#UruuchanBaca Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri [April 2015 #1]

Bismillah…
Ini adalah pertama kalinya aku menuliskan tentang buku yang aku sudah aku baca secara khusus. Dan kesempatan terhormat ini, jatuh kepada~ *drums rolls* bukunya Kak Bernard Batubara; Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri :)

Alasannya karena buku ini adalah buku pertama yang kuselesaikan di bulan April 2015 ini :) Tidak butuh alasan yang ribet, kan? Hehehe.

***

Judul : Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri
Penulis : Bernard Batubara
Penerbit : GagasMedia
Tahun : 2014
294 hlm.
— buku hasil beli sendiri di TISERA Jatos (Jatinangor Town Square)
— koleksi novel pribadi ke-382

image

Well, ini pertama kalinya aku membaca karya-nya kak bernard, dari yang kutahu kak bernard sebelumnya pernah menulis novel yang berjudul “Cinta.” tapi ngga aku beli-beli sampai saat ini (mungkin belum jodoh kali ya, sama buku nya hehehehe)

Setiap buku pasti punya kisah dibaliknya, maksudku kisah pribadiku seperti : dimana buku itu dibeli, bagaimana perasaanku saat aku membeli buku itu, apa yang kualami sebelumnya saat aku membeli buku itu, bagaimana perasaanku setelah selesai membaca buku tersebut dan sebagainya. Aku akan memastikan untuk menuliskannya disini dan disetiap tulisan mengenai buku berikutnya :)

Mari kita ajukan pertanyaan saja! :D

#1 Kenapa uruuchan beli buku ini?
Pertama, dijajaran rak novel di toko buku Tisera, buku ini ‘ngjreng’ banget! Covernya warna ungu terang, dengan judul bukunya yang berwarna kuning. Wiiih, kan mataku langsung nangkep ‘buku apaan nih?’ hehehe.

Terus selain itu, judulnya menurutku keren juga. Bikin efek ‘tertarik’ semacam itu. Gatau sih orang lain nangkepnya gimana, tapi judul itu sukses bikin aku penasaran. “Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri”, itu maksudnya gimana, ya? Kok bisaa gitu. Hehehe. Makanya jadi penasaran, dan tertarik untuk mengetahui lebih jauh lagi. Dan jadilah aku beli buku ini~ *jreng jreng jreng*

Ngomong-ngomong aku beli buku ini pas bareng sama Ibuku :)

Selain itu, aku juga sedikit tertarik dengan tulisan yang ada di belakang cover buku ini (seperti biasa, GagasMedia selalu bikin orang penasaran dengan sinopsis buku yang diterbitkannya, hehehe) Aku tuliskan sedikit di sini ya :

“Kebanyakan orang lebih senang menceritakan sisi manis dari cinta. Sedikit sekali yang mampu berterus terang mengakui dan mengisahkan sisi gelapnya. Padahal, meski tak diinginkan, selalu ada keresahan yang tersembunyi dari cinta.”

Oh well, kebanyakan novel yang aku baca pasti menceritakan tentang kisah cinta yang yah-seperti-itu-itu-saja-dan-mudah-di-tebak semacamnya. Benar seperti yang dikatakan tadi, kebanyakan orang mengetahui sisi manis cinta, tapi sepertinya tidak banyak yang mengetahui bahwa cinta juga punya sisi gelapnya, yang terkadang tidak kita sadari. Aku jadi semakin ingin membaca buku ini, sepertinya buku ini menjanjikan sesuatu yang berbeda!

Seperti itulah ;)

#2 Kesan Uruuchan tentang buku ini?

Awalnya aku pikir buku ini sejenis novel, ternyata buku ini berisi kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh kak bernard. Aku sepertinya melewatkan tulisan “Kumpulan Cerita Pendek” di belakang cover buku. Hehehehe.

Ngomong-ngomong, tumben ya, GagasMedia menerbitkan sebuah kumpulan cerpen? :|

Ngomong-ngomong (kedua), sebenarnya aku sudah membaca buku ini sejak akhir maret-an kalau ngga salah, tapi selesainya di awal bulan april ini :)

Buku “Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri” ini berisikan 15 Cerita Pendek yang tidak saling berhubungan sama sekali.

Masing-masing cerpen memberikan macam-macam kesan kepadaku. Mulai dari ngeri, bingung, kaget (karena bener-bener plot-twist banget) kagum, speechless, sedih, dan masih banyak lagi.

Sejauh ini, aku menikmati semua ceritanya, meskipun beberapa dari cerita pendek itu ada yang membuatku bingung dengan ending ceritanya. “Maksudnya ini gimana?” Hahahaha. Apa aku terlalu dangkal untuk memahami cerita tersebut, ya? :”)

Berikut adalah judul-judul cerpen yang ada di dalam buku ini :
1. Hamidah Tak Boleh Keluar Rumah [EPIC!!]
2. Nyanyian Kuntilanak
3. Seorang Perempuan di Loftus Road
4. Hujan Sudah Berhenti
5. Bayi di Tepi Sungai Kayu Are
6. Seribu Matahari Untuk Ariyani [Asli ngga nyangka, ternyata maksudnya ‘itu’ yaa… Ya Tuhan… Asli deh]
7. Langkahan [Keren! Mengangkat -apa ya namanya- salah satu adat istiadat yang sepertinya masih juga berlaku sampai sekarang. Aku jadi dapet semacam nasihat dari cerpen ini :’) Terima kasih kak bernard!]
8. Meriam Beranak
9. Lukisan Nyai Ontosoroh [Dari judulnya agak-agak kelihatan serem ya. Ohya, aku seneng di cerpen ini sedikit dibahas mengenai salah satu bukunya Pramoedya Ananta Toer. Aku bukan fans beliau, tapi aku penasaran dengan beliau dan karya-karyanya ^^ Thanks kak bernard, sudah mengenalkan sedikit tentang beliau lewat cerpen in, hehehe]
10. Bayang-Bayang Masa Lalu [Tragis :(( Sedih deh]
11. Orang Yang Paling Mencintaimu [FAVORITTTTT!!!!! Endingnya bikin aku tercengang dan semacam mendapatkan ‘pemahaman’ baru tentang cinta. Asli lah. Suka banget sama cerpen yang ini!]
12. Nyctophilia [Plot Twist!]
13. Bulu Mata Seorang Perempuan [Aku ragu sama ending cerita pendek yang ini, tapi aku lumayan suka cerpen ini soalnya disini laki-laki itu mengatakan sesuatu yang sepaham denganku; tentang buku! Aku sukaaa]
14. Menjelang Kematian Mustafa [Tragis, sedih deh :( ]
15. Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri

Btw, aku suka sama warna bukunya; warna ungu. Ungu bukan warna favoritku, tapi aku suka dengan warna ini yang ‘pas’ sekali sama bukunya :)

#3 Jadi Uruuchan suka ngga sama buku ini?
SUKA! Hehehehe. Nambah pengetahuan, sudut pandang, pemahaman baru tentang cinta, dan yang paling penting… Aku menikmati buku ini ^^

Meskipun aku agak-agak ngga terbiasa dengan nama-nama para tokohnya yang terkesan ‘tua’ (?) dan sastra banget (?) (ngomong apa sih aku ini, maafkan aku yang belum bisa menjelaskan dengan baik, huft) tapi perlahan-lahan seiring aku terus membalik halaman demi halaman buku ini, aku jadi terbiasa juga dengan nama-nama itu :) (syukurlah)

#4 Last! Tuliskan apapun disini!

Ada satu kalimat dari salah satu cerpen dalam buku ini, yang bener-bener bikin aku tercengang, dan bersamaan dengan itu muncul semacam ‘iya juga, ya?’

Dan itu berkesan… Sangat.

“Hanya orang yang paling mencintaimu, yang mampu membunuhmu.” -hal.174

Salam hangat,
@uruuchan

p.s : terima kasih kak bernard, sudah menulis cerita yang benar-benar lain dari cerita yang ada. Semacam memberikanku pengalaman membaca yang ‘beda dari biasanya’ :)

One thought on “#UruuchanBaca Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri [April 2015 #1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s