Ternyata Aku Bisa Tertawa Seperti Itu Juga Ya… | Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati

Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati
Juni – Juli 2014

MINGGU KETIGA

Tanggal 14 Juli 2014, Senin

Apa yang harus aku tulis untuk hari itu? Mungkin hari itu adalah hari yang paling buruk dari semua hari yang aku jalani selama bulan Ramadhan ini. Aku tidak percaya diri untuk menuliskan semua yang aku lakukan saat hari itu.

Sebenarnya, mungkin bisa dikatakan bahwa yang aku lakukan hari itu tidak sepenuhnya buruk. Aku mengalami hal yang menyenangkan, juga aku mengalami sesuatu yang saat itu aku pikir menyenangkan, tapi nyatanya itu adalah sesuatu yang buruk dan tidak menyenangkan.

Seperti biasa, sesuatu yang menyenangkan bagiku adalah menonton anime. Hari itu aku menonton Haikyuu episode 14 dan barakamon episode 2. Dan seperti biasanya lagi, aku tertawa ngakak. Bahkan adikku sampai terganggu dengan suara tawaku yag terbahak-bahak. Aku benar-benar tidak bisa menahan tawaku sendiri ketika menonton anime dua itu, haikyuu dan barakamon. Hebat sekali dua anime itu, bisa berhasil membuatku tertawa.

Dan, kupikir-pikir lagi, aku adalah orang yang tidak mudah tertawa. Kenyataannya memang begitu. Aku adalah orang yang serius, sulit diajak bercanda. Kadang kalau aku bertemu dengan orang yang sedang mengajak bercanda kepadaku, aku sulit harus menanggapi seperti apa candaannya kalau memang candaannya tidak lucu. Ah seperti itulah. Tapi, ketika memang ada sesuatu yang lucu, aku tidak segan-segan untuk tertawa, tertawa sebanyak-banyaknya. Sayangnya, itu adalah kejadian yang sebenarnya mungkin langka dalam hidupku.

Apakah hidupku sebegitu suramnya sehingga sulit sekali mencari sesuatu yang bisa membuatku tertawa? Hahahaha. Dan syukurlah, itu tidak terjadi. Menurutku hidupku tidak terlalu suram, karena aku masih menemukan hal-hal di sekitarku yang bisa membuatku tertawa. Salah satunya adalah keluargaku sendiri. Bisa dibilang, setiap anggota keluargaku selalu bisa membuatku tertawa, mulai dari Ayah, lalu Ibu, dan adikku sendiri. Aku bersyukur masih memiliki mereka semua sampai saat ini.

Dan selain keluargaku, aku juga mengenal anime. Hehehe. Beberapa anime itulah yang sanggup membuatku tertawa terbahak-bahak. Dan beberapa anime juga membuatku menangis tersedu-sedan. Menakjubkan sekali, hanya karena suatu anime, bisa membuatku tertawa, dan sedih. Dan kupikir, aku beruntung karena sudah mengenal anime, hidupku diisi lagi oleh tawa. Syukurlah, aku berterima kasih kepada siapapun (yang aku lupa lagi) yang telah mengenalkanku kepada anime.

Dan seperti itulah hari itu berjalan.

Lalu, seperti yang aku tulis tadi, bahwa aku menjalani sesuatu yang kupikir itu menyenangkan, namun ternyata itu buruk dan tidak menyenangkan. Bisa dibilang itu merugikanku, dan aku bodoh karena aku menjalaninya dengan senang hati, dan semangat.

Dan sekarang aku menyesal karena aku begitu bodoh untuk menghabiskan waktu Ramadhan yang berharga dengan melakukan hal itu. Aku benar-benar menyesal. Tapi, apa yang bisa aku lakukan? Semua itu sudah berlalu. Tidak bisa diulang. Menyesalpun tidak akan mengubah apapun.

Tapi tetap saja aku merasa menyesal. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s