Tentang laki laki itu…
Dibalik punggung tegapnya, tersimpan luka hati yang disembunyikan.
Dikhianati.
Ditinggalkan.
Mana yang lebih sakit?
Dia sudah mencoba keduanya.
Laki laki itu mencoba berdiri dengan kedua kakinya sendiri, melawan ketidakpastian hidup.
Apakah semua orang pada akhirnya akan berhenti memandangnya dengan sorot ‘kasihan’ ?
Apakah laki laki itu akan diakui?
Dia, berjuang untuk dirinya dan untuk orang lain.
Mencoba untuk tidak mengeluh.
Mencoba untuk berpura pura kuat,
mencoba untuk mempercayai diri sendiri meski itu sulit, bahwa ia bisa melewati semuanya sendirian,
walaupun itu melelahkan.
Tapi dia terus berjuang dan terus berjuang.
Masa lalu adalah bagian dari hidupnya, meski begitu ia terus melangkah dan melangkah.
Ada sesuatu yang tidak bisa diubah, diluar kemampuannya sebagai manusia, dan ia hanya bisa menerimanya dengan lapang dada.
Dia kesepian.
Dia lelah.
Dia ingin melepaskan diri dari hidup ini, yang membelenggunya.
Merenggut kebahagiaannya.
Tapi laki laki itu tidak bisa.
Tidak bisa.
Tidak akan pernah bisa.
Ada luka hati yang sangat dalam,
ada cerita duka yang tersimpan,
ada kesedihan yang tertimbun dengan perlahan,
ada keputusasaan yang terus membayangi,
ada ketakutan akan ketidakpastian,
ada kerinduan yang tidak akan pernah dia ceritakan kepada siapapun,
ada penantian akan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan…
Semuanya, dia simpan untuk dirinya sendiri.
Tersimpan, dibalik punggung tegapnya yang menatap dunia dengan tegar.
Hanya dia yang tahu semua kenyataan, dan rahasia yang tersembunyi dalam dirinya.
Tentang rasa,
tentang perasaan,
tentang dirinya…

Advertisements