Ramadhan Tahun Ini (Terasa) Berbeda | Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati

Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati
Juni – Juli 2014

MINGGU KETIGA

Tanggal 16 Juli 2014, Rabu

ARGH! Rasanya  semakin hari, aku semakin banyak menghabiskan waktu dengan sesuatu yang tidak berguna, dan menjadikan aku sebagai orang yang merugi. Sebenarnya, kalau dibilang sesuatu yang tidak berguna pun tidak tepat ya, karena apa yang aku lakukan sebenarnya bermanfaat, tergantung darimana aku melihatnya. Tapi tetap saja, aku merasa menjadi orang yang merugi.

Sebenarnya, hari itu aku terlalu banyak tidur. Nah, kan? Apa yang tadi aku bilang. Tidur dalam bulan Ramadhan sebenarnya adalah sesuatu yang berpahala juga. Lagipula, tidur mengistirahatkan badan yang lelah. Seperti itulah. Tapi… Aku tidur terlalu berlebihan!! Apalagi jika aku tidur setelah sahur. Sungguh tidak bagus! Itu tidak bagus untuk perutku, itu akan berdampak pada membuncitnya perutku. Tidaaak!!!

Lalu, aku akan terbangun pada pukul 9 pagi, atau kalau aku masih beruntung, mungkin aku akan bangun pada pukul 8. Yang menyebalkan adalah ketika aku bangun pada pukul 10. Itu sangat sangat menyebalkan. Kemudian, aku mulai menyesali banyak hal. Bangun siang itu tidak baik untuk mood-ku sendiri.

Dulu, saat aku masih SD, SMP, dan mungkin SMA? Atau sampai SMP saja? Aku lupa lagi. Tapi memang, dulu setelah sahur, aku pergi ke mesjid, tentu saja untuk mengikuti kuliah subuh. Dulu, aku rajin pergi ke mesjid setelah sahur, yah itu, untuk mengisi tugas agenda bulan ramadhan dari sekolah, mendengarkan ceramah, dan menuliskannya di agenda tersebut. Maka dari itu, setelah sahur, aku jarang sekali tidur. Bisa dibilang, aku mengisi waktu dengan sesuatu yang kurasa baik.

Coba bandingkan dengan yang sekarang. Setelah sahur, kalau tidak langsung tidur setelah shalat subuh (karena mengantuk), pasti berdiam diri didepan notebook untuk menonton anime, atau asik bermain dengan handphone. Bagian darimananya disana yang bagus dan bermanfaat? Aku berpikir bahwa bulan Ramadhan yang kulalui saat aku masih kecil jauh lebih baik dan berkualitas dibandingkan dengan Ramadhan yang aku jalani tahun ini. Dan kalau dipikirkan, itu membuatku sedih.

Dan mengenai handphone, sepertinya zaman memang sudah bergeser. Dulu saat aku masih duduk di bangku SD dan SMP, jarang aku lihat anak-anak memegang handphone. Saat aku hendak taraweh ke mesjid, aku melihat anak-anak yang sebagiannya taraweh, dan sebagiannya lagi bermain. Bermain apa saja, seperti kejar-kejaran, petak umpet, dan lain-lain. Itu mereka lakukan di mesjid. Ya kalau tidak bermain, mereka jajan. Mesjid selalu ramai oleh pedagang jajanan kecil saat taraweh.

Tapi, zaman sudah berubah. Anak kecil zaman sekarang sudah kelewat sangat canggih. Mereka pegang handphone, bahkan beberapa diantaranya sudah berjenis android. Dan yah, di mesjid tahun ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya menurut pengamatanku. Itu mesjid dekat dengan rumahku ya…

Aku pribadi merasa bahwa ada banyak hal yang berubah dari bulan Ramadhan tahun ini. Tapi memang pada hakikatnya tidak ada yang sama bukan? Perubahan selalu ada, dan terjadi. Hmm… Bagaimana menjelaskannya ya? Pokoknya, bulan Ramadhan tahun ini begitu berbeda dengan bulan Ramadhan yang aku jalani dan aku amati pada tahun-tahun sebelumnya. Bukan hanya pada diriku saja yang berubah, tapi sekitarku juga berubah dan berbeda. Apakah yang menjadikannya berbeda? Aku tidak terlalu bisa menjabarkannya dengan baik. Mungkinkah bahwa  setiap orang termasuk aku mulai kehilangan ‘esensi’ dari Ramadhan itu sendiri tahun ini? Aku tidak tahu.

Tapi, secara pribadi, pada aku yang menjalani bulan Ramadhan tahun ini di usiaku yang menginjak 18 tahun, rasanya terasa ada yang kurang. Entah kenapa, dan apa, tapi aku merasa (lagi-lagi) belum bisa menggunakan waktu yang ada dengan maksimal untuk sebanyak-banyaknya mengumpulkan pahala dibulan Ramadhan ini. Aku belum bisa mempererat ikatan dengan Allah, dan itu membuatku merasa sedih. Ya, aku benar- benar merasa rugi kali ini.

Dan tiba-tiba sekarang sudah hampir menginjak minggu keempat saja. Padahal rasanya baru kemarin aku menjalani bulan Ramadhan di hari pertamaku berpuasa. Aku masih ingat dengan apa yang aku tulis di hari pertama bulan Ramadhan itu; tentang aku yang membaca buku the alexandria link dari steve berry.

Lalu tentang target membaca al quran setiap harinya, dengan sangat berat hati harus aku pending dulu. Kenapa? Karena aku berhalangan. Padahal aku sedang semangat-semangatnya saat itu. Ini seperti semacam ujian buatku.

Apakah hari-hari selanjutnya, masih bisa kumanfaatkan sebaik mungkin? []

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s