Apa Satu Hal Yang Ingin Kamu Wujudkan Sebelum Meninggalkan Dunia Ini? | Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati

Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati
Juni – Juli 2014

MINGGU KETIGA

Tanggal 18 Juli 2014, Jumat

Apa yang harus aku tuliskan ya? Sesaat aku merasa bingung. Apa ini yang dinamanya ‘kebuntuan insprirasi’?

Dan sekarang aku berpikir mengenai cita-citaku. Aku yakin setiap orang setidaknya punya satu hal yang ingin mereka lakukan sebelum mereka meninggalkan dunia ini, satu hal yang ingin terkabulkan bagaimana pun caranya. Dan, sepertinya bisa dibilang bahwa apa yang ingin aku lakukan itu adalah cita-citaku sendiri; mimpiku di dunia ini. Setiap orang berbeda-beda, tapi aku yakin bahwa setiap orang pasti memiliki hal itu, diakui atau tidak. (Karena mungkin saja ada beberapa orang yang menyangkal mati-matian bahwa mereka tidak punya sesuatu yang seperti itu)

Satu hal yang ingin aku lakukan sebelum aku meninggalkan dunia ini adalah… menuliskan sebuah buku yang ditulis oleh diriku sendiri, kemudian menerbitkannya.

Aku bercita-cita, aku bermimpi untuk menjadi seorang penulis buku pada suatu hari nanti. Aku ingin meninggalkan buku ku di dunia ini, sebuah bukti bahwa aku pernah ‘ada’ di dunia ini. Dengan begitu mereka yang membaca bukuku akan tahu bahwa seorang ‘aku’ pernah ‘ada’ di dunia ini.

Mati, meninggalkan dunia ini tanpa seorangpun yang mengingat siapa diri kita, tanpa ada siapapun yang tahu bahwa kita pernah ada di dunia ini, rasanya menyedihkan sekali.

Maka dari itu, aku ingin menuliskan buku, sebagai bukti kehadiranku di dunia. Sebenarnya buku apapun tidak jadi masalah. Buku bisa berarti diary, atau buku tulis suatu pelajaran, atau apapun. Tapi belakangan ini, aku memikirkan sebuah buku cerita; novel, seperti itu. Aku ingin membuat sebuah novel, yang dibaca oleh semua orang, dan ketika mereka membacanya, mereka mendapatkan sesuatu yang ‘berharga’. Aku ingin menulis buku yang seperti itu.

Sejauh ini, aku lebih senang menulis diary. Itu sudah aku lakukan sejak aku duduk di bangku SD, dan sejauh ini, sampai aku menjadi mahasiswi pun, aku masih menulis diary. Kalau aku tidak menulis di diary, biasanya aku menuliskannya di notebook. Menulis diary, bagi diriku adalah sebuah terapi emosi. Lewat menulis, aku berharap aku bisa lebih memahami diriku sendiri. Selain itu, menulis juga membuatku merasa bisa mengeluarkan segala emosi yang tidak kukeluarkan; emosi yang tertahan. Seperti itulah arti menulis bagiku, lebih tepatnya menulis diary, hehehe.

Dan ketika memikirkan buku ku dipajang di rak buku di sebuah toko buku; sebuah buku dengan nama ku tertulis disana, merupakan suatu kebanggaan yang tidak bisa kubayangkan. Tidak terkira. Tidak terlukiskan.

Satu hal yang kurang untuk mewujudkan mimpi-ku itu adalah… Kurangnya rasa percaya diri dalam diriku. Itu menjadi kelemahan yang dengan mudahnya menyerang semangatku. Hal itu perlahan-lahan membuatku tidak begitu tertarik lagi untuk mewujudkannya. Dan hal itu menurutku sangat sangat sangat berbahaya. Aku berpikir, bagaimana caranya agar aku bisa menumbuhkan rasa percaya diri itu.

Lalu, ketika aku mulai hendak menulis, aku tidak tahu apa harus aku tuliskan. Aku tidak tahu harus mulai dari mana untuk memulai semua ini. Dan aku masih kebingungan sampai saat ini. Aku berpikir tentang ide yang ingin aku tuliskan, lalu aku berpikir apakah semua orang akan suka jika aku menuliskan seperti ini? Yah begitulah.

Aku berharap, sebelum aku meninggalkan dunia ini, aku bisa mewujudkan keinginannku itu; mimpi dan cita-citaku. Semoga Allah memberiku keridhoan-Nya untuk mewujudkan keinginanku… Aamiin.

Aku benar-benar ingin menjadi seorang penulis. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s