Hari berhujan. Mendung.

Hujan turun dengan derasnya. Terdengar suara air berjatuhan, membentuk suatu melodi yang indah. Menenangkan hati. Pepohonan terdiam, menikmati guyuran air hujan yang turun dari langit. Angin tak datang berkunjung. Suasana begitu syahdu.

Seorang gadis menatap ke langit dari halte bus tempat dia berdiri.
Dalam hatinya, gadis itu bertanya tanya, kenapa hujan bisa turun dari langit? Berapa kalipun guru geografi di sekolahnya memberitahu tentang siklus hidrologi, gadis itu sama sekali tidak percaya. Baginya, hal itu sama sekali tidak masuk akal. Terlalu konkret, abstrak.

Gadis itu lebih mempercayai tentang seorang peri yang tengah menangis di dunia peri, di atas langit. Air matanya jatuh ke bumi, dan air mata itu adalah hujan yang sekarang turun.

Gadis itu terdiam, dia berpikir lagi, bagaimana caranya untuk bisa bertemu dengan peri yang sedang bersedih hati itu? Dia sangat ingin menghiburnya sebaik mungkin.

Gadis itu berpikir dengan sangat keras. Sampai sampai keningnya berkerut. Sungguh mati gadis itu ingin menemukan jalan agar bisa bertemu dengan peri itu.

Tiba tiba, gadis itu mendengar suara seseorang yang sedang berlari ditengah air hujan. Suaranya masih terdengar samar samar, tapi gadis itu cukup bisa mendengarnya. Si gadis penasaran. Dia menjulurkan kepalanya sedikit untuk mengetahui pemilik suara kaki yang sedang berlari ditengah hujan.

Mata gadis itu menemukan sosok laki laki dari kejauhan yang sedang terengah engah. Kini laki laki itu sedang berjalan dengan santai, kelihatannya laki laki itu tidak peduli walaupun dia sedang berjalan di tengah guyuran air mata sang peri.

Perlahan lahan, laki laki itu melintas di hadapan sang gadis.

Dimata sang gadis, laki laki itu terlihat sangat berkilauan. Mencolok mata. Pandangannya hanya tertuju pada laki laki itu. Gadis itu juga merasa heran pada dirinya sendiri, kenapa dia begitu terpesona melihat laki laki yang sebentar lagi akan melintas di depannya.

Laki laki itu sepertinya berusia sekitar 22 tahunan, atau mungkin lebih. Perawakannya tinggi ramping, dan laki laki itu memakai blazer kerja lengkap dengan dasinya. Gadis itu bertanya tanya, mungkinkah dia sudah bekerja di perusahaan? Tapi wajahnya terlihat begitu muda, dan.. Tampan.

Rambutnya sedikit ikal, dan berwarna hitam kemerah merahan. Sangat pas dengan warna kulitnya yang ternyata putih. Sepertinya dia laki laki yang terawat.

Laki laki itu melintas di hadapan sang gadis. Matanya sekilas melirik gadis yang tengah menatapnya itu dengan pandangan berbinar binar, seolah olah baru saja menemukan sesuatu yang menarik. Tapi laki laki itu tak peduli. Dia hanya kembali berjalan dengan santai.

Ketika perlahan lahan laki laki itu menjauh dari pandangan matanya, entah kenapa timbul suatu dorongan yang kuat untuk memanggil laki laki itu.

“Tunggu!” Teriak si gadis dari halte. Gadis itu berharap bahwa laki laki itu bisa mendengar suaranya.

Harapan si gadis terkabul. Laki laki itu menhentikan langkahnya, kemudian menoleh ke arah sumber suara; kearah gadis itu.

Tanpa pikir panjang, gadis itu berlari menuju laki laki yang sedang menatap dirinya. Jantungnya berdebar dg sangat cepat. Air mata peri yang tadi dia pikirkan, kini membasahi sekujur tubuhnya dengan cepat.

“Saya kagum kepada anda. Anda begitu mencolok mata.” Kata si gadis berterus terang.

“Tolong, bawa saya berlari ditengah air mata peri ini bersama anda.” si gadis memegang lengan jas milik laki laki itu. Gadis itu telah memohon dg sepenuh hatinya.

Laki laki itu sedikit tercengang mendengar permintaan aneh gadis itu. Dan gadis itu mengatakan sesuatu yang aneh, apa itu? Air mata peri? Ada ada saja.
Ini pertama kali dalam hidupnya, ada seseorang yang secara langsung tanpa basa basi mendekati dirinya. Apalagi, dia sama sekali tidak mengenal gadis ini, yang tengah memegang lengan jasnya dengan erat, dan memandang kearah nya dengan penuh tatapan memohon.

Sepertinya ini menarik, pikir laki laki itu.

Setelah memikirkan beberapa hal, laki laki itu memegang pergelangan tangan gadis itu yang berada di lengan jas nya. Kemudian laki laki itu mulai berlari, kali ini dengan memegang tangan seorang perempuan yang sama sekali tidak dikenalnya.

Mereka berlari dan terus berlari, terdengar suara sang gadis yang tertawa dengan bahagia, juga laki laki yang hanya terus dan terus berlari di tengah guyuran hujan, atau sebut saja, air mata peri.

– – –

Aku tak tahu laki laki yang tidak aku kenal ini akan membawaku kemana..
Tapi genggaman tangannya membuatku merasa aman.
Dan dia benar benar membawaku berlari bersama dengannya.
Hanya beberapa saat saja, aku ingin mempercayakan semuanya kepada laki laki itu..
Laki laki yang tadi kutemukan sedang berjalan di tengah guyuran air mata peri dengan santainya..
Aku.. Merasa bahagia bersama dengan laki laki ini.

– – –

bersambung ..

Second Rain bisa dilihat di : Second Rain : Inside the window

3 thoughts on “First Rain : First Meet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s