#UruuchanBaca Anna Dressed In Blood [April 2015 #6]

[ditulis pada 19-04-15]

Selamat pagi! Dan selamat merasakan curahan kasih sayang dari-Nya ^^ Hari ini aku diberkahi kehidupan (lagi) dan untuk yang kesekian kalinya oleh Tuhan. Mari kita bersyukur akan hal itu :) Hari ini, aku berkesempatan untuk mengulas salah satu buku yang sudah aku baca, yaitu novel terjemahan yang berjudul “Anna Dresses in Blood” dari Kendare Blake. Dari judulnya saja sudah terlihat bahwa novel ini berkesan ‘menyeramkan’ dan memang itulah kenyataannya.

Asal kalian tahu saja, aku bukan penggemar novel-novel horror. Dan aku merasa heran kenapa aku berani membaca novel ini. Seperti bukan aku saja, rasanya. Tapi aku berhasil menyelesaikan novel ini, aku merasa bangga bisa membacanya :”)

***

Judul : Anna Dressed In Blood
Penulis : Kendare Blake
Penerjemah : Angelic Zaizai
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2015
— beli sendiri di “Pesta Buku Diskon 2015” di Bale Pabukon UNPAD
— koleksi novel pribadi ke-425

image

Kalau aku amati sedikit-sedikit, sepertinya sekarang lagi musim buku-buku horror ya? :) Ketika aku mampir ke toko buku TISERA di Jatos (Jatinangor Town Square) aku lihat beberapa rak buku dipenuhi oleh buku-buku dengan cover yang menyeramkan. Tren pasar mungkin sedang senang dengan buku-buku seperti itu ya? Kalau aku boleh menduga-duga, sepertinya ini dimulai oleh buku-nya teh Risa Saraswati yang berjudul Danur (diterbitkan oleh Bukune, dan sudah dicetak ulang dengan cover baru) yang memang genre-nya horror lokal :) Aku sudah membaca buku-nya teh risa yang itu, dan memang menurutku itu bagus :) Dan setelah itu, sampai saat ini, saya menemukan buku-buku bertemakan horror mulai muncul satu per satu dari berbagai penerbit.

Dan salah satunya adalah novel ini ^^ Kalau yang tadi aku bilang, horror-nya adalah horror lokal, kalau novel yang ini membawakan horror dari negara di sebrang sana.

#1 Kenapa uruuchan beli novel ini?

Setiap buku punya kisah dengan pembeli buku itu. Salah satunya aku dengan buku ini.

Pertama kalinya aku lihat penampakan buku ini, di mizanstore.com pada saat aku sedang stalking-stalking buku-buku baru dari mizan fantasi :) Kapan itu terjadinya, aku lupa lagi.

Dan disanalah aku melihat buku ini; Anna Dressed In Blood, dengan kover bukunya yang sangat apik dan cantik. Saat itu juga, aku merasa harus ‘punya’ buku itu. Serius. Kovernya bagus banget! Keren malah… Itu adalah alasan utama kenapa aku bisa tertarik dengan buku ini; karena kovernya itu.

Serius. Kovernya keren banget!

Bagaimana aku menjelaskan kesanku terhadap kover buku ini ya? Menakutkan tapi tidak terasa menakutkan juga dalam waktu yang bersamaan. Menakutkan, karena terasa sekali aura buku horrornya. Rumah tua, dan seorang gadis yang sedang membelakangi kita, yang sedang mengenakan sebuah gaun putih berlumuran darah. Belum lagi warna gelap berwarna abu-abu tua, mendominasi kover buku itu, semakin memperjelas aura horror dari rumah tua dan gadis itu *gulp* *aku agak takut juga nih* Dan tidak terasa menakutkan, karena untungnya si gadis tidak menunjukkan wajahnya kepada kita :’) dia membelakangi kita. Hahahaha. Untunglah. Serius. Untunglah dia tidak melihat ke arah kita :’) Ngomong-ngomong aku berani baca buku ini juga, karena si gadis ini membelakangi aku. Kalau kovernya lebih menyeramkan daripada ini, serius, aku ga bakalan berani baca! Wkwkwkwkwk. Tapi sekali lagi, kovernya epik banget. Asli deh, aku suka! Dan sepertinya karena kover ini juga, buku ini menjadi pusat perhatianku di antara buku-buku yang lainnya. Bagi siapapun yang sudah merancang kover buku ini sedemikian rupa, kamu sudah melakukan yang terbaik! *thumb up* *salut* *angkat topi*

Tapi, pada saat itu aku tidak membeli novel itu, karena aku sedang tidak punya uang:( Tapi, hahahaha, jangan lupakan bahwa aku selalu berjodoh baik dengan buku. Walaupun aku ngga beli pada hari itu, beberapa bulan sesudahnya aku akhirnya bisa memiliki dan membaca buku Anna Dressed In Blood ini.

Pada kesempatan kedua, saat aku sedang main ke Gramedia Merdeka di Bandung, aku melihat buku ini lagi!! AAAAAA. Bisa kau bayangkan perasaan senang itu? Bahkan buku keduanya yang berjudul Girl of Nightmares juga ada di sana. Bisa bayangkan lagi perasaan senangku yang bertambah 2x lipat? AAAAAAAAAAAAA. Tapi kalian tahu? Aku tidak membeli dua buku itu. Kenapa? Karena uangku tidak cukup :'(((( Ah, sedih banget asli. Banget. Budgetku tidak mencukupi untuk membeli dua buku itu, karena dikeranjangku sudah ada 6 buku ditambah 6 komik yang sudah aku beli sebelumnya. Mungkin belum saat yang tepat, pikirku.

Dan… beberapa minggu kemudian, di dekat kampusku, di adakan pesta buku diskon 2015 yang diselenggarakan oleh unpad bekerja sama dengan ikapi jabar. Dan kalian tahu? AKU BERTEMU LAGI DENGAN BUKU INI di stand mizan yang ada disana. Dan, di sanalah aku berjodoh dengan buku ini :’) Ditambah dapat potongan diskon sebesar 25%, aku merasa sangat bahagia.

Jadi begitulah, ceritanya kenapa aku bisa mendapatkan buku ini, dan betapa aku menginginkannya karena kovernya yang keren banget menurutku.

Satu lagi, pendapat yang ada di bagian depan kover buku berhasil mempengaruhiku :

“Gabungan horror dan romance yang apik…” -Publishers Weekly

Hmm… Horror ditambah ROMANCE? Sepertinya menarik. Aku suka ini. Sepertinya bakalan menarik deh. Dan akhirnya aku berhasil mendapatkan buku ini ;)

#2 Kesan uruuchan terhadap buku ini?

Apa yang harus aku katakan terhadap buku ini? Gila! Buku ini keren! Horror-nya dapet, dan benar dengan apa yang dikatakan oleh Publishers Weekly itu, gabungan antara horror dan romance-nya dapet, dan aku suka dengan itu.

Mungkin ada sebagian orang di sana yang berpendapat bahwa horror nya biasa aja, dan sama sekali ngga menakutkan, tapi berbeda denganku yang pada dasarnya takut terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan film hantu, hantu, dan sebagainya. Sehingga ketika aku membaca buku ini, aku merasa horror-nya dapet banget, buatku. Dan, aku takjub kepada diriku sendiri yang berani membaca buku horror seperti ini.

*Sebentar, biarkan aku menyalakan lampu kamarku terlebih dahulu sebelum aku melanjutkan tulisan ini. Serius. Aku butuh cahaya ketika menuliskan tentang buku horror ini. Oke. Sudah*

Buku ini ditulis oleh sudut padang orang pertama, yaitu Theseus Cassio alias Cas. Dialah tokoh utama dalam cerita ini. Dan betapa aku menyukai pikiran-pikiran Cas di sini. Apa, ya? Dia terkesan pesimis, tapi menurutku itu jadi bagian dirinya yang menarik, lucu, dan keren (aku jadi teringat pada Percy jackson) Pokoknya aku suka sama si Cas ini :) Dan dia adalah seseorang yang bisa membunuh hantu dengan pisau athame dari Ayahnya yang sudah meninggal.

Si Cas ini sudah terbiasa dengan hidupnya yang selalu berpindah tempat (tuntutan pekerjaan) dan kali ini dia tiba di Thunder Bay untuk memburu hantu Anna si Gaun Darah yang menjadi legenda lokal di sana. Dia tertarik dengan hantu itu dengan rasa ‘tertarik’ yang berbeda dari biasanya.

Dia berhasil bertemu dengan Anna, kalian tahu. Tapi, kemunculan Anna di depan Cas untuk pertama kalinya bener-bener dramatis sekali, berakhir dengan kematian salah satu temannya si Cas, soalnya waktu itu Cas bersama dengan beberapa orang lainnya (yah, walaupun Cas sendiri mengakui bahwa dia bukanlah temannya)

Dan setelah Cas bertemu dengan Anna untuk pertama kalinya, saat itu juga aku menantikan pertemuan selanjutnya antara Cas dengan Anna :3 Hehehehe. Aku langsung ngeship mereka berdua :D Soalnya si Cas ini rada spesial, dia orang yang tidak ingin Anna bunuh, semacam itulah. Aku sangat sangat sangat menyukai interaksi yang terjadi antara Anna dengan Cas, rasanya gimanaaaaa gitu. Sweet aja rasanya :) Hehehehehe.

Ada beberapa adegan yang menurutku, kalau dijadikan semacam adegan live-action rasanya bakalan mengerikan. Untunglah aku hanya membayangkannya saja, kalau sampai melihatnya, aku yakin aku tidak akan kuat. Misalnya saat temannya Cas yang terbunuh di rumah Anna untuk pertama kalinya, itu asli menurutku sadis banget. Terus saat Anna menyajikan bayangan pada Cas, saat Cas berada di ruang bawah tanah Rumah Anna, di mana di sana terdapat tumpukkan mayat-mayat yang sudah Anna bunuh. Brrrrr… Aku tidak berani membayangkan jika ini benar-benar dijadikan film. Aku tidak mau menontonnya :( Tapi, kalau membaca sih, ayo ayo aja :’)

Tapi yang paling menyedihkan adalah, saat kita dibawa untuk mengetahui kisah masa lalu-nya Anna, dan bagaimana dia bisa meninggal seperti itu. Serius. Aku ngga nyangka bahwa penyebabnya adalah *piip* Aku beneran ngga bisa ngebayangin itu :( Kasihan Anna :(

Sebenarnya masih banyak yang ingin aku ceritakan pada kalian, tapi rasanya kalian harus mengetahui sendiri bagaimana seru-nya buku ini. Romance-nya dapet, ngga terlalu berlebihan, malah menurutku pas banget. Dan horror-nya apalagi. Jangan ditanya.

Dan kupikir setelah aku selesai pada plot ceritanya, ternyata masih ada kejutan lainnya yang menanti di cerita ini. Sumpah, aku ngga nyangka! Dan itu bener-bener horror, asli.

Horror-paling-horror yang kurasakan dari buku ini adalah saat si athame-nya Cas tiba-tiba saja muncul di atas tempat tidur Cas, padahal saat itu athame-nya ada di tangan Will. Belum sempat Cas memahami keadaan itu tiba-tiba saja, suara tangga dari loteng pun berbunyi *AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA menuliskannya kembali saja sudah berhasil membuatku bergidik ngeri* Asli disana aku harus menghentikkan napas ku sesaat, menutup bukunya sesaat, kemudian melanjutnya kembali setelah menarik napas dalam-dalam. Asli ngeri *gulp*

Pokoknya, aku menikmati saat-saat membaca buku ini. Kebanyakan aku membacanya pada waktu siang hari, karena kalau pada malam hari, aku takut ngga kuat :’)

Buku Anna Dressed In Blood ini sangat berkesan buatku. Cobalah kalian untuk membacanya! Kupikir, kalian akan mendapatkan pengalaman membaca yang berbeda dari biasanya ;)

#3 Jadi, uruuchan suka sama buku ini?

Asli suka! Selain memberikan pengalaman membaca yang tidak biasanya kepadaku, aku juga suka banget sama Cas dan Anna. Entah kenapa, sejak awal aku sudah merasakan ‘minat’ dan ‘ketertarikan’ Cas terhadap Anna. Puncak fangirl-ngan ku adalah ketika si Cas kepada Anna……. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA mana mungkin aku menceritakannya disini. Kalian harus membacanya sendiri :D

Dan menurutku endingnya bikin aku penasaran! Serius! Aku kepengen tahu kelanjutkan kisah Cas dan Anna. Aku ga sabar buat baca Girl Of Nightmare, sekuel dari buku ini. Doakan aku, mudah-mudahan aku ada rezeki buat beli buku itu nanti :) Untuk sementara aku harus bisa menahan rasa penasaran ini.

Dan, sekali lagi, beneran deh. Aku suka sama buku ini :)

#4 Last! Tuliskan apapun di sini!

Tidak banyak yang aku tuliskan disini. Awalnya aku kebingungan, aku harus menuliskan apa, ya? Tapi kemudian, aku teringat satu halaman yang aku tandai dalam buku ini :

“Itulah uniknya hantu. Mereka boleh saja normal, atau relatif normal, saat masih bernapas. Tapi, begitu meninggal mereka menjadi obsesif. Hanya memutuskan perhatian pada apa yang terjadi kepada mereka, dan mejebak dirinya sendiri dalam momen terburuk. Tidak ada lagi yang nyata dalam dunia mereka selain mata pisau yang pernah menusuknya, atau sensasi saat sesosok tangan mencekik lehernya. Mereka punya kebiasaan memperlihatkan hal-hal seperti itu kepadamu, biasanya dengan mendemonstrasikannya. Kalau kau tahu kisah mereka, tidak susah menebak apa yang akan mereka lakukan.” -h.28

Buat kalian yang senang atau pernah menonton acara “Masih Dunia Lain” pasti kalian tahu ada beberapa hantu yang ‘usil’ kepada para pesertanya. Seperti menakut-nakuti mereka. Kupikir, yah, mereka tepat seperti yang dituliskan dalam kutipan diatas :’)

Kupikir, kita antara percaya-tidak percaya terhadap keberadaan hantu atau makhluk gaib di dunia ini. Tapi, dengan adanya acara “Masih Dunia Lain” itu semakin membuatku yakin, bahwa mereka ada di sekitar kita. Mereka bertahan hidup di sini, dengan cara mereka sendiri, entah kita suka atau tidak.

Buku ini, menampilkan kisah dari “dunia lain” itu dengan apik. Dan tentunya dengan sedikit bumbu romance ;)

Salam hangat,
@uruuchan

p.s : thank you mizan fantasi, sudah menerbitkan lagi buku yang menghiburku, menyenangkanku, selalu. Mizan fantasi selalu menyediakan kisah-kisah yang membuatku merasa duniaku menjadi luas setelah membacanya. Salah satunya adalah dengan buku ini. Thanks Mizan, always :) And… Still Waiting for “Girl in Nightmare” :”)

next review : The 100-years-old man who climbed out the window and disappeared [coming soon]

One thought on “#UruuchanBaca Anna Dressed In Blood [April 2015 #6]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s