Project “Terima Kasih”

Tepatnya semenjak hari Selasa yang lalu, aku mulai kepikiran untuk memulai project “Terima Kasih” untuk blog ini (dan untuk kesehatanku sendiri). Mungkin bagi kalian kedengarannya sepele dan apa gunanya, coba? Tapi, ini penting bagiku.

Setelah kupikir-pikir cukup lama, aku benar-benar yakin bahwa ini adalah sebuah project yang sangat bagus, aku ingin melakukannya! Aku harus melakukannya!

Ini berawal dari sebuah buku yang tidak sengaja kutemukan lalu kubaca sekilas di Pameran Buku Jabar di Landmark BRAGA pada tanggal 6 Oktober yang lalu. Aku menemukan buku tersebut di stand Penerbit Alvabet, judulnya (duh sial) aku lupa. Yang jelas, terdapat kata “terima kasih” dalam judulnya.

Penulis buku itu mencoba berbagi pengalamannya menuliskan terima kasih kepada orang-orang yang sudah membantu dia, menolong dia, dan hal-hal kecil yang pernah dilakukan orang-orang terhadap dirinya. Dan ternyata, apa yang dia lakukan mengubah hidupnya menjadi lebih baik lagi. Kedengarannya sepele, bukan? Menuliskan ucapan terima kasih? Terkadang kita melupakan kata terima kasih… Dan kupikir, apakah menuliskan ucapan “terima kasih” masih relevan di zaman seperti ini? Sepertinya kata terima kasih sendiri sudah terlupakan…

Walaupun aku membaca sekilas buku itu, tapi entah kenapa rasanya sangat membekas di hatiku. Bahkan secara tidak langsung, penulis itu memberikan aku sebuah ide yang tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh penulis tersebut. Hanya saja, aku ingin melakukannya dengan caraku sendiri.

Aku akan menuliskan ucapan terima kasih kepada orang-orang yang pantas kuberikan ucapan terima kasih. Kepada orang-orang yang berlaku tulus terhadapku. Aku akan memulainya dengan menuliskannya di blog ini.

Sebenarnya, dan sejujurnya…. Aku hanya ingin menolong diriku sendiri. Aku ingin menolong hidupku yang mulai kehilangan ‘rasa’ hidup. Aku sangat takut jika aku sampai merasakan hal itu… Maka dengan cara seperti ini -berterima kasih- kuharap aku akan mengingat kembali rasanya bersyukur dan ‘hidup’.

Aku takut kalau aku sampai melupakan rasanya bersyukur. Aku takut menjadi angkuh dan sombong di dalam hidup ini. Aku takut sekali.

Dan kuharap, project harian ini menolongku. Itulah intinya. Dan mungkin, ada seseorang di luar sana yang mendapatkan semacam inspirasi setelah membaca postingan ini, dan project harian “terima kasih” ini.

Aku berharap, apa yang aku tuliskan itu bermanfaat, bagi diriku sendiri, dan bagi kalian semua yang membacanya. Semoga saja. Aamiin.

Kuharap kalian semua tidak keberatan untuk terus mengikuti setiap tulisanku di blog ini ya! ^^ Walaupun kalian menjadi seorang silent reader, tidak apa. Yang penting kalian mendapatkan sesuatu, merasakan sesuatu, setelah membaca tulisanku yang sederhana ini :)

Doakan, semoga project harian ini berjalan dengan lancar!

Salam hangat,
@uruuchan

p.s terima kasih untukmu karena sudah menyempatkan diri membaca postingan ini!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s