Cerita (Yang Sangat Berkesan) di Hari Pertama UAS GANJIL

Aku tidak menyangka bahwa aku akan mengalami banyak hal yang menurutku sangat lucu di hari pertama UAS. Membayangkannya saja sudah membuatku tertawa, apalagi sekarang aku akan menuliskannya >.<

***

Dari kartu peserta ujian, mata kuliah Agama  dimulai pada jam 08.00 pagi. Oke. Pada hari sebelumnya, aku sudah merencanakan harus berangkat dari rumah satu setengah jam sebelum jam 8. *soalnya, rumahku lumayan jauh dari kampus* Ohya, aku berangkat bersama temanku, namanya Riska Aristiani. Riska membawa motor, jadi aku nebeng hehehe. Yah, sangat kebetulan bahwa rumah kami satu arah >.<

Tapi……. Keesokkan harinya…. Kenyataan tak sesuai dengan harapan TOT

Aku bangun agak telat, jam setengah enam. Dan setelah melakukan banyak hal (mandi, bersiap-siap, sarapan, dll) aku selesai jam tujuh lebih 10. OH MY GOD.

Lalu, di tambah dengan Riska yang nyamper ke rumah aku pada jam setengah delapan. OH MY GOD.

HAHAHAHA. Aku ingat betul perasaanku saat di jalan bersama Riska. Udah panik, gugup, ga jelas gimanaa gitu. TOT Tapi bukan berarti udah mau kesiangan, kita jadi ngebut. Pokoknya, Riska sudah berusaha untuk mempercepat laju motornya tanpa ngebut-ngebutan…. *sob sob sob*

Eh tiba tiba, di tengah jalan, Riska bertanya, “Nuii, coba liatin deh. Ban belakang motor aku kempes gak?” HAAAAA….. Aku mengeluh dalam hati. Sangat merepotkan sekali T_T Melihat ban belakang itu susah, apalagi aku menggunakan helm yang… UGH berat banget. Yah, mau tidak mau aku melihatnya, dan sepertinya keadaan ban baik baik saja.

Namun……. Tiba tiba, seorang bapak-bapak melintas melewati kami dengan motornya dan berkata, “Neng, itu bannya kempes.”

OH MY GOD. NIGHTMAREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE~

Terpaksa, Riska meminggirkan motornya terlebih dahulu. Aku sudah panik ngga jelas, dan Riska dengan wajah bête-nya. Kita berdua sangat bingung, lebih baik lanjut perjalanan, atau pompa ban terlebih dahulu.

Sangat beruntung sekali bahwa di dekat kami berhenti, ada tukang tambal ban. Jadi, Riska memutuskan untuk memompa ban itu.

Namun, kenyataan tak semudah bayangan. *apa sih -______-*

Tuhan masih menguji kesabaran aku dan Riska.

Tukang tambal ban berkata, “Neng… Ini mah bannya bocor.”

OH NOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO…. NIGHTMARE AGAIN!!!

Wajah ku dan Riska sepertinya sudah sangat pucat. Aku melihat jam di HP, sudah pukul 7.40. TIDAAAAKKKKKK. Tuhaaaan… cobaan apalagi di hari pertama UAS ku :’(

“Kang, kira kira berapa lama?”, Riska bertanya.

“Yah, palingan 20 menitan.” Kata si tukang tambal ban.

Hatiku mencelos. Hah? Setengah jam? Ini sudah jam 7.40!! Sementara itu, pikiranku melayang kepada poster di fakultasku yang menuliskan tata tertib UAS ini. “Terlambat 15 menit, masih di perbolehkan masuk; dengan catatan tidak ada tambahan waktu untuk mengerjakan soal. Terlambat 30 menit, tidak di perkenankan mengikuti Ujian.” Rasanya pengen nangis saat itu….

Riska memutuskan untuk memperbaiki ban bocornya, dan menitipkan motor itu di bengkel tukang tambal ban. Tadinya Riska berniat menunggu sebentar saja, siapa tahu hanya sebentar saja. JIka tidak selesai, lebih baik naik angkot saja. Namun, aku menegurnya, “Kalau mau naek angkot, sekarang aja. Daripada nunggu.”

Dan…… Kita berdua pun memutuskan untuk naik angkot.

Sialnya, *ada apa lagi nih????*

Si angkot ngga muncul-muncul!!!!! *pengen nangis mamaaaa~ < curhatan Riska saat itu*

Jadi kita memutuskan untuk jalan kaki….. Jalan kaki yang lumayan jauh…. Sejauh mata memandang…. Hiks hiks hiks. Mana masih sangat jauh pula…

Dan di saat tengah berjalan kaki, entah kenapa… AKU TERPELESET. AKU TERJATUH. TANGANKU KOTOR. Dan…. Aku di ketawa-in sama bapak bapak yang naik sepeda YANG KEBETULAN SEKALI lihat aku yang sedang terjatuh.

Aku hanya bisa tertawa miris. Tuhaaan… Kenapa bisa seperti ini? Pengen nangiiiiiisss :’( Tapi aku hanya bisa menertawakan diri sendiri, jadi aku tidak menangis.

Akhirnya, Tuhan berbaik hati mengirimkan sebuah angkot yang…. penuh. Penuh dengan penumpang. Namun karena terdesak oleh waktu…. Aku dan Riska terpaksa naik.

Aku sih masih dapat tempat duduk di bagian luar. Namun Riska terpaksa duduk di bagian dalam, dan itu pun TIDAK DUDUK SAMA SEKALI. Tempat untuk duduknya sempiiiiiiiiitt sekali. *puk puk puk, riiiiss sabar yaaa :’) Perjuangan sekaliiihhh~

Akhirnya si angkot tiba di pertigaan jalan sayang. Aku turun disana bersama dengan Riska. Perjalanan kita masih sangat jauh. Aku dan Riska harus berjalan kaki selama 10 menit-an untuk mencapai gerbang lama di kampusku. Jalan kakinya udah bukan kayak manusia normal, tapi orang yang kepepet pengen pipis (TAT)” *bayangkan sodara sodara!*

Setelah tiba di gerbang lama…. Perjalanan kami SEKALI LAGI BELUM BERAKHIR. Jarak dari gerbang lama menuju ke fakultasku lumayan jauh, bisa mengambil waktu 15 menit sampai 20 menit dengan jalan kaki. Tadinya aku dan Riska akan memilih dengan naik ojek, *dan mengeluarkan uang 5000 buat tukang ojek itu. Sayang bangeeeet…. Bisa dipakai untuk makan :’)*

Tapi ternyata… Tuhan masih baik :’) Keberuntungan sekali lagi datang menghampiri kami.

Ada odong odong (angkutan dalam kampus, semacam mobil gandengan) yang sedang ngetem. WAAAAAA!!! Rasanya ingin berteriak kegirangan. Hehehehe.

Aku dan Riska memutuskan untuk duduk di jok paling depan. Dan kita menghela napas lega. :’)

Tidak menunggu lama, odong odong itu berangkat. Uhhh…. Bapak-bapak yang jadi supir odong-odong itu sangat baik. Sepertinya dia bisa membaca gerak gerik nonverbal kami yang sedang terburu buru ;’)

Bahkan aku dan bapak-bapak itu sempat mengobrol tentang lagu yang sedang di mainkan saat itu. Lagu jadul, dari Scorpion. Bapak itu kaget, karena aku mengetahui lagu itu. Aku bilang, aku mengetahuinya dari Ua-ku yang juga menyukai lagu lagu slow rock seperti itu >.<

Dan tibalah aku di Fakultas Ilmu Komunikasi~ :”D

Aku bilang terima kasih banyak kepada bapak-bapak itu. Mungkin buat bapak itu biasa saja, tapi bapak itu tak tahu bahwa dia sudah sangat berperan besar dalam hidupku saat itu :’)

PERJALANAN KAMI MASIH BELUM BERAKHIR…….. *deg deg deg*

Aku dan Riska harus berlari menuju gedung 5 lantai 3. Yap. LANTAI 3.

Aku masih kuat untuk berlari, namun Riska sepertinya sudah tidak kuat lagi… *Apakah ini akhir dari perjalanan kami? Lol*

Tapi aku memaksa Riska untuk berlari, karena kita sudah hampir dekat dengan tujuan kita. Aku menarik tangan Riska saat menaiki tangga. Aku paham betul, Riska belum sarapan :’((

AKHIRNYA KAMI TIBA DI LANTAI 3……

*AYO BERTERIAAAAAAAAKKKKK!!! AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKK!!!!* :DDDD

Dan ternyata…..

Ternyata….

BELUM DI MULAI SODARA SODARA :”””””DDDDD *bayangkan ekspresi penuh kebahagiaan di wajahku*

Pengawas nya belum datang, kelas belum di mulai. Kertas ujiannya belum di dibagikan. Dan aku menemukan kelasku juga tempat dudukku.

Aku dan Riska ternyata satu kelas. Aku tiba dengan wajah yang bercucuran keringat. Kucel sih, tapi aku sama sekali tidak memikirkan hal itu. YANG PENTING AKU SUDAH TIBA DI KELAS DENGAN SELAMAT.

Well….

Buatku, ini adalah keajaiban juga berkah, sekaligus sebuah keberuntungan. Walaupun di beri serangan tidak terduga beberapa kali *hiks hiks hiks* keajaiban masih datang menghampiri aku dan Riska. Tuhan sangat baik :’)

Dan beberapa menit kemudian…. Pengawas pun masuk ke dalam kelas. Aku menarik napas lega, dan tersenyum dengan penuh kebahagiaan.

Aku tiba, dan aku siap mengerjakan AGAMA :’D

Mungkin bagi teman teman sekelasku yang lain, hari ini adalah hari yang biasa saja. Tapi, bagiku hari ini adalah hari yang SANGAT LUAR BIASA. Teman temanku tidak tahu apa yang sudah aku lalui pagi tadi….

Aku bersyukur dengan keajaiban yang terjadi hari ini :”)

***

Salam penuh kebahagiaan,

@uruuchan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s