#UruuchanBaca Love With A Witch [April 2015 #8]

[ditulis 26 April 2015]

Setelah menyelesaikan buku yang sangat menakjubkan (baca : The 100-year-old man who climbed out of the window and disappeared, review-nya bisa dibaca di sini) aku memutuskan untuk membaca Love With A Witch, karena sepertinya saat aku baca the 100 year old man, rasanya buku ini sudah melambai-lambaikan tangannya (jika buku memang punya tangan) kepadaku. Dan ya, seperti itulah aku memutuskan untuk membaca buku ini :)

AKu pikir, dalam sebulan ini aku sudah membaca buku korea terjemahan lainnya, judulnya Moon In The Spring (Review bisa dilihat disini) dan jeda beberapa buku, kemudian aku membaca lagi buku korea terjemahan. Yang menarik adalah buku itu ditulis oleh pengarang yang sama dan di terbitkan oleh penerbit yang sama ^^

***

Judul : Love With A Witch
Penulis : Hyun Go Wun
Penerjemah : Ratna Sitta Hapsari
Penerbit : Haru
Tahun 2015 (Maret)
320 hlm.
— buku beli sendiri di toko buku tisera di Jatos (Jatinangor Town Square)
— koleksi novel pribadi ke-434

Senang rasanya mendengar Haru mau menerbitkan novel lainnya dari Hyun Go Wun ^^ Kalian harus tahu, kalau aku akan membeli karya apapun dari Hyun Go Wun. Kenapa? Karena Hyun Go Wun adalah salah satu dari penulis korea favoritku.

Novel Love With A Witch ini menjadi novel keempat dari Hyun Go Wun yang sudah aku baca. Sebelumnya (secara berurutan dari yang paling lama sampai yang paling terbaru aku baca) 4 Ways to Get Wife, Always With Me, dan Moon In The Spring :)

#1 Kenapa Uruuchan beli novel ini?

Jawaban otomatis : Karena ini Hyun Go Wun :)

Jawaban selanjutnya : Karena aku mendapatkan semacam motivasi untuk membelinya setelah membaca review dari blog-nya kak stefanie sugia.

Jujur-jujuran nih ya… Walaupun ini dari penulis korea favoritku, Hyun Go Wun, tapi untuk novelnya yang satu ini, aku merasa ‘belum tertarik untuk memilikinya sesegera mungkin’ Kenapa? Karena kover bukunya cenderung kurang menarik buatku:( Makanya aku pikir, aku bisa menunda-nunda untuk memiliki buku ini. Mungkin seperti menunggu saat yang tepat. Begitulah.

Tapi, kemudian… Seperti biasanya, aku selalu stalking blog bukunya kak stefanie (cek yuk ke www.thebookielooker.com) untuk melihat ada review buku terbaru dari kak stefanie atau tidak. Dan pada saat itu, aku menemukan review tentang buku ini! Tentu saja segera kuliat, karena aku ingin tahu pendapat kak stefanie mengenai buku ini.

Ternyata ratingnya bagus! Dan pendapat kak stefanie juga bagus mengenai buku ini. Tahu apa yang kurasakan? Tiba-tiba saat itu juga, setelah selesai membaca review itu, aku merasa harus segera mendapatkan, memiliki, mempunyai buku ini :D (pasang hashtag #GueMahGituOrangnya hahahahahahaha) Serius.

Dan disaat kantongku sedang kering (uangnya ludes di pesta buku diskon 2015 di bale pabukon unpad) si buku yang dimaksud muncul dihadapanku, di tempat langgananku beli buku, TISERA di Jatinangor Town Square. Dan aku merasa sangat dilema saat itu juga :'( Sedih… Sedang krismon, tapi keinginan ingin mempunyai buku itu juga tidak bisa diabaikan begitu saja. Huhuhuhuhuhu. Tapi, pasti kalian sudah menduga apa yang terjadi selanjutnya. Hahahahaha. Walaupun itu menggunakan uang jajanku selama seminggu, aku rela puasa di kampus demi bisa memiliki novel Love With A Witch ini. Seriusan.

Dan setelah selesai membaca novel-nya jonas jonasson, aku segera memilih ini untuk kubaca selanjutnya. Karena sudah terlanjur penasaran :”)

*thanks kak stef. untuk review-review mengenai buku yang selalu menyenangkan untuk aku baca :”) Always*

#2 Kesan Uruuchan untuk novel ini?

Butuh waktu agak lama agar aku bisa menyukai dan mencintai karakter-karakter yang ada di dalam novel Love With A Witch ini, entah kenapa. Tidak ada karakter yang benar-benar berkesan buatku dari novel ini, malahan (anehnya lagi) aku malah menyukai karakter Ian dan Eun Yoo >.< Aku juga tidak mengerti.

Dan kupikir, cerita yang dibawakan oleh Hyun Go Wun kali ini sama seperti sebelumnya yang ada di Moon In The Spring; ada sedikit unsur fantasi di dalamnya. Serius. Aku terlanjur sudah membayangkan tentang hal itu. Hahahahahaha. Seperti judulnya juga, kan? Love With A Witch. Penyihir. Wah… Ini sepertinya berbau magis dan fantasi. Tapi ternyata tidak seperti yang kubayangkan. “Penyihir” di sini maksudnya adalah persepsi karakter cowok utama dalam cerita ini kepada tokoh utama ceweknya. Dan sama sekali tidak ada unsur magis atau fantasi (seperti yang kuharapkan tadinya)

Dan… Terlebih lagi, sepertinya otakku memang rada lemot atau gimana gitu ya. Aku kebingungan dengan hubungan kekeluargaan yang ada antara beberapa karakter-karakter yang ada di dalam novel ini. Tapi, aku pernah membaca buku yang di dalamnya berisi lebih banyak silsilah keluarganya, dan aku tidak mengalami kesulitan sama sekali (mungkin karena di dalam buku itu di cantumkan gambar silsilah keluarganya, jadi memudahkan aku untuk mengerti siapa-nya-siapa)

Misalkan Jin Hyeok, Jin Myeong, sama Jin Seok. Aku tidak mengerti ada apa dengan hubungan kekeluargaan diantara mereka. Siapa yang jadi kakak, siapa yang jadi adik dan sebagainya. Bahkan sampai aku menyelesaikan novel ini pun, aku masih tidak mengerti. Yang kutangkap hanyalah bahwa mereka terikat hubungan kekeluargaan.

Tapi, sejauh ini… Aku menikmati kisah yang dibawakan oleh Hyun Go Wun melalui dua karakter utama kita; Jun Hwi (kupikir ini nama karakter perempuannya) dan Soo An. Hyun Go Wun bisa membuat hal-hal yang kelihatan remeh pun, menjadi sesuatu yang romantis (kupikir) Makanya aku menyukai karya-karyanya, karena kisah-kisah nya yang romantis tapi ngga ‘ecek-ecek’ :) Terutama novel 4 Ways To Get Wife. AAAAA. Dulu pas aku baca, rasanya aku merona sekali ketika membacanya,

Kupikir plotnya sudah selesai… Ternyata kita digiring untuk mencari seseorang, dalang dibaling semua tindak tanduk semua ini. Dan pelakunya adalah *piiip* Ya Tuhan, aku tidak menyangka dia bisa berbuat seperti itu :( Maksudku, dia adalah orang yang bisa dipercaya oleh *piip* bahkan aku mempercayainya!! Tapi… Dia bisa dengan mudahnya berkhianat seperti itu. Manusia memang sulit ditebak ya… Dan, justru itulah yang menjadikan manusia itu menarik.

Sejauh ini… Yang paling kunikmati dari novel ini adalah… Tentunya interaksi antara Jun Hwi dengan Soo An :) Soo An menurutku adalah karakter yang menarik, mencirikan seorang perempuan yang ‘kuat’ (dalam artian lain, hahahahahaha) Dan, yang paling kukagumi darinya adalah, dia tidak segan untuk mengungkapkan apa yang dia pikirkan :) Itulah yang paling aku kagumi dari Soo An, dan aku ingin seperti itu :) Walaupun, seperti yang sudah aku ungkapkan sebelumnya, butuh waktu agak lama agar aku bisa menyukai pasangan ini, karena pada bab-bab awal dan beberapa bab kemudian, aku merasa belum ‘terhubung’dengan pasangan ini. Apa kalian pernah merasakan perasaan yang seperti itu? Entahlah, semoga bukan aku saja, heheheh.

Tapi….. BENERAAAAN!!! Aku suka sama Ian! >.< Dialah yang mendapatkan lebih banyak perhatianku di dalam novel ini, sayangnya dia bukan tokoh utama di sini, jadi dia tidak terlalu banyak muncul :( Aku suka pada saat Hyun Go Wun menggambarkan Ian seperti ini : “Laki-laki itu melempar jaketnya dan menarik kursi. Penampilannya agak berantakan karena ia tampak sibuk sekali, tapi ia tetap terlihat tampan. Penampilan Ian selalu menarik perhatian orang-orang yang ada di dekatnya. Mereka pasti akan menoleh, walau mungkin hanya satu kali.” -h.173

Deskripsi itu mengingatkanku kepada seseorang yang sering kali kulihat di kampus. Dia seniorku dari prodi yang berbeda denganku. Aku selalu merasa bahwa seniorku itu ‘menarik’, seperti ada sesuatu dari senior itu yang membuatku selalu menoleh kepadanya. Ada ‘sesuatu’ di dalam diri senior itu dan aku tidak tahu apakah itu tepatnya. Pokoknya, dia menarik! :) Dan kebetulan, deskripsi tentang Ian ini mengingatkanku kepada senior itu :)

Well, supaya kalian mendapatkan gambaran mengenai kisah mengenai Jun Hwi dan Soo An ini, aku menuliskan sinopsisnya (yang kuambil dari bagian belakang bukunya) :

“Kau tidak percaya penyihir?
Sayang sekali.

Jangan terlalu serius dalam segala hal dan cobalah untuk bermimpi, sesekali.
Siapa tahu saja, suatu hari nanti seorang penyihir akan membuat keinginanmu jadi nyata hanya dengan mengayunkan tongkat sihirya.

Jun Hwi bertemu dengan seorang perempuan yang menyelamatkan keponakannya -Eun Yoo- dari kecelakaan.

Mata perempuan itu…
Seperti mata kucing yang bersinar.
Bagian putihnya terlihat transparan karena sangat putih.
Tatapan mata yang tajam itu membuatnya tidak berbeda dengan tatap mata penyihir yang sering muncul di buku bergambar milik Eun Yoo.

Tidak salah lagi. Perempuan itu adalah penyihir.
Kalau ia bukan penyihir, tidak mungkin Jun Hwi bisa begitu mudah menitipkan keponakan kesayangannya pada perempuan yang baru dikenalnya.
Padahal anak itu sedang diincar-incar orang jahat.
Belum lagi, kenapa Jun Hwi jadi ingin mencium penyihir itu?

Sihir apa yang perempuan itu rapalkan pada Jun Hwi?”

Bagaimana jika ceritanya diubah, bahwa Soo An memang penyihir beneran, yang terdampar di bumi gara-gara sesuatu, kemudian dia menolong seorang anak kecil, dan bertemu dengan seorang laki-laki tampan, kemudian jatuh cinta? Hahahahaha. Aku kebanyakan berkhayal. Tapi, kalau ceritanya memang seperti itu, sepertinya aku akan (lebih) menyukai cerita tersebut.

#3 Jadi, uruuchan suka sama novel ini?

Ya. Aku lumayan suka dengan buku ini, karena adanya Ian dan Eun Yoo. Hehehehehehehehe :D Tidak apa, kan? Tidak ada yang mengharuskan kita untuk menyukai tokoh utama? Aku suka Ian dan Eun Yoo :)

Hanya tambahan saja, novel ini menyimpan sebuah kisah pribadi untukku. Pada hari yang sama dimana aku membeli novel ini, aku bersama teman-temanku menghabiskan waktu yang menyenangkan di kos-an salah satu teman sekelasku. Namanya Zizi. Dan pada saat itu, aku sedang berpuasa (puasa membayar hutang hehehehe) Aku ingat, setelah adzan magrib, aku dan teman-teman makan di warung nasi padang. Rasanya menyenangkan bisa berada bersama teman-teman pada sore hari, rasanya berbeda pada saat pagi atau siang hari :) Pulangnya, aku mampir terlebih dahulu ke toko buku tisera, untuk membeli novel ini :D

Dan ngomong-ngomong, kertas yang dipakai dalam novel ini lebih tebal, ya? Kok aku merasa lebih tebal dibandingkan kertas-kertas yang dipakai di novel Haru yang lainnya. Tentu saja aku lebih suka jenis kertas yang ini; yang digunakan dalam novel Love With A Witch ini :)

#4 Last! Tuliskan apapun di sini!

Terima kasih penerbit haru, sudah menerbitkan karya lainnya dari Hyun Go Wun :D Mudah-mudahan, jika Hyun Go Wun mengeluarkan karya lainnya, penerbit Haru mau menerbitkannya lagi :)

Salam hangat,
@uruuchan

next review : To All The Boys I’ve Loved Before by Jenny Han [Coming Soon]

One thought on “#UruuchanBaca Love With A Witch [April 2015 #8]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s