Untuk Dirimu, “Seseorang Yang Pernah Ada Dalam Hatiku”.

entahlah, terbayang dalam benakku sesaat..

aku berniat untuk membencimu, kau tahu?

ya, aku berniat untuk membencimu setelah melalui semua ini, setelah aku merasakan perubahan dalam dirimu yang tidak bisa ku kenali sama sekali.

aku merasa tak punya salah apapun terhadapmu..
namun kamu melakukan hal itu, bersikap dingin terhadapku, tak bisa aku terima!

kau hanya diam seribu kata, tak mengatakan alasan di balik sikapmu yang dingin..

bagaimana aku bisa mengetahui kesalahanku terhadapmu, jika kamu hanya berdiam diri?

bahkan, hingga saat ini, kamu masih tidak mengatakan alasanmu. aku masih menunggumu, kau tahu?
menunggumu mengatakan alasan di balik sikapmu yang sangat dingin terhadapku.

aku kesal.. aku benci dirimu yang telah berubah.. aku benci dirimu yang tidak bisa aku kenali lagi.. dan aku juga benci sikap dinginmu itu terhadapku..

namun, aku tidak bisa melakukan itu..

Tuhan telah menyelamatkan aku dari perasaan itu, perasaan ‘hendak membenci dirimu’ itu.

Dia menyadarkanku, bahwa membenci seseorang itu adalah perbuatan yang buruk jika bukan di landasi niatan karenaNya semata.

dan aku membenci dirimu, hanya karena perasaanku sendiri. hanya mengikuti perasaanku yang kurasakan saja, bukan karena siapapun. ini murni keegoisanku sendiri.
bukan semata mata karena diriNya.

dan aku teringat akan keberadaan Tuhan dalam hatiku, maka aku merasa bersalah karena telah khilaf. aku juga merasa bersalah terhadap dirimu, karena aku hendak ‘membenci dirimu’, namun sekarang tidak lagi.. percayalah..

aku meng-ikhlaskan apa yang sudah terjadi di antara kita berdua, baik atau buruknya kita tak tahu, yang jelas kita harus coba menjalaninya terlebih dahulu..

aku akan mencoba memahami dirimu, memahami sikapmu yang ‘dingin’ terhadapku, mungkin kamu masih belum bisa ‘memaafkan’ diriku yang seperti itu bukan?
aku paham betul apa yang kamu rasakan, dan aku merasa bisa memakluminya sekarang, sikapmu yang ‘dingin’ itu..

tapi aku harap, kamu tidak mengabaikan aku terlalu lama..

aku masih ingin berteman denganmu, setelah semua ini terjadi di antara kita..

kuharap, kamu masih mau membukakan hatimu untukku, menerima diriku sebagai ‘teman dan sahabat’ dalam hidupmu.

kapanpun, kamu membutuhkan aku..

kau tahu dimana aku berada..

aku akan selalu bersama kamu, kau tahu?

aku akan selalu melihatmu dari belakang, meskipun kamu tidak menginginkan hal itu..

aku berusaha untuk tidak mengabaikan dirimu, bagaimana mungkin aku bisa melupakan semua yang telah terjadi di antara kita berdua saat itu?

kau berharga dalam hidupku, kau adalah ‘seseorang yang pernah menempati ruang di hatiku’, itulah yang membuat keberadaan dirimu sulit untuk kulupakan..

tetaplah menjadi dirimu yang seperti biasa, yang aku kenali. seperti kamu yang dulu..

aku masih menunggu dirimu di sini..

bersama kenangan kenangan yang dulu pernah kita lewati,
bersama…

– – –

From : Gula
To : Semut, satu satunya semutku..

2 thoughts on “Untuk Dirimu, “Seseorang Yang Pernah Ada Dalam Hatiku”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s