Aku Berusaha Menyeimbangkan “Dunia” dan “Akhirat” | Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati

Jurnal bulan Ramadhan Nur Rachminawati
Juni – Juli 2014

MINGGU PERTAMA

Tanggal 06 Juli 2014, Minggu

Ini mungkin sudah pernah aku katakan sebelumnya. Dan ini akan menjadi kata-kata favoritku (mungkin) “Tidak terasa lagi, waktu cepat berlalu.”

Iya, kan? Tidak terasa, seminggu sudah berlalu di bulan Ramadhan ini. Waktu benar-benar pergi meninggalkan kita. Rasanya hanya… Benar-benar disayangkan saja. Benar-benar amat disayangkan, bulan Ramadhan berlalu hanya dengan begini-begini saja.

Aku menyadari bahwa aku adalah salah satu manusia yang merugi di dunia ini. Karena apa? Karena tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Karena membiarkan kesempatan emas ini berlalu begitu saja. Maksudku, ini bulan Ramadhan; orang-orang berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya di bulan ini, dan berbuat banyak amalan yang baik di bulan ini. Tapi, aku? Aku hanya pura-pura tidak tahu.

Aku melihat adanya ketidakseimbangan dalam aktivitasku selama bulan ramadhan ini. Kegiatanku seputar : sahur, menonton anime, menulis, membaca buku, membuka medsos (line, twitter, facebook, instagram, bbm), solat, tidur, mendownload anime, lalu berbuka, taraweh, melanjutkan kembali salah satu kegiatan yang tadi aku sebutkan, lalu tidur, dan sahur, dan terus berulang lagi. Mana kegiatan ROHANI nya? Ya Allah… Aku benar-benar orang yang merugi ya…

Tapi dalam seminggu pertama ini, aku menjalankan shalat dhuha tanpa bolong-bolong. Seminggu ini, aku rutin menjalankannya. Hanya saja untuk tahajud, aku belum melaksanakannya. Jadi, seminggu ini, targetku adalah untuk membiasakan diri melakukan shalat dhuha. seperti itu. Aku tidak terlalu ‘duniawi’ kan?

Lalu, membaca buku. Bukan berarti aku hanya membaca buku-buku novel saja. Tidak. Tapi aku juga menyeimbangkan diriku sendiri dengan membaca buku-buku agama islam. Walaupun sedikit demi sedikit, (tidak sebanyak dan seintens membaca novel) aku berusaha membiasakan diri.

Ohya, aku juga berusaha membiasakan diri untuk berdzikir setiap kali sehabis shalat wajib lima waktu. Allhamdulillah, sejauh ini berhasil dilakukan dengan baik. Semoga saja, kebiasaan-kebiasaan ini terus berlanjut, bukan hanya di bulan Ramadhan saja, tapi di bulan-bulan selanjutnya.

Hari itu, aku pergi ke Jatos bersama Ibuku. Hanya berdua saja. Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali aku jalan-jalan bersama Ibu. Ibu akhir-akhir ini sibuk dengan pekerjaannya di kantor setiap hari, Sabtu dan Minggu juga (kadang-kadang). Aku menyebut waktu jalan-jalan bersama Ibuku adalah “quality time ete dan meaw”. Ohya, Jatos adalah sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Jatinangor; cukup berdekatan dengan kampus tercintaku, UNPAD.

Aku menemani Ibu melihat-lihat baju, pergi ke supermarket, dan hal-hal lainnya. Aku bahkan mendapatkan sebuah baju overall yang bagus. Bahannya dari jeans. Manis sekali modelnya. Aku suka. Ohya, dan sebuah kaos lengan panjang berwarna oranye dengan motif blaster. Dan tidak lupa juga, setiap kali aku pergi ke Jatos, aku pasti akan membawa buku sebagai oleh-oleh. Allhamdulillah-nya adalah, di Jatos ada toko buku, dan aku sangat sangat sangat senang dengan keberadaan toko buku itu. Hari itu, aku mendapatkan tiga buah buku untuk aku baca dan aku simpan di perpustakaanku dirumah. Senangnya.

Dan sebagai oleh-oleh, aku membawa makanan ringan, dan cemilan dari supermarket untuk dimakan saat buka puasa nanti. Aku teringat kalau aku harus senantiasa bersyukur. Sampai saat ini, semua kebutuhan bulan Ramadhan dikeluargaku selalu tercukupi. Kami tidak pernah kekurangan. Menurutku, setiap hari kami selalu memakan makanan yang enak, walaupun tidak selalu makanan yang ‘wah’. Kami masih bisa membuat es buah buatan sendiri, gorengan untuk dimakan saat buka puasa, dan beberapa makanan enak untuk dimakan. Semua itu selalu tercukupi, dan semua ini ada karena izin dari Allah. Allah yang memberikan keluargaku kecukupan dan rezeki ini… Terima Kasih ya Allah atas segala karunia yang telah Engkau berikan kepada keluarga kami.

Ngomong-ngomong aku sudah menentukan apa yang akan akulakukan di minggu selanjutnya. Aku harus membiasakan diri dengan membaca Al Quran. Setiap hari harus selalu ada ayat yang aku baca, sekalian memahami artinya juga. Dan mencari terjemahan ayat yang menurutku bagus, lalu nanti aku akan share terjemahan ayat itu di blog ini. Kedengarannya bagus!

Itu bagus! Tiada hari tanpa membaca Al Quran. Aku suka kalimat itu. Semoga aku bisa membiasakan diri dengan itu. Semangat-semangat!!!

n.b : Hari itu, aku taraweh di rumah.

* * *

END OF FIRST WEEK. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s