Aku Berkenalan Dengan Dewa-Dewi Yunani | Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati

Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati
Juni – Juli 2014

MINGGU KEDUA

Tanggal 12 Juli 2014, Sabtu

Yeay! Akhirnya aku menamatkan buku ketiga dari seri Percy Jackson yang berjudul The Titans Curse (Kutukan Bangsa Titan). Jadi, tinggal buku keempat dan buku kelima yang belum aku baca, ditambah dua buku tambahan lainnya (masih tentang percy juga sepertinya) Sejauh ini, buku pertama dan buku ketiga menjadi buku favoritku dari seri percy jackson. Entah kenapa, aku kurang suka dengan buku keduanya. Buku kedua itu tidak menimbulkan ‘suatu perasaan’ yang kurasakan saat aku membaca buku pertama dan buku ketiga ini.

Hohohohoho. Ending buku ketiganya sungguh membuatku tercengang untuk beberapa saat. Aku tidak menyangka bahwa Nico… Nico… Nico… Hahaha. Aku tidak mau menuliskan spoilernya disini.

Dan humor yang ada di buku ketiga ini, benar-benar menghiburku. Percy itu orangnya unik ya, dan sedikit sarkatis. Pffftt. Aku suka jenis laki-laki yang seperti ini. Aku ingin punya teman seperti Percy. Oh hei, aku tidak berharap punya pacar seperti Percy, karena Percy sudah ada yang punya. Annabeth!!! Oh Tuhan, aku suka sekali interaksi antara Percy dan Annabeth. Kalau di anime, Annabeth ini cenderung tsundere menurutku. Hahahaha. Aku jadi penasaran dengan interaksi antara Percy dan Annabeth di buku keempatnya.

Lalu di buku ketiga ini, aku lebih banyak tahu tentang dewa-dewi yunani. Aku suka sebuah buku yang didalamnya menyelipkan banyak fakta-fakta menarik secara tidak langsung. Salah satunya tentang dewa-dewi yunani ini, tanpa kusadari aku sedang mempelajari tentang mereka. Aku belajar banyak hal dari buku yang aku baca. Aku keren kan? Sama seperti beberapa buku yang aku baca sebelumnya; The Alexandria Link, aku mengetahui fakta tentang perang yang dilakukan oleh Israel, dan perpustakaan Alexandria itu sendiri; The Hunter, aku mengetahui bahwa ada jenis lain anjing yang tidak umum, yaitu jenis anjing serigala, di buku itu membahas tentang anjing serigala dengan cukup detail, dan dibuku itu juga dibahas seperti apa cara kerja polisi dan detektif dalam menghadapi sebuah kasus, dan itu dituliskan dengan sangat sistematis sekali.

AHH!! Seperti itulah kira-kira buku yang aku sukai.

Hari itu, aku menonton salah satu anime summer yang baru rilis, yaitu Tokyo ESP. Aku sudah memasukkan anime itu kedalam salah satu anime yang akan aku tonton. Dan well, anime itu cukup berdarah-darah rupanya. Ceritanya tentang orang-orang yang berkekuatan esper, dan seorang gadis penyelamat berambut putih. Oke, episode satu cukup membuatku terkesan.

Dan hari itu, aku melakukan “sesuatu yang tidak bisa disebutkan”. Rasanya sangat tidak pantas untuk aku tulis di manapun. Semua orang tidak akan menyangka bahwa aku melakukan “sesuatu yang tidak bisa disebutkan” itu. Aku menyesal. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s