Mengakhiri Perasaanku dan Belajar Melepas Kepergianmu.

ketika aku melihat mereka berdua,

rasanya sakiiit sekali.

hatiku bagai di tusuk beribu ribu jarum, dan mataku memanas seketika.

padahal, yang sedang berbahagia itu adalah sahabatku sendiri.

sahabatku sudah menemukan seseorang untuk hidupnya.
sahabatku sudah menemukan perempuan yang dia sukai.

mengapa aku sulit untuk berbahagia atas kebahagiaannya?

apakah mungkin karena dia mendapatkan seseorang yang bukan aku?

apakah karena itu?

apakah itu yang menghalangiku untuk turut berbahagia atas kebahagiaannya?

apakah aku marah?

apakah aku benci?

aku tak tahu apa yang aku rasakan..

aku ingin ikut berbahagia. bahagia karena sahabatku telah menemukan seseorang yang terbaik untuknya..

namun kenapa sekarang keadaan begitu sulit?

sekarang, melihatnya saja sudah membuat perasaanku sakit.. dan membuatku membenci dirinya.. membuatku tak ingin melihat dirinya lagi..

apakah semua ini karena perasaan kecewa?

kecewa karena aku tidak bisa memilikinya?

kecewa karena harusnya aku yang berada di sampingnya?

kecewa karena aku tidak bisa memiliki hatinya?

aku tidak mau seperti ini!!

ini malah membuatku semakin sakit dan sakit..

perasaan iri dengki akan segera menggerogoti hatiku..

aku tidak bisa hidup dengan hati yang rusak..

aku tidak bisa hidup, jika hatiku hitam pekat.

aku ingin membebaskan diriku dari perasaan ini..

aku ingin melepaskan diri dari perasaan ini..

aku ingin turut berbahagia untuk nya -untuk sahabatku.

aku tidak boleh menunda lebih lama lagi!
aku tahu ada satu hal yang bisa aku lakukan, untuk menyelamatkan diriku dari perasaan jahat ini..
satu hal yang bisa aku lakukan dengan hati yang ikhlas..

aku harus memaafkan diriku sendiri..
aku harus menerima kenyataan bahwa peranku untuk hidup sahabatku, hanyalah menjadi ‘sahabat terbaik’ untuknya.. tidak lebih..
aku yakin, itu adalah yang terbaik; untukku, untuk sahabatku, dan untuk seseorangnya..

tapi sebelumnya,
aku akan memberi tahu sahabatku akan perasaan yang selama ini aku pendam untuknya..
sebagai awal permulaan, untuk mengakhiri perasaanku.
aku ingin perasaanku padanya berakhir.
aku ingin dia tahu, bahwa aku ‘pernah menyukainya’

– – –

sekarang hatiku berubah menjadi lega -sekaligus merasa sakit di saat yang bersamaan-

bukan karena hal hal besar

tapi karena hal hal kecil yang kulakukan dengan keberanian yang besar (aku sangat menghargai keberanianku)

akhirnya dia telah mengetahui perasaanku padanya..

dia menerima aku sebagai sahabatnya..

dia sudah mengetahuinya..

aku merasa hatiku di banjiri oleh perasaan damai dan tenang. aku merasa diriku di liputi oleh perasaan bahagia..
tapi juga tidak bisa menyangkal, bahwa aku merasakan sakit di dalam sini.

tapi, aku benar benar sangat senang sekali, akhirnya aku bisa lepas dari perasaan jahat yang aku miliki, dari perasaan yang telah mengotori hatiku..

sekarang yang aku rasakan adalah, aku merasa sangat damai sekali..

aku tidak bisa berbuat apa apa dengan rasa sakit yang kurasakan,

aku hanya bisa mempercayai waktu..

aku percaya, waktu perlahan lahan menyembuhkan rasa sakit dan luka ini..
seiring dengan berjalannya waktu..

– – –

dear sahabatku..

hari ini dengan sangat aku tulus.. aku ucapkan kepadamu ‘selamat’

selamat, karena kamu telah menemukan seseorang yang terbaik untukmu.. :)

hari ini, aku bisa dengan tulus dan bahagia mengucapkannya dari dalam hatiku.

semua ini karena Tuhan yang telah melapangkan dadaku, dan memberikanku hati yang besar untuk menerima kenyataan..

aku harap hubungan kita kedepannya tidak akan berubah..

aku harap aku bisa berperan menjadi sahabat yang terbaik untuk dirimu. bergantunglah kepadaku, niscaya aku akan dengan siap membantu apapun untuk dirimu, sahabatku.

mungkin, ini yang terbaik. kuharap kamu masih mau menerima diriku apa adanya. seperti dulu. seperti dulu.

kuharap tidak ada yang berubah setelah ini..

aku yakin, kedepannya -apa yang akan kita semua jalani- semuanya akan lebih baik, dan lebih indah.

terima kasih sahabat, kamu sudah melakukan sesuatu yang benar.

jujur terhadap perasaanmu sendiri, itu yang aku inginkan.

terima kasih karena tidak memberiku harapan kosong.
terima kasih atas segalanya..
terima kasih, karena semua ini membuatku bisa menerima hal hal kecil dengan tulus dan ikhlas..
karena semua ini membuatku bisa belajar sesuatu yang berharga..

dengan ini, aku melepasmu..
dan aku doakan, semoga kamu bahagia dengan apa yang telah kamu pilih.. semoga langgeng ya~

dari : nunuiichan ‘sahabat terbaikmu’

n.b : jangan khawatirkan diriku, aku sama sekali tidak menangis. aku gadis yang kuat, percayalah! ;)

– – –

Life. “Grow up, accept it”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s