#UruuchanBaca Priceless Moment [April 2015 #4]

[ditulis 10/04/2015]

Halo, halo!
Kita bertemu lagi :) Mudah-mudahan, kalian semua yang sedang membaca postingan ini dalam keadaan sehat tidak kekurangan apapun. Dan kudoakan juga, mudah-mudahan kalian selalu memiliki buku untuk kalian baca :)

Phew. Setelah menyelesaikan kitchen 1, aku agak kebingungan untuk menentukan buku mana yang akan aku baca selanjutnya (tumpukkan buku yang belum kubaca masih menumpuk, dan aku masih tidak segan untuk menambahnya dengan buku-buku baru lainnya yang kubeli. Kuharap kalian mengerti obsesiku terhadap buku :”) hehe) Kupikir, aku butuh sesuatu yang ringan dan mudah kubaca (padahal sejauh ini, yang kubaca adalah jenis tulisan yang ‘ringan’ semua hihi) tapi begitulah.

Pada akhirnya aku memilih untuk membaca novel-nya kak Prisca Primasari :D

***

Judul : Priceless Moment
Penulis : Prisca Primasari
Penerbit : GagasMedia
Tahun 2014
296 hlm.
— buku beli sendiri di “Pesta Buku Diskon 2015” di Bale Pabukon Unpad
— koleksi novel pribadi ke-421

image

Rasanya sudah lama aku tidak membaca karyanya kak prisca, dan aku merasa kangen :”) Terakhir kalinya aku membaca karya kak prisca itu, novelnya yang berjudul Paris, dan sebelumnya aku sudah membaca “Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa” Ohya! Aku hampir melupakan satu karya kak prisca lainnya yang sudah kubaca, yaitu Evergreen.

Ada kisah menarik dibalik buku ini :”) Pengalaman pribadiku sih, seperti biasa. Hehehehe. Bagiku, setiap buku yang kumiliki pasti punya kisahnya tersendiri; benang merahnya denganku. Dan aku pasti akan selalu menuliskannya disini, karena bagitu itu sesuatu yang berharga :D

Sebentar lagi, kalian akan mengetahuinya :)

#1 Kenapa uruuchan beli novel ini?

Karena ini kak PRISCA PRIMASARI gitu!!

Hahaha. Sepertinya mulai terlihatlah sosok asliku yaa :”) Ketika aku sudah menyukai karya seorang pengarang, maka ketika si pengarang itu mengeluarkan karya terbarunya, aku tidak akan segan untuk membelinya, dan memilikinya :”D Salah satunya adalah kak prisca ini, dia adalah salah satu pengarang favoritku. Aku jatuh cinta pada gaya penulisannya setelah membaca novel Paris [yang sama-sama diterbitkan oleh GagasMedia. Paris sendiri adalah salah satu novel dari seri STPC (Setiap Tempat Punya Cerita)-nya GagasMedia dan Bukune]

Waktu pertama kali lihat buku ini, di mana ya? Aku lupa. Yang jelas bukan di toko buku. Aku melihatnya di internet. Kalian ingin tahu reaksiku? Aku memekik kegirangan! Aaaaaaa!!! Karya kak prisca yang terbaruuuuuuu~ Saat itu juga, aku memutuskan jika aku melihat buku itu di toko buku langgananku (di TISERA Jatos) aku harus segera memilikinya saat itu juga. (Kayaknya ini pas tahun lalu deh…. :”) hehe)

Tapi… Saat yang kutunggu-tunggu itu tidak datang juga. Sesering apapun aku menengok tisera, buku ini sepertinya tidak mampir juga. Aku merasa sedih, tapi cepat juga melupakan kesedihanku karena aku keburu melihat novel lainnya yang menjadi perhatianku.

Aku sudah bilang kalau aku berjodoh baik dengan buku, kan? ;)

Walaupun aku tidak berkesempatan untuk memiliki buku itu pada tahun lalu, buku itu akhirnya datang juga menampakkan dirinya di hadapanku tahun ini, di bulan April (bulan kesukaanku) di Pesta Buku Diskon 2015 kerja sama antara Unpad dan IKAPI Jabar yang diselenggarakan di Bale Pabukon UNPAD :D

Waktu itu aku pergi kesana bersama temanku, dan ketika melihat buku ini, reaksiku adalah loncat-loncat kecil dan berteriak kegirangan. AAAAAAA~~ Buku yang kutunggu-tunggu datang jugaaaa!! Senang sekali rasanya. Kayaknya teteh-teteh penjaga standnya rada aneh deh melihat tingkahku wkwkwkwk. Aku tidak bisa menyembunyikan perasaan senang ku ketika melihat buku itu, soalnya aku sudah lama menantikannya sih :)

Aku berjodoh baik dengan buku, kan? ;))

Dan begitulah, seperti yang sudah kubilang sebelumnya, jika aku menemukan buku ini, aku akan segera membelinya. Pada hari pertama pesta buku diskon 2015 ini, aku sudah mendapatkan 4 buah buku fiksi, salah satunya adalah buku ini; Priceless Moment.

Aku senang sekali! :D

Yah, pokoknya aku membeli buku ini karena buku ini ditulis oleh kak prisca primasari. Dan aku tidak butuh alasan lainnya :D

#2 Kesan Uruuchan tentang buku ini?

Buku bertemakan keluarga lainnya yang aku baca tahun ini :) Sebelumnya aku sudah membaca novel-nya kak Winna Efendi yang berjudul “Happily Ever After” yang memiliki tema serupa dengan buku ini.

Hmm… Bagaimana menjelaskannya ya?

Aku suka sama ceritanya. Tapi kok aku sendiri merasa kurang “menyatu” dengan karakter-karakter yang ada di dalamnya. Apa mungkin kisahnya terlalu singkat dan cepat ya? Entahlah. Padahal Paris setahuku lebih tipis dibandingkan buku ini, tapi aku merasa bisa benar-benar mengenal dekat dan menyatu dengan karakter-karakter yang ada didalamnya (Paris)

Jadi, apa yang menyebabkan hal itu? Aku tidak tahu.

Namun, seperti karya-karya kak prisca yang sudah aku baca sebelumnya, ceritanya selalu mengalir. Dan aku suka. Ceritanya enak dibaca dan membuatku sesaat melupakan kisahku sendiri.

Tau ngga kesan pertama ku membaca chapter pertama buku ini?

“Waw… Dibuka dengan penjelasan bahwa istri karakter utama-nya sudah meninggal dunia, rasanya ‘sesuatu.'” Seperti itulah. Hehehehe.

Ohya, tiba-tiba nih aku jadi kepikiran. Pikiran random seperti ini terkadang selalu datang tiba-tiba deh :”) Aku jadi kepikiran tentang salah satu kisah masa kecil anak-anak bersama orang tuanya dalam sebuah novel; apa semua selalu identik dengan pembacaan dongeng grimms tale sebelum tidur-kah? Rasanya menurutku itu terlalu manis untuk terjadi. Aku pernah memimpikan hal seperti itu sih, tapi sayangnya itu tidak terjadi di dalam kisah kehidupan seorang uruuchan :) Tapi menurutku itu tergantung pada orang tua si anak itu sendiri sih ^^ Orang tuaku bukan seseorang yang modern; yang gaul dan suka dengan hal-hal seperti itu. Walaupun seperti itu, mereka juga membuat masa kecilku berkesan dengan cara mereka sendiri. Mereka tipikal orang tua yang konservatif, bagaimanapun kedua orangtuaku, itu tidak mengurangi rasa sayangku kepada mereka :”D

Sepertinya masyarakat disekitarku tidak terbiasa dengan hal-hal seperti itu. Seperti mendongengkan kisah-kisah seperti putri salju, cinderella, jack dan kacang panjangnya, atau si kue jahe kepada anaknya sebelum tidur. Dan aku merasa belum tentu juga mereka tahu kisah dari cerita-cerita tadi :( Ah, ini baru dugaan sementara aku saja :”) Tapi entah kenapa aku sendiri merasa tidak yakin.

Kupikir, nanti sudah tiba saatnya aku menjadi seorang Ibu, aku akan memastikan untuk bisa membaca sebuah kisah untuk anakku nantinya :) Kedengarannya menyenangkan ^^

Ah… Aku suka dengan keluarga Yanuar yang ada di dalam buku ini. Yanuar dengan kedua anaknya yang bernama Hafsa (Acha) dan Feru. Si Hafsa dan Feru ini menyenangkan, menggemaskan, dan sepertinya imuuuut sekali (dalam bayanganku) Rasanya sedih untuk membayangkan bahwa Yanuar pada baru-baru ini dekat dengan Hafsha dan Feru, karena sebelumnya dia terlalu memprioritaskan pekerjaannya :( Kalau aku, aku pasti tidak mau melewatkan momen-momen bersama Hafsha dan Feru.

Ada satu bagian yang membuatku merasa terenyuh dan sangat sangat terharu di dalam buku ini, yaitu saat Feru hendak tampil untuk menunjukkan permainan terompetnya di atas panggung tapi tiba-tiba teringat Ibunya, lalu saat Hafsa memutuskan untuk lebih memilih bersama Ayahnya dibandingkan pergi ke tempat ‘impiannya’ Ya Tuhan… Aku merasa tersentuh dan sedih (sejenis sedih yang membahagiakan? Ah aku kurang tahu istilah apa yang tepat untuk menggambarkan perasaanku) Tapi yang jelas, Hafsa dan Feru ini calon-calon anak baik yang menyayangi kedua orang tuanya.

Dan jangan lupakan keberadaan Lieselotte; ya namanya memang Lieselotte, kok. Awalnya agak aneh mengucapkannya, tapi setelah diucapkan pelan-pelan dan meresapi setiap katanya, nama Lieselotte jadi kedengaran cantik :) Aku suka dengan namanya! Lieselotte itu berarti bebas :) Aku suka sama Lieselotte bukan karena namanya saja, tapi kepribadiannya juga. Dia terlihat kuat dan tegar, tapi didalamnya dia juga rapuh. Dia juga punya pendirian, dan menurutku dia keren! Hehehe. Waktu dia berusaha untuk mempertahankan desain kamar anak buatannya dan tidak memperdulikan apa kata orang, menurutku itu keren :) Aku ingin seperti dia. Maksudku, jika aku punya keinginan yang menurutku itu layak untuk diwujudkan dan diperjuangkan, aku harus berusaha untuk itu, meskipun orang di sekelilingmu memandangmu bahwa kau tidak mampu untuk mewujudkan hal itu. Aku ingin seperti itu :)

Pokoknya walaupun aku berpendapat seperti itu pada awalnya, tapi aku tetap menikmati kisah keluarga Yanuar dan Lieselotte ini :D Apalagi waktu pas hujan turun, terus…. *eh hampir aja kelepasan, hehehe*

#3 Jadi, uruuchan suka sama bukunya?

Lumayan suka :D Rasanya aku tetap lebih suka dengan karya kak Prisca yang Paris itu, karena entah kenapa itu terasa lebih berkesan sekali buatku :)

Yang anehnya buatku adalah, aku lebih menyukai adiknya Yanuar dibandingkan Yanuar sendiri (yang notabene adalah karakter utama) wkwkwkwk. Gatau kenapa ih, Adiknya Yanuar yang biasa dipanggil Wira kelihatan dua kali lipat lebih menarik di mataku dibandingkan Yanuar. Yah itu mungkin karena sifatnya yang bertolak belakang dengan Yanuar yang agak kaku. Aaaaaaa…. Sepertinya aku menyukai Wira. Dan ketika Wira ternyata menikah dengan *piiip* aku merasa cemburu:( Dan patah hati. Huhuuhuu. Aku merasa sedih:(

Pokoknya aku suka sama Wira :”)

#4 Last! Tuliskan apapun di sini!

Pokoknya. Aku. Suka. Wira.

Hahahahaha. Keukeuh banget ya aku ini :’)

Ada dua quotes yang begitu ngena di hatiku dari buku Priceless Moment ini :

“Mengapa selalu harus ada yang dikorbankan, atau berkorban, agar seseorang menyadari betapa berharga hal-hal yang mereka miliki…?” – h.151

“Esther pernah mengutip tulisan Chuck Palahniuk -Your heart is my pinata. Saat itu, Yanuar sama sekali tidak mengerti maksudnya.

Namun. kini dia paham.

Pintu hati manusia bagaikan pinata, yang begitu diketuk dan terbuka lebar-lebar, darinya muncul pernak-pernik manis layaknya permen beraneka rasa.

Dan itulah yang dilakukan Hafsa dan Feru terhadap ayah mereka.” – h.157

Pinata milikku, akan kuberikan pada siapa ya? :’)

Salam hangat,
@uruuchan

p.s : kak prisca, terima kasih sudah menuliskan sebuah kisah hangat tentang keluarga, dan terima kasih sudah mengenalkan Wira kepadaku :’)

next review : Me & My Prince Charming oleh Orizuka [Coming Soon]

One thought on “#UruuchanBaca Priceless Moment [April 2015 #4]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s