GV#3 “Aku hanya ingin mereka bahagia.”

Ini adalah sesuatu yang baru untukku.
Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku ingin mendoakan seseorang yang tidak aku kenal dengan sungguh-sungguh. Aku tahu seseorang itu, tapi aku tidak begitu mengenal mereka seperti aku mengenal temanku sendiri. Seseorang itu benar-benar seperti orang asing yang aku lihat sekilas di jalan.
Dan, aku ingin mendoakan kebahagiaan mereka. Aku ingin mereka bahagia.

Untuk orang itu, yang merasa sendirian ditengah hiruk-pikuk dunia, yang tidak merasa bahagia setelah mendapatkan semua yang diinginkan oleh orang-orang, yang tidak bisa mengungkapkan perasaannya selama 10 tahun ini kepada orang yang disukainya, yang tidak bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan sesuka hatinya. Hidupnya kini bukan miliknya lagi, tapi milik orang lain.

Untuk dia, yang paling berusaha keras selama 10 tahun ini. Berusaha untuk dianggap, dan membuktikan eksistensi dirinya. Orang yang paling bekerja keras untuk bisa tetap tinggal di sana. Kerja keras untuk bisa setara dengan mereka; dengan orang itu. Dia yang memiliki sinar namun tertutup oleh sinar yang lebih kuat, sehingga menjadikannya sebagai bayangan. Sinar yang tertutup. Untuk dia yang berusaha untuk orang itu, tapi tidak mendapatkan balasan yang setara dengan usahanya.

Aku benci kalian semua. Aku benci.
Kalian bilang kalian mencintaiku? Kalian bilang kalian mencintaiku dengan segala yang aku lakukan.
Tapi, nyatanya kalian semua hanyalah salah satu bentuk dari kepalsuan yang ada di dunia ini.
Kalian sama sekali tidak tahu siapa aku. Sama sekali.
Kalian tidak mengenal aku yang sesungguhnya. Aku.
Kalian tidak mencintai aku. Kalian hanya melihat aku seperti yang ingin kalian lihat.
Kalian membunuhku dari dalam.

Orang itu tenggelam dalam keputusasaaan karena semua yang sudah dia lakukan selama ini.

Apa yang sudah kamu lakukan untukku? Aku sudah berusaha sejauh ini, menyamai langkahmu, untuk setara denganmu. Tapi, kamu yang meninggalkanku! Selama ini aku sangat mempercayaimu! Aku menaruh semua harapan dan perasaan ini kepadamu, namun apa yang kamu lakukan terhadap semua itu? Kamu mengkhianati perasaanku.

Aku sudah cukup dengan semua ini.

Dia yang tidak cukup dicintai.

Tentu saja, aku sama sekali tidak tahu apa-apa tentang mereka. Hanya saja, aku menginginkan mereka bahagia. Aku ingin mereka menemukan kebahagiaan mereka, walaupun untuk mengambil kebahagiaan itu mereka harus melukai banyak orang, membuka kebohongan, melepaskan kepercayaan, dan menghancurkan diri mereka sendiri. Tapi setidaknya mereka sudah jujur terhadap diri sendiri atas apa yang ingin mereka inginkan dari dalam hati mereka yang paling dalam. Untuk mendapatkan kebahagiaan mereka.

Kebahagiaan yang sebenarnya ada di depan mata mereka, namun mereka terlalu takut untuk mengambilnya. Atau memang ada seseorang yang tidak ingin mereka mendapatkan kebahagiaan itu.

Kebahagiaan apapun yang sedang mereka cari, yang sedang mereka inginkan, kuharap mereka benar-benar akan bahagia setelah mendapatkannya. Bukan menyesalinya.

Aku ingin mereka bahagia. Sungguh.
Aku ingin melihat mereka bahagia.

Kalaupun kebahagiaan mereka sedikit melukai hatiku (ya, sedikit) aku akan berusaha untuk itu. Aku tidak apa-apa.

Aku hanya ingin mereka bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s