Peka.
Satu kata itulah yang menggambarkan aku.
Aku terlalu peka dalam melihat keadaan di sekitarku.
Bukan berarti hal itu menjadi suatu kelemahan bagiku.
Aku menerima dengan lapang dada untuk sikapku yang peka itu.
Karena itulah, kadang aku merasa terlalu berbeda dengan orang2 yang ada di sekelilingku.
Aku memang tidak memaksa mereka untuk mengerti apa yang aku pikirkan, tapi aku juga berharap bahwa suatu hari nanti akan ada seseorang yang memahami diriku dengan pikiranku.
Bahwa suatu hari nanti akan ada seseorang yang memasuki dunia kecil milikku.
. . .
Kenyataannya, aku punya dunia kecil milikku dalam dunia yang sangat besar ini; yang tak semua orang akan paham apalagi mengerti.
Dunia yang hanya aku dan orang2 dengan perasaan sama sepertiku yang bisa masuk kedalamnya.
Aku hanya berharap bahwa suatu hari nanti, seseorang akan memahami dunia kecilku, dan menerima aku apa adanya.
. . .
Aku, sikapku, dan dunia kecilku.
Siapakah yang akan menemukan diriku dalam dunia kecil milikku?
Siapakah yang bisa memasuki dunia kecil milikku?
Aku menantikan kehadirannya.

Advertisements