Menambah Sudut Pandang Baru Lewat Anime yang Kutonton Hari Ini! | Jurnal Bulan Ramadhan Nur Rachminawati

Jurnal bulan Ramadhan Nur Rachminawati
Juni – Juli 2014

MINGGU PERTAMA

Tanggal 30 juni 2014, Senin

Hari itu, kedua orangtuaku pergi bekerja. Jadi, aku dirumah sendirian bersama adik laki-laki yang kupanggil Ata di rumah. Saat ini, Ata baru saja naik kelas 2 SMA. Aku dan Ata sama-sama libur.

Aku tidak punya pekerjaan lain -_- Sebenarnya sih, aku tidak menyesal. Yah, aku (sangat) menikmati liburanku kali ini. Setelah semester dua kemarin diberondong dengan tugas (yang aku tunda-tunda, dan aku mendapatkan karmanya), juga tekanan batin (yang setelah aku pikir-pikir lagi, ternyata itu cuma hal kecil saja. Kenapa waktu itu, aku punya waktu untuk memikirkan hal semacam itu?), rasanya liburanku kali ini benar-benar datang di waktu yang tepat. Dan aku tidak mau di ganggu. Itulah keputusanku.

Tapi aku tidak semalas itu sih. Maksudnya, aku tidak menghabiskan seluruh waktu hari itu dengan tidur dan tidur. Kalau menonton anime adalah sebuah pekerjaan, maka, itulah pekerjaan ku hari itu.

Anime yang sedang tayang bulan juni ini adalah spring anime. Ada cukup banyak anime yang belum aku tonton padahal aku sudah mendownloadnya. Kesibukan yang datang di semester dua itu memaksaku untuk mengesampingkan anime-anime itu. Sedih. Padahal, anime bisa saja mendopping semangatku.

Hari itu, aku menamatkan anime yang berjudul “Soredemo  Sekai wa Utsukushii”, artinya “Still World is Beautiful”. Mungkin terjemahannya adalah Dunia masih tetap indah?

Well, anime ini menjadi salah satu anime favoritku. Kenapa? Karena anime ini sukses membuatku tertawa tiap kali menonton masing-masing episodenya. Aku mengikuti anime ini tanpa bosan. Dan hari itu, aku menontonnya sampai habis (dan kalau tidak salah, hari itu bertepatan dengan rilisnya episode terakhir dari anime ini.) Endingnya memuaskan. Yah happy ending, itu spoiler. Aku akan merindukan Pangeran Livi (raja matahari) dan Putri Nike (ratu hujan).

Lalu, setelah anime itu, aku juga menamatkan anime Akuma no Riddle. Entah artinya apa, lupa lagi. Tapi anime ini genre-nya Yuri. Aku sarankan, kalian jangan mencari tahu Yuri itu apa. Percayalah.

Aku cukup mempending anime ini untuk di tonton, karena di tengah-tengah, aku merasa cukup bosan. Lalu, aku kembali menonton anime ini setelah setelah rilis episode terakhir. Dan aku menamatkannya. Nothing special. Happy ending, iya. Yah, aku cukup menikmatinya. Lagipula, walaupun bergenre Yuri, ternyata Yuri nya tidak banyak. Malah tidak dominan. Itu bukan berarti aku mengharapkannya. Tidak. Justru menurutku itu bagus.

Dan terakhir, anime yang aku tamatkan lagi pada hari itu adalah “Selector Infected WIXOSS” Awalnya aku merasa aneh, karena judulnya juga aneh; mengingatkan ku pada salah satu permen pelega tenggorokan. Hehe.

Well, saat anime-anime spring mulai tayang, aku sama sekali tidak memasukkan anime ini kedalam anime yang akan aku tonton. Karena yah, anime ini tentang permainan kartu (semacam Yu Gi Oh). Dan, aku tidak punya ketertarikan terhadap genre anime yang semacam itu. Jadinya, aku sama sekali tidak melirik ‘Wixoss’ ini.

Akan tetapi, setelah animenya sendiri tamat, barulah aku merasa penasaran dengan anime ini. Apalagi, genre nya adalah psychology. Hmm… Aku harus menjelaskan apa ya tentang genre yang satu ini? Sepertinya genre ini melibatkan kondisi mental dan psikologis yang cukup berat pada karakter-karakternya dalam suatu anime.

Dan itu memang benar. Setelah aku memutuskan untuk mendownload keseluruhan episode dari anime wixoss ini, dan menontonnya sampai tamat, dan rasanya memang benar. Menonton anime ini, cukup membuatku merasa lelah. Entah kenapa, aku juga seperti terkena ‘tekanan’ itu.
Menonton anime ini membuatku merasa geregetan. Konflik yang di alami oleh tokoh utama; sulitnya untuk jujur pada diri sendiri tentang apa yang disukai, dan konflik teman-teman si tokoh utama yang tidak sesimpel konflik persahabatan di dunia nyata alias di dunia kita ini.

Dan anime ini juga sepertinya menceritakan sesuatu yang ‘tidak lumrah’ dalam kehidupan masyarakat sosial kita ini. Memang tidak lumrah, dan menjijikan (mungkin bagi sebagian orang), bahkan aku pun sempat merasa ‘yang benar saja?!’, jadi aku tidak akan menceritakan tentang hal itu.

Well, keseluruhan anime “Selector Infected WIXOSS” ini bagus, dan (haha) cukup membuatku lelah ketika menontonnya. Lelah karena permainan emosi, bukan lelah fisik. Jalan cerita nya bagus, dan sepertinya sudah di persiapkan dengan baik. Well, dari anime yang tidak masuk list untuk ku tonton, dan menjadi anime yang berhasil aku tamatkan, sepertinya menunjukkan bahwa anime ini punya nilai plus untuk diriku sendiri.

Aku cukup senang menonton anime ini, memberikanku tentang beberapa pandangan baru, dan pengalaman baru. Memberikan ku lagi tentang beberapa hal yang baru aku ketahui. It’s feels nice, mengetahui sesuatu yang baru dan menarik, rasanya menyenangkan. Sama hal nya seperti aku mengetahui sedikit tentang perpustakaan Alexandria lewat sebuah novel. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s