Refleksi Seorang Nur Rachminawati di Usianya yang ke-17 Tahun

[di tulis pada tanggal 29 Maret 2014]

Sudah Maret lagi ya? *sudah berapa kali sih aku mengatakan hal itu?*

Sebentar lagi bulan April, dan kalian tahu apakah itu?

Bagi kalian yang benar2 mengikuti blog ini, pasti tahu ada apa di bulan April.

Karena aku baik hati dan tidak sombong *hahaha* aku akan memberitahu kalian, ada apakah di bulan April yang selalu ditunggu oleh seorang uruuchan ini :3

Yupp. Bulan April ini adalah bulan dimana seorang uruuchan lahir. Bulan dimana seorang anak perempuan bernama ‘Nur Rachminawati’ lahir :”D Sesuatu yang sangat menakjubkan, bukan? :”)

Berpikir bahwa aku diberi kesempatan untuk hidup, memang tidak pernah ada ujungnya. Tetap saja aku selalu merasa ‘tidak bisa berkata apa-apa’ tentang hal itu. Aku selalu merasa tertegun ketika berpikir tentang aku-yang-diberikan-kesempatan-untuk-hidup-di-dunia-ini.

Apa yang Tuhan pikirkan saat Dia memutuskan untuk membiarkan aku hadir ke dunia ini ya? Ahh… Hatiku tergetar untuk kesekian kalinya.

– – –

Tahun ini, aku berusia 18 tahun.

Usia yang boleh dikatakan ‘dewasa’. Tapi aku tidak berpikir seperti itu.
Kenyataannya, aku merasa bahwa aku masih ‘anak kecil’. Aku tidak menyangkal hal itu, karena aku masih anak kecil.

Hei, lihatlah, padahal aku sudah mahasiswi.

Aku yakin bahwa umur tidak menjamin kedewasaan seseorang.

Hmmm… Tiba tiba aku teringat sesuatu. Akan aku ceritakan sekarang…

– – –

Dulu (dan mungkin sampai saat ini), aku selalu ingin kelihatan dewasa. Bagaimanapun caranya. Karena aku selalu merasa seperti anak kecil.

Aku kadang merasa iri kepada perempuan seusiaku yang terlihat dewasa. Mereka terlihat dewasa dari apa yang mereka pakai, apa yang mereka kenakan, dan kadang juga mereka terlihat dewasa, karena ‘aura kedewasaan’ terpancar dengan alami.

Mereka menggunakan make-up, mereka menggunakan tas bermerk yang cantik, menggunakan heels, mereka juga menggunakan pakaian yang update. Ohya, mereka menggunakan cela, lipstik, bedak bermerk, eyeshadow, maskara dan sebagainya, sehingga mereka terlihat dewasa.

Kadang, jika kita menggunakan pakaian yang tepat, kita bisa terlihat dewasa. Itu yang aku pikirkan.

Sedangkan aku? Aku hanya seorang perempuan yang tidak suka memakai make-up yang ribet, tidak suka memakai heels *walaupun aku ingin memakainya*, tidak update dengan fashion, dan menyukai sweater tebal dan masker untuk dikenakan.

Bagian mana dariku yang bisa disebut dewasa? Haha. Mungkin beberapa bagian tubuhku yang tumbuh, bisa disebut dewasa.

Aku hanya ingin dilihat sebagai perempuan yang dewasa dari sikap dan kepribadiannya. Tapi itu sulit ;_____;

Sempat aku berpikir untuk meniru perempuan yang suka berdandan itu, menggunakan tas yang seperti ‘ibu-ibu’ lalu memakai pakaian yang paling up-date saat ini agar kelihatan dewasa.

Tapi aku berpikir, itu seperti bukan aku.
Lagipula, aku tidak nyaman dengan semua itu.

Jadi, aku memutuskan untuk membiarkan diriku seperti ini saja..

– – –

Dan, tiba saatnya aku berada di suatu pemikiran bahwa ‘kedewasaan seseorang tidak bisa dipaksakan. akan ada saatnya seseorang itu tumbuh dewasa perlahan-lahan. seiring berjalannya waktu, seseorang akan dewasa dengan sendirinya’. seperti itu.

dan, aku membiarkan diriku apa adanya, seperti sekarang ini. aku membiarkan diriku seperti ini, karena aku nyaman. aku tidak perlu terburu-buru. aku hanya perlu menikmati momen yang ada :D

*apakah aku sudah terlihat dewasa dengan pemikiranku yang seperti ini? hahahahaha*

Kapan ya seorang Nur Rachminawati menjadi sesosok perempuan yang dewasa? :’) Aku sangat menantikannya. Hari dimana Nur Rachminawati bermetamorfosis menjadi manusia dewasa dari segi sikap, kepribadian, dan watak :’)

– – –

Aku tidak akan mengatakan bahwa 17 tahun hidupku ini penuh dengan kesia-siaan. Aku hanya menyesali beberapa hal yang aku lakukan di masa lalu yang (sayangnya) tidak bisa di ubah sama sekali.

Setidaknya, dalam 5 tahun terakhir, aku banyak melakukan hal-hal yang bisa kubilang “tidak berguna” saat ini.

Bolehkah aku menyebutnya sebagai ‘zaman kegelapan’ seorang Nur Rachminawati? sepertinya “Zaman Kegelapan” adalah istilah yang bagus. Karena, memang kenyataannya bahwa saat itu adalah saat2 dimana aku tersesat dalam kegelapan. Kabut hitam juga melingkupi pikiranku.

Seberapa besarpun aku menyesali saat2 itu, aku tidak bisa mengubahnya. Ada saat dimana aku benar benar ingin menghapus ingatanku, aku tidak ingin mengingatnya, aku sama sekali tidak ingin mengingatnya. Bagiku, ingatan saat aku di zaman kegelapan benar2 memalukan, menjijikan, dan tidak berguna.

Sejujurnya itu bukan sesuatu yang bisa kalian bayangkan, kalian mungkin tidak percaya bahwa hal itu terjadi kepadaku. Tapi, percayalah, aku yang dulu tidak akan bisa dibayangkan oleh kalian.

Tapi mau bagaimana lagi?

Semua itu adalah bagian dari diriku yang dulu.

Zaman kegelapan itu adalah bagian dari cerita hidup seorang Nur Rachminawati. Tidak bisa di pisahkan.

Hal-hal yang ingin aku lupakan itu, tidak bisa lepas untuk selamanya dari diriku sendiri.

Karena “Zaman kegelapan” itu bagian dari seorang Nur Rachminawati.
Aku pernah melakukannya, aku yang melakukannya. Maka dari itu, “saat itu” adalah bagian dari diriku. Tidak bisa lepas, tidak bisa terpisahkan.

Dan dengan penuh kesadaran…..

Malam ini, aku merangkul diriku sendiri, dan menerima kenyataan bahwa “Zaman kegelapan” adalah bagian dari hidupku. Aku menerima diriku yang seperti ini, aku menerima “diriku yang dulu”, karena “diriku yang dulu” adalah aku. Aku adalah “diriku yang dulu”

*aku hampir menangis saat menuliskan beberapa kalimat tadi. sungguh aku begitu meresapi apa yang aku tulis saat ini*

– – –

Manusia selalu diberikan pilihan dalam hidupnya.

Apakah dia ingin selamanya terkungkung dalam penyesalan, atau bergerak dan berjalan meninggalkan perasaan menyesal itu?

Manusia itu menakjubkan! Karena dia bisa berubah. Karena, mereka selalu punya kesempatan untuk berjalan menuju masa depan.

Dan, aku memilih untuk berubah!
Aku tidak ingin menyianyiakan hidupku untuk sesuatu yang ‘jelek’ seperti itu lagi. Aku akan memanfaatkan (sisa) hidupku untuk sesuatu yang baik!

Mungkin butuh waktu dan tekad yang besar untuk berubah, namun itu tidak apa-apa. Karena aku akan mencobanya!

Aku akan berubah di usiaku yang ke-18 nanti!

– – –

Ada beberapa hal yang paling aku syukuri sampai saat ini. Sesuatu yang sangat berharga (yang sudah datang) dalam hidupku.

1. Keluargaku
2. Komik
3. Buku
4. Anime

Kalau boleh aku katakan, mereka selalu ada dalam setiap momen hidupku. Ketika aku sedih, ketika aku senang, bahagia, dll. Mereka semua selalu ada disisiku. Dan aku sangat bersyukur dengan keberadaan mereka dalam hidupku.

Dalam beberapa hal, mereka semua mempengaruhi hidupku. Benar2 mempengaruhi sikap, cara berpikir, kepribadian diriku. Mereka turut serta membentuk diriku sampai saat ini :3

Aku berharap, mereka semua selalu di sisiku sampai saatnya tiba mereka pergi dari sisiku. 17 tahun hidupku ini, tidak akan ada artinya jika tidak ada mereka.

*Terima kasih banyak untuk Appa (ayahku), mew (ibuku), ata (adikku), ene (nenekku), dan semuanya. Kalianlah harga berhargaku ({})

**Komik. Hal yang dikenalkan ibuku saat aku masih kecil. Aku masih ingat, komik pertama yang di belikan oleh ibuku, yaitu ‘Dr. Sakura’ tapi yang membuatnya, aku tidak ingat. Komik adalah benda yang menakjubkan. Penemuan yang sangat luar biasa yang ditemukan oleh ras manusia! Komik benar2 mewarnai hidupku saat aku masih di SD hingga saat ini :D Terima kasih kepada semua mangaka (yang membuat komik jepang) yang sudah membuat cerita yang menghibur dan menakjubkan dalam komik

***Buku. Ahhh…. Benda yang satu ini juga, tidak kalah menakjubkannya dengan komik. Kepada yang sudah menemukan huruf, kertas, tinta, mesin cetak, terima kasiiih banyaaaak!! :’) Aku benar2 berterima kasih atas kerja kerasnya dalam menemukan hal-hal tadi :”)

Terima kasih kepada ibuku (lagi) yang telah mengenalkan ku pada sebuah dunia ajaib yang bernama ‘buku’ sejak aku kecil, sehingga aku tumbuh menjadi seorang gadis yang suka buku dan membaca. Aku masih ingat, kisah-kisah di buku yang pertama kali di bacakan oleh ibuku dulu, seperti kisah kue jahe, jack dan kacang panjangnya, kisah tiga babi, dan masih banyak lagi :’))

Tak lupa juga kepada Ayahku, yang dulu senang sekali membeli kaset film untuk di tonton olehku. Ayah yang sudah mengenalkanku kepada Cinderella, dan Snow White :’)

***Anime. Aku tidak bisa membayangkan jika di dunia ini tidak ada anime. Hidupku mungkin akan lebih ‘biasa-biasa’ saja. Sangat normal. Datar. ARAJJAHSJHASJAHSJ! Aku tidak bisa membayangkannya!! Anime adalah satu satu penemuan terbesar dari ras manusia yang tinggal di bumi ini. Terima kasih kepada bangsa Jepang yang sudah menciptakan anime, sehingga hidupku bisa lebih bermakna, dan lebih menyenangkan :”D Percayalah, anime berperan besar dalam pembentukkan ‘diriku’ sampai saat ini.

– – –

Are are~

Kenapa tulisanku sudah sepanjang ini ya?

Rupanya, malam ini aku banyak bercerita ya? :’) Tiba2 saja, aku ingin mengenang beberapa hal dalam hidupku di usiaku yang menuju 18 tahun ini. Karena, dalam beberapa tahun terakhir, banyak yang terjadi kepadaku.

Mulai dari hal hal yang menyebalkan, menyedihkan, menyusahkan, memalukan, menyesakkan, menyenangkan, membahagiakan, dll…

Sebagian terjadi seperti sebuah keajaiban, yang masih sulit untuk aku terima sampai saat ini. Salah satunya adalah aku yang sudah lebih dulu menjadi mahasiswa dibandingkan teman-temanku.

Kalian tahu? Harusnya aku masih kelas 12 SMA saat ini! Harusnya saat ini aku tengah mempersiapkan diri untuk Ujian Nasional, bukannya mengetik cerita seperti saat ini.

Perjalananku menjadi mahasiswa selalu menjadi sebuah kisah yang ajaib bagi diriku sendiri. Jika aku menceritakannya secara langsung, kalian mungkin tidak akan mempercayainya :’)

Ah…. Rupanya aku sudah hidup cukup lama ya.. :’)
Aku benar2 sudah hidup cukup lama disini. Dan aku telah mengalami banyak hal. Mungkin apa yang aku alami masih sangat sedikit dibandingkan orang lain yang hidup di bumi ini, baik saat ini, dulu, atau 1000 tahun yang lalu sebelum aku ada.

Tapi bagiku, aku sudah mengalami banyak hal.. Dan aku tetap saja tidak bisa berhenti terkagum kagum dengan semua itu.

– – –

Tidak semua orang diberikan kesempatan hidup.

Aku adalah salah seorang dari bermilyar milyar manusia yang diberi kesempatan oleh Yang Maha Kuasa untuk hidup, menginjakkan kaki di bumi, dan melihat banyak hal yang luar biasa..

Dan aku sudah hidup selama 17 tahun lamanya.

Lihat! Aku sedang duduk bersandar pada kursi sofa sambil menulis tulisan ini di notebook milikku.

Aku sehat, aku lengkap, aku bahagia dan aku hidup.

– – –

Ya Tuhan, terima kasih karena sudah memberikanku kesempatan untuk hidup ini dunia ini. Mendapatkan orangtua yang hebat, menjalani kehidupan yang luar biasa, lahir dengan lengkap dan sehat…

Terima kasih banyak atas kesempatan ini. Aku akan berusaha untuk tidak menyianyiakan hidup dan nyawa yang telah Kau berikan.

– – –

Aku bersyukur atas kesempatan hidup ini.

– – –

uruuchan a.k.a Nur Rachminawati
pada usia 17 tahun
tanggal 29 Maret 2014 00.34

n.b : maaf untuk judul postingan yang sedikit… errrr…. tidak udah di tuliskan ya. you know what i mean wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s