#UruuchanBaca Shatter Me [April 2015 #10]

Akhirnya kesampaian juga baca Shatter Me *senang senang senang*

Dulu pernah ada seseorang yang bertanya kepadaku, “Kamu punya buku-nya Shatter Me, gak? Udah baca belum?” Kubilang saja kalau aku tahu buku itu (ya, aku sudah tahu buku ini sebelum aku membacanya) tapi aku belum baca. Saat itu, aku sudah penasaran, memangnya seperti apa cerita yang dibawakan oleh buku Shatter Me?Hmmm…. Dan, tinggal menunggu waktu yang tepat, akhirnya aku bisa membaca buku ini, dan menikmati kisah Juliette dan Adam <3

***

nuii4u-uruuchanbaca-shattermeJudul : Shatter Me
Penulis : Tahereh Mafi
Penerjemah : Dina Begum
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun 2012
418 hlm.
— beli di “Pesta Buku Diskon 2015” di Bale Pabukon UNPAD
— koleksi novel pribadi ke-418

Tahu ngga, aku beli buku ini dengan harga berapa? Hihihihihi. Jangan pada kaget yaa… Aku beli buku ini di pesta buku diskon 2015 yang diselenggarakan oleh unpad bekerja sama dengan ikapi jabar di bulan April yang lalu dengan harga 25000 saja :D Hahahaha. Ada sebuah kebahagiaan tersendiri ketika mendapatkan sebuah buku dengan harga yang sangat murah :D

#1 Kenapa uruuchan beli buku ini?

Jauh sebelum aku bertemu buku ini di bale pabukon unpad… Sebenarnya aku sudah bertemu dengan buku ini beberapa tahun sebelumnya.

Bahkan aku sudah pernah memegang buku ini, dan membaca sinopsisnya, dan berpikir apakah aku harus membeli buku ini atau tidak. Aku selalu memandangi buku ini begitu lama pada saat aku mampir ke toko buku di Jatos, dan terus… terus… terus… memikirkan apakah aku benar-benar harus membeli buku ini? Entah kenapa, pada saat itu aku belum menemukan dorongan yang benar-benar kuat untuk memiliki buku itu. Rasanya seperti ‘belum saatnya’ saja. Makanya aku menyimpan kembali buku itu ke rak-nya, dan memutuskan untuk tidak membeli buku itu. Bertahun-tahun kemudian… Aku tidak melihat buku itu lagi dihadapanku, sampai pada bulan April yang lalu :’)

Sepertinya, ada beberapa hal yang mendorongku untuk membeli buku ini, saat aku bertemu lagi dengan buku Shatter Me ini di bale pabukon unpad :

1. Karena harganya yang murah

2. Karena ucapan temanku dulu, yang menanyakan apakah aku mempunyai novel Shatter Me ini, dan aku tidak punya -karena pada waktu itu menyimpan kembali buku ini ke rak- dan pada saat itu aku menyesal, kenapa aku tidak membelinya saja. Sekarang, aku bertemu kembali dengan buku ini, dan tentu saja, aku tidak mau melewatkan kesempatan ini.

3. Karena, salah satu akun yang aku follow di instagram (@bluebookbluebook) memfoto buku Shatter Me ini sedemikian cantiknya, sehingga aku jadi menginginkan buku ini juga. Dan yang aku lihat di akunnya adalah buku dengan cover aslinya, dan itu saaaangaaaaaaaaaat cantik sekali di mataku :’)

Begitulah jodohku dengan Shatter Me :D Hahahahahahhaha.
Aku tidak akan bosan mengatakan ini kepada kalian : Aku selalu berjodoh baik dengan buku.
Pertemuanku dengan buku ini (lagi) adalah buktinya :’)

#2 Kesan uruuchan terhadap buku ini?

Kesan pertama? Seriusan :’)
Aku kurang suka dengan desain covernya… Setelah aku melihat versi cover aslinya di instagram (yang jauh jauh jauh jauuuuuh lebih aku sukai dibandingkan dengan cover versi Indonesia) aku jadi menyayangkan kenapa mizan fantasi tidak menggunakan cover versi aslinya.

Seriusan. Cover aslinya, itu menurutku keren baaanget. Artistik. Pokoknya keren deh. Sepertinya orang yang melihatnya juga langsung ‘terpikat’ dan bertanya-tanya ‘itu buku apaan sih? kok covernya cantik banget?’ Hahahaha, itu aku deh.

Tapi beneran… Menurutku, cover aslinya 10 kali lipat lebih menarik dibandingkan cover versi Indonesia ini :’) Entahlah, pendapat orang lain seperti apa… Tapi itu adalah pendapatku :”) Mungkin inilah salah satunya mengapa waktu itu aku ‘rada mikir’ dulu untuk membeli buku ini, karena aku adalah tipikal orang yang melihat dulu covernya, barulah sinopsisnya. Dan… Penulisnya. Hahahahaha.

Jadi walaupun aku agak kurang suka dengan cover bukunya, tapi aku merasa terobati dengan kisah yang dibawakan oleh buku ini, yang ternyata sangat menarik untuk aku ikuti :)

Dan kesan kedua tentang buku ini…
Ya Tuhan…
Narasinya…

Narasinya indah. Narasinya berbeda dari kebanyakan buku yang sudah pernah aku baca. Gila! Aku sempat terpana, karena Tahereh Mafi punya pemilihan kata yang benar-benar bagus… Dan tentunya aku bisa menikmati ini, karena terjemahannya yang sangat baik pula.

Coba kalian lihat yang ini :

“Aku selalu bertanya-tanya tentang rintik hujan.

Aku ingin tahu bagaimana rintik-rintik itu selalu berjatuhan, tersandung kaki-kakinya sendiri, membuat tungkainya patah dan melupakan parasut ketika terjun langsung dari langit menuju akhir yang tak pasti. Bagaikan seseorang yang mengeluarkan isi saku ke atas bumi dan tidak peduli di mana isi saku itu bertebaran, tidak peduli bahwa rinai hujan itu terhempas sewaktu mencapai tanah, bahwa mereka berkeping-keping saat jatuh di lantai, bahwa orang-orang memaki hari-hari ketika pacak itu mengetuk-ngetuk pintu mereka.

Akulah rinai hujan.” -hlm. 16

Itu ada di bab 2, katakanlah bab-bab awal, dan aku semakin tertarik terhadap buku ini. Dan pertemuan antara Juliette dan Adam benar-benar berkesan buatku di bab pertama =)) Aku semakin menantikan interaksi diantara mereka di halaman-halaman selanjutnya.

“Aku menyelubungkan selimut ke pundakku hingga aku terselubung dalam getaran yang tidak mau berhenti meneror tubuhku, Aku ketakutan oleh lemahnya kendali diriku. Aku tidak bisa membuat diriku diam.

Tangannya tiba-tiba berada di punggungku.

Sentuhan itu membakar kulitku menembus lapisan kain dan aku menghirup napas terlalu cepat hingga paru-paruku berhenti memompa. Aku terjebak di tengah tabrakan arus kebingungan, sangat ingin sangat ingin sangat ingin berdekatan sangat ingin berjauhan. Aku tidak tahu bagaimana caranya bergerak menjauh darinya. Aku tidak mau bergerak menjauh darinya.

Aku tidak ingin dia takut kepadaku.

“Hei.” Suaranya lembut sangat lembut sangat lembut. Lengannya lebih kuat dibanding tulang belulang di tubuhku. Dia menarik tubuhku yang terbebat selimut merapat ke dadanya dan aku pun pecah berkeping-keping. Dua tiga empat lima puluh ribu keping rasa menikam jantungku, meleleh menjadi tetesan madu hangat yang meredakan luka-luka di jiwaku.” -hlm. 60

Tuh kaaaan? Aslinya, di buku ini, kalian akan lebih banyak menemukan narasi-narasi semacam ini. Aku yang membacanya saja merasa… Wah… Keren! Aku suka! Dan berbeda dari buku-buku yang pernah aku baca sebelumnya. Rasanya menyenangkan membaca kata per katanya.

Dan… Uh… Adam… Dia benar-benar bisa membuat lututku lemas gara-gara ucapan dan perilakunya. Aku suka Adam. Ya. Aku suka Adam.

Ada banyak interaksi antara Adam dan Juliette *seperti yang aku harapkan* dan aku sangat menyukai keduanya ^^ Kuharap mereka mempunyai masa depan yang baik dan kisah yang bahagia setelah ini… Karena akhir buku Shatter Me ini seperti belum menyelesaikan semuanya. Dan memang, ada buku kedua dan ketiga untuk buku ini :) Dan semuanya sudah diterbitkan dan diterjemahkan oleh Mizan Fantasi :)

Di beberapa review yang aku baca, mengenai buku Shatter Me ini, katanya terlalu banyak adegan romantisnya, dan pasti berkisar antara Adam-Juliette-Warner. Dan memang setelah kupikirkan baik-baik, iya juga ya. Tapi entah kenapa, itu tidak menggangguku. Dan mengenai adegan romantisnya, entah kenapa itu baik-baik saja untukku. Mungkin ini karena aku juga adalah seseorang yang menyenangi kisah-kisah romantis, maka ini baik-baik saja untukku. Sejauh ini, aku sangat menikmati buku ini :) Pokoknya, aku masih sangat menyukai interaksi antara Adam dan Juliette, kyaaa~

#3 Jadi uruuchan suka sama buku ini?

Benarlah pepatah “Don’t judge books by it’s cover” :)

Terlepas dari covernya yang kurang menarik, ternyata ceritanya jauh lebih menarik :D Ngga nyesel beli buku ini :D Aku menikmati cerita yang dibawakan oleh Tahereh Mafi :)

Sejauh ini sih, aku belum berencana untuk memabaca buku kedua-nya. Tapi mudah-mudahan sih datang waktu yang tepat dimana aku kepengen tahu kelanjutan kisah Adam sama Juliette ini ^^

#4 Last! Tuliskan apapun disini!

Aku kehabisan kata-kata. Sakuku penuh dengan huruf yang tidak bisa kurangkaikan dan aku sangat ingin mengatakan sesuatu sampai-sampai tidak mengatakan apa-apa, dan jantungku hendak meletus dari dadaku.

“Juliette…?”

“Kau menemukan aku.” 3 suku kata. 1 bisikan takjub.

“Apakah kau… marah?”

Aku mendongak untuk pertama kalinya dan menyadari bahwa dia gugup. Khawatir. Tidak yakin bagaimana aku akan bereaksi mendengar pengungkapan ini. Aku tidak tahu mau tertawa atau menangis, atau mencium setiap senti tubuhnya. Aku ingin tidur sambil mendengarkan detakan jantungnya di udara. Aku ingin tahu bahwa dia hidup dan baik-baik saja, bernapas masuk dan keluar, kuat, dan waras, dan sehat selamanya. “Kaulah satu-satunya yang peduli.” Mataku penuh dengan air mata dan aku mengerjap untuk menahannya dan merasa bara di tenggorokanku dan semuanya semuanya semuanya nyeri. Beban sehari itu menimpaku, mengancam mematahkan tulang-tulangku. Aku ingin menjerit bahagia, dalam kesakitan, kegembiraan, dan ketiadaan keadilan. Aku ingin menyentuh hati satu-satunya orang yang pernah memerdulikanku.

“Aku cinta padamu,” bisikku. “Jauh lebih besar dari yang mampu kau pahami.”

“Matanya adalah tengah malam yang penuh dengan kenangan, satu-satunya jendela ke dalam duniaku.”

<3 <3 <3

Kuharap, suatu hari nanti, aku bisa mengungkapkan perasaan cintaku kepada seseorang dengan begitu indahnya :’)

Salam hangat,
@uruuchan

p.s : terima kasih tahereh mafi, sudah menulis sebuah buku yang indah; terima kasih dina begum, karena sudah menerjemahkan buku yang indah ini dengan sangat baik kedalam bahasa yang sangat kumengerti ini, sangat sangat berterima kasih; dan terima kasih mizan fantasi, yang tidak henti-hentinya menerbitkan buku-buku yang memperluas duniaku. Peluk peluk peluuuuk~

One thought on “#UruuchanBaca Shatter Me [April 2015 #10]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s