Naruto Road To Ninja The Movie, Anime Movie yang Menyentuh Hati

[ditulis pada tanggal 22 Januari 2013]

etoo… selamat siang :)

ini adalah postingan kedua pada bulan januari, dan postingan kedua di tahun 2014 ini :3 hehehe

aku tiba2 mendapatkan inspirasi untuk menulis sesuatu hari ini.

hmm… untuk postingan hari ini, aku hanya ingin berbagi kesan tentang apa yang aku lakukan. Bukan sesuatu yang istimewa sih, tapi menurutku ini sangat berkesan.

semoga kalian juga menikmati juga ceritaku.

Hari ini (22/01) aku menonton ulang Naruto Road To Ninja The Movie >.<
Dulu, *entah aku lupa lagi* aku pernah menontonnya di hp, dengan format .mp4. Bayangkan saja, aku menontonnya di layar kecil punya Galaxy Young. Kebayangkan?

Nah sekarang aku menontonnya di komputer, tentunya dengan layar yang lebih gede daripada di hp hehehe.

Oh Tuhaan…..

Dari semua movie Naruto yang sudah ada, rasanya ‘Road To Ninja The Movie’ ini menjadi yang paling favorit untukku.

Kenapa ya? Aku merasa bahwa alasannya adalah cerita-nya yang begitu menyentuh dan berkesan di hati. Aku bahkan hampir menangis saat menontonnya. Jarang lho, aku menemukan anime yang bisa membuat sesorang menangis.

Hmm.. Bagaimana menjelaskan cerita movie Naruto ini ya? Takutnya memberi spoiler deh :p

Jadi, Naruto dan Sakura pergi ke dunia lain *sebut saja begitu* karena ulah Madara *siapa lagi coba yang suka membuat kekacauan*, dunia yang menjadi kebalikan dari dunia nyata yang Naruto dan Sakura jalani. Semuanya menjadi serba terbalik!

Karakter temen2 Naruto juga berubah, menjadi kebalikan dari aslinya *paling lucu adalah perubahan karakter Hinata. Ngga nyangka deh Hinata bisa kayak gitu. Jadi orang yang cemburuan xD wkwkwkwk*
Dan yang paling mengagetkan, teman2 Naruto mengenal Naruto sebagai Menma *jadi inget sama Menma di AnoHana deh :’)* bukan lagi sebagai Uzumaki Naruto. Jadi di ‘dunia lain’ ini, Uzumaki Naruto itu tidak ada.

Satu keadaan lagi yang berubah, bahwa di ‘dunia lain’ ini, kedua orang tua Sakura sudah tiada. Dan Ayahnya adalah Hokage Keempat di desa, yang sudah meninggal untuk menyelamatkan desa. Jadi, Sakura menjadi anak seorang pahlawan disini.

Dan yang paling mengagetkan adalah.. Bahwa kedua orang tua Naruto hidup di ‘dunia lain’ ini!! Ada Minato dan Kushina. Di sini, Naruto merasakan bagaimana rasanya punya orangtua, dan hangatnya sebuah rumah yang didalamnya ada Ayah dan Ibunya.

Jadi di dunia ini, nasib Sakura dan Naruto terbalik :)

Yah, seperti itulah yang bisa aku ceritakan tentang Naruto Road To Ninja The Movie ini. Tapi bukan ceritanya yang ingin aku bagi bersama kalian, tapi KESAN! :D

– – –

Duh sedih banget deh pas melihat Naruto pulang ke rumahnya yang kosong melompong. Selama ini kan Naruto hidup sendirian.. Coba deh, rasanya nyesek banget pas Naruto bilang “Tadaimaaa~” tapi di dalam rumahnya (atau mungkin kos-an?) tidak ada seseorang yang menyambutnya dengan “okaeri”. Tidak ada siapapun.

Tapi di dunia lain ini, Naruto untuk yang pertama kalinya dalam hidupnya, merasakan hangat kasih sayang yang nyata dari kedua orangtuanya. Bagaimana rasanya di marahi, di khawatirkan, tertawa bersama…. *Duh sedih banget deh…* Bagi Naruto yang selama ini tidak pernah bersama dengan Ayah dan Ibunya, hal2 kecil seperti itu adalah sebuah karunia yang sangat sangat sangat dia syukuri.

Tapi Naruto lantas tahu diri, bahwa dunia yang dia tempati saat itu adalah palsu. Jadi, dia tidak mau bernyaman-nyaman dengan keadaan yang *sebenarnya* sangat dia impikan. Bagaimanapun dia harus pulang ke dunia asalnya. Dunia yang nyata.

Momen yang paling aku sukai adalah ketika Naruto pulang ke rumahnya *ini masih di dunia yang lain* dengan tergesa gesa. Ya, dengan tergesa gesa, hanya untuk memastikan apakah di dalam rumahnya ada seseorang yang menunggu kepulangannya.

Lalu Naruto membuka pintu rumahnya pelan pelan…. Pelan pelan…

Dan Naruto pun menemukan Ayah dan Ibunya. Ayahnya sedang membaca koran, dan Ibunya sedang menyiapkan makanan untuk makan malam.

Ibunya berkata, “Selamat datang Naruto” dengan senyum yang sangat hangat.

Naruto menangis, terharu.

Gambar

Ada orang yang menunggu kepulangannya, dan menyambut dengan hangat kedatangannya. Sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Dan ini terjadi di dalam hidupnya.

Naruto berkata dengan senyuman penuh syukur dan kebahagiaan, “Aku pulang.” Lalu Naruto menghampiri kedua orangtuanya.

Mungkin bagi sebagian orang, bersama orangtua adalah hal yang sangat menyebalkan. Dan membosankan. Tapi bagaimana rasanya jika suatu hari nanti, kalian harus kehilangan orangtua itu? Dan mereka tidak akan pernah kembali untuk selamanya?

Bagi Naruto yang sudah yatim piatu sejak kecil, dia sungguh menghargai momen2 kecil bersama keluarganya. Momen2 sederhana seperti makan malam bersama, merayakan ulang tahun bersama… Sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

Gambar

Itu… itu sangat.. Ah tak terlukiskan.

– – –

Lalu, yah endingnya Naruto berhasil kembali ke dunia nyata-nya. Dunia tanpa kedua orangtuanya. Dan Naruto harus kembali ke rumahnya/kosannya yang sepi, tanpa ada seseorang yang menyambutnya. Walaupun sedikit sedih, tapi Naruto sadar bahwa dia tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan.

Tapi, sebuah sinar datang dari dalam rumahnya itu. Naruto bergegas, dan membuka pintunya pelan-pelan… Naruto tidak berani berharap banyak lagi.

Dan.. Ternyata…

Naruto menemukan Iruka sensei di dalam rumahnya. Seseorang yang menyambut kepulangannya.

“Selamat datang Naruto”, Kata Iruka sensei, yang mengerti perasaan Naruto saat itu.

Naruto menangis penuh haru. Tidak percaya bahwa ada seseorang yang menyambut kedatangannya. Naruto pun tersenyum, dan berkata “Aku pulang……”

AHDJSADJSAHDJSAYDUAS! Aku tidak bisa menggambarkan perasaanku saat menonton adegan itu. Rasanya sangat menyentuh hati, dan.. dan.. Aku ingin menangis saat itu juga! >.<

– – –

Begitu banyak pesan yang aku dapatkan lewat Naruto Road To Ninja The Movie ini. Tentang bagaimana kita harus mensyukuri keberadaan kedua orangtua kita.

Gambar

Aku sangat sangat merekomendasikan movie ini untuk di tonton. Bagaimanapun juga, movie ini sangat bagus. Bukan hanya menawarkan adegan pertarungan yang lumayan epik, suara yang indah *dan menyentuh hati* tapi juga cerita yang berkualitas.

Harus di tonton yoo ;)

– – –

Mungkin ada beberapa diantara kita yang berharap orangtua kita pergi, atau malah kita yang pergi dari kedua orangtua kita, hanya karena mereka (orangtua) terlalu cerewet, bawel, atau terlalu mencampuri kehidupan, dan lain lain.

Tapi, mereka tetap saja kedua orangtua kita bukan?

Rasa khawatir mereka menunjukkan bahwa mereka adalah orangtua. Mereka begitu peduli dengan kita. Dan jangan lupa juga, tanpa mereka, kita semua tidak mungkin ada.

Gambar

Kadang kita melupakan karunia ini, kehadiran kedua orangtua yang masih ada di sisi kita.

Bayangkan, mungkin di luar sana malah ada yang ingin bertemu dengan orangtuanya yang sudah meninggal, atau orangtuanya yang entah ada dimana…

Dan lihat dengan keadaan kita sekarang… Bagaimana menurut kalian?

Kita terlalu sibuk dengan urusan kita masing2, dan melupakan karunia yang diberikan oleh Tuhan.

Dengan kedua orangtua yang masih ada disisi kita, perlakukan mereka dengan baik. Sayangi mereka, hargai mereka…

Siapa yang tahu kapan mereka akan pergi untuk selamanya?

Karena itu, selama masih ada waktu… Cobalah untuk menjaga orangtua kita masing2. Buat mereka bahagia, dan senang. Sisakan waktu untuk berkumpul bersama mereka.

Orangtua adalah pemberian terindah yang diberikan oleh Tuhan :)

– – –

Semoga dengan menonton ‘Naruto Road To Ninja The Movie’ ini, bisa memberikan kalian sedikit ‘ingatan’ tentang hangatnya orangtua. Hangatnya keberadaan Ayah dan Ibu yang menyambut kepulangan kalian di rumah :)

Salam sayang,
@uruuchan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s