BUDAYA ORGANISASI

Selamat pagi! Kembali lagi bersama aku, yang akan dengan senang hati berbagi apa yang sudah aku dapatkan di kelas kuliah dengan kalian ^^

kemarin, aku tidak sanggup untuk menulis lagi, karena pada akhirnya aku tertidur -.-“

dan ketika terbangun, rasanya sangaaaat mengantuk *efek begadang* langsung saja, aku pergi ke kamar mandi, dan sekarang sudah sangat segar ^^ dan siap untuk me-review apa yang sudah aku pelajari kemarin malam :D

Oke, kali ini aku akan membahas tentang “Budaya Organisasi”. Kalian pasti sudah bertanya-tanya, apa itu Budaya Organisasi ^^ Silahkan langsung saja di baca ^^

– – –

Mata Kuliah : Komunikasi Organisasi
Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi

>> APA

Jika diminta untuk menjelaskan apa itu Budaya Organisasi, sebenarnya aku bingung juga, untuk merangkaikan kata2 yang bisa dengan mudah dimengerti oleh semuanya.

Aku menemukan sebuah arti yang singkat, dan mudah dimengerti yang kutemukan di ppt. modul pembelajaran dari dosenku.

“Budaya Organisasi adalah nilai-nilai dominan yang diterapkan oleh suatu organisasi” (Terrence E.Deal & Allan A. Kennedy)

Dan ini adalah menurut sepemahaman ku sampai saat ini :

Jadi, Budaya Organisasi adalah suatu ciri khas yang dimiliki oleh sebuah organisasi. Ciri khas itu, tentu saja bukan sekedar ‘ciri khas’ biasa. Tapi berupa nilai-nilai, filosofis, simbol, motto perusahaan; apa yang menjadikan si organisasi tersebut bisa berdiri sampai saat ini; keyakinan yang tertanam dalam hati2 masing2 anggota organisasinya sehingga organisasi itu bisa maju dan tumbuh; kebiasaan-kebiasaan dari para pendahulu yang diwariskan kepada anggota yang baru. Seperti itulah Budaya Organisasi dalam pikiranku.

Waktu itu, aku mendapatkan tugas dari dosen mata kuliah ini. Tugasnya adalah mencari budaya organisasi dari sebuah organisasi global yang terkenal. Karena aku (sampai saat ini) selalu terkagum-kagum dengan Negara Jepang, maka terlintas dalam pikiranku untuk mengulik Budaya Organisasi perusahaan pembuat mobil dari Jepang, yaitu TOYOTA. Aku penasaran seperti apa prinsip yang dimiliki oleh perusahaan TOYOTA itu, sehingga dia bisa menjadi seterkenal ini, dan menjadi perusahaan yang bisa bersaing di tingkat global.

Setelah membaca beberapa artikel, bisa aku simpulkan bahwa : semua itu terjadi karena Budaya Organisasi Toyota yang sangat kuat, dan terintegrasi kepada masing2 karyawannya untuk mencapai tujuan perusahaan.

Budaya Organisasi itu mereka kembangkan dan dijaga selama bertahun-tahun, dan terus-menerus (karena Budaya Organisasi tidak bisa dibentuk hanya dalam hitungan hari) sehingga membuahkan suatu kebiasaan perilaku karyawannya untuk selalu bekerja dengan giat, penuh tanggung jawab, jujur, dsb.

Salah satu Budaya Organisasi yang terkenal dari Toyota adalah kaizen, yang artinya perbaikan berkelanjutan ^^

Bagaimana? Sudah ada bayangan tentang Budaya Organisasi?

>> CARA MEMPELAJARI BUDAYA ORGANISASI

Mungkin, akan ada saatnya aku akan menjadi orang karyawan baru di suatu perusahaan. Tentunya, perusahaan tersebut pasti memiliki budaya organisasi. Nah, agar aku mengetahui Budaya Organisasi yang ada pada perusahaan tersebut, aku bisa mempelajarinya lewat :

1. Cerita (Aku bisa mencari tahu lewat cerita-cerita karyawan yang sudah bekerja di perusahaan tersebut, atau bertanya langsung kepada manajernya tentang Budaya Organisasi perusahaan itu)

2. Acara Ritual (Biasanya, setiap perusahaan selalu punya acara ritual yang bersangkutan *atau mungkin tidak* dengan perusahaannya sendiri. Acara itu bisa jadi makan bersama, atau mungkin karaoke-an? *seperti yang aku lihat di drama2 korea* dan mungkin juga merayakan ulang tahun perusahaan dengan pergi jalan2 bersama ke suatu tempat? Seperti itulah)

3. Simbol Material (simbol material yang melekat pada organisasi tersebut, bisa dari : gedungnya, desain ruangan, pakaian karyawannya, logo, dsb)

4. Bahasa (ini tuh, seperti : motto, slogan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.)

>> JENIS JENIS BUDAYA ORGANISASI

1. berdasarkan proses informasi :
– budaya rasional
– budaya hierarkis
– budaya ideologis
– budaya konsentus
(Robert E.Quinn dan Michael R.Mc Garth dalam ppt Dr. Hj. Tine Silvana R. Dra. M.Si.)

2. berdasarkan tujuan :
– budaya organisasi perusahaan
– budaya organisasi politik
– budaya organisasi sosial
(Talizuduhu Ndraha dalam ppt milik Dr. Hj. Tine Silvana R. Dra. M.Si.)

>> KARAKTERISTIK BUDAYA ORGANISASI
Menurut Stephen P.Robbins :

1. Inisiatif Individual *bagaimana seseorang diberikan tanggung jawab, dan juga kebebasan untuk mengemukakan pendapatnya, yang perlu dihargai oleh atasan dan pimpinan selama itu menyangkut kebaikan pengembangan perusahaan*

2. Toleransi terhadap tindakan beresiko *pimpinan setidaknya harus membiarkan karyawannya untuk berani mengambil resiko, dan bertindak agresif, juga inovatif*

3. Pengarahan *menciptakan dengan jelas sasaran dan harapan yang diinginkan, serta tentang visi, misi, dan tujuan organisasi*

4. Intergrasi *bagaimana suatu organisasi tersebut bisa mendorong unit2 organisasi agar bisa berkarya lebih maksimal*

5. Dukungan Manajemen

6. Kontrol *adanya peraturan atau norma-norma yang berlaku yang ditetapkan dalam suatu organisasi atau perusahaan, bisa juga ditempatkan adanya tenaga pengawas untuk mengawasi tindakan para karyawan*

7. Identitas *pemahaman identitas diri sebagai satu kesatuan dalam perusahaan*

8. Sistem Imbalan

9. Toleransi terhadap konflik

10. Pola Komunikasi *sejauh mana komunikasi dibatasi hierarki kewenangan yang formal*

>> PEMBENTUKKAN BUDAYA ORGANISASI (Deal & Kennegy)

1. Unsur-unsur pembentuk budaya organisasi

– Lingkungan usaha

– Nilai-nilai (slogan, motto, dsb)

– Pahlawan (yang berhasil mewujudkan nilai-nilai budaya ke dalam kehidupan nyata; yang menciptkan nilai-nilai organisasi)

– Ritual (deretan berulang suatu kegiatan

– Jaringan Budaya

2. Proses Pembentukkan Budaya Organisasi

Jadi, Pemimpin dan kelompok (atau juga bisa perseorangan) melakukan interaksi dan timbal balik secara konsisten.

Interaksi tadi, menghasilkan sebuah ide, yang diubah menjadi artefak, nilai, dan asumsi.

Artefak, nilai, dan asumsi tadi di implementasikan menjadi sebuah budaya organisasi. Lalu, agar budaya organisasi itu dapat bertahan, maka dilakukanlah pembelajaran pada anggota/karyawan baru dalam organisasi tersebut.

>> TIGA KEKUATAN UNTUK MEMPERTAHANKAN SUATU BUDAYA ORGANISASI (Stephen P. Robbins)

1. Praktik seleksi (mencari individu yang berkualitas, dan bisa beradaptasi dengan budaya organisasi yang ada dengan efektit)

2. Manajemen Puncak (Bisa dibilang juga sih ‘atasan’. jadi, apa yang dilakukan oleh manajemen puncak ini sangat berpengaruh kepada bawahannya. Manajemen puncak ini punya pengaruh yang cukup besar pada budaya organisasi)

3. Sosialisasi (sosialisasi mengenai budaya organisasi kepada anggota atau karyawan yang baru, sehingga mereka bisa mengetahui dan menanamkan budaya organisasi tersebut kedalam hati mereka)

>> YANG MENJADIKAN BUDAYA ORGANISASI KUAT

1. Penyebaran nilai nilai budaya

2. Tingkat komitmen anggota organisasi terhadap nilai nilai yang ada.

– – –

Yooossshh!!! Selesai pada pukul 10.00 tepat.

Kritik dan saran kalian ditunggu ya ^^ Doakan aku juga, semoga aku bisa melalui UTS Genap mata kuliah komunikasi organisasi dengan lancar.. aamiin.

Setelah aku pikir2, ternyata mengulik tentang budaya organisasi itu lumayan asik juga. Soalnya, beberapa hal dari apa yang aku baca, aku temukan juga pada kehidupan sehari-hari ^^

Salam semangat,
uruuchan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s