#UruuchanBaca Kitchen 1 [April 2015 #3]

[ditulis 10/04/15]

Halo, Selamat malam!
Akhirnya aku bisa menyempatkan kembali untuk menulis dari seminggu yang sudah hampir aku lalui ini.

Sebenarnya, aku sudah selesai membaca buku ini sejak seminggu yang lalu, tapi aku baru punya kesempatan untuk menuliskannya seminggu kemudian :”) Yah, ini karena di bulan April ini, aku sedang menjalani Ujian Tengah Semester yang… Yah mudah-mudahan lancar ^^ Pada UTS kali ini, aku memutuskan untuk selalu menyempatkan diri membaca beberapa chapter dari buku yang sedang aku baca ^^ Rasanya jika tidak membaca buku total itu sulit buatku. Apalagi, aku sedang sangat BERGAIRAH untuk membaca semua buku baruku. Itu tidak apa-apa, kan? Asalkan kita pintar-pintar bagi waktu, aku yakin itu tidak menjadi sebuah masalah ;)

Tepat setelah aku menyelesaikan novel Moon In The Spring, (lihat postinganku yang sebelumnya ya, hihi) aku langsung mengambil novel grafis ini untuk kubaca selanjutnya :D

***

Judul : Kitchen 1
Penulis : Jo Joo-Hee
Penerjemah : Mayang Ratu Negara
Penerbit : Noura Books
Tahun 2015
158 hlm.
— beli di stand mizan di “Pesta Buku Diskon 2015” Bale Pabukon Unpad
— koleksi novel pribadi ke-426

image

Pertama kalinya aku lihat buku ini adalah saat aku sedang melihat-lihat website-nya pengenbuku.net dan itu pun hanya sekilas.

Walaupun hanya sekilas, tapi aku benar-benar mengingat dengan jelas cover buku ini. Dan kupikir-pikir, saat itu aku sudah merasa bahwa aku akan membeli buku ini, entah kapan :)

Dan, saat aku pergi ke “Pesta Buku Diskon 2015” di Bale Pabukon Unpad (kerjasama antara unpad dan ikapi Jabar) aku bertemu juga dengan buku ini :D Awalnya masih ragu… Terus masih ragu… Terus masih ragu… Kayak belum dapet feel yang bikin aku harus banget beli buku itu saat itu juga.

Dan hanya butuh waktu yang tepat untuk memiliki buku ini, dan begitulah. Pada hari ke-9 pameran buku di bale pabukon, aku membeli buku ini :D Sudah pernah kubilang kan, aku selalu berjodoh baik dengan buku ;)

#1 Kenapa Uruuchan beli buku ini?

Hal pertama yang membuatku memutuskan untuk memiliki buku ini adalah… Covernya yang manis. Ya Tuhan!! Aku bener-bener suka sama kover buku ini. Warna-warna yang tidak mencolok, tapi menyiratkan semacam apaa gitu. Aku tidak tahu harus menjelaskannya seperti apa, tapi entahlah… Yang jelas aku suka sama cover buku ini! :) Tapi setelah aku beli, dan aku teliti lagi… Kenapa ekspresi wanita di cover buku ini seperti kelihatan sedang kesal, ya? Dan… setelah aku selesai membacanya, aku jadi paham kenapa dia berekspresi seperti itu. Cover buku ini adalah salah satu illustrasi cerita yang ada di dalam bukunya :)

Dan… Sinopsisnya. Aku tidak tahu, tapi rasanya merasa ‘hangat’ ketika membaca sinopsis di bagian belakang covernya. Aku tuliskan kembali ya sinopsisnya :

“Panekuk kentang yang manis dan hangat? Bisa mengakrabkan hubunganmu dengan teman baru.

Sup panas dan lezat? Membawamu terbang ke rumah dan mengobati rindu pada orang terkasih.

Seafood segar? Cocok untuk melepas penat sambil berkumpul dengan sahabat.

Mana yang sesuai dengan seleramu? Pilih menunya di dapur kehidupan lewat kisah inspiratif Kitchen.”

Entah kenapa, ini hanya selera pribadi, tapi aku selalu suka cerita sederhana yang menghangatkan hati tentang kehidupan. Bagaimana kita memandang kehidupan melalui sudut pandang yang berbeda, dan ketika kita menemukannya, entah kenapa kehidupan selalu menjadi lebih berharga dibandingkan sebelumnya :”)

Makanya, setelah aku membaca sinopsis buku ini berulang kali saat berada di stand mizan, aku memutuskan harus memilikinya!! Dan, akhirnya aku bisa menyajikan tulisan ini kepada kalian ;)

#2 Kesan Uruuchan terhadap buku ini?

Sangat persis seperti yang kuharapkan :)

Buku ini menurutku sejenis komik, hihi. Aku masih belum tahu perbedaan antara komik dan novel grafis itu seperti apa. Tapi Noura Books sendiri melabeli buku ini sebagai sebuah novel grafis.

Kitchen 1 ini berisi berisi 16 kisah pendek yang masing-masing membawakan kisah-kisah yang berbeda satu sama lainnya.

Dan entah kenapa, setiap kali selesai membaca satu kisah, ada semacam perasaan meletup-letup kecil di dalam hatiku. Entahlah itu maksudnya apa, tapi… Rasanya berkesan. Dan menghangatkan. Walaupun ceritanya pendek, tapi melalui warna-warna yang ada didalamnya, dan narasi yang menurutku lembut-mengalir, ceritanya berhasil membuatku tersenyum. Kupikir Jo Joo-Hee benar-benar sangat berbakat dalam meramu sebuah kisah; yang kelihatannya biasa-biasa saja, menjadi sesuatu yang menarik dan berharga untuk diceritakan. Menjadi sesuatu yang bisa menghangatkan hati, dan inspiratif.

Rasanya aku mulai mengagumi dia :”) Aku sangat suka dengan cerita-cerita yang ada di dalam buku ini :)

Dan untuk artworknya… Katanya ini digambar sendiri oleh Jo Joo-Hee. Waaaa… Bertambah kagum saja aku kepadanya. Berarti dia berbakat dalam menggambar dan menulis! Hebat!

Kembali ke soal artwork, aku sebagai seseorang yang awam soal grafis melihatnya agak kurang rapi. Itu jika dalam konteks ‘komik’ yaa… Tapi jika dalam konteks illustrasi, seperti yang ada di halaman ‘kata pengantar’ dari penulis, wiiiiih, keren banget!! Asli!! Warnanya, kesannya, perasaan yang timbul setelah melihat illustrasinya, semuanya menyatu. Aku yang melihatnya saja merasa gimaanaaa gitu. Jo Joo-Hee menurutku sudah punya goresan khas miliknya sendiri. Gambar-gambar yang dia hasilkan sudah memiliki ciri :)

Tapi walaupun artworknya menurutku kurang rapi, itu sama sekali tidak mengurangi kualitas cerita yang dibawakan oleh Jo Joo-Hee. Malah menurutku keseluruhannya sangat bagus!! Gambar-gambarnya memanjakan mata :) Aku saja belum tentu bisa menggambar seperti itu, tapi Jo Joo-Hee melalui goresan gambarnya dan cerita yang dibawakannya berhasil membuatku merasa diliputi semacam perasaan yang sulit ku jabarkan :)
Suasana yang digambarkan oleh Jo Joo-Hee terasa sendu, sepi (sejenis sepi yang menentramkan, menurutku) hening yang syahdu, dan lembut… Ada semacam perasaan yang sulit kujabarkan yang meliputi setiap kisah yang ada di buku ini. Membungkus setiap kisah-kisah yang berisi makanan dibaliknya. Bukan sekedar ‘makanan’ tentunya.

Ah pokoknya begitu deh :”)

#3 Jadi… Uruuchan suka sama buku ini?

SUKAAAAAAAA!!!!

Sungguh sebuah pengalaman membaca yang menarik bagiku. Sudah lama aku tidak membaca kisah-kisah sederhana yang menghangatkan hati seperti ini. Dan aku menghabiskan buku ini dalam sekali duduk. Pada hari itu juga, aku menyelesaikan buku ini dengan perasaan puas yang menyenangkan :)

Mataku dimanjakan oleh grafisnya yang indah…
Hatiku dihangatkan oleh cerita-ceritanya…

Apa lagi yang kurang? ;) Keseluruhan, buku ini sangat layak dibaca oleh semua kalangan ^^ Dijadikan kado untuk orang kesayangan juga kayaknya cocok banget :’) Aku merekomendasikan buku ini kepada kalian semua untuk dibaca :)

#4 Last! Tuliskan apapun disini!

“Saat malam mulai semakin larut…
Suara serangga musim panas yang mengendarai angin mengalahkan gunung.

Bagaikan sinar bintang yang berkerlap-kerlip di tengah kegelapan dan tiba-tiba menghilang

Walau sosok kami kini tampak seperti orang yang harapannya akan jatuh dan kandas

Langit, gunung, pepohonan, dan rerumputan semua bergandengan tangan dan memeluk kami…

Aku pasti tidak akan pernah melupakan malam musim panas ini.” – Episode 15 : Titik balik cahaya musim panas (h.156)

Salam hangat dan bahagia,
@uruuchan

p.s : sepertinya aku ingin membuat kisah semacam ini suatu hari nanti :’) Jo Joo-Hee, anda menginspirasi saya, dan membuat saya sangat bersemangat karena cerita-cerita yang anda bawakan :) Terima kasih sudah menyuguhkan cerita indah ini :”) Dan terima kasih noura books, sudah menerbitkan buku yang indah ini :)

next review : Priceless Moment oleh Prisca Primasari [Coming Soon]

3 thoughts on “#UruuchanBaca Kitchen 1 [April 2015 #3]

  1. Haai uruuchan, :)
    Aku udah beberapa kali liat buku ini, entah di rak atau di website penerbit atau ol bookshop. Tiap liat rasanya pengen beli tapi mikir2 juga. Dan yap! Covernya emang tempting banget. Bahkan aku kepikiran untuk beli for the sake of its cute and vivid cover.
    Thanks reviewnya ya, bikin aku makin pengen.

    1. Halo yenni :) Sebelumnya makasih sudah berkunjung kesini ya ^^

      Aaaaa. Buku ini emang worth it buat dikoleksi. Bagus soalnya ^^ Memanjakan hati dan mata hehehehe. Sekarang tinggal nunggu Kitchen yang ketiga nih :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s