Ketakutan dan Kenyataan

Sekarang aku merasa ketakutan.
Aku takut bahwa suatu hari nanti, ketakutan yang aku rasakan menjadi sebuah kenyataan.
Entah mengapa, aku tidak mau hal itu terjadi.
Tapi aku juga bertanya tanya, jika hal yang aku takutkan menjadi kenyataan, apa yang harus aku lakukan?
Haruskah aku bersembunyi?
Haruskah aku menghindar seperti yang biasa aku lakukan?
Atau haruskah aku menghilang saja?
. . .
Sudah cukup bahwa kenyataan yang ada di depanku saat ini membuatku ketakutan.
Jangan sampai ketakutanku yang ini menjadi kenyataan pula.
Cukuplah ketakutan itu menjadi sebuah mimpi saja.
Jangan menjadi kenyataan.
Jangan menjadi kenyataan yang lain.
Aku takut.
Dan aku masih merasa ketakutan.

2 thoughts on “Ketakutan dan Kenyataan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s