Aku di Tampar, di Pukul, dan di Tonjok.

“lo hidup berapa kali?”
“satu. kita kan cuma hidup satu kali?”
“lo.. pengen liat hal hal indah kan di bumi ini?”
“iya.. soalnya selama ini aku cuma bisa lihat hal hal indah lewat photo, kayak pemandangan alam gitu. aku pengen ngebuktiin bahwa pemandangan itu memang ada di atas bumi ini”
“lo.. pengen hidup berapa lama?”
“selama lama lama lamanya. kalau aku mati sekarang, aku berasa belum melakukan apa apa. aku ingin melakukan banyak hal!!
ngomong ngomong, kenapa kamu jadi ngomongin tentang beginian?”
“…”
“hei.. ”
“jadi.. kenapa lo terus meratapi hidup lo? lo berkata hidup lo menyedihkan? think about it again!
hidup terlalu sia sia jika lo gunain untuk bersedih.
nikmati hidup. hidup cuma sekali.
kalo lo bersedih, lo bakalan susah liat hal hal indah lagi.
lo bakal kehilangan kemampuan buat maju dan melangkah.
jangan sia sia in hidup lo dengan bersedih dan mengeluh.
remember!
hidup cuma sekali!
nikmati dg suka cita!”
“. . .”

disana, aku merasa ditampar. aku disadarkan olehnya. tentang semua kesedihan yang kurasakan, semua bisa memudar perlahan lahan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s