#UruuchanBaca Fangirl by Rainbow Rowell [April 2015 #11]

AKHIRNYAAAA!

Akhirnya aku berkesempatan untuk membaca salah satu buku nya Rainbow Rowell, percayalah karena itu membuatku sangat bahagia. Sudah dari dulu, aku menginginkan untuk bisa membaca karyanya Rainbow Rowell. Dan pada bulan April 2015 ini, kesempatan itu datang menghampiriku.

uruuchanbacafangirl

Ah… Aku harus mengucapkan apa, selain terima kasih sebanyak-banyak-banyaknya kepada Penerbit Spring, karena sudah mau menerjemahkan dan menerbitkan salah satu buku dari Rainbow Rowell yang sudah dari dulu ingin aku baca :D Mudah-mudahan, penerbit spring mau menerbitkan buku lainnya dari Rainbow Rowell.

***

Judul : Fangirl
Penulis : Rainbow Rowell
Penerjemah : Wisnu Wardhana
Penerbit : Spring
456 hlm.
Terbit November 2014 (cetakan pertama)
— beli di Gramedia Merdeka Bandung
— koleksi novel pribadi ke-407

Sejak Penerbit Haru mengumumkan bahwa dia akan memiliki ‘adik’, aku ikut senang mendengarnya. Dan ketika aku mengetahui bahwa adik tersebut diberi nama “Spring” aku jadi bertanya-tanya, buku seperti apa yang hendak diterbitkan oleh penerbit tersebut.

Buku perdana yang hendak diterbitkan oleh penerbit Spring tersebut adalah… Buku-nya Rainbow Rowell!!! Tidak penting bagiku judulnya apa, yang penting itu dari Rainbow Rowell. Hahahahahaha. Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku (rasanya seperti) terobsesi kepada Rainbow Rowell, nanti akan aku ceritakan :”)

Kalian pasti bisa menduga seperti apa reaksi ku ketika aku mendapati salah satu buku Rainbow Rowell akan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, hahahahahaha. SANGAT BAHAGIA!!! Seriusan. Ya Tuhan, Ya Tuhan, Ya Tuhan, ini bukan mimpi :’) Waktu itu aku belum kepikiran buat beli online (aku bukan tipikal orang yang senang beli online, meskipun dalam beberapa kondisi aku bisa saja membeli beberapa buah buku secara online) jadi waktu itu aku menunggu buku ini datang di toko buku Tisera yang ada di Jatinangor.

Tapi nyatanya, buku itu tidak pernah datang dan muncul di rak buku Tisera :(

#1 Kenapa uruuchan beli buku ini?

Praktis, karena ini Rainbow Rowell, meskipun aku belum pernah membaca karya dari Rainbow Rowell sebelumnya.

Nah loh, kenapa bisa gitu? Hahahahahahaha.

Dulu… Pada jaman dulu (aku tidak tahu tepatnya kapan) aku pernah melihat sebuah gambar yang sangat menarik mataku. Aku lupa lagi mendapatkan gambar itu darimana, tapi samar-samar aku ingat rasanya itu kudapatkan dari tumblr. Di dalam gambar itu, ada seorang perempuan dan laki-laki yang terlihat dari belakangnya. Mereka sedang mendengarkan sebuah musik melalui sebuah headset; sebelah ke telinga perempuan, dan sebelahnya lagi di telinga laki-laki. Sudah. Sesimpel itu. Tapi sangat berkesan. Ada sebuah judul dalam gambar itu : Eleanor & Park. Waktu itu aku tidak mengerti maksudnya apa. Dan sebuah nama : Rainbow Rowell. Karena gambarnya sangat manis, aku menyimpannya. Yupp. Satu gambar yang sangat berkesan untukku.

Seiring berjalannya waktu… Aku mengetahui bahwa gambar yang aku simpan itu adalah sebuah kover buku yang berjudul “Eleanor & Park” yang ditulis oleh Rainbow Rowell. Dari situ muncul sebuah keinginan, rasa ingin tahu, obsesi, untuk membaca buku itu, yang aku tahu rasanya tidak akan bisa, karena setahuku buku itu belum diterjemahkan. Lagipula, aku tidak terbiasa membaca buku non-terjemahan secara langsung. Jadi, aku hanya bisa memendam keinginan untuk membaca buku itu… *sedih bro*

Mungkin karena keinginan yang tidak kesampaian itulah, muncul sebuah obsesi untuk bisa membaca karyanya Rainbow Rowell yang manapun, apapun itu. Dan ketika penerbit spring menerbitkan Fangirl nya Rainbow Rowell, aku sangat bahagia sekali! Akhirnya… Akhirnya… Aku bisa membaca karyanya Rainbow Rowell :”D

Belakangan, aku mengetahui bahwa buku “Eleanor & Park” juga sudah diterjemahkan, entah oleh penerbit yang mana. Aku pernah melihat penampakan buku itu di Toga Mas Bandung, tapi waktu itu ragu, “apa ini beneran terjemahannya? rasanya terlalu mustahil untuk dijadikan kenyataan.” Hahahahaha. Begitulah pikiranku waktu itu. Dan kalian tahu? Aku menyesal tidak membeli buku Eleanor & Park itu. Dan penyesalan itu sampai detik ini :”) Mudah-mudahan, buku itu berjodoh baik denganku ya… Aamiin.

Kembali ke Fangirl. Waktu itu, pada tanggal 9 Maret 2015, aku dikasih kesempatan tahun ini untuk pergi ke Gramedia Merdeka yang ada di Bandung bersama teman-teman di kampus. Well, buatku itu adalah momen yang sangat langka. Aku sangat jarang bisa pergi Gramedia Merdeka, malah dalam waktu satu tahun masih bisa dihitung dengan jari. Makanya, aku seneng banget bisa mampir ke Gramedia Merdeka; seperti sebuah surga buku :”D

HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…. Tiap kali mampir ke Gramedia, rasanya pengen nangis mulu. Soalnya banyak buku yang pengen aku beli, tapi apa daya uang pas-pasan. Makanya, tiap kali kesana, sebisa mungkin pas bawa banyak uang, wkwkwkwkwk.

Terus pas kesana, aku melihat buku ini bertengger di salah satu meja. Dan demi Tuhan, aku langsung menyambar buku ini lalu kumasukkan kedalam keranjang belanjaku. Aku tidak berpikir dua kali untuk membeli buku ini atau tidak, pokoknya ini WAJIB BELI. WAJIB ada di dalam keranjang bersama dengan beberapa buah buku lainnya untuk aku beli. Aku terlampau sangat girang, bahagia, senang tak terkira karena pada akhirnya aku berhasil mendapatkan buku ini, AKHIRNYAAAAAAAAAAAAA. Percayalah, waktu aku menemukan buku ini, aku hampir berteriak hahahahaha *untungnya ngga jadi, dan masih tahu malu*

Sungguh aku merasa sangat bahagia bisa mendapatkan buku ini! Aku sudah lama ingin memiliki buku ini sejak buku ini diterbitkan tahun lalu :”) Dan sekarang aku mendapatkan dan memilikinya… Baru tahun ini aku memiliki Fangirl ini… Berarti buku ini berjodoh baik denganku yaa… :”) Dan aku masih terobsesi untuk memiliki buku Rainbow Rowell lainnya, dan aku akan menunggu dengan sabar sampai buku-bukunya itu diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia (siapapun penerbit yang berbaik hati untuk mendengarkan curahan hati seorang gadis malang ini….) Dan asalkan kalian tahu, semua obsesi ini tidak dapat di jelaskan dengan baik, dan sepertinya tidak beralasan. Sudah kubilang di awal kan, bahwa aku sama sekali belum pernah membaca karya Rainbow Rowell sebelumnya, tapi aku ingin mempunyai semua buku yang ditulis olehnya :”)

Mudah-mudahan, buku-buku lainnya dari Rainbow Rowell akan segera diterbitkan oleh penerbit dari Indonesia yang berkenan :’) *kuharap penerbit Spring mau menerbitkan buku Eleanor & Park, Attachment, dari Rainbow Rowell -kode garis keras buuuunggg!!- hahahahahaha*

#2 Kesan Uruuchan terhadap buku ini?

Aku tahu aku akan jatuh cinta dengan buku ini setelah aku membaca kalimat awal dari bab pertama buku ini :”)

Cerita dari buku Fangirl ini diawali dengan kalimat ini :

“Ada cowok di dalam kamarnya.” -hlm. 8

Dan kemudian, semuanya mengalir dengan alami, terasa tidak dibuat-buat, dan begitulah. Tanpa aku sadari, perlahan-lahan aku diseret memasuki kisah antara Cath (Catherine) dan Levi, dan keluarga cath, Reagan, dan masih ada beberapa yang tidak aku sebutkan disini. Dan, aku JATUH CINTA dengan ceritanya. Aku SANGAT MENIKMATI kisah Cath dan Levi. Ya Tuhan… Aku harus menjelaskan seperti apa, agar kalian bisa mengerti bahwa aku benar-benar suka buku Fangirl ini?

Pertemuan dua tokoh utama kita disini, sangat berkesan buatku. Sejak awal, aku sudah merasa bahwa pertemuan mereka menarik. Pertemuan pertama Cath dengan Levi yang terjadi di kamar asrama milik Cath. Dan aku merasa Cath itu…. ASDFGHJKL *kuharap kalian mengerti* *FYI : ASDFGHJKL; itu bahasa yang hanya bisa dimengerti oleh sesama fangirl semata* Aku merasa seperti melihat diriku sendiri di dalam Cath. Nanti aku akan bahas ya *balik-balik lagi halaman Fangirl*

Dan aku juga mendapatkan banyak hal dari kelas penulisan fiksi yang diikuti oleh Cath bersama Profesor Piper. Sadar atau tidak sadari, aku benar-benar menyimak dan mengangguk-angguk dan meresapi apa yang dikatakan oleh Professor Piper di kelasnya. Sungguh.

“Oke. Ayo kita mulai dengan pertanyaan yang sesungguhnya tidak memiliki jawaban… Kenapa kita menulis fiksi?” – Profesor Piper, h. 26

Ada banyak jawaban yang dilontarkan oleh mahasiswa-mahasiswa di kelasnya, aku menuliskannya disini ya… Karena aku sangat-sangat menyukai setiap jawaban yang disebutkan disana :”)

“Untuk mengekspresikan diri kita”
“Karena kita suka mendengar bunyi suara kita sendiri”
“Untuk menjelajahi dunia-dunia baru”
“Untuk menjelajahi dunia lama”
“Untuk berada di tempat lain”
“Untuk membebaskan diri kita sendiri”
“Untuk menunjukkan pada orang-orang apa yang ada di dalam kepala kita”
“Untuk membuat orang tertawa”
“Untuk mendapatkan perhatian”
“Untuk berhenti mendengar suara-suara di dalam kepala kita”
“untuk meninggalkan tanda kita”
“Untuk menciptakan sesuatu yang akan hidup lebih lama daripada kita.”
“Untuk menghilang”

Dan masih banyak lagi…. :”) Keren, kan? Serius. Ini menurutku sangat menarik. Seandainya aku juga mendapatkan pelajaran semacam ini di kampusku :”) Aku akan dengan sangat senang hati menyimak dan memberikan jawaban milikku sendiri *tapi biarkan aku memikirkannya terlebih dahulu :”)*

Dan…… YA TUHAN!! Bagaimana aku bisa tidak menyukai Levi? Aku mungkin akan jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Levi karena dia ‘unik’. Semenjak melihat Cath dan Levi bertemu untuk pertama kalinya, aku selalu -selalu selalu selalu- menantikan pertemuan selanjutnya untuk mereka. Ya TUHAAAAN, bagaimana aku tidak jatuh cinta pada setiap interaksi yang mereka lakukan? Aku suka banget obrolan-obrolan sederhana yang terjadi antara Levi dan Cath :””D Dan aku jatuh cinta pada perhatian-perhatian kecil yang diberikan oleh Levi kepada Cath. Meskipun kelihatannya sepele atau remeh, tapi YA TUHAN aku sukaaaaaaaa *maaf ya kalau agak lebay, tapi serius, aku hanya mengungkapkan apa yang benar-benar aku rasakan terhadap buku ini…. Aku hanya berusaha untuk jujur terhadap diriku sendiri*

Misalnya ketika Levi dengan sukarela mengantarkan Cath pergi ke perpustakaan pada tengah malam, dan bersedia menjemputnya kembali, padahal Cath tidak memintanya dan juga sempat menolaknya. Fufufufuufufufu~

AAAAHHHHHHHHHHHH. Sepertinya aku harus menulis hal-hal yang aku sukai, aku ‘banget’, yang kutemukan di dalam buku ini. Aku ingin kalian membaca novel Fangirl ini. Aku SANGAT merekomendasikannya kepada kalian!

“Begini ya….” Cath terus menggelengkan kepala. “Aku tidak bisa membiarkan cowok asing masuk ke kamarku. Aku bahkan tidak tahu namamu. Keseluruhan situasi ini sangat tidak senonoh.” (hlm. 22)

*YA!! YAAAA!! Ya, Cath! Aku mengerti perasaan itu. Karena pada dasarnya, walaupun aku sudah kuliah, atau “bagaimana-bagaimana”… Aku merasa aku segan untuk mengajak laki-laki -jangankan masuk kedalam kamar milikku- ke dalam rumah… Kecuali yah…. Yang benar-benar -ya… benar-benar dan sangat-sangat- aku kenal :”) Yang ternyata tidak ada.*

Namun, lorong pada kenyataannya adalah tempat nongkrong. Semua pintu diganjal supaya tetap terbuka kecuali pintu mereka. Cewek-cewek bergerombol, ngobrol dan tertawa. Seluruh lantai itu berbau seperti popcorn gosong di dalam microwave. Cath menyelinap ke kamar mandi dan duduk di salah satu bilik, membuka bungkus batangan proteinnya dan membiarkan air mata kegelisahan menetes di pipinya. (hlm. 32)

*Ya TUHAN. Aku paham perasaan itu, Cath. Ya! Aku paham betapa ‘menakutkannya’ lingkungan baru, dan aku paham perasaan kegelisahan itu :”)*

– Dan aku suka saat Reagan menyadari bahwa Cath tidak pernah mampir ke kantin sama sekali untuk makan. Dia menyadari itu karena melihat banyaknya bungkusan batang protein di tempat sampah milik Cath. Saat itu juga, dia mengajak Cath ke kantin, memberi tahu Cath jalannya, supaya Cath tahu. Walaupun dia agak judes, tapi aku suka sikap perhatiannya kepada Cath. Reagan keren!

Sejak Abel putus dengannya…. Sejak Nick mulai duduk di sebelahnya… Cath terus menyadari banyak hal.
Banyak cowok.
Banyak lelaki.
Di mana-mana.
Sungguh, di mana-mana. Di kelas-kelasnya. Di Union. Di asrama, di lantai atas dan bawahnya. Dan ia bersumpah kalau mereka sama sekali tidak terlihat seperti cowok-cowok di SMA. Bagaimana bisa satu tahun membuat perbedaan begitu besar? Cath mendapati dirinya menatap leher dan tangan mereka. Ia menyadari kekokohan di rahang mereka, bagaimana dada mereka lebih menonjol dari bahu mereka, rambut mereka….

*Sebelum aku putus dengan pacarku beberapa tahun yang lalu, aku juga tidak menyadari hal itu. Tapi aneh juga ya, justru setelah aku putus dengannya aku menyadari banyak hal; salah satunya adalah betapa banyak makhluk laki-laki yang ada di sekitarku, di sekolah, di kampus, di jalanan… Ya Tuhan. Rasanya aku memandang semua ini dengan berbeda.*

– Lalu adegan saat Cath menari ditemani dengan Levi; bukan sejenis dansa, tapi seperti meluapkan ‘segala pikiran-pikiran’ yang saat itu membebani Cath. AAAAA. Aku sukaaa.

– Dan yang PALING FAVORIT!! Aku paling suka saat Cath membacakan fanfiksi buatannya (tentang Simon dan Baz) kepada Levi, dan Levi benar-benar mendengarkannya -serius, dia mendengarkannya- dan Levi sama sekali tidak menganggap semua itu seperti hal-hal remeh yang tidak penting, tapi… ASTAGA! Dia benar-benar menghargai fanfiksi buatan Cath, dan dia bersedia mendengarkannya. ADAKAH YANG LEBIH ROMANTIS DARI INI? Aku ingin memiliki Levi saat itu juga :( Bahkan di detik pertama aku bertemu dengan Levi :(

– Puncaknya….. Puncaknya….. PuncaknyaaaaAAAAAAAa… Pada saat Cath membantu Levi membacakan sebuah buku (karena Levi lebih suka bukunya dibacakan oleh orang lain, untuk membantunya lebih memahami isi buku itu, dan karena buku itu adalah bahan ujiannya, dan dia harus lulus) dan… dan… dan… Kalian harus membaca sendiri, untuk mengetahui apa yang kumaksudkan disini. Ya Tuhaaaaan, manis sekali sih. Aku suka banget sama adegan yang itu :”)

Tapi serius, guys. Aku masih mampu menuliskan apa-apa yang berkesan dari buku ini, masih banyak sebenarnya, tapi aku ingin kalian menemukan dan merasakan sendiri kisah dari Levi dan Cath ini. Aku suka semua yang ada pada buku ini, semuanya. Karena semuanya begitu saja, mengalir, dan aku menikmatinya :)

Sebenernya ini tangan udah gatel pengen nulis adegan-adegan berkesan lainnya, tapi sudahlah. Dicukupkan saja :”) Kan nanti ngga seru kalau misalnya kalian tahu semua. Serius. Kalian harus membaca buku ini, jika kalian menyukai genre romantic yang tidak berlebihan, tapi sangat manis sampai-sampai rasanya aku sendiri bisa meleleh *dan iri*

Ya Tuhan. Aku suka sekali dengan buku ini.

#3 Jadi uruuchan suka sama buku ini?

TENTU SAJA!

Apa lagi yang perlu kujelaskan, setelah aku ngomong panjang lebar barusan? Wkwkwkwkwkwk. Tapi perlu kutekankan lagi…

AKU SANGAT SUKA buku ini.

Semua karakternya, ceritanya, terutama bagian Levi dan Cath yang selalu berhasil membuatku merasa sangat geregetan (karena terlalu exciting) dan benar-benar semuanya aku sukaaaa :)

Menurutku, terjemahannya sudah cukup bagus, meskipun di beberapa bagian, aku merasa ada yang timpang, dan agak sulit dimengerti. Tapi aku lupa di bagian mananya. Tapi sejauh aku membaca buku ini, aku merasa masih bisa menikmati kisah Levi dan Cath <3

Covernya juga manis <3 Aku suuukaaaa!! Teringat ke cover buku “The Chronicles of Audy” dari Orizuka, ternyata pendesain covernya sama :D Owalah…

Buat kalian yang suka genre romantis (tapi ga berlebihan) dan seseorang yang ngefans banget terhadap sesuatu (seperti Cath pada Simon dan Baz, dan aku pada Natsu Dragneel dari Fairy Tail) dan laki-laki yang suka bersandar pada sesuatu (?) hahahahaha, juga kisah mengenai keluarga, kupikir buku ini cocok untuk kalian :)

Dan kupikir, Cath adalah representasi diri kita yang ngefans terhadap sesuatu yang ‘aneh di mata sebagian orang’ sehingga (mungkin) bisa saja kita dianggap nerdy. Dan aku pikir Cath mewakili perasaanku yang SANGAT SANGAT SANGAT menyukai sesuatu, sampai-sampai rasanya apa yang sangat kusukai itu menjadi ‘duniaku’. Cath pada Simon dan Baz, dan aku pada anime-anime yang kutonton dirumah. Aku pada Natsu Dragneel dari Fairy Tail <3 <3

Mari kita berfangirl-ing bersama Cath :3

#4 Last! Tuliskan sesuatu di sini!

“Tapi aku juga penulis,” kata sang profesor. “Aku tahu bagaimana rasanya kalau benak kita teralihkan. Mencari pengalihan. Membuat lelah diri kalian dengan melakukan hal kecil yang lain daripada menghadapi layar kosong.” Ia tersenyum pada salah satu cowok. “Layar kosong….
“Jadi, kalau kalian belum selesai -atau belum mulai- aku paham, sungguh. Tapi aku mohon pada kalian… mulailah sekarang. Kunci diri kalian jauh dari dunia. Matikan internet, halangi pintunya. Menulislah seolah nyawa kalian tergantung pada hal itu.
“Menulislah seolah masa depan kalian tergantung pada itu.
– hlm. 218

Quotes kesayangan. Khusus untuk diriku sendiri <3 <3

“Tapi kau tidak bisa melakukan apa pun dengan fanfiksi. Itu sia-sia.”
“Saya bisa membiarkan orang-orang membacanya. Banyak orang yang memang membacanya.”
“Kau tidak bisa memcari nafkah dengan cara itu. Kau tidak bisa membuatnya sebagai karier.”
“Lagi pula, berapa banyak orang yang memiliki karier sebagai penulis?” teriak Cath. Ia merasa seolah semua di dalam dirinya berteriak. Sarafnya. Amarahnya. Kerongkongannya. “Saya akan menulis karena saya menyukainya, seperti orang lain yang merajut atau… atau scrapbook. Dan saya akan menemukan cara lain untuk menghasilkan uang.”
– hlm.276

Aku bisa menjadi penulis yang dihargai! Akan kubuktikan bahwa menjadi seorang penulis juga adalah sebuah profesi! :D

Salam hangat,
@uruuchan (yang jatuh cinta kepada Levi)

p.s : thank you penerbit spring, sudah menerbitkan Fangirl-nya Rainbow Rowell, mudah-mudahan buku-buku lainnya dari rainbow rowell bisa diterjemahkan dan diterbitkan :D Ditunggu next project dari penerbit Spring :D Terima kasih banyak dari lubuk hati yang paling dalam :”) peluk peluk peluuuk~

One thought on “#UruuchanBaca Fangirl by Rainbow Rowell [April 2015 #11]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s