa  ‘merasakan’ hal-hal ini; perasaan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s