Hadiah Dari Sesepuh

Bener-bener ngga nyangka untuk semua yang terjadi di sabtu sore yang lalu.

Kemarin, rumahku dapat kunjungan dari sesepuh. Sesepuh ini datang dari sukabumi :) Rasanya sudah lama aku tidak melihat sepuh, dan aku merasakan sepercik rasa rindu yang hangat di hati ini; aku masih bisa bertemu dengan sepuh di usiaku yang 19 tahun ini, bersama dengan keluargaku, lengkap.

Seperti biasa, kalau aku bertemu sepuh bersama dengan keluarga, sepuh selalu memberikan petuah-petuah kepada kami. Begitu pula yang terjadi pada kemarin sore, aku mendengarkan petuah-petuah indah, yang menyegarkan rohani ini, dan membuatku merasa jiwaku sudah mendapatkan full charge dari petuah-petuahnya milik sepuh.

Kalau ingin kaya; baik harta maupun hati, banyakin bersyukur. Jangan lupa juga shalat lima waktu, karena itu yang paling utama.

Kalian tahu? Malaikat kematian datang menghampiri kita sebanyak 5 kali dalam sehari. Sesering itu, kematian ‘menengok’ kita. Apa kita sudah siap, jika kematian datang menjemput kita tanpa aba-aba terlebih dahulu?

Namanya juga manusia; manusia selalu punya banyak keinginan. Kalau ingin semua keinginan itu tercapai : (1) Jangan menduakan Allah. Beribadahlah hanya kepada Allah (2) Shalat. Ini paling utama dan paling penting. Jangan di tunda-tunda ketika kita mendengarkan seruan dari-Nya untuk beribadah. Segerakanlah menjawab ‘panggilan’ dari-Nya (3) Zakat. Jangan lupa shadaqah; sisihkan sebagian dari rezeki yang kita miliki untuk bersedekah.

Sebenarnya masih ada lagi, tapi yang paling kuingat dan berkesan dalam pikiranku adalah hal-hal yang aku tuliskan di atas :) Dan, kalau kalian ingin tahu, sepuh mengatakan semua itu pakai bahasa sunda yang buhun, yang kuno. Untungnya aku masih bisa memahaminya ^^

Kupikir sepuh sedang mengingatkan kita semua; mengingatkan kita untuk memperbaiki shalat kita yang masih terikat kepada hal-hal duniawi. Pernah ngga kita ngga menunda-nunda shalat? Pasti kita pernah bilang “ah nanti dulu”, “ah bentar lagi”, dan segudang hal lainnya (Ngomong-ngomong aku rumasa banget, lah) Seperti itu! Dan pernah ngga, kita berusaha untuk mensegerakan shalat kita setelah mendengarkan adzan berkumandang? Pasti jarang :’) Aku juga, kok….

Tapi setelah mendengar petuah-petuah dari sepuh, aku menjadi termotivasi untuk memperbaiki diri :’) Untuk menjadi manusia-yang-baik. Mudah-mudahan, niatku berjalan dengan konsisten ya, Aamiin. Kalian juga!

Kupikir petuah-petuah sepuh itu sudah seperti hadiah yang diberikan kepadaku. Aku merasa bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk terus memperbaiki diri.

Tapi…. Ternyata sepuh masih punya sesuatu yang lain….. Untukku. Khusus untukku.

Aku merasa kaget; sama sekali tidak menyangka bahwa aku akan mendapatkan hadiah dari sepuh. Apa yang sudah aku lakukan, sehingga aku ‘berhak’ mendapatkan hadiah itu dari sepuh?

Sepuh memberikan aku hadiah mungil yang sangat-sangat-sangat cantik, indah, berharga, bernilai, dan berkilauan kepadaku. Ya Tuhan, cantik sekali hadiah dari sepuh itu. Warnanya biru; sapphire blue, tepatnya. Indah.

Kalian tahu, apa yang sepuh katakan kepadaku ketika menyerahkan hadiah itu kepadaku? Sepuh berkata (dalam bahasa sunda) :

Ini buat kamu, yang punya banyak keinginan. Mudah-mudahan segala cita-cita dan keinginan kamu tercapai, ya.

Aku… Aku…
Aku…
Tidak sanggup untuk berkata apa-apa. Tapi, aku sangat terharu. Sangat.

Sepuh tahu cita-citaku…
Cita-citaku untuk menjadi seorang penulis profesional suatu hari nanti. Dan keinginan-keinginan lainnya yang tidak bisa kusebutkan. Sepuh tahu. Dan aku merasa sangat bahagia karena sepuh mengetahuinya. Bahkan sepuh mendoakanku. Ya Tuhan, aku merasa sangat bahagia :’)

Kemarin adalah hari yang sangat berkesan buatku. Dimana sepuh memberikan banyak hadiah kepadaku; untuk rohaniku, dan untuk cita-citaku.

Mudah-mudahan, aku bisa menjadi seorang penulis professional beberapa tahun lagi. Aamiin.

Aku akan membuktikannya! Tunggu saja :)

Salam (sangat) bahagia,
Uruuchan

N.b : terima kasih sepuh, untuk segalanya. Terima kasih Tuhan, untuk segala-galanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s