Ketakutan Dalam Berkomunikasi (Apprehension In Communication)

Tiba-tiba muncul mood menulis hari ini :D Hahaha Ini adalah suatu berkah bagiku, karena kadang untuk menulis itu halangan terbesarnya adalah rasa malas.

Kali ini aku ingin berbagi apa yang sudah aku dapatkan di kuliah, dari salah satu mata kuliah yang bernama ‘Komunikasi Interpersonal’. Don’t worry, walaupun ini pelajaran kuliah, tapi pada kenyataannya, ini sangat-sangat mudah di pahami, bahkan secara tidak langsung kita mungkin menemukan beberapa kejadian yang mirip dalam hidupmu ;)

Kali ini aku akan membahas tentang topik ‘Ketakutan dan Ketegasan dalam berkomunikasi’ atau bahasa kerennya adalah ‘Apprehension and Assertiveness in Communication’, seperti yang tadi aku bilang, topik ini adalah bahasan dari mata kuliah semester pertama ‘Komunikasi Interpersonal’ (kominter) jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan di Fakultas Ilmu Komunikasi.

Pernahkah kalian merasa malu ketika berkomunikasi dengan seseorang? Padahal hanya berkomunikasi; menyampaikan sesuatu kepada seseorang, tapi walaupun sesimpel itu, tetap saja kamu merasa malu, takut dalam melakukannya. Aku yakin, pasti kalian pernah mengalaminya.

Hal ini di bahas dalam ‘Communication Apprehension’ atau ketakutan dalam berkomunikasi dimana kita merasa malu, segan dan takut untuk berkomunikasi. Suatu keadaan dimana kita lebih banyak merasa  dugaan negatif yang mengisi pikiran kita.

Ada dua jenis communication apprehension :

1. Trait Apprehension

Keadaan ini menunjukkan suatu keadaan dimana seseorang itu takut berkomunikasi secara umum dalam segala keadaan dan situasi. Misalnya dalam keadaan berkomunikasi dengan teman sendiri, dengan kelompok, dan dengan banyak orang (public speaking)

Awalnya aku pikir, keadaan seperti pastinya sangat jarang ditemukan, atau mungkin tidak ada sama sekali. Mana mungkin ada seseorang yang takut (tidak mau) berkomunikasi dalam segala aspek? Bahkan hanya untuk berbicara pada teman nya sendiri? Rasanya hal itu tidak mungkin terjadi bukan?

Namun, dosen saya membantahnya. Bahwa di dunia ini, seseorang yang takut berkomunikasi sampai segitunya itu ADA. Ada banyak faktor yang melatar belakangi hal tadi. Dan hal ini akan kita bahas di subjek yang lain ;) *sabaar.. hehehe*

2. State Apprehension

Nah, kalau yang ini beda cerita. Orang yang mengalami state apprehension itu hanya takut berkomunikasi hanya pada situasi tertentu saja. Ingat, HANYA PADA SITUASI TERTENTU SAJA. Misalnya ketika kita hendak melakukan public speaking, alias berbicara di depan umum.

Mungkin beberapa orang menganggap hal itu biasa saja, tapi bagi kebanyakan orang, hal itu menakutkan (termasuk aku hehehe) Aku sendiri menganggap berbicara di depan umum itu adalah hal yang menakutkan, aku tidak biasa di perhatikan oleh banyak orang, dan bagiku itu terasa tidak nyaman, dan itu mengganggu. Nah keadaan ini (state apprehension) hampir di alami oleh banyak orang, sadar atau tidak sadar ;)

Aku sendiri sadar, bahwa aku adalah salah satu orang yang merasa takut saat berkomunikasi pada keadaan tertentu. Misalnya ketika hendak presentasi di hadapan teman-teman kelas. Yah, walaupun mereka semua adalah teman sekelas, tetap saja aku merasakan takut. Hmm.. Itu susah di jelaskan -_- Bagaimanapun juga, rasanya tidak nyaman. Di perhatikan oleh banyak orang itu rasanya… Urrgh. Yah seperti itulah ;)

Ada beberapa perilaku apprehension (menurut Richmond & mc crosky, 1989):

1. Dia akan menhindari situasi yang mengharuskan untuk berkomunikasi. Nah kalau misalnya situasinya benar-benar terpaksa, dia akan berbicara sedikit.

Pernah tidak kalian merasa seperti ini : ketika seorang guru hendak memberikan sebuah pertanyaan kepada murid2, dan kalian benar-benar tidak mau ditanyai saat itu? Apa akan kalian lakukan? Pasti kalian akan berusaha untuk menghindari kontak mata dengan guru itu, lalu berusaha mencari tempat duduk yang bisa menyembunyikan kalian dari guru itu (duduk di posisi yang tersembunyi) atau berpura-pura sibuk? Hahahaha.
Ini benar2 bagian yang sangat lucu. Dosen ku menerangkan hal ini dengan sangat baik.

2. Dia menghindari pekerjaan yang banyak melibatkan unsur berkomunikasinya.

3. Bersikap negatif (ingat? Pelaku Communication Apprehension lebih banyak melakukan dugaan negatif ketika berkomunikasi dengan seseorang) Oleh karena itu, pelaku communication apprehension punya sedikit teman. (Dan aku sangat rumasa bahwa aku hanya punya sedikit teman, tapi untuk saat ini, hal itu bukanlah sebuah masalah)

4. Biasanya, seseorang yang berperilaku apprehension hasil kerjanya kurang memuaskan. Kenapa? Karena dia tidak mampu berkomunikasi dengan baik dengan rekannya sendiri, sehingga kemungkinan miss communication akan terjadi.

5. Cocok dengan pekerjaan yang berhubungan dengan alat.

Nah, kira-kira kenapa hal itu bisa terjadi? Apa yang melatar belakangi perilaku apprehension? Apa faktor2 nya? Pasti kalian bertanya-tanya.

Nah, saatnya sekarang kita membahas beberapa faktor yang mempengaruhi communication apprehension ;)

1.Kurangnya skill berkomunikasi dan pengalaman.

Pernah dengar ungkapan ‘bisa karena biasa’ ? Nah hal itu juga berlaku banget dalam hal berkomunikasi. Semakin banyak kalian terbiasa berkomunikasi dengan banyak orang, maka kalian tidak akan menemukan kesulitan saat berkomunikasi, seperti communication apprehension ;)

2.Subordinate status (merasa orang lain lebih tahu)

Pernah merasa seperti ini? Merasa bahwa lawan bicara kita lebih tahu, lebih pinter daripada kita, sehingga kita merasa minder untuk berkomunikasi? Kita merasa bahwa kita berada di bawah, dan orang lain berada lebih tinggi, atau punya status yang lebih tinggi. Ya, itulah namanya subordinate status. Sebenarnya hal itu bisa ditangani dengan banyak-banyak berpikir positif tentang diri sendiri. Dan bisa juga, kita menambah pengetahuan dan keahlian. Hal itu sangat membantu kita untuk merasa sejajar dengan orang lain :D

3.Degree of Evaluation

Semakin banyak di evaluasi, kita akan merasa semakin takut untuk berkomunikasi.

4.Degree of Conspicuousness

Tingkat menjadi pusat perhatian (mencolok)

5.Degree of Unpredictability

Berada di situasi yang sulit di bayangkan. Misalnya, ketika kita bertemu dengan orang asing, atau kita berada di sebuah lokasi yang asing… Bagi sebagian orang, hal itu bisa menimbulkan kesulitan dalam komunikasi.

6.Degree of Dissimilarity

Misalnya kita berada di sebuah situasi seminar atau apapun itu yang kita sendiri berperan sebagai seorang audience. Ketika kita merasa berbeda dengan orang lain kebanyakan, kita akan merasa cemas.

7.Prior success and failures

Tanpa kalian ketahui, pengalaman berkomunikasi kalian saat masa lalu akan sangat berpengaruh. Jika pengalaman berkomunikasi lebih banyak yang berhasil, maka itu akan mengurangi kecemaasan kalian. Kebalikannya, jika pengalaman berkomunikasi lebih banyak menunjukkan kegagalan, maka akan menimbulkan kecemasan.

Nah, sekarang sudah paham? Adakah dari beberapa faktor di atas yang kalian alami dalam kehidupan kalian saat ini? Pasti ada. Jujur saja deh…. ;) Kalau aku sih ada. Pertama, aku kurang skill dan pengalaman dalam berkomunikasi (saat SMP, dan SMA, aku tidak terbiasa berkomunikasi dengan orang lain. Mengikuti kegiatan OSIS-pun tidak) Kedua, aku punya ketakutan untuk di evaluasi (Degree of Evaluation) Ketiga, aku benar2 tidak suka menjadi pusat perhatian (Degree of Conspicuousness). Tadi sudah sempat di ceritakan, kan? Bagaimana rasanya ketika aku di perhatikan oleh banyak orang itu… Errrgh… Dan keempat, adalah Degree of Unpredictability; jika aku berada di situasi yang tidak aku kenal atau sesuatu yang asing, maka itu akan menimbulkan suatu ketakutan atau kecemasan tersendiri.

Sekarang, saatnya kita mengelola communication apprehension tersebut, agar tidak menjadi suatu sikap negatif dalam hidup kita. Kita harus berubah menjadi pribadi yang lebih baik bukan? Jangan karena kita sudah mengetahui kekurangan kita, maka kita membiarkannya saja. Justru kita harus memperbaikinya! ;)

1.Punya pengalaman berkomunikasi dan pengalaman lainnya. Perbanyaklah berkomunikasi. Ingat? Biasakan ;)

2.Prepare and Practice (Persiapan dan latihan)
Misalnya, kita hendak presentasi di depan kelas. Kita sebisa mungkin berlatih terlebih dahulu di rumah, agar presentasi kita berjalan dengan lancar. Berlatih ini juga bisa meminimalisir kesalahan nanti :D

3.Familiarize yourself with the situasions.
Kamu harus mengenali situasinya. Kenali terlebih dahulu situasi yang sedang atau akan kamu hadapi. Dengan kamu yang sudah mengenali, mengetahui, dan menguasai situasi, akan membantumu mengurangi kecemasan.

4.Try to relax. Tarik napas panjang, jalan-jalan berkeliling terlebih dahulu.

5.Ubah perspektif mu!

a.    Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.
b.    Kalau kita merasa tidak pede, kita cenderung akan memperhatikan hal2 yang sepele, hal2 yang sebenarnya tidak perlu di khawatirkan.
c.    Dunia tidak akan kiamat jika kita gagal. Percayalah :< Huft!

Sudah bisa? ;) Memang, terkadang berkomunikasi itu adalah sesuatu yang simple. Tetapi, ketika di lakukan, itu lebih dari sesuatu yang simple.

Sama sepeti ketika kalian menganggap bahwa komunikasi itu hanya proses berbicara dengan seseorang. Sesimple itu. Namun pada kenyataannya, komunikasi tidak sesimpel itu. Ketika di pelajari, komunikasi tidak hanya sebatas ‘proses berbicara dengan seseorang’ :D Itulah yang aku pelajari setelah aku duduk di bangku kuliah :3

Yupp. Sekian dulu topik untuk hari ini. Semoga topik yang aku bawakan, bisa bermanfaat untuk kalian semua. Dan semoga, kalian tertarik lebih dalam lagi untuk mempelajari hal ini :D

Ayo bergabung bersama-ku di Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Fakultas Ilmu Komunikasi! :D
Ditunggu teman-teman semuaaaa~

– – –

[Sumber : Tulisan ini di buat berdasarkan catatan kuliah Nur Rachminawati di kelas Komunikasi Interpersonal]

6 thoughts on “Ketakutan Dalam Berkomunikasi (Apprehension In Communication)

    1. wah wah… sama sih. sebenarnya ini tulisan juga saya banget >.<
      semoga tulisan ini bisa membantu hehehe
      sebenarnya ini adalah materi salah satu mata kuliah yang ada di jurusan ilmu perpustakaan UNPAD ;))

  1. Makin PD nih buat ngomong sma org lain, gra2 baca artikel d atas, makasih y buat solusinya & tulisannya itu gue bget…bhasanya umum bgt dn mudah dipahami gtu hhi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s